Free Essay

Spasial Tangerang

In: Science

Submitted By Geroge
Words 1711
Pages 7
Abstrak

Kota tidak akan pernah terlepas dari dinamika perubahan lahan dan permasalahan ekonomi. Pembangunan ekonomi yang baik selalu dicerrminkan dengan pertumbuhan akan nilai ekonomi. Pertumbuhan nilai ekonomi yang tinggi seharusnya dapat dijadikan parameter bagi kesejahtraan masyarakat. Namun, dalam perkembangannya pertumbuhan nilai ekonmi masyarakat tidak selamanya menjadi cerminan dari kesejahtraan masyarakat. Hal ini sangat bergantung kepada sistem perekonomian yang dianut suatu kota. Jika suatu kota salah dalam membangun sistem perekonomiannya maka akan muncul ketidak merataan kesejahtraan di masyarakat.

Kata Kunci: Ekonomi, kesejahtraan, sistem

BAB I
PENDAHALUAN

1.1. Latar Belakang
Kota Tangerang Selatan merupakan kota yang mulai resmi berdiri pada tanggal 25 mei 2007. Kota ini memiliki visi “Kota Mandiri, Damai, Asri dan Sejahtera.” Kota dengan basis ekonomi pada sektor Pengangkutan dan Komunikasi. (PDRB Kota Tangsel 2009) memiliki pencapain pertumbuhan ekonomi rata rata mencapi 9,11% pertahun, dengan sektor basisnya yang mencapai 10,47% .
Dengan pencapaian tersebut maka, kota Tangerang Selatan dapat dikatakan berhasil dalam mengelola sistem perekonomian kota jika merujuk pada pertumbuhan rata rata ekonomi Indonesia yang baru mencapai 5,9% pertahun dengan sektor pengangkutan dan komunikasi yang mencapai 9,98%. (BPS 2013).
Namun, jika dilihat dari tingkat pengangguran terbuka kota tanggerang selatan sebesar 79.965 (11,98%) dengan tingkat penganguran terbuka Indonesia saat ini 6,25% maka, dapat dikatakan kota Tangerang Selatan tidak mampu menciptakan pemerataan kesejahtraan bagi masyarakatnya sendiri.
Berdasarkan keadaan tersebut maka, penulis menjadi tertarik untuk melihat bagaimana tingkat kesejahtraan masyarakat terhadap tatanan sistem perekonomian yang ada di Kota Tangerang Selatan, dan kenapa sektor pengangkutan dan komunikasi dapat menjadi basis ekonomi di Kota Tangerang selatan serta, bagaimana legislator dalam hal ini pemerintah mengelola sistem perekonomian yang telah ada tersebut.

1.2. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan karya tulis ini adalah: 1) Mengetahui tatanan sistem perekonomian yang terdapat di Kota Tangerang Selatan terhadap tingkat kesejahtraan masyarakat Kota Tangerang Selatan. 2) Untuk mengatahui faktor yang mendorong sektor pengangkutan dan komunikasi menjadi basis di Kota Tangerang Selatan.

1.3. Pertanyaan Penelitian
Adapun pertanyaan penlitian dari penulisan karya tulis ini adalah: 1) Bagaimana tatanan sistem perekonomian yang terdapat di Kota Tangerang Selatan terhadap tingkat kesejahtraan masyarakat Kota Tangerang Selatan? 2) Faktor apa yang mendorong sektor pengangkutan dan komunikasi menjadi basis di Kota Tangerang Selatan?

1.4. Lingkup Studi
Adapun lingkup studi dalam penelitian ini adalah sistem perekonomi kota Tangerang Selatan yang berdampak pada kesejahtraan masyarakat kota itu sendiri.

1.5. Wilayah Penelitian
Adapun wilayah penelitian ini adalah dearah yang berada dalam batas administrasi kota Tangerang Selatan, Banten.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

1. 2.6. Sistem Ekonomi
Sistem ekononomi adalah sistem yang mengatur kehidupan perekonomian suatu wilayah meliputi: produksi, konsumsi, dan distribusi. Berdasarkan transaksinya sistem ekonomi dapat dibagi menjadi 4, yaitu : sistem ekonomi tradisonal, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar, dan sistem ekonomi campuran.

1. Sistem Ekonomi Tradisonal
Sistem ini digunakan oleh masyarakat yang masih primitif atau tradisional, dimana segala pemenuhan kebutuhan masih dilakukan dengan cara barter atau tukar menukar barang dengan barang.

2. Sistem Ekonomi Terpusat
Ciri - ciri dari sistem ekonomi terpusat adalah: * Campur tangan pemerintah diusahakan sedikit mungkin * Diakuinya kah milik individu atau perseorangan * Dalam memcahkan persoalan ekonomi didasari atas prinsip - prinsip ekonomi pasar

3. Sistem Ekonomi Pasar Ciri - ciri dari sistem ekonomi pasar adalah : * Sumber - sumber produksi dikuasai oleh negara * Mak milik pribadi tidak diakui * Jalannya kegiatan dalam suatu perekonomian sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat * Semua kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah pusat * Kebijakan - kibujakan dalam perekonomian disusun dan dilaksanakan oleh negara
Berdasarkan ciri -ciri di atas dapat dikatakan bahwa sistem ekonomi pasar merupakan sistem ekonomi di mana seluruh kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah pusat.

4. Sistem Ekonomi Campuran
Ciri - ciri dari sistem ekonomi campuran adalah: * Kegiatan ekonomi sebagian dilaksanakan oleh pemerintah pusat dan sebagian oleh swasta. * Sebagian besar transaksi ekonomi terjadi melalui mekanisme pasar, tetapi masih ada campur tangan pemerintah dengan berbagai kebijakan. * Ada persaingan, tetapi masih ada kontrol dari pemerintah

2.7. Basis Ekonomi
Basis ekonomi merupakan sektor ekonomi yang menjadi penunjang utama pada suatu wilayah atau region. Basis ekonomi sendiri biasa dihitung dengan beberapa pendekatan seperti shift share, location quotion dan value chain. Shift share adalah biasa digunakan untuk menganalisis perubahan struktur ekonomi daerah relatif terhadap struktur ekonomi wilayah administratif yang lebih tinggi. Sedangkan pendekatan Location Quotient (LQ) biasa digunakan untuk melihat besar sektor lokal terhadap sektor ditingkat nasional. Untuk value chain, pendekatan ini biasa digunakan untuk melihat perkembangan dan perancangan ekonomi dalam RTRW dan penentuan kebijakan daerah lanjutan.
Rumus Shift Share:
PRij = Qtj0 ( YtY0-1)
PSij = Qtj0 (Qt tQt 0- YtY0)
DS ij = Qtj0(QtjtQtj0- Qt tQt 0)
Keterangan:
PRij = Pangsa Regional sektor i pada wilayah j
PSij = Proportional Shift ( Pergeseran Proporional ) Sektor ke-i pada wilayah j
DS ij = Different Shift ( Pergeseran yang berbeda ) sektor ke-i pada wilayah j
Y0 dan Yt = PDRB/ Jumlah Produksi kabupaten pada tahun 0 dan pada tahun t
Qtjt dan Qtj0 = PDRB/Jumlah Produksi sektor i kabupaten/kota j pada tahun 0 dan pada tahun t
Qt0 dan Qtt = PDRB/ Jumlah Produksi sektor i provinsi pada tahun 0 dan pada tahun t

Interpretasi Shift share
Shift share didapat dari penjumlahan nilai PS dan DS dapat dikelompokkan sebagai berikut : 1. Kategori I (PS dan DS Positif), sektor dengan pertumbuhan sangat pesat 2. Kategori II (PS Negatif dan DS Positif), sektor dengan pertumbuhan cukup pesat 3. Kategori III (PS Positif dan DS Negatif), sektor dengan pertumbuhan kurang pesat 4. Kategori IV (PS dan DS Negatif), sektor dengan pertumbuhan lambat dan daya saing lemah Rumus LQ:

Keterangan et : jumlah tenaga kerja industri ‘A’ di daerah ‘X’ pada tahun t eT : jumlah total tenaga kerja di daerah ‘X’ pada tahun t
Et : jumlah tenaga kerja industri ‘A’ ditingkat nasional pada tahun t
ET : jumlah total tenaga kerja nasional pada tahun t
Interpretasi Hasil Perhitungan LQ * LQ = 1
Produksi lokal hanya cukup untuk kepentingan lokal. Sektor ini tidak dapat dikategorikan sebagai Basis Ekonomi * LQ > 1
Produksi lokal industri ini tidak dapat mencukupi kebutuhan local sehingga harus melakukan import (Non-Basis) * LQ < 1
Produksi lokal industru ini sudah dapat melampaui kebutuhan local sehingga dapat melakukan ekspor (Basis Ekonomi)

2.8. Kriteria Kesejahtraan Keluarga
Kriteria kesejahteraan yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada kriteria kesejahtraan yang digunakan BKKBN. Berdasarkan kriteria yang dikeluarkan tersbut maka, kesejahtraan kelurga dapat dibagi ke dalam lima kategori, yaitu: kelurga prasejahtera, sejahtera Tahap I, Sejahtera Tahap II, Tahap III dan Tahap III plus dengan rincian sebagai berikut:

I. Keluarga Pra Sejahtera (Sering dikelompokkan sebagai “Sangat Misikin”)
Belum dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator yang meliputi : a. Indikator Ekonomi * Makan dua kali atau lebih sehari * Memiliki pakaian yang berbeda untuk aktivitas (misalnya di rumah, berkerja,sekolah dan bepergian) * Bagian terluas lantai rumah bukan dari tanah. b. Indikator Non-Ekonomi * Melaksanakan ibadah * Bila anak sakit dibawa ke sarana kesehatan

II. Kelurga Sejahtera I (Sering dikelompokkan sebagai “Miskin”)
Adalah keluaraga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator a. Indikator Ekonomi * Paling kurang sekali seminggu keluarga makan daging atau ikan atau telor * Setahuan terakhir seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru * Luas lantai rumah paling kurang 8m untuk tiap penghuni b. Indikator Non-Ekonomi * Ibadah teratur * Sehat tiga bulan terakhir * Punya penghasilan tetap * Usia 10-60 tahun dapat baca tulis hurup * Usia 6-15 tahun bersekolah * Anak lebih dari 2 orang, ber-KB

III. Keluaraga Sejahtera II
Adalah keluaraga yang karena alasan ekonomi tidak dapat memenuhi salah satu atau lebih indikator meliputi : * Memiliki tabungan keluarga * Makan bersama sambil berkomunikasi * Mengikuti kegiatan masyarakat * Rekreasi bersama (6 bulan sekali) * Meningkatkan pengetahuan agama * Memperoleh berita dari surat kabar, radio, TV, dan majalah * Menggunakan sarana transporstasi

IV. Keluarga sejahtera III
Sudah dapat memenuhi beberapa indikator, meliputi: * Memiliki tabungan kelurga * Makan bersama sambil berkomunikasi * Mengikuti kegiatan masyarakat * Rekreasi bersama (6 bulan sekali) * Meningkatkan pengetahuan agama * Memperoleh berita dari surat kabar, radio, TV, dan majalah * Menggunakan sarana transporstasi Belum dapat memenuhi beberapa indikator. meliputi : * Aktif memberikan sumbangan material secara teratur * Aktif sebagai pengurus organisasi kemasyarakatan.

V. Keluarga sejahtera III plus
Sudah dapat memenuhi indikator meliputi : * Aktif memberikan sumbangan material secara teratur * Sebagi pengurus organisasi Kemasyarakatan.

BAB III
METODELOGI

2. 3.9. Alur Pikir
Adapun alur pikir yang dalam penulisan karya tulis ini adalah:
Sistem Ekonomi
Kota Tengaerang Selatan
Basis Ekonomi
Kota Tengaerang Selatan
Pengelolaan Pemerintah
Pertumbuhan Ekonomi
Kesejahtraan Masyarakat
Sistem Ekonomi
Kota Tengaerang Selatan
Basis Ekonomi
Kota Tengaerang Selatan
Pengelolaan Pemerintah
Pertumbuhan Ekonomi
Kesejahtraan Masyarakat

3.10. Langkah Penelitian
Adapun langkah kerja dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data 5 tahun terakhir, untuk kemudian dilakukan pembandingkan data dengan interpretasi peta keruangan, melakukan analisa dan sintesa yang kemudian digunakan untuk menarik kesimpulan.

BAB IV
PEMBAHASAN

3. 4.11. Lokasi Kota Tangerang Selatan

Berdasarkan lokasi kota Tangerang Selatan maka, dapat dilihat kota Tangerang Selatan berada disebelah kota Jakarta, Depok, Tangerang, kabupaten Tangerang. Kota ini dapat dikatakan memiliki lokasi yang strategis dikarenakan dapat dijadikan kota singgah sementara bagi masyarakat yang tinggal dan ingin menuju kota.

4.12. Pekerjaan Masyarakat

Dapat dilihat pekerjaan rata rata pekerjaan di masyarakat di kota Tangerang Selatan terlihat terpusat pada sektor industry dan perdagangan, hotel dan restoran.

4.13. Tatanan Sistem Ekonomi Kota Tangerang Selatan
Tatanan sistem ekonomi di kota Tangerang Selatan berpegang pada aspek kapitalis dan tidak mengembangkan nilai nilai yang terdapat di dalam kota. Jika jumlah pekerjaan dapat dilihat dengan jelas basis yang terdapat di dalam kota memiliki proporsi pekerjaan yang kecil ketimbang industry yang bukanlah basis perekonomian kota.

4.14. Basis Ekonomi Kota Sekitar

No | Kota Sekitar | Basis Kota | 1 | Depok | Industri | 2 | Jakarta | Keuangan, Persewaan dan Jasa | 3 | Tangerang | Industri | 4 | Kabupaten Tangerang | Industri |

BAB V
PENUTUP

4. 5.15. Kesimpulan
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan: 1) Tatanan sistem perekonomian yang terdapat di Kota Tangerang Selatan tidak memperthitungkan keadaan aspek sosial dan potensi SDM atau SDA di kota Tangerang Selatan sehingga menimbulkan kesenjangan pada tingkat kesejahtraan masyarakat di Kota Tangerang Selatan. 2) Faktor yang mendorong sektor pengangkutan dan komunikasi menjadi basis di Kota Tangerang Selatan adalah faktor lokasi, basis ekonomi kota sekitar, dan pekerjaan masyarakat Kota Tangerang Selatan.

Daftar pustaka

Kota Tangerang Selatan Dalam Angka, 2013, Badan Pusat Statistik Kota Tangerang Selatan.
PDRB Kota Tangerang Selatan, 2009, Badan Pengawas Keuangan Kota Tangerang Selatan
RPJMD Kota Tangerang Selatan, 2009, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah.
Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 125.3/Kep.353-Huk/2007 http://tangselkota.bps.go.id/ http://www.tangerangselatankota.go.id/ http://www.bbc.co.uk http://www.bkkbn.go.id/ ‎…...

Similar Documents

Free Essay

Business

...AKADEMI PIMPINAN PERUSAHAAN- JAKARTA pendaftaran sekitar bulan mei - agustus Status : Kedinasan - Departemen Perindustrian dan Perdagangan RI Singkatan/sebutan : APP Alamat : Jl. Timbul 34, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan 12074 Telepon : (021) 7270215 Fax. : (021) 7271847 11. SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INDUSTRI, JAKARTA perkiraan pendaftaran juli - agustus Status: Kedinasan (Departemen Perindustrlan dan Perdagangan RI) Alamat: 31. Letjen Suprapto 26, Cempaka Putih, Jakarta Pusat 12. SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA, CURUG - BANTEN perkiraan pendaftaran bulan juli - november Status: Kedinasan (Pusat Pendidikan dan Latihan Perhubungan Udara, Departemen Perhubungan RI) Alamat: Curug, PO Box 509, Tangerang 15001, Banten 13. SEKOLAH TINGGI TRANSPORTASI DARAT - JAWA BARAT perkiraan pendaftaran --> belum diketahui Status: Kedinasan Alamat: Jl. Raya Setu Km, 3,5 Obuntu, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. 14. SEKOLAH TINGGI PERTANAHAN NASIONAL-YOGYAKARTA perkiraan pendaftaran --> belum diketahui Status: Kedinasan (Badan Pertanahan Nasional) Alamat: Jl Tata Bumi No. 5 Banyuraden, Gamping, Sleman, Yogyakarta 15. SEKOLAH TINGGI PARIWISATA BANDUNG - JAWA BARAT perkiraan pendaftaran --> 02 Pebruari s/d 27 Maret 2009 Status: Kedinasan (Departemen Kebudayaan dan Pariwisata RI) Alamat: Jl. Dr. Setiabudhi 186, Bandung 40141, Jawa Barat. 16. SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL - JAWA BARAT perkiraan......

Words: 2484 - Pages: 10

Free Essay

Join

...BASIS DATA RELASIONAL Pengertian Basis Data Relasional Basis Data Relasional menggunakan tabel dua dimensi yang terdiri atas baris dan kolom untuk memberi gambaran sebuah berkas data Contoh tabel dan keterhubungannya : MHS |NPM |NAMA |ALAMAT |TGL_LAHIR | |10200123 |SULAEMAN |TANGERANG | 8 MARET 1983 | |30100143 |DIANA |BOGOR |15 NOVEMBER 1983 | |50100333 |SADIKIN |JAKARTA |24 APRIL 1982 | |20100296 |THAMRIN |TANGERANG |13 MEI 1983 | |10200928 |LINA |JAKARTA |8 DESEMBER 1982 | |50100375 |IRAWATI |BEKASI |7 JULI 1982 | MTKULIAH |KD_MK |NAMA_MK |SKS | |KK021 |BASIS DATA |2 | |KD034 |SIMULASI |3 | |KK044 |STRUKTUR DATA |2 | |DU025 |MIKROPROSESOR |4 | |KK018 |KALKULUS |2 ...

Words: 530 - Pages: 3

Free Essay

Doc Spmbm

...Provinsi DKI Jakarta TANDA BUKTI PENGAJUAN PENDAFTARAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU Tahun Pelajaran 2013/2014 Info Pengajuan Pendaftaran Nomor Peserta Kode Verifikasi Lokasi Pengajuan 180.251.231.220 Jalur Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menyatakan dokumen ini adalah bukti sah pengajuan pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2013/2014 Waktu 22 Juni 2013 pk. 11:53 WIB 820022175 Biodata Siswa Nomor Peserta SPIJBJLUGFJ Tahap 1 Umum Data Nilai Siswa 820022175 IND 8.600 MAT 10.000 IPA 9.000 RNUN 9.200 Nama Kelamin Tmp. / Tgl. Lahir Alamat Sekolah Tahun Lulus RAGIL IBNU FATTAH RIALDY Laki-laki JAKARTA, 11 Mei 2001 PROF. DR. HAMKA NO.6, RT/RW 2/11, Sukarasa, Tangerang, Kota Tangerang, Banten SD NEGERI LARANGAN 9 Kota Tangerang, Provinsi Banten 2013 NA 9.200 NA (Nilai Akhir) didapat dari perhitungan y ang telah diatur di Dasar & Cara Seleksi di situs PPDB Online Prov insi DKI Jakarta. Data Tambahan Status domisili No. Induk Kependudukan (NIK) Sisw a sesuai KK Nama Ortu/w ali Alamat Ortu/w ali No. Telepon Luar Propinsi 1054131105010001 MARYONO PROF. DR. HAMKA NO.6 0217338070 Urutan m enandak an prioritas s ek olah y ang dipilih Daftar Pilihan Sekolah 1 2 SMP NEGERI 245 SMP NEGERI 110 3 SMP NEGERI 219 PERINGATAN ! Anda diwajibkan datang ke salah satu sekolah tujuan / sekolah terdekat untuk melakukan v erif ikasi pada jadwal y ang telah ditetapkan. Lihat bagian Jadwal Pelaksaan pada situs PPDB......

Words: 352 - Pages: 2

Premium Essay

Sustainable Housing Solutions for Jakarta: Building Up and Moving Jobs Out

...Sustainable Housing Solutions for Jakarta: Building Up and Moving Jobs Out Presented By: Eric Auvinen Yuwei Hu Jennifer Kavak Russell Renteria Juan Rosas Presented To: Bruce Pickering November 26, 2013 Table of Contents 1. Executive Summary……………………………………………………………………i 2. Background of Jakarta………………………………………………………………...5 3. Lack of Space…….……………………………………………………………………6 4. Housing Recommendations…………………………………………………………...7 4.1 Government Tax Credits to Move Jobs out of Inner City…………………….7 4.2 Maisonette adoption in South Tangerang……………………………………..8 4.3.1 Cost of Building Maisonette Housing……………………………..9 4.3 LEED Certified Vertical Housing……………………………………………10 4.4.2 Cost of Vertical LEED Building…………………………………11 5. Inhibitive Ancillary Issues………..………………………………………………….12 5.1 Flooding……………………………..…………………………………...…..12 5.2 Pollution……………………………………………………………………...12 5.3 Lack of Sanitation..…………………………………………………………..14 5.4 Traffic Congestion…....……………………………………………………...15 6. Solutions to Ancillary Issues………………………………………………………...16 6.1 Flooding……………………………………………………………………...16 6.1.1 Cost of Flooding Solutions………………………………………17 6.2 Solution to Pollution…………………………………………………………17 6.3.1 Cost of Implementation…………………………………………..18 6.3 Solution to Sanitation………………………………………………………...18 6.4.2 Cost for Sanitation......

Words: 6538 - Pages: 27

Free Essay

Contoh Soal Perhitungan Modal Bprs

...1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) 2. BPR di Surabaya : Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) 3. BPR di Bogor : Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) 4. BPR di Palangkaraya : Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) 5. BPRS di Palembang : Rp. 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) 6. BPR di Bali : Rp. 2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah) B. Berapa modal tambahan yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru; 1. di Tangerang dengan modal awal disetor Rp. 3 milyar 2. di Yogyakarta jika modal awal disetor Rp. 2 milyar 3. di Semarang jika modal awal disetor Rp.6 milyar JAWAB: Modal tambahan yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru: 1. di Tangerang dengan modal awal disetor Rp. 3 milyar tambahan modal disetor = minimal 25% X persyaratan modal pendirian BPRS = 25% x 2.000.000.000 = 500.000.000 Jadi tambahan modal yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru di Tangerang adalah minimal Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah) 2. di Yogyakarta jika modal awal disetor Rp. 2 milyar tambahan modal disetor = minimal 25% X persyaratan modal pendirian BPRS = 25% x 1.000.000.000 = 250.000.000 Jadi tambahan modal yang harus disetor Tuan Wijaya jika akan membuka kantor cabang BPRS yang baru di Yogakarta adalah minimal Rp. 250.000.000,00 (dua ratus lima puluh juta rupiah) 3. di Semarang jika modal awal disetor Rp.6......

Words: 354 - Pages: 2

Free Essay

Telepresence

...contact technique. Ketiga teknologi tersebut merupakan dasar terciptanya konsep videoconference yang disebut TELEPRESENCE. [pic] Sistem Telepresence Komponen utama pengolah data informasi dalam sistem sistem Telepresence tetap menggunakan komponen – komponen yang terdapat pada sistem videoconference tradisional. Komponen – komponen yang dimaksud seperti perangkat codec, audio system, display dan controller system. Beberapa komponen pendukung yang digunakan seperti Telepresence server, Telepresence studio room, dan beberapa komponen lain yang akan lebih detail dijelaskan pada bab berikutnya. [pic] Cisco Telepresence Cisco Telepresence menggabungkan audio pertemuan spasial berkualitas tinggi dan video yang seperti hidup pada latensi yang rendah dalam sebuah network dan infrastruktur. Experience yang membuat kita seakan-akan berada di ruang yang sama dengan peserta lainnya. Cisco Telepresence menyediakan sistem yang menarik, inovatif, dan aplikasi yang mudah digunakan kolaborasi, arsitektur, aman handal dan biaya total kepemilikan yang rendah.Mereka menggunakan standar terbaru dan teknologi mutakir, termasuk: • Native 720p and 1080p high-definition cameras and encoding/decoding • H.264 video codecs to offer the highest quality and lowest bit rate • Session Initiation Protocol • Low-latency architecture and low-bandwidth utilization • Wideband advanced audio coding with low delay...

Words: 838 - Pages: 4

Premium Essay

Casemix

...the organisation’s attention on the essence of winning; motivating people by communicating the value of the target; leaving room for individual and team contribution; sustaining enthusiasm by providing new operational definitions as circumstances change; and using intent consistently to guide resource allocation. Strategic intent captures the essence of winning, stabel over time and sets a target that deserves personal effort and commitment. (Hamel & Prahalad, 1989) Hierarchy of strategic intent includes five types of element ranging from (1) a broad vision of what the organisation should be, (2) the organisation mission , (3) specific goals (4) various strategic objectives (5) spesific plans. (Miller,1998) Stategic Intent An-nisa Tangerang Hospital VISION STATEMENT : To be characterized Islamic hospitals and community of choice MISSION STATEMENT * Providing quality and professional services * Realize the islamic value in the whole range in all action and appearance * Develop a spirit of charity on each employee VALUES * Honesty, Empathy, Caring, Professionalism STRATEGIC GOALS * Quality care and service. * Operating excellence * Financial performance * Quality of worklife...

Words: 275 - Pages: 2

Free Essay

Types of Rocks

...LAPORAN PRAKTIKUM GEOGRAFI Guru Pembimbing : Ms. Shinta SHB 3 Kota Modern - Tangerang    Jln. Hartono Raya,   Perumahan Kota Modern, Tangerang   Telp. (62-21) 55780936 -55780937   Fax. (62-21) 55780938 Tahun 2010 Tim Penyusun: 1.)Christina (10A/4) 2.)Chrishella (10A/5) 3.)Stefan (10A/) Kata pengantar Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat Allah yang maha kuasa. Kami dapat mengerjakan tugas ini dengan sebaik-baiknya. Tugas ini merupakan kewajiban bagi siswa-siswi SMA Harapan Bangsa kelas 10 yang mengikuti kegiatan percobaan dengan menggunakan sebuah batu Dalam kesempatan ini tidak lupa kami menyampaikan banyak terima kasih kepada : 1.)Kepada Tuhan yang Maha Esa 2.)Ms. Shinta selak pembimbing guru Geografi Laporan ini berisikan tentang batu-batu yang kita gunakan dalam percobaan sederhana yang kita lakukan. Dalam percobaan ini kita menggunakan 3 jenis batu yang berbeda. Penjelasan selengkapnya akan kita jelaskan dalam bab pembahasan dan juga gambar batu tersebut akan di lampirkan pada bagian lampiran. Dalam mengerjakan tugas ini kami memang mempunyai beberapa hambatan, salah satu hambatan itu adalah sulitnya untuk berkumpul bersama teman sekelompok hal itu di karenakan keterbatasan waktu yang kita miliki untuk bertemu satu sama lain. Akhir kata kami ucapkan semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca, dan semoga dapat berguna sebagai penambah wawasan tentang batuan.Dan tidak lupa kami ucapkan,......

Words: 1917 - Pages: 8

Free Essay

Peningkatan Kualitas Hidup Lewat Ruang Hijau

...“Peningkatan Kualitas Hidup dengan ‘Ruang Hijau’” Y. Carmelo Abstrak: Manusia adalah mahluk spasial. Ia membutuhkan ruang untuk hidup, bertumbuh dan berkembang. Situasi, kondisi dan bentuk ruang ternyata mempunyai pengaruh yang vital dalam status hidup manusia. Ruang merupakan salah satu dimensi yang menentukan kualitas hidup manusia. Ketika sebuah ruang tidak diciptakan dan dilihat dalam hubungannya dengan manusia, ia hanyalah sebuah tempat fungsional. Di sini, keberadaan ‘ruang hijau’ dapat menjadi usaha untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Ruang dilihat dalam konteksnya sebagai ruang kemanusiaan (humanis) eksistensial. Oleh karena itu, dengan berbagai argumentasi filosofis ekologis, ruang ini sepantasnya diusahakan bersama dalam sebuah masyarakat kota. Kata-kata kunci: Filsafat ekologi, eco-cosmology, ruang terbuka hijau (RTH), , green openspace, arsitektur modern, kualitas hidup, mahluk spasial, existensial space, eco-mind, ecological-person. “The quality of life is nurtured by existensial spaces, as well as social and sacred spaces”. [Henryk Skolimowski] Peta Arsitektural Tata-kota Melihat susunan tata kota jaman ini, seolah-olah mengalami kemajuan yang luar biasa pesat. Gedung-gedung pencakar langit (skycrapers), tower-tower dan aneka bangunan indah dibangun dalam sekejap. Pembangunan gedung-gedung ini tentu didukung oleh kecanggihan alat dan perkembangan ilmu di bidang arsitektural dan teknologi. Tak heran jika rasanya kian hari, kota yang......

Words: 4182 - Pages: 17

Free Essay

Psychological Analysis

...on this investigation; thirdly, for a series of psychological concepts acquired by this means which gradually from a new scientific discipline” (Satriyadi, 2013). References Carpenter, S., & Huffman, K. (2013). Visualizing Phychology (3rd ed.). John Wiley & Sons, Inc. Frankie & Alice. (2011). Retrieved from IMDb: http://m.imdb.com/title/tt1221208 Halle Berry. (2015). Retrieved August 11, 2015, from The Biography.com website: http://www.biography.com/people/halle-berry-9542339 McLeod, S. (2007). Psychology Perspectives. Retrieved from Simply Psychology: http://www.simplypsychology.org/perspective.html Satriyadi, T. (2013). An Analysis of Personality Disorder of the Main Character in FRANKIE & ALICE Film. Pamulang, Tangerang, Banten, Indonesia....

Words: 648 - Pages: 3

Free Essay

Catatan Kaki

...dan mengerti mengapa bahasa Indonesia merupakan bahasa nasional dan merupakan simbol penting sebuah negara, kita juga perlu mengerti dan memahami apakah ada pengaruh penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari terhadap keberadaan bahasa Indonesia. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran  dari semua pihak yang bersifat  membangun  selalu penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Akhir kata, penyusun  sampaikan  terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam   penyusunan   makalah  ini  dari   awal  sampai  akhir.  Semoga dari makalah ini,  kita  dapat menambah rasa cinta dan kebanggaan kita terhadap bahasa nasional kita yaitu bahasa Indonesia. Tangerang, 18 April 2015 Enjang Aprilia DAFTAR ISI 1. Kata pengantar                       …………………………………………….   i 2.    Daftar isi                                 …………………………………………….   ii 3.    Bab I Pendahuluan                 …………………………………………….   1 a.      Latar belakang       ……………………………………………..  1 b.     Rumusan masalah       ……………………………………………..  3 c.      Tujuan penulisan          …………………………………………….   3 4.      Bab II Pembahasan                 …………………………………………….. 4 a.      Pengertian bahasa       …………………………………………….. 4 b.      Fungsi bahasa    ...........……………………………………..  6 c.      Jenis-jenis ragam bahasa ......…………………………………….   8 ......

Words: 254 - Pages: 2

Free Essay

Consumer Behaviour in a Developing Country

...dibanding segmen yang lain dalam hal liburan, perawatan rumah, membayar cicilan, membeli pakaian dan arisan. Rajiv menuturkan, dengan semakin meningkatnya urbanisasi, pola konsumsi masyarakat pedesaan semakin serupa dengan masyarakat perkotaan, namun dalam jumlah yang lebih sedikit. Masyarakat perkotaan memiliki total pengeluaran rata-rata sebesar Rp 4,4 juta per bulan, sementara rata-rata pengeluaran masyarakat pedesaan per bulan adalah sebesar Rp 3,7 juta. "Kami juga melihat bahwa kaum rural lebih bahagia dan optimis dengan masa depan mereka,” tambah Rajiv. Survei ini dilaksanakan pada Juli hingga Oktober 2013 dengan melibatkan 3.000 responden. Survei dilakukan di daerah perkotaan (urban) di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Surabaya, Medan, Balikpapan, Makassar dan daerah pedesaan (rural) di wilayah Sumatera Utara, Jawa Tengah, dan Kalimantan Barat. Downloaded dari http://www.tribunnews.com/nasional/2013/11/29/empat-pola-konsumsi-masyarakat-menurut-survei-kadence 23 October 2014...

Words: 412 - Pages: 2

Free Essay

Pemanfaatan Augmented Reality Untuk Pembelajaran Geometri

...tahap uji coba terbatas. Dari penelitian tersebut didapatkan media pembelajaran berbasis augmented reality yang telah dikembangkan dinilai Sangat Baik dan layak digunakan dengan rata-rata persentase kelayakan 85.90% oleh ahli media, 92,76% oleh ahli materi. Kata Kunci: Geometri, Kecerdasan Spasial, Media Pembelajaran Interaktif, Augmented Reality, ARToolKit. I. PENDAHULUAN Kecerdasan adalah anugerah yang dimiliki oleh manusia. IQ saja tidak cukup untuk mengukur kecerdasan manusia, sehingga kecerdasan dapat dikelompokkan ke dalam 8 jenis, yaitu kecerdasan linguistik, logis-matematis, spasial, kinestetik-jasmani, musikal, antarpribadi, intrapribadi, dan naturalis. Dari kedelapan jenis kecerdasan yang ada, topik yang diangkat dalam penelitian ini adalah kecerdasan spasial [1]. Kecerdasan spasial tidak hanya berpengaruh kepada kemampuan seseorang dalam menggambar atau melukis, tetapi juga berpengaruh pada cara berpikir seseorang dalam memvisualisasikan suatu objek. Banyak siswa yang mengalami kesulitan untuk memecahkan tugas-tugas yang membutuhkan keterampilan visualisasi spasial dan berpikir spasial. Untuk mendapatkan nilai kelulusan, mereka belajar tanpa sepenuhnya memahami masalah spasial dan solusi dalam ruang tiga dimensi [2]. Alat peraga yang dibuat pada penelitian ini adalah aplikasi yang memanfaatkan teknologi augmented reality. Augmented reality adalah sebuah teknologi pencitraan visual yang masih jarang dimanfaatkan di Indonesia. Augmented reality menjadi......

Words: 2871 - Pages: 12

Free Essay

Analisis Kasus Penghinaan Di Media Sosial Online

...bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik. BAB III PEMBAHASAN 3.1 Kasus-Kasus Prita Mulyasari ditahan karena email keluhkan layanan RS Prita Mulyasari adalah ibu dua anak dari Tangerang yang juga pasien gondong (mumps) di Rumah Sakit Omni Internasional yang salah didiagnosis sebagai demam berdarah dengue. Keluhannya tentang perawatannya pada Agustus 2008 lewat surat pembaca dan e-mail, yang kemudian beredar ke mailing-list, membuatnya dijerat dengan UU ITE, Pasal 27 ayat 3 serta Pasal 310 dan 311 KUHP. Pelapornya adalah dr Hengky Gozal dan dr Grace Hilza dari RS Omni Internasional Tangerang. Prita sempat ditahan selama 20 hari di Lapas Wanita Tangerang dan kemudian ditangguhkan menjadi tahanan kota. Penahanan Prita sempat mengundang perhatian publik yang kemudian menciptakan 'Koin untuk Prita' Pada 29 Desember 2009, Prita akhirnya divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Tangerang. Prita tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik RS Omni Internasional. Prita pun langsung sujud syukur (merdeka.com, 1/9-2014). Wamenkum HAM Denny Indrayana Wamenkum HAM Denny Indrayana berkicau dalam jejaring Twitter pada 18 Agustus 2012, 'Advokat koruptor adalah koruptor.' Denny memberikan deskripsi bahwa koruptor yang disindir......

Words: 2619 - Pages: 11

Free Essay

Analytical

...  agak   mahal,   dimana   untuk  batas  waktu  maksimalnya  dikenakan  biaya  sebesar  Rp12.000,-­‐  sedangkan  mahasiswa  PraseRya  Mulya   kebanyakan  bukan  orang  yang  Rnggal  di  daerah  Tangerang,  melainkan  kebanyakan  dari  mereka  adalah  anak   kos   dan   juga   kebanyakan   dari   mereka   dengan   beberapa   alasan   tersendiri   untuk   ke   kampus   harus   menempuh   perjalanan   yang   cukup   jauh   pulang   dan   pergi   dari   rumah   nya   ke   kampus   dengann   melewaR   jalan   tol   yang   juga   dikenakan   biaya.   Sehingga,   banyak   mahasiswa   yang   apabila   berada   di   kampus   lewat   dari   6jam   parkir,   merasa   cukup   banyak   mengeluarkan   uang   parkir   sebesar   12   ribu,   jadi   dapat   dilihat   bahwa   masalah  tersebut  dapat  cukup  merugikan  mahasiswa  bagi  yang  merupakan  anak  kos  dan  Rnggal  jauh  atau   diluar   kota   Tangerang.   Dilihat   dari   harga   parkir   tersebut   juga   berpengaruh   dengan   masalah   lahan   parkir   yang  gersang  dan  sangat  Rdak  teduh,  sehingga  banyak  mahasiswa  yang  Rdak ......

Words: 1019 - Pages: 5