Free Essay

Usaha Mikro Kecil

In: Business and Management

Submitted By azriel
Words 1585
Pages 7
PENGERTIAN DAN KRITERIA USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH
Tugas mata kuliah koperasi dan usaha kecil menengah

NAMA : RESTA FEBRIYANTI
NIM : 070110201028
JURUSAN : MANAJEMEN

>> Usaha Mikro

Pengertian usaha mikro

Usaha Mikro sebagaimana dimaksud menurut Keputusan Menteri Keuangan No.40/KMK.06/2003 tanggal 29 Januari 2003, yaitu usaha produktif milik keluarga atau perorangan Warga Negara Indonesiadan memiliki hasil penjualan paling banyak Rp.100.000.000,00 (seratus juta rupiah) per tahun. Usaha Mikro dapat mengajukan kredit kepada bank paling banyak Rp.50.000.000,-.

Kriteria usaha mikro

• Jenis barang/komoditi usahanya tidak selalu tetap, sewaktu-waktu dapat berganti; • Tempat usahanya tidak selalu menetap, sewaktu-waktu dapat pindah tempat; • Belum melakukan administrasi keuangan yang sederhana sekalipun, dan tidak memisahkan keuangan keluarga dengan keuangan usaha; • Sumber daya manusianya (pengusahanya) belum memiliki jiwa wirausaha yang memadai; • Tingkat pendidikan rata-rata relatif sangat rendah; • Umumnya belum akses kepada perbankan, namun sebagian dari mereka sudah akses ke lembaga keuangan non bank; • Umumnya tidak memiliki izin usaha atau persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP.
Contoh usaha mikro

• Usaha tani pemilik dan penggarap perorangan, peternak, nelayan dan pembudidaya; • Industri makanan dan minuman, industri meubelair pengolahan kayu dan rotan,industri pandai besi pembuat alat-alat; • Usaha perdagangan seperti kaki lima serta pedagang di pasar dll.; • Peternakan ayam, itik dan perikanan; • Usaha jasa-jasa seperti perbengkelan, salon kecantikan, ojek dan penjahit (konveksi).
Dilihat dari kepentingan perbankan, usaha mikro adalah suatu segmen pasar yang cukup potensial untuk dilayani dalam upaya meningkatkan fungsi intermediasi-nya karena usaha mikro mempunyai karakteristik positif dan unik yang tidak selalu dimiliki oleh usaha non mikro, antara lain :

• Perputaran usaha (turn over) cukup tinggi, kemampuannya menyerap dana yang mahal dan dalam situasi krisis ekonomi kegiatan usaha masih tetap berjalan bahkan terus berkembang; • Tidak sensitive terhadap suku bunga; • Tetap berkembang walau dalam situasi krisis ekonomi dan moneter; • Pada umumnya berkarakter jujur, ulet, lugu dan dapat menerima bimbingan asal dilakukan dengan pendekatan yang tepat.
Namun demikian, disadari sepenuhnya bahwa masih banyak usaha mikro yang sulit memperoleh layanan kredit perbankan karena berbagai kendala baik pada sisi usaha mikro maupun pada sisi perbankan sendiri.

>> Usaha Kecil

Pengertian usaha kecil

Usaha kecil merupakan usaha yang integral dalam dunia usaha nasional yang memiliki kedudukan, potensi, dan peranan yang signifikan dalam mewujudkan tujuan pembangunan nasional pada umumnya dan pembangunan ekonomi pada khususnya. Selain itu, usaha kecil juga merupakan kegiatan usaha dalam memperluas lapangan pekerjaan dan memberikan pelayanan ekonomi yang luas, agar dapat mempercapat proses pemerataan dan pendapatan ekonomi masyarakat.

Secara otentik, pengertian usaha kecil diatur dalam Bab I Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1995 tentang Usaha Kecil. Yaitu: "kegiatan ekonomi masyarakat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil pendapatan tahunan, serta kepemilikan, sebagaimana yang ditentukan dalam Undang-Undang ini".
Pengertian disini mencakup usaha kecil informal, yaitu usaha yang belum di daftar, belum dicatat, dan belum berbadan hukum, sebagaimana yang ditentukan oleh instansi yang berwenang.

Perbedaan usaha kecil dengan usaha lainnya, seperti usaha menengah dan usaha kecil, dapat dilihat dari:

1. usaha kecil tidak memiliki sistem pembukuan, yang menyebabkan pengusaha kecil tidak memiliki akses yang cukup menunjang terhadap jasa perbankan.
2. pengusaha kecil memiliki kesulitan dalam meningkatkan usahanya, karena teknologi yang digunakan masih bersifat semi modern, bahkan masih dikerjakan secara tradisional.
3. terbatasnya kemampuan pengusaha kecil dalam mengembangkan usahanya, seperti: untuk tujuan ekspor barang-barang hasil produksinya.
4. bahan-bahan baku yang diperoleh untuk kegiatan usahanya, masih relatif sulit dicari oleh pengusaha kecil.

Secara umum bentuk usaha kecil adalah usaha kecil yang bersifat perorangan, persekutuan atau yang berbadan hukum dalam bentuk koperasi yang didirikan untuk meningkatkan kesejahteraan para anggota, ketika menghadapi kendala usaha.

Dari bentuk usaha kecil tersebut, maka penggolongan usaha kecil di Indonesi adalah sebagai berikut:

1. Usaha Perorangan. merupakan usaha dengan kepemilikan tunggal dari jenis usaha yang dikerjakan, yang bertanggung jawab kepada pihak ketiga/pihak lain. maju mundurnya usahanya tergantung dari kemampuan pengusaha tersebut dalam melayani konsumennya. harta kekayaan milik pribadi dapat dijadikan modal dalam kegiatan usahanya.
2. Usaha Persekutuan. penggolongan usaha kecil yang berbentuk persekutuan merupakan kerja sama dari pihak-pihak yang bertanggung jawab secara pribadi terhadap kerja perusahaan dalam menjalankan bisnis.

Sedangkan, pada hakekatnya penggolongan usaha kecil, yaitu:
1. Industri kecil, seperti: industri kerajinan tangan, industri rumahan, industri logam, dan lain sebagainya.
2. Perusahaan berskala kecil, seperti: toserba, mini market, koperasi, dan sebagainya.
3. Usaha informal, seperti: pedagangan kaki lima yang menjual barang-barang kebutuhan pokok.

Usaha Kecil sebagaimana dimaksud Undang-undang No.9 Tahun 1995 adalah usaha produktif yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha atau memiliki hasil penjualan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah) per tahun serta dapat menerima kredit dari bank maksimal di atas Rp50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) sampai dengan Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).

Adapun kriteria usaha kecil menurut UU No. 9 tahun 1995 adalah sebagai berikut:

1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (Dua Ratus Juta Rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha

2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp. 1.000.000.000,- (Satu Milyar Rupiah)

3. Milik Warga Negara Indonesia

4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Menengah atau Usaha Besar

5. Berbentuk usaha orang perseorangan , badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha yang berbadan hukum, termasuk koperasi.

Menurut Keputusan Presiden RI no. 99 tahun 1998 pengertian Usaha Kecil adalah:
“Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat.”

Ciri-ciri usaha kecil • Jenis barang/komoditi yang diusahakan umumnya sudah tetap tidak gampang berubah; • Lokasi/tempat usaha umumnya sudah menetap tidak berpindah-pindah; • Pada umumnya sudah melakukan administrasi keuangan walau masih sederhana, keuangan perusahaan sudah mulai dipisahkan dengan keuangan keluarga, sudah membuat neraca usaha; • Sudah memiliki izin usaha dan persyaratan legalitas lainnya termasuk NPWP; • Sumberdaya manusia (pengusaha) memiliki pengalaman dalam berwira usaha; • Sebagian sudah akses ke perbankan dalam hal keperluan modal; • Sebagian besar belum dapat membuat manajemen usaha dengan baik seperti business planning.
Contoh usaha kecil

• Usaha tani sebagai pemilik tanah perorangan yang memiliki tenaga kerja; • Pedagang dipasar grosir (agen) dan pedagang pengumpul lainnya; • Pengrajin industri makanan dan minuman, industri meubelair, kayu dan rotan, industri alat-alat rumah tangga, industri pakaian jadi dan industri kerajinan tangan; • Peternakan ayam, itik dan perikanan; • Koperasi berskala kecil.

>> Usaha Menengah

Pengertian usaha menengah

Usaha Menengah sebagaimana dimaksud Inpres No.10 tahun 1998 adalah usaha bersifat produktif yang memenuhi kriteria kekayaan usaha bersih lebih besar dari Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak sebesar Rp10.000.000.000,00, (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha serta dapat menerima kredit dari bank sebesar Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) s/d Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).

Kriteria usaha menengah

• Pada umumnya telah memiliki manajemen dan organisasi yang lebih baik, lebih teratur bahkan lebih modern, dengan pembagian tugas yang jelas antara lain, bagian keuangan, bagian pemasaran dan bagian produksi; • Telah melakukan manajemen keuangan dengan menerapkan sistem akuntansi dengan teratur, sehingga memudahkan untuk auditing dan penilaian atau pemeriksaan termasuk oleh perbankan; • Telah melakukan aturan atau pengelolaan dan organisasi perburuhan, telah ada Jamsostek, pemeliharaan kesehatan dll; • Sudah memiliki segala persyaratan legalitas antara lain izin tetangga, izin usaha, izin tempat, NPWP, upaya pengelolaan lingkungan dll; • Sudah akses kepada sumber-sumber pendanaan perbankan; • Pada umumnya telah memiliki sumber daya manusia yang terlatih dan terdidik.
Contoh usaha menengah

Jenis atau macam usaha menengah hampir menggarap komoditi dari hampir seluruh sektor mungkin hampir secara merata, yaitu:

• Usaha pertanian, perternakan, perkebunan, kehutanan skala menengah; • Usaha perdagangan (grosir) termasuk expor dan impor; • Usaha jasa EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut), garment dan jasa transportasi taxi dan bus antar proponsi; • Usaha industri makanan dan minuman, elektronik dan logam; • Usaha pertambangan batu gunung untuk kontruksi dan marmer buatan.
Kriteria Jenis Usaha Berdasarkan Jumlah Tenaga Kerja

Kriteria jumlah karyawan berdasarkan jumlah tenaga kerja atau jumlah karyawan merupakan suatu tolak ukur yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menilai usaha kecil atau besar, sebagai berikut :

| |Usaha Mikro |Usaha Kecil |Usaha Menengah |Usaha Besar |
|Jumlah Tenaga Kerja |>4 orang |5-19 orang |20-99 orang |> 100 orang |

http://restafebri.blogspot.com/2009/03/pengertian-dan-kriteria-usaha-mikro_08.html

Sesuai dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang
Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) :

a. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria
Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

b. Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria Usaha
Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

c. Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perseorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha
Kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang-
Undang ini.
2. Kriteria
ASSET OMZET 1 USAHA MIKRO Max 50 Jt Max 300 jt 2 USAHA KECIL > 50 jt - 500 jt > 300 jt - 2,5 M 3 USAHA MENENGAH > 500 jt - 10 M > 2,5 M - 50 M…...

Similar Documents

Free Essay

Rangkuman Undang-Undang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat

...UNDANG-UNDANG LARANGAN PRAKTEK MONOPOLI DAN PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT Latar Belakang Pembangunan ekonomi telah mengalami banyak kemajuan, antara lain dengan meningkatnya kesejahteraanakyat. Kemajuan pembangunan yang telah dicapai di atas, didorong olehkebijakan pembangunan di berbagai bidang. Meskipun telah banyak kemajuan yang dicapai selama ini, masih banyak tantangan dan persoalan seiring dengan adanya kecenderungan globalisasi perekonomian serta dinamika dan perkembangan usaha swasta. Perkembangan usaha swasta yang terjadi dikarenakan adanya berbagai bentuk kebijakan Pemerintah yang kurang tepat sehingga pasar menjadi terdistorsi serta adanya persaingan usaha tidak sehat. Fenomena di ini telah berkembang dan didukung oleh adanya hubungan yang terkait antara pengambil keputusan dengan para pelaku usaha, sehingga lebih memperburuk keadaan dan cenderung menunjukkan corak yang sangat monopolistik. Dampak yang terjadi adalah munculnya kesenjangan sosial, ketahanan ekonomi sangat rapuh dan tidak mampu bersaing. Melihat situasi dan kondisi tersebut, diperlukan penataan kegiatan usaha di Indonesia agar dunia usaha dapat tumbuh berkembang secara sehat dan benar. Maka disusunlah Undang-Undang tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Asas dan Tujuan Asas Pelaku usaha di Indonesia dalam menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan......

Words: 1616 - Pages: 7

Free Essay

Mikro

...kedudukan sibuti dari Bandar utama Miri di anggarkan kira-kira 39 km. Keadaan ini menimbulkan kesulitan kepada penduduk Sibuti untuk menjalankan kegiatan kehidupan seharian mereka. Tambahan pula, Sibuti merupakan kawasan berbukit yang berdekatan dengan pantai. Oleh itu, dana yang telah diberikan kepada ketua kampung akan digunakan untuk menaik taraf kampung Sibuti,Miri Sarawak. 2) Jumlah penduduk mengikut kumpulan etnik di Sibuti,Miri Sarawak. Kaum | Melayu | Iban | Bidayuh | Melanau | Bumiputera | Cina | India | Lain-lain | Jumlah | | | | | | | | | 3)Selain itu, jalan yang digunakan untuk menuju ke sekolah, terdapat di tepi jalan kampung tersebut tidak begitu selamat digunakan oleh pelajar, terutama sekali kepada kanak-kanak kecil. Beberapa kemudahanyang telah disediakan di sekitar kawasan sekolah tersebut seperti jambatan. Jambatan tersebut dalam keadaan yang usang dan membahayakan pengguna terutama kepada kanak kanak dan juga pelajar sekolah tersebut. Menurut penduduk di rumah panjang tersebut, bantuan untuk penambahbaikan rumah panjang mereka, sehingga kini masih belum lagi diterima, walaupun sudah beberapa kali mereka dijanjikan oleh pihak pemerintah. Begitu juga keperluan bekalan air bersih dan elektrik yang masih lagi tidak mencukupi untuk penduduk di kampung tersebut. 4) justeru itu, bagi menyelesaikan kesulitan yang dialami oleh penduduk kampong di Sibuti, pembaikan pulih jambatan usang akan dinaiktarafkan. Selain daripada itu, masalah bekalan......

Words: 411 - Pages: 2

Free Essay

Business Ethics Analysis

...lima ialah orang-orang dengan modal relatif kecil/sedikit berusaha (produksipenjualan barang-barang/jasa-jasa) untuk memenuhi kebutuhan kelompok konsumen tertentu dalam masyarakat”. Usaha itu dilakukan pada tempattempat yang dianggap strategis dalam suasana informal. Sedangkan, berdasarkan Peraturan Presiden no.125 tahun 2012 tentang Koordinasi Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Bab I Pasal I bahwa: Pedagang Kaki Lima yang selanjutnya disingkat PKL adalah pelaku usaha yang melakukan usaha per-dagangan dengan menggunakan sarana usaha bergerak maupun tidak bergerak, menggunakan prasarana kota, fasilitas sosial, fasilitas umum, lahan dan bangunan milik pemerintah dan/atau swasta yang bersifat sementara/tidak menetap. Menurut Adi Sasono (1980: 62-64) pedagang kaki lima mempunyai beberapa kekuatan dan kelemahan yang harus diperhatikan, yakni: 1) kekuatan-kekuatan yang dimiliki PKL a) pedagang kaki lima memberikan kesempatan kerja yang umumnya sulit didapat pada negara-negara sedang berkembang. 2 b) dalam prakteknya mereka biasanya menawarkan barang dan jasa dengan harga bersaing. c) sebagian besar masyarakat kita lebih senang berbelanja dengannya mengingat faktor kemudahan dan barang-barang yang ditawarkan relatif murah (terlepas dari pertimbangn kwalitas). 2) kelemahan-kelemahan yang dimiliki PKL a) mereka dapat dimasukkan dalam kelompok marginal dan submarginal dengan modal kecil, sehingga laba yang dihasilkan juga kecil. b) disebabkan oleh kurangnya......

Words: 1689 - Pages: 7

Free Essay

Maksi

...administrasi. Penghapusan pengecualian pajak dan peningkatan tingkat pajak rente ekonomi pada sector-sektor sumber daya akan mendorong efisiensi pendapatan yang lebih tinggi. Usaha untuk mendorong para wirausahawan pada jejaring pajak harus diperkuat. Pertumbuhan Produktifitas yang Lebih Cepat akan Meningkatkan Standar Hidup Formalisasi pekerja dan perusahaan akan menjadi sumber kunci pertumbuhan produktifitas dan dapat didorong dengan cara mencegah peningkatan upah minimum secara berlebihan, menerapkan upah sub-minimum bagi pegawai muda dan menerapkan reformasi guna menjadikan pasar pekerja formal lebih menarik bagi pekerja dan pengusaha. Salah satu kebijakan yang efektif untuk melindungi pekerja terhadap risiko pemutusan hubungan kerja di masa depan adalah dengan meluncurkan tunjangan pengangguran terbatas ditambah dengan asuransi pengangguran perseorangan, disamping menghapus hambatan dalam pasar ketenagakerjaan formal. Penyederhanaan proses perijinan yang rumit akan mengurangi beban administratif yang dihadapi oleh perusahaan. © OECD 2012 1 Tanpa mengesampingkan sektor finansial yang besar, akses perusahaan terhadap pembiayaan dapat dipermudah dengan menyediakan informasi yang dikumpulkan oleh biro kredit pada semua lembaga keuangan. Sumber pembiayaan kecil seperti modal ventura dan keuangan-mikro dapat diperdalam dengan cara menghilangkan berbagai penghalang terhadap akses yang saat ini ada. Master Plan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia,......

Words: 15664 - Pages: 63

Free Essay

Ekonomi Mikro

...perpanjangan kontrak selama 1 periode. Dengan anggapan sewa kios tidak berubah, besar marginal cost adalah Rp. 10 Juta. c. EFFICIENT MARKET Suatu kondisi dimana ada kebebasan bagi individu untuk berusaha, maka akan tercipta pasar yang efisien (Efficient Market). Contoh Efficient market : Setiap orang yang berjiwa bisnis selalu berusaha mencari terobosan bisnis yang menguntungkan. Jika ia yang pertama berusaha di bidang tersebut, untung yang diperoleh pasti akan besar. Keuntungan yang diperolehnya mendorong masuknya perusahaan baru ke bisnis tersebut. Semakin banyak perusahaan yang masuk ke bisnis tersebut mengakibatkan, persaingan bisnis semakin tajam dan tingkat harga semakin kompetitif dan keuntungan usaha semakin kecil. Pasar yang kompetitif seperti ini merupakan bentuk pasar yang efisien. ← Untuk lebih memahami masyarakat Masyarakat dengan peradabannya sekarang merupakan hasil dari apa yang dilakukan masyarakat pada periode sebelumnya. Sebagai contoh, banyaknya orang yang tinggal dan mencari pekerjaan di kota (misalnya di Jakarta) adalah akibat pola pembangunan masa lalu yang terlalu terpusat pada kota-kota besar. Ilmu ekonomi memudahkan masyarakat untuk memahami perkembangan peradaban masyarakat dari waktu ke waktu. ← Untuk dapat memehami Permasalahan Global Ilmu ekonomi mempermudah pemahaman mengenai permasalahan global. Contoh : a. Pelemahan rupiah (sempat mencapai Rp 15.000 per US dollar, tahun 1998)......

Words: 3079 - Pages: 13

Free Essay

Pajak Usaha Konstruksi

...dilakukan dan didasarkan atas kontrak pembeli kerja. Dalam usaha developer, pada umumnya yang disebut sebagai pendapatan adalah hasil penjualan yang ada pada perusahaan tersebut uang dapat diukur secara moneter sesuai dengan nilai kontrak yang ditetapkan.Perusahaan PT “X” yang bergerak dalam bidang jasa konstruksi yang diharuskan melakukan kewajiban perpajakannya. Keunikan usaha bidang konstruksi khususnya dilihat dari pajak yang dikenakan, seperti Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dikenakan pada proses awal pembangunan, Pajak Pertambahan Nilai yang dikenakan pada proses berlangsungnya pembangunan, dan Pajak Penghasilan yang dikenakan pada akhir tahun | 1. Bagaimana tahapan proses konstruksi dari pembelian tanah sampai menjual rumah. 2. Bagaimana penggolongan atas barang atau jasa yg digunakan dalam suatu proyek menjadi BKP/JKP dan bukan BKP/JKP. 3. Bagaimana penerapan mekanisme PPN yang tepat dalam hal pengkreditan Pajak Masukan dan Pajak Keluaran. 4. Bagaimana perhitungan perpajakan yang berkaitan dengan usaha konstruksi dan penyajian dalam LK. | 1. Untuk mengetahui proses usaha konstruksi mulai dari tahap pembebasan tanah sampai terjual perumahan tersebut. 2. Untuk mengetahuin penggolongan atas Barang Kena Pajak dan atau Jasa Kena Pajak yang digunakan dalam suatu proyek perumahan. 3. Untuk mengetahui mekanisme pencatatan PPN yang tepat. 4. Untuk mengetahui perhitungan perpajakan yang berkaitan usaha konstruksi dan penyajianya dalam laporan keuangan | | 1...

Words: 696 - Pages: 3

Free Essay

Penggabungan Usaha, Laporan Keuangan Konsolidasi, Investasi Perusahaan Asosiasi, Special Purpose Entilities (Spe)

...A. PENGGABUNGAN USAHA Penggabungan Usaha adalah penyatuan entitas-entitas usaha. Penggabungan entitas usaha yang terpisah adalah suatu alternatif perluasan secara internal melalui akuisisi atau pengembangan kekayaan perusahaan secara bertahap, dan seringkali memberikan manfaat bagi semua entitas yang bersatu dan pemiliknya. Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 22 paragraf 08 tahun 1999 :”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain” Sifat Penggabungan Usaha • Horizontal integration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama, misalnya perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer......

Words: 3864 - Pages: 16

Free Essay

Jawapan Mikro

...membeli lebih daripada 5 buah buku seminggu, harga akan jatuh kepada RM5 bagi buku yang ke-enam dan seterusnya. Lukis garis belanjawan dan keluk puas sama. Adakah Pamela mempunyai lebih daripada satu penyelesaian bagi pemaksimuman utilitinya?. Jawapan: Oleh kerana harga buku menurun/jatuh bila lebih daripada 5 buah buku dibeli dalam seminggu, kekangan belanjawan menjadi tidak linear. Rajah dibawah menunjukkan garis belanjawan terpatah (kinked) di a. Garis belanjawan yang tak linear ini memungkinkan satu keluk puasama menyentuh (tangent) kepada garis belanjawan pada dua titik yang berrbeza. Dalam kes ini pengguna merasa sama puas (tidak kisah) dengan membeli 3 buku seminggu atau 10 buku dengan diskaun seminggu. 5 16. Salah satu usaha kerajaan untuk membantu golongan yang berpendapatan rendah adalah dengan memberi subsidi makanan dalam dua bentuk iaitu voucher makanan (food stamps) ataupun tunai. Dengan menggunakan rajah, bincangkan adakah kaedah pemberian tunai adalah lebih baik daripada kaedah pemberian voucher makanan? Jawapan: Figure 4.12 Food Stamps Versus Cash All other goods per month Y + 100 C Budget line with cash f e d I3 I2 Y I1 B Budget line with food stamps A Original budget line 100 Y Y + 100 Food per month 0 4 - 58 Copyright © 2012 Pearson Addison-Wesley. All rights reserved. - Sebelum subsidi makanan dalam bentuk voucher – garisan belanjawan yang asal dengan pendapatan sebanyak Y adalah “YY” dan opportunity set “A”.......

Words: 1209 - Pages: 5

Free Essay

Mikro

...Tugas Personal GSLC 2 1. Diketahui perusahaan memproduksi barang X dan menjualnya di 2 segmen pasar yang berbeda, dimana fungsi permintaan masing – masing segmen pasar adalah sebagai berikut: Q1 = 100-8P, Q2 = 50-2P ,sedangkan fungsi biaya keduanya adalah TC = 40 + 5Q. Tugas anda adalah mengidentifikasi pasar apa ini, tentukan tingkat harga untuk masing – masing segmen pasar tersebut yang memberikan pendapatan dan keuntungan optimum! Tentukan pendapatan dan keuntungan ketika tidak melakukan diskriminasi harga! 2. Apa yang anda ketahui tentang persoalan diskriminasi harga dalam pasar monopoli? Jelaskan selengkapnya! Jawaban 1. Q1 = 100 – 8P Q2 = 50 – 2P TC = 40 + 5Q; maka MC = 5 PASAR 1 Q = 100 – 8P P = (100 – Q)/8 TR = P * Q = (100 – Q)/8 * Q = 12.5Q – Q2/8 MR = TR’ = 12.5 – ¼Q Agar keuntungan maksimum, MR = MC 12.5 – ¼Q = 5 7.5 = ¼Q Q1 = 30 Maka, P1 = (100 – 30)/8 = 70/8 = 8.75 Pendapatan (TR) = P * Q = 8.75 * 30 = 262.5 Profit = TR – TC = 262.5 – (40 + 5Q1) = 262.5 – (40 + 5*30) = 262.5 – 190 = 72.5 PASAR 2 Q = 50 – 2P P = (50 – Q)/2 TR = P * Q = (50 – Q)/2 * Q = 25Q – ½Q2 MR = TR’ = 25 – Q Agar keuntungan maksimum, MR = MC 25 – Q = 5 Q2 = 20 Maka, P2 = (50 – 20)/2 = 15 Pendapatan (TR) = P * Q = 15 * 20 = 300 Profit = TR – TC = 300 – (40 + 5Q2) = 300 – (40 + 5*20) = 300 – 140 = 160 Ketika tidak melakukan diskriminasi harga Q = Q1 + Q2 Q = 100 – 8P + 50 – 2P = 150 – 10P P = (150 –......

Words: 425 - Pages: 2

Free Essay

Manajemen Umkm

...Persiapan UMKM Hadapi AFTA Bahkan, komoditas pertanian seperti apel, cabai, bawang merah, bawang putih, wortel, kentang, jamur, dan jahe, diimpor dengan nilai 1,7 miliar dollar AS per tahun. Padahal produk tersebut termasuk komoditas rakyat yang bisa diusahakan pelaku UKM.  Baru-baru ini, ada berita hanya sekitar 20 persen perguruan tinggi swasta (PTS) Indonesia yang siap memasuki era globalisasi, utamanya Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) tahun 2015 dan masyarakat ekonomi ASEAN (MEA). Berita tersebut muncul dari birokrat Indonesia yang tentunya bagaikan cambuk bagi penggiat pendidikan tinggi agar mengantisipasinya. Lalu, bagaimanakah kesiapan para pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menghadapi era tersebut?  Pada 12 Desember 2012, ada pertemuan para tokoh Dekopin, Asosiasi UKM, Iwapi, dan lain-lain dengan instansi pemerintah (Kemenkop UKM, Kemendag, Kemenlu, BKPM). Mereka membahas perkembangan kerja sama ekonomi internasional dan langkah-langkah antisipasinya agar kelak para pelaku KUKM tidak terkaget-kaget dalam memasuki era MEA. Dalam pertemuan itu, terungkap betapa makin terbukanya negeri ini kepada pihak negara lain. Demikian sebaliknya, negeri lain pun terbuka bagi warga Indonesia sehingga dalam kerangka MEA, Indonesia harus siap menerima mereka dan siap mendatangi mereka.  Boleh dikatakan, pada tahun 2015, berlaku “Konstusi ASEAN” yang berimplikasi pada status kewarganegaraan. Orang Indonesia bukan hanya menjadi WNI, tetapi juga...

Words: 876 - Pages: 4

Free Essay

Studi Kelayakan

... STUDI KELAYAKAN BANK SAUDARA KANTOR CABANG PALEMBANG JLN BASUKI RAHMAT NO 886 A Daftar ISI Daftar ISI i Daftar TABEL ii DAFTAR GAMBAR ii STUDI KELAYAKAN 2 I. PENDAHULUAN 2 II. LATAR BELAKANG 2 III. MAKSUD DAN TUJUAN 2 IV. GAMBARAN UMUM KOTA PALEMBANG DAN SEKITARNYA 2 4.1 LUAS WILAYAH DAN LETAK GEOGRAFIS 2 4.2 SEJARAH KOTA PALEMBANG 2 4.3 VISI DAN MISI KOTA PALEMBANG 2 4.4 PERKEMBANGAN WILAYAH BERDASARKAN ADMINISTRASI PEMERINTAHAN 2 4.5 KANTOR PEMERINTAHAN DI KOTA PALEMBANG 2 4.6 KEPENDUDUKAN 2 V. PEREKONOMIANKOTA PALEMBANG 2 VI. PELUANG PASAR 2 VII. DATA PERBANKAN 2 VIII. TINGKAT KEJENUHAN JUMLAH BANK dan POTENSI PENYALURAN PINJAMAN. 2 8.1. Kredit Konsumer 2 8.2. Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Komersil dan Wholesale 2 IX. SISTEM PELAYANAN 2 9.1 LENDING 2 9.2 FUNDING 2 9.3 JASA LAINNYA 2 X. KELAYAKAN CABANG 2 10.1 INVENTARIS YANG DIBUTUHKAN 2 10.2 Break Event Point(BEP) danVolumeUsaha 2 10.3 PROYEKSI NERACA & LABA/RUGI 2 10.4 RENCANA SUMBER DAYA MANUSIA & ORGANISASI 2 XI. ANALISA SWOT 2 11.1 Strenght Point 2 11.2 Weakness Point 2 11.3 Opportunity 2 11.4 Threat Point 2 XII. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI 2 Daftar TABEL Tabel 5.1 Pertumbuhan Ekonomi Kota Palembang, Tahun 2007-2010 Atas Dasar Harga Konstan 2000 (dalam Juta Rp) 2 Tabel 6.1 Pertumbuhan DPK per wilayah 2 Tabel 6.2 Pertumbuhan Penyaluran Kredit per Wilayah : 2 Tabel 6.3 Peta Target Market Bank Saudara 2 Tabel 6.4 Nasabah-Nasabah Korporasi yang Potensial untuk Trade Finance 2 Tabel...

Words: 7219 - Pages: 29

Free Essay

Depth of Outreach Impact on Microfinance Institutions' Financial Sustainability in Asean

...UNIVERSITAS INDONESIA ANALISIS PENGARUH TINGKAT OUTREACH TERHADAP FINANCIAL SUSTAINABILITY PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DI ASEAN SKRIPSI ARKKA SANDHYA SURYATIN 0806349806 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN DEPOK JULI 2012 UNIVERSITAS INDONESIA ANALISIS PENGARUH TINGKAT OUTREACH TERHADAP FINANCIAL SUSTAINABILITY PADA LEMBAGA KEUANGAN MIKRO DI ASEAN SKRIPSI ARKKA SANDHYA SURYATIN 0806349806 FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI MANAJEMEN DEPOK JULI 2012 KATA PENGANTAR Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, saya dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulisan skripsi ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Ekonomi Departemen Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Saya menyadari bahwa, tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak, dari masa perkuliahan sampai pada penyusunan skripsi ini, sangatlah sulit bagi saya untuk menyelesaikan skripsi ini. Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada: (1) Kedua orang tua saya, Eddy dan Karin Suryatin atas dukungan moral dan material yang tak terhitung jumlahnya; (2) Ibu Zuliani Dalimunthe SE., MSM., selaku dosen pembimbing yang telah menyediakan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengarahkan saya dalam penyusunan skripsi ini; (3) Bapak Eko Rizkianto SE. ME., dan Bapak Ir. Akhir Matua ME., selaku tim penguji yang telah memberi banyak masukan berharga demi menyempurnakan skripsi ini; (4) Adik saya,...

Words: 23195 - Pages: 93

Premium Essay

Mikro

...HBR AT LARGE Most companies' orientation programs were designed to help new hires hit the ground running. Trilogy's boot camp has a bigger goal: keep the company running. No Ordinary Boot Camp by Noel M.Tichy C ORPORATE BOOT CAMPS. We've all heard about tbem. Many of us have lived through them. In my case, I've even invented a number of them. It's fair to say that, while some achieve their goals better tban others, they're ail pretty mucb the same. They APRIL 2001 typically focus on knowledge transferinforming new hires, for instance, about the company's products and markets and how to access key resources in the organization. The best ones, like those at GE and Ford, do this by having the recruits work on real business problems, where intense teamwork is required to meet tight deadlines (a technique I've described elsewhere as "compressed action learning"). I've studied tbem all. I thought I'd seen it all. But then I saw Trilogy University. It was 1998, and I was traveling around the 63 HBR AT LARGE • No Ordinary Boot Camp country, studying corporate universities as part of a benchmarking research project on action learning. Within days of my arrival, I knew Trilogy University was a breed apart ~ in fact, my definition of best practice shot out to the horizon line. I've spent hundreds of hours since then at TU, documenting its unconventional approach-and its phenomenal results. (It should be stated, by way......

Words: 5917 - Pages: 24

Free Essay

Latar Belakang Cara Membuka Usaha Kecil ( Usaha Membuat Keripik Singkong )

...A. LATAR BELAKANG CARA MEMBUKA USAHA KECIL ( USAHA MEMBUAT KERIPIK SINGKONG ) Di zaman era globalisasi ini banyak hal – hal yang instan, tidak terkecuali makanan . Hal inilah yang cenderung menurunkan kualitas makanan . banyaknya makanan – makanan instan menyebabkan beberapa makanan tradisional sering terabaikan dan menurun jumlahnya di pasaran, sehingga menyebabkan para pembuat makanan tradisional merugi. Adanya persaingan yang cukup ketat dalam pasar makanan tidak menyurutkan langkah saya untuk mencoba memproduksi suatu makanan tradisional yang tidak kalah menarik dengan makanan instan ,dan tentunya mampu bersaing dalam pasar makanan , “keripik singkong” jenis usaha yang akan saya jalankan ini akan di modifikasi dari bentuk maupun rasa sehingga mampu menghasilkan makanan yang berkualitas dan menarik. Adapun makanan ini kami beri nama “KERIPIK SINGKONG UKRIDA”. Kenapa??? Karena berhubungan kami masih kuliah di Universitas yang benama UKRIDA dan menurut saya namanya cukup itu unik. B.  VISI USAHA CARA MEMBUKA USAHA KECIL ( USAHA MEMBUAT KERIPIK SINGKONG ) Memperkenalkan dan mempertahankan kualitas produk makanan Indonesia “keripik singkong” yang mampu menjadi makanan yang berkualitas, menarik dan diterima oleh kalangan masyarakat sebagai makanan cepat saji atau cemilan. B. MISI USAHA CARA MEMBUKA USAHA KECIL ( USAHA MEMBUAT KERIPIK SINGKONG ) Adapun misi yang diterapkan adalah : * Memperkenalkan produk pada masyarakat luas * Memberikan kepuasan pada......

Words: 1271 - Pages: 6

Free Essay

Mikro

...HÖGSKOLAN i GÄVLE  Mikroekonomisk teori 7,5 poäng Niklas Örn 804070230 VT-16              INLÄMNINGSUPPGIFT 1 Introduktion: Marknader.                                                             Uppgift 1:      ”Om priset på en vara stiger, sjunker efterfrågad mängd. Men då efterfrågan sjunker går ju priserna ned. Därför kan man aldrig veta hur det kommer att gå.”      Är det något fel på detta resonemang?    Svar: Eftersom marknadspriset är högre än det jämviktspris som råder på marknaden så kommer producenterna att producera mer än vad som efterfrågas. Detta kommer resultera i att Producenterna "bygger" lager med varor som inte kan säljas eftersom efterfrågan är mindre än utbudet. Detta resulterar i ett överskott av utbjudna varor. Marknadsmekanismen gör då att producenterna kommer att minska produktionen och försöka sälja varorna till ett lägre pris. Detta kommer resultera i att priset rör sig mot "equilibrium" dvs. lägre pris och mot punkten där paretoeffektivitet råder. med andra ord där utbjuden kvantitet och efterfrågad kvantitet är lika både i pris och kvantitet.                    Uppgift 2:      Vid priset 7 kr avsätter ett företag 10 000 enheter. Hur stor efterfrågad kvantitet kan förväntas efter en prissänkning med 2 kr, om efterfrågans priselasticitet vid nämnda förändring är 0,7?    Svar:   e=( ΔQ/Q) / (ΔP/P)  0,7 = (ΔQ/Q) / (2/7)  0,7 = (ΔQ/Q) / 0,2857  0,7x0,2857 = ΔQ/......

Words: 507 - Pages: 3