Free Essay

Manajemen Database

In: Computers and Technology

Submitted By brigitapinkan
Words 9441
Pages 38
Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

1

1. BASIS DATA (DATABASE)
Data, Informasi dan Basis Data
Data merupakan fakta mengenai suatu objek seperti manusia, benda, peristiwa, konsep, keadaan dan sebagainya yang dapat dicatat dan mempunyai arti secara implisit. Data dapat dinyatakan dalam bentuk angka, karakter atau simbol, sehingga bila data dikumpulkan dan saling berhubungan maka dikenal dengan istilah basis data (database) [Ramez2000]. Sedangkan menurut George Tsu-der Chou basis data merupakan kumpulan informasi bermanfaat yang diorganisasikan ke dalam aturan yang khusus. Informasi ini adalah data yang telah diorganisasikan ke dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan seseorang [Abdul1999]. Menurut Encyclopedia of Computer Science and Engineer, para ilmuwan di bidang informasi menerima definisi standar informasi yaitu data yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
Definisi lain dari basis data menurut Fabbri dan Schwab adalah sistem berkas terpadu yang dirancang terutama untuk meminimalkan duplikasi data.
Menurut Ramez Elmasri mendefinisikan basis data lebih dibatasi pada arti implisit yang khusus, yaitu:
a. Basis data merupakan penyajian suatu aspek dari dunia nyata (real world).
b. Basis data merupakan kumpulan data dari berbagai sumber yang secara logika mempunyai arti implisit. Sehingga data yang terkumpul secara acak dan tanpa mempunyai arti, tidak dapat disebut basis data.
c. Basis data perlu dirancang, dibangun dan data dikumpulkan untuk suatu tujuan. Basis data dapat digunakan oleh beberapa user dan beberapa aplikasi yang sesuai dengan kepentingan user.
Dari beberapa definisi-definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa basis data memounyai berbagai sumber data dalam pengumpulan data, bervariasi derajat interaksi kejadian dari dunia nyata, dirancang dan dibangun agar dapat digunakan oleh beberapa user untuk berbagai kepentingan
[Waliyanto2000].

Hirarki Data
Data diorganisasikan kedalam bentuk elemen data (field), rekaman (record), dan berkas (file). Definisi dari ketiganya adalah sebagai berikut:
Elemen data adalah satuan data terkecil yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna. Misalnya data siswa terdiri dari NIS, Nama, Alamat, Telepon atau Jenis Kelamin.
Rekaman merupakan gabungan sejumlah elemen data yang saling terkait. Istilah lain dari rekaman adalah baris atau tupel.
Berkas adalah himpunan seluruh rekaman yang bertipe sama.
Berkas (file)

Rekaman (record)

Rekaman (record)

Elemen Data (field)

Rekaman (record)

Elemen Data (field)
Gambar 1.1 Hirarki data



Elemen Data (field)

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

2

Sistem Basis Data
[Waliyanto2000] Gabungan antara basis data dan perangkat lunak SMBD (Sistem Manajemen Basis
Data) termasuk di dalamnya program aplikasi yang dibuat dan bekerja dalam satu sistem disebut dengan Sistem Basis Data.
User/Programmer

Program Aplikasi

SMBD

Perangkat Lunak Pemroses
Program/Query

Perangkat Lunak
Pengakses Data

Definisi Data
(Meta Data)

Basis Data
Sistem Basis Data

Gambar 1.2 Konsep Sistem Basis Data (kompilasi Ramez Elmasri. dkk 1994)
C. J. Date menyatakan bahwa sistem basis data dapat dianggap sebagai tempat untuk sekumpulan berkas data yang terkomputerisasi dengan tujuan untuk memelihara informasi dan membuat informasi tersebut tersedia saat dibutuhkan.

Data Base Management System (DBMS)/Sistem Manajemen Basis Data (SMB)
DBMS dapat diartikan sebagai program komputer yang digunakan untuk memasukkan, mengubah, menghapus, memodifikasi dan memperoleh data/informasi dengan praktis dan efisien.
Kelebihan dari DBMS antara lain adalah:
• Kepraktisan. DBMS menyediakan media penyimpan permanen yang berukuran kecil namun banyak menyimpan data jika dibandingkan dengan menggunakan kertas.
• Kecepatan. Komputer dapat mencari dan menampilkan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
• Mengurangi kejemuan. Pekerjaan yang berulang-ulang dapat menimbulkan kebosanan bagi manusia, sedangkan mesin tidak merasakannya.
• Update to date. Informasi yang tersedia selalu berubah dan akurat setiap.
[Waliyanto2000] Keuntungan-keuntungan dalam penggunaan DBMS antara lain adalah:
a. Pemusatan kontrol data. Dengan satu DBMS di bawah kontrol satu orang atau kelkompok dapat menjamin terpeliharanya standar kualitas data dan keamanan batas penggunaannya serta dapat menetralkan konflik yang terjadi dalam persyaratan data dan integritas data dapat terjaga.
b. Pemakaian data bersama (Shared Data). Informasi yang ada dalam basis data dapat digunakan lebih efektif dengan pemakaian beberapa user dengan kontrol data yang terjaga.
c. Data yang bebas (independent). Program aplikasi terpisah dengan data yang disimpan dalam komputer. d. Kemudahan dalam pembuatan program aplikasi baru.
e. Pemakaian secara langsung. DBMS menyediakan interface yang memudahkan pengguna dalam mengolah data.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

3

f.

Data yang berlebihan dapat dikontrol. Data yang dimasukkan dapat terjadi kerangkapan
(redudant), untuk itu DBMS berfungsi untuk menurunkan tingkat redudancy dan pengelolaan proses pembaruan data.
g. Pandangan user (user view). Ada kemungkinan basis data yang diakses adalah sama, maka
DBMS mampu mengatur interface yang berbeda dan disesuaikan dengan pemahaman tiap user terhadap basis data menurut kebutuhan.
Kelemahan-kelemahan DBMS antara lain:

a. Biaya. Kebutuhan untuk medapatkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat cukup mahal, termasuk biaya pemeliharaan dan sumber daya manusia yang mengelola basis data tersebut. b. Sangat kompleks. Sistem basis data lebih kompleks dibandingkan dengan proses berkas, sehingga dapat mudah terjadinya kesalahan dan semakin sulit dalam pemeliharaan data.
c. Resiko data yang terpusat. Data yang terpusat dalam satu lokasi dapat beresiko kehilangan data selama proses aplikasi.

Model Data
Model data dapat dikelompokkan berdasarkan konsep pembuatan deskripsi struktur basis data, yaitu:
a. Model data konsepsual (high level) menyajikan konsep tentang bagaiman user memandang atau memperlakukan data. Dalam model ini dikenalkan tiga konsep penyajian data yaitu:
• Entity (entitas) merupakan penyajian obyek, kejadian atau konsep dunia nyata yang keberadaannya secara eksplisit didefinisikan dan disimpan dalam basis data, contohnya
Mahasiswa, Matakuliah, Dosen, Nilai dan lain sebagainya.
• Atribute (atribut) adalah keterangan-keterangan yang menjelaskan karakteristik dari suatu entitas seperti NIM, Nama, Fakultas, Jurusan untuk entitas Mahasiswa.
• Relationship (hubungan) merupakan hubungan atau interaksi antara satu entitas dengan yang lainnya, misalnya entitas pelanggan berhubungan dengan entitas barang yang dibelinya. b. Model data fiskal (low level) merupakan konsep bagaimana deskripsi detail data disimpan ke dalam komputer dengan menyajikan informasi tentang format rekaman, urutan rekaman, dan jalur pengaksesan data yang dapat membuat pemcarian rekaman data lebih efisien.
c. Model data implementasi (representational) merupakan konsep deskripsi data disimpan dalam komputer dengan menyembunyikan sebagian detail deskripsi data sehingga para user mendapat gambaran global bagaimana data disimpan dalam komputer. Model ini merupakan konsep model data yang digunakan oleh model hirarki, jaringan dan relasional.
Skema dan Instan Basis Data
Skema basis data merupakan deskripsi dari basis data yang spesifikasinya ditentukan dalam tahap perancangan namun tidak terlalu diharapkan diubah setiap saat. Penggambaran skema umumnya hanya berisi sebagian dari deatil deskripsi basis data.
MAHASISWA
NIM

NAMA

FAKULTAS

JURUSAN

MATA KULIAH
KD_MK

MATA KULIAH

SKS

DOSEN
KD_DOSEN

NAMA

ALAMAT

TELEPON

KULIAH
ID_KUL

NIM

KD_MK

KD_DOSEN

SEMESTER

TAHUN

NILAI

Gambar 1.3 Skema Basis Data Akademi
Sekelompok data yang tersusun dalam satu baris rekaman (record/tuple) dan tersimpan dalam basis data disebut dengan instansi (instance) atau kejadian (occurences).

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

4

Arsitektur DBMS
Arsitektur ini dikenal dengan nama arsitektur tiga skema (three-schema architecture) dimana fungsi ini untuk memisahkan antara basis data fisik dengan program aplikasi user. Skema-skema tersebut adalah sebagai berikut:
a. Level internal merupakan skema internal yang memuat deskripsi struktur penyimpanan basis data dan menggunakan model data fisikal serta mendefinisikan secara detail penyimpanan data dalam basis data, serta jalur pengaksesan data.
b. Level konsepsual adalah skema yang memuat deskripsi struktur basis data secara keseluruhan untuk semua pemakai. Skema ini hanya memuat deskripsi tentang entitas, atribut, hubungan dan batasan, tanpa memuat deskripsi data secara detail.
c. Level eksternal merupakan skema eksternal (user view) yang mendefinisikan pandangan data terhadap sekelompok user (local view) dengan menyembunyikan data lain yang tidak diperlukan oleh kelompok user tersebut.
Keuntungan dari arsitektur ini antara lain:
a. Perubahan skema konsepsual, yaitu adanya perubahan dalam skema konsepsual contohnya penambahan suatu item data tidak akan berpengaruh pada program aplikasi. Tetapi jika skema eksternal tidak sesuai lagi dengan skema konsepsual yang baru maka program aplikasi harus disesuaikan juga.
b. Perubahan skema internal. Pemisahan antara skema eksternal dan skema internal berfungsi untuk menjaga bila terjadi perubahan skema internal, misalnya ada penambahan “pointer” pada rekaman tidak memerlukan perubahan pada aplikasi.
c. Perubahan skema eksternal. Adanya penambahan skema eksternal atau pembuatan skema eksternal baru tidak akan berpengaruh pada aplikasi yang ada selama aplikasi tersebut tidak mengakses data berdasarkan skema yang baru.

Komponen DBMS
Komponen-komponen DBMS (Howe,1991) terdiri dari:
• Interface, yang didalamnya terdapat bahasa manipulasi data (data manipulation language)
• Bahasa definisi data (data definition language) untuk skema eksternal, skema konsepsual dan skema internal.
• Sistem kontrol basis data (Database Control System) yang mengakses basis data karena adanya perintah dari bahasa manipulasi data.
Contoh bahasa menggunakan komponen-komponen tersebut adalah SQL (Structured Query
Language). SQL merupakan bahasa standar yang digunakan oleh kebanykan aplikasi-aplikasi DBMS.

Klasifikasi DBMS
Sistem Basisi Data dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yang terdiri dari:
a. Klasifikasi berdasarkan model data. Klasifikasi ini terdiri dari model data hirarki, model data jaringan, model data relasional.
1. Model data hirarki
Dalam model ini, data disusun menurut struktur pohon yang merupakan bentuk lain dari abstraksi data untuk basis data akademi. Pada puncak hirarki diesbut dengan akar (root). Tiap entitas tingkat atas (parent) mempunyai satu atau lebih sub-entitas (children) sehingga setiap entitas hanya boleh mempunyai satu induk, tetapi dapat mempunyai banyak anak.
Pada mode data hirarki, hubungan antar entitas dinyatakan dalam satu-banyak (one to many) atau satu-satu (one to one). Dalam satu Universitas terdapat banyak Fakultas dan setiap
Fakultas terdapat banyak Dosen atau banyak Mahasiswa, dan seterusnya. Tanda panah menunjukkan derajat keterhubungan “banyak”.
Untuk menampilkan semua mata kuliah pada Fakultas tertentu harus dilakukan dalam dua tahap. Yang pertama adalah menampilkan rekaman semua Dosen yang mengajar di Fakultas tersebut, kemudian baru mata kuliah yang dipegang oleh para Dosen. Dalam hal ini penampilan data terlihat kurang efisien, sebab menggunakan entitas perantara (dosen) yang harus ditampilkan juga. Dikarenakan kunci data yang digunakan untuk menghubungkan antar entitas diberi kode dalam struktur data, maka untuk jumlah entitas perantara yang sedikit masih dapat dikatakan efisien.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

5

Kelemahan lain pada model data hirarki adalah tidak dapat melakukan pencarian data pada field. Misalnya dalam entitas mata ki\uliha tida pat ditampilkan hanya mata kuliah dengan jumlah SKS tertentu, sebab field “Jumlah SKS” bukan sebagai kunci data. Hal ini masih dapat dilakukan dengan mengubah struktur data dengan memberi hubungan khusus yang digunakan untuk mengubah struktur database. Kelebihan model ini adalah sangat mudah dipahami dan mudah dalam pembaharuan data [Waliyanto2000].

Universitas

Nama Universitas
ABC
Fakultas

Nama Fakultas Jumlah Dosen Jumlah Mhs Jumlah Jurusan
Teknik
316
1098
8
Mahasiswa

Dosen

No. Mhs
10189

Nama
Munif

Jurusan
Elektro

NIP
1679999

Nama
Arif

Golongan
II

Mata Kuliah

Kode MK
KID627187

Nama MK
Fisika Dasar

Jumlah SKS
2

Gambar 1.4 Organisasi rekaman data pada model hirarki [Waliyanto2000]

2. Model data Jaringan
Dalam model ini setiap entitas dapat mempunyai banyak induk dan banyak anak. Pada gambar menunjukkan entitas mata kuliah mempunyai dua induk, yaitu langsung berhubungan dengan Fakultas dan Dosen.
Universitas

Nama Universitas
ABC
Fakultas

Nama Fakultas Jumlah Dosen Jumlah Mhs Jumlah Jurusan
Teknik
316
1098
8
Mahasiswa

Dosen

No. Mhs
10189

Nama
Munif

Jurusan
Elektro

NIP
1679999

Nama
Arif

Golongan
II

Mata Kuliah

Kode MK
KID627187

Nama MK
Fisika Dasar

Jumlah SKS
2

Registrasi

No. Mhs
10189

Nama MK
KID627187

Gambar 1.5 Organisasi rekaman data model raringan [Waliyanto2000]
Dalam model ini lebih sedikit terdapat data rangkap, namun lebih banyak terdapat hubungan antar entitas, sehingga akan menambah informasi hubungan yang harus disimpan dalam database. hal ini akan menambah volume dan kerumitan dalam penyimpanan berkas data.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

6

3. Model data Relasional
Dalam model ini setiap field dapat dijadikan kunci data. Data rekaman disusun dari nilai yang berhubungan (record). Baris-baris ini akan membentuk tabel yang umunya tersimpan dalam satu berkas (file).
Mata Kuliah

Fakultas

No MK
Nama MK
KDI1892 Bahasa Inggris
KAI6522 Fisika Lanjut



SKS
2
2


Mahasiswa

No Mhs
Nama
11782 Arif
44366 Rudian
89878 Nita



NIP
1222
2344


Fakultas Jml_Dsn Jml_Mhs Jml_Jur
Teknik
150
6320
3
Ekonomi
200
4120
2





Dosen

Jurusan
Elektro
Mesin
Sipil


Fakultas
Teknik
Teknik
Teknik


NIP
23666
132455


Registrasi

Nama
Gol
Murdiansyah
III
Johan
II



No MK
KDI1892
KAI6522
KAI6522

No Mhs
11782
44366
89878

Gambar 1.6 Organisasi basis data model relasional [Waliyanto2000]
Dengan menggunakan model ini, pencarian field dari suatu tabel atau banyak tabel dapat dilakukan dengan cepat. Pencarian atribut yang berhubungan pada tabel yang berbeda dapat dilakukan dengan menghubungkan terlebih dahulu tabel-tabel tersebut dengan menggunakan atribut yang sama (joint operation).
Keuntungan yang didapat dengan menggunakan model ini adalah sebagai berikut
[Waliyanto2000]:





Model ini lebih luwes karena nilai data dalam tabel tidak ada pembatasan dalam berbagai proses pencarian data.
Model ini mempunyai latar belakang teori matematika.
Pengorganisasian model relasional sangat sederhana, sehingga mudah dipahami.
Basis data yang sama biasanya dapat disajikan dengan lebih sedikit terjadi data rangkap
(redudancy data).

Sedangkan beberapa kelemahan model ini adalah [Waliyanto2000]:
• Lebih sulit dalam implementasinya terutama untuk data dengan jumlah yang besar dan tingkat kompleksitasnya tinggi.
• Proses pencarian informasi lebih lambat, karena beberapa tabel tidak dihubungkan secara fisik. Dalam manipulasi data yang menggunakan beberapa tabel akan memerlukan waktu yang lama, karena tabel-tabel harus dihubungkan terlebih dahulu.
b. Klasifkasi berdasarkan lokasi penyimpanan data, yaitu DBMS terpusat dan DBMS terdistribusi.
Dalam DBMS terpusat basis data disimpan dalam satu komputer media penyimpan sehingga pengguuna sistem mengakses data dari pusat. DBMS terdistribusi, basis data tersebar pada penyimpanan tiap terminal pengguna (client). Antar pengguna dapat mengakses data secara langsung tanpa perlu melalui pusat penyimpanan. DBMS ini memerlukan sistem kontrol yang rumit. c. Klasifikasi berdasarkan tujuan DBMS digunakan yaitu tujuan umum (general purpose) dan tujuan khusus (special purpose). Untuk tujuan umum dapat digunakan untuk berbagai tujuan dengan memperlakukan data sama menurut penggunaannya contoh aplikasinya adalah DBASE,
ORACLE, FOXBASE dan sebagainya. DBMS tujuan khusus dirancang dan digunakan untuk keperluan tertentu, sebagai contoh pengelolaan data karyawan pada perusahaan Asuransi.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

7

Pengembangan Database
Database diproses oleh DBMS untuk digunakan oleh pengembang maupun pengguna, yang mengakses DBMS secara langsung atau tidak langsung melalui program-program aplikasi. Database terdiri dari empat elemen utama yaitu data pengguna, metadata, indeks dan metadata aplikasi
[David2002].

Data Pengguna
Hampir semua database me-representasikan data pengguna sebagai relasi dengan menganggapnya sebagai tabel data. Kolom dalam tabel berisi field-field atau atribut dan baris tabel berisi record/tuple
(rekaman) untuk keterangan entitas dalam lingkungan bisnis. Tidak semua relasi diperlukan, beberapa relasi lebih baik distrukturkan dengan proses normalisasi.
Relasi ini dapat digambarkan dengan bentuk hubungan antara pelajar dengan guru sebagai berikut:
Tabel 1-1 Relasi Pelajar dengan Guru (R1)

NamaPelajar
Aminudin
Usman
Ari
Rina
Tuti
Joni

TeleponPelajar
7778889
7896532
7474856
7895654
7897744
7845644

NamaGuru
Pardi
Pardi
Dadang
Marni
Dadang
Dadang

TeleponGuru
7789665
7789665
8965555
4562211
8965555
8965555

Struktur relasi tersebut dapat terjadi beberapa masalah, misalnya jika guru Dadang mengganti nomor telepon maka tiga record yang terdapat guru Dadang diatas harus diganti juga. Untuk itu lebih baik jika struktur relasi diubah menjadi dua relasi seperti di bawah ini:
Tabel 1-2 Hubungan antara R1 dan R2

NamaPelajar
Aminudin
Usman
Ari
Rina
Tuti
Joni

TeleponPelajar
7778889
7896532
7474856
7895654
7897744
7845644

NamaGuru
Pardi
Pardi
Dadang
Marni
Dadang
Dadang

NamaGuru
Pardi
Dadang
Marni

TeleponGuru
7789665
8965555
4562211

Dari relasi diatas akan pengubahan data hanya dilakukan pada relasi kedua.
Metadata
Penjelasan struktur dari suatu tabel disebut dengan metadata dan terkadang disebut dengan system tables. Bentuk dari metada dapat digambarkan seperti dibawah ini yang terdiri dua tabel. Tabel pertama berisi daftar tabel-tabel di dalam suatu database sedangkan tabel yang kedua berisi daftar kolom-kolom pada suatu tabel.
Tabel 1-3 Tabel SysTable

Jumlah
Kolom
Pelajar
4
Guru
3
Mata Pelajaran
4
Relasi Belajar
3
Nama Tabel

Primary Key
NIS
NIP
Kode_MP
{NIS,Kode_MP,NIP}

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

8

Tabel 1-4 Tabel SysColumns

Nama Kolom
NIS
Nama
Telepon
Alamat
NIP
Nama
Telepon
Divisi
Kode_MP
Nama MP
Jumlah Jam
NIS
Kode_MP
NIP
Tingkat

Nama Tabel
Pelajar
Pelajar
Pelajar
Pelajar
Guru
Guru
Guru
Guru
Mata Pelajaran
Mata Pelajaran
Mata Pelajaran
Relasi Belajar
Relasi Belajar
Relasi Belajar
Relasi Belajar

Tipe Data
String
String
String
String
String
String
String
String
String
String
Integer
String
String
String
String

Panjang
5
20
12
50
6
20
12
20
5
15
4
5
5
6
2

Indeks
Tipe database ini digunakan untuk meningkatkan kinerja dan akses suatu database. Terkadang tipe data ini disebut dengan overhead data, terdiri dari prinsip-prinsip indeks serta beberapa penggunaan struktur data link list. Di bawah ini contoh pengguanan dua buah indeks dari tabel Mahasiswa:
Tabel 1-5 Contoh Tabel Mahasiswa

NO
10
20
30
40
50
60
70
80
90

Nama
David Carradine
Jaka Sembung
Kebo Ireng
Lasmini
Joni Keboy
Franc De Nero
Marco Van Basten
Maradani
Dona Doni

Jurusan
Akuntansi
Manajemen
Manajemen
Teknik Sipil
Akuntansi
Manajemen
Teknik Sipil
Teknik Sipil
Akuntansi

Tabel 1-6 Tabel Indeks berdasarkan Kelas

Kelas
1AB
2AB
2CV
1SP

No
50,90
10,60
20,30
40,70,80

Tabel 1-7 Tabel indeks berdasarkan Jurusan

Jurusan
Akuntansi
Manajemen
Teknik Sipil

No
10,50,90
20,30,60
40,70,80

Kelas
2AB
2CV
2CV
1SP
1AB
2AB
1SP
1SP
1AB

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

9

Indek tidak hanya digunakan untuk pengurutan, tetapi digunakan juga untuk mengakses cepat ke database terutama pencarian data. Apbila suatu tabel contuhnya tabel Mahasiswa, mengalami pengubahan data (penambahan/pengubahan/penghapusan) maka tabel indeks mengalami pengubahan juga.

Application Metadata
Application metadata digunakan untuk menyimpan struktur dan format dari user forms, report, queries dan komponen-komponen aplikasi lainnya.

Konsep Dasar Tabel
Tabel merupakan blok dasar yang paling umum digunakan dalam sistem basis data, atau disebut juga dengan relasi. Komponen tabel terdiri dari beberapa kolom yang ditandai dengan jenis atribut.
Perpotongan antara baris dan kolom disebut nilai atribut. Tujuan penggunaan tabel adalah untuk menyederhanakan logika pandangan terhadap data. Beberapa kententuan-ketentuan dalam penyusunan sebuah tabel adalah sebagai berikut [Waliyanto2000]:
a. Urutan baris diabaikan, sehingga pertukaran baris tidak berpengaruh pada isi informasi tabel.
b. Urutan kolom diabaikan serta identifikasi kolom dibedakan dengan jenis atribut.
c. Tiap perpotongan antara baris dan kolom berisi atribut tunggal
d. Tiap baris dalam tabel harud dibedakan, sehingga tidak ada dua baris atau lebih dalam tabel mempunyai nilai atribut yang sama secara keseluruhan.
Tabel yang memenuhi ketentuan ini disebut dengan tabel normal, jika belum maka dilakukan proses normalisasi. Salah satu keuntungan menggunakan basis data adalah konsistensi data selalu terjaga dengan menghindari adanya data rangkap (redudant data). Perbedaan antara data rangkap dan data duplikat adalah duplikasi data terjadi bila satu atribut mempunyai dua atau lebih nilai yang sama, sedangkan data rangkap adalah bila satu atribut mempunyai dua atau lebih nilai yang sama, namun bilai salah satu nilai dihapus, maka tidak ada informasi yang hilang, sehingga duplikasi data ini tidak perlu ada.
Untuk lebih jelasnya lihat dua tabel berikut:
Tabel 1-8 Contoh duplikasi data pada suatu tabel

NamaPelajar
Aminudin
Usman
Ari
Rina
Tuti
Joni

TeleponPelajar
7778889
7896532
7474856
7895654
7897744
7845644

NamaGuru
Pardi
Pardi
Dadang
Marni
Dadang
Dadang

Tabel 1-9 Contoh adanya kerangkapan data pada suatu tabel

NamaPelajar
Aminudin
Usman
Ari
Rina
Tuti
Joni
Pada tabel
NamaGuru
sedangkan dihilangkan mengapa?

TeleponPelajar
7778889
7896532
7474856
7895654
7897744
7845644

NamaGuru
Pardi
Pardi
Dadang
Marni
Dadang
Dadang

TeleponGuru
7789665
7789665
8965555
4562211
8965555
8965555

1.8 terjadi duplikasi data pada atribut NamaGuru, andaikan baris pertama pada atribut dihilangkan maka informasi untuk atribut NamaPelajar baris pertama akan hilang, pada tabel 1.9 dapat terlihat bahwa kalau atribut TeleponGuru dari baris pertama maka informasi ini masih dapat diketahui melalui atribut NamaGuru pada baris kedua,

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

10

Salah satu syarat tabel normal adalah setiap atribut harus mempunyai nilai tunggal untuk tiap barisnya.
Di bawah ini contoh dari suatu tabel yang mempunyai atribut bernilai ganda.
Tabel 1-10 Tabel Dosen dengan nilai ganda

NIP
102
106
503
401
203

Nama
Jackie Ceng
Dakocan
Ali Oncom
Otoy
Gareng

Gelar
Ir
Ir, MSc
Drs
Ir, MSc, PhD
Prof, Drs

Dalam tabel di atas terdapat nilai atribut ganda pada kolom Gelar. Hal ini berakibat pengurutan data hanya dapat dilakukan berdasarkan kolom NIP dan Nama. Untuk menghilangkan nilai ganda tersebut, hal yang paling mudah dilakukan adalah membuat pengisian nilai atribut vertikal namun dapat berakibat kerangkapan data, seperti di bawah ini.
Tabel 1-11 Pengisian atribut secara vertikal

NIP
102
106
106
503
401
401
401
203
203

Nama
Jackie Ceng
Dakocan
Dakocan
Ali Oncom
Otoy
Otoy
Otoy
Gareng
Gareng

Gelar
Ir
Ir
MSc
Drs
Ir
MSc
PhD
Prof
Drs

Solusi yang teapat untuk menghilangkan kerangkapan data tersebut adalah dengan membagi tabel menjadi dua bagian yang saling terhubung dengan elemen penghubung salah satu atributnya.
Perhatikan tabel-tabel di bawah ini:
Tabel 1-12 Menghilangkan nilai rangkap dengan pemecahan tabel
Gelar

Dosen

NIP
102
106
503
401
203

Nama
Jackie Ceng
Dakocan
Ali Oncom
Otoy
Gareng

NIP
102
106
106
503
401
401
401
203
203

Gelar
Ir
Ir
MSc
Drs
Ir
MSc
PhD
Prof
Drs

Dengan cara ini dapat mempermudah dalam proses normalisasi berikutnya. Dalam penyusunan aturan data perlu dipahami tentang determinan dan identitas. Jika sebuah tabel memiliki atribut A, B, dan C, sedangkan A menjadi penentu B atau sebaliknya B ditentukan oleh A maka A determinan
(functional determines) B (B functional dependent A) . Nilai atribut B dapat saja duplikasi, kosong atau dapat diubah. Jika a1 dan b1 merupakan nilai A maka akan berpasangan dengan nilai B yang sama ataupun berbeda. Jadi A determinan B jika tiap A mempunyai satu pasangan nilai B. Perhatikan contoh tabel di bawah ini:

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

11

Tabel 1-13 Tabel Mahasiswa

NIM
21297956
21297556
20399458
21198113

Nama
Asmawi
Tina
Marino
Budi

Jurusan
Teknik Sipil
Manajemen
Akuntansi
Teknik Sipil

Fakultas
Teknologi Industri
Ekonomi
Ekonomi
Teknologi Industri

Apabila setiap nilai atribut NIM menentukan nama mahasiswa maka dikatakan atribut NIM determinan atribut Nama. Begitu juga dengan atribut Jurusan dan Fakultas yang ditentukan oleh NIM. Bentuk diagram determinan adalah sebagai berikut:
Nama
NIM

Jurusan
Fakultas

Gambar 1.7 Diagram determinan dari tabel Mahasiswa
Dalam kasus lain, ada kemungkinan dua atribut atau lebih secara bersama menentukan atribut lain atau determinan komposit (composite determinant/fully functionally dependent) . Sebagai contoh pada tabel di bawah, atribut NIM dan atribut MataKuliah menentukan atribut Dosen sebagai pengajar.
Tabel 1-14 Tabel pengajaran mata kuliah

NIM
21297956
21297956
20399458
21198113
20399458
21297556

MataKuliah
Matematika Dasar
Fisika Dasar
Matematika Dasar
Fisika Dasar
Akuntasi Dasar
Matematika Dasar

Dosen
Pardi
Munir
Joko Susilo
Munir
Marni Siregar
Joko Susilo

Gambar diagram determinannya adalah sebagai berikut:

NIM
Dosen
MataKuliah
Gambar 1.8 Diagram determinan tabel pengajaran mata kuliah
Sedangkan bila atribut A determinan atribut B dan atribut B merupakan determinan atribut C maka atribut A adalah determinan transitif atribut C (C transitive dependency A). perhatikan contoh tabel dan diagram determinan di bawah ini:
Tabel 1-15 Daftar penerimaan mahasiswa baru

NIM
21297956
21297556
20399458
21198113

Jurusan
SI
SK
TI
SK

Fakultas
ILKOM
ILKOM
TI
ILKOM

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

NIM

Jurusan

12

Fakultas

Gambar 1.9 Diagram A determinan transitif C
Dari pembahasan di atas tiap baris dapat diidentifikasikan dengan semua nilai atribut, tetapi akan sangat menyulitkan. Oleh sebab itu perlu pemilihan salah satu nilai atribut yang digunakan sebagai identitas (identifier) atau elemen kunci (key element) dari baris. Nilai atribut dapat dijadikan identitas jika dalam tabel tidak terjadi duplikasi data dan data dengan nilai kosong (NULL).

Normalisasi
Proses normalisasi menyediakan cara sistematis untuk meminimalkan terjadinya kerangkapan data diantara relasi dalan perancangan logikal basis data. Format normalisasi terdiri dari lima bentuk, yaitu:
Form Normal Pertama (1NF). Suatu tabel dikatakan sudah 1NF jika telah memenuhi ketentuan sebagai berikut:
• Tidak ada atribut mempunyai nilai berulang atau nilai array
• Tidak mempunyai baris yang rangkap
Bentuk unnormal mengijinkan nilai-nilai pada suatu atribut dapat berulang. Perhatikan contoh tabeltabel berikut ini: [Sitansu1991]
Tabel 1-16 Tabel UNIV (University)
DNO
EN
CS
MA
HS
EE

DNAME
English
Computer Science
Mathematics
History
Elecrical Engineering

DHEAD
Lee Kunkel
Albert Roby
Deb Kumar Boy
Cathy Doucette
Raj Chandra Mittra

Tabel 1-17 Tabel INSTR (Instructor)
INAME
Lee Kunkel
Albert Roby
Deb Kumar Boy
Cathy Doucette
Raj Chandra Mittra
Tom Clark
Marcia Brown
Susan Woodsmith
Brady Jackson
Jack Adams

IDEG
BA, MA, PhD
BS, MS, PhD
BS, MS, PhD
MA, PhD
BA, MSc, PhD
BA, MA
BA, BS, MS
MA, MS, PhD
MA, DLitt
BA, PhD

SPCODE
4
2
5
6
10
5
2
3
15
1

RANK
Professor
Professor
AssocProf
AssocProf
Professor
AsstProf
Instructor
AsstProf
Professor
AssocProf

SSNO
2323121
1212154
4545454
4545654
2231321
1546465
4464654
2131321
2456465
4545462

DNO
EN
CS
MA
HS
EE
MA
CS
PH
RL
CS

Tabel 1-18 Tabel STUDNT (Student)

SNAME
Roger Brown Smith
Cindy Logan
Benjamin Johnson
Steve Levin
Tom Jones
Berverly Black

SSNO
121545
232332
554545
454545
899778
365654

MAJOR
Biology
Computer Science
NDEG
Mathematics
English

DEGREE
BS
BS
NONE
BA
MS
PhD

ADVSR
Jack Adams
Deb Kumar Boy
Lee Kunkel
Raj Chandra Mittra
Lee Kunkel

DNO
BI
MA
BA
EN
EE
EN

COLREG
Arts & Sci.
Arts & Sci.
Business
Arts & Sci.
Engineering
Arts & Sci.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

13

Tabel 1-19 Tabel CRSE (Course)
CNO
CS225
CS547
MA423
EN104
RL712
CS761
EC102
EN604
HS252
EE202
MA611
CS579
BI104

CNAME
Assembler Language
Discrete Mathematics
Differential Geometry
English Composition
Comparative Religion
Expert System
Macroeconomics
Romanticism
Middle East
Microcomputing
Algebraic Topology
Database Systems
Biology Concepts

INAME
Marcia Brown
Deb Kumar Roy
Tom Clark
Staff
Brady Jackson
Albert Roby
Staff
Lee Kunkel
Cathy Doucette
Staff
Tom Clark
Marcia Brown
Staff

DNO SECNO
CS
02
CS
01
MA
04
EN
04
RL
01
CS
03
EC
06
EN
01
HS
02
EE
04
MA
01
CS
02
BI
07

Tabel 1-20 Tabel CRSLST (Course List)
CNO SECNO SID GRADE OFRNG
CS579
02
121212
A
Spring 87
CS579
02
121231
BSpring 87
CS579
02
454549
B+ Spring 87
CS579
02
484545
I
Spring 87
MA611
01
112121
C
Fall 86
MA611
01
212121
A
Fall 86
MA611
01
545454
C+ Fall 86
MA611
01
121215
W
Fall 86

Tabel 1-21 Tabel SPECL (Special)
SPCODE
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

SPNAME
Information Systems
Database Systems
Kant Doctrine
Romantic Literature
Differential Geometry
Mideast History
Topology
Automated Reasoning
Expert System
Microelectronics
English Drama
Shakespeare
Indian History
Decision Support Systems
Comparatibe Religion

Tabel UNIV, STUDNT, CRSE, CRELST dan SPCODE semuanya berada dalam 1NF, namun untuk tabel INSTR masih dalam keadaan unnormalisasi, karena atribut IDEG menerima nilai array seperti
“BA, MA, PhD” atau “MA, MS, PhD”.
Form Normal Kedua (2NF). Relasi dapat dikatakan format normal kedua jika sudah dalam format normal pertama dan diikuti kondisi sebagai berikut:

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007




14

Key terdiri dari atribut tunggal
Setiap atribut nonkey ketergantungan fungsional pada semua key atau tidak terjadinya ketergantungan pada key composite.

Misalnya tabel UNIV berada dalam normal kedua dengan mengasumsikan DNO sebagai key, kecuali
CRSE. Jika ditentukan CNO dan SECNO sebagai key composite, atribut nonkey CNAME tergantung hanya pada CNO, bukan pada SECNO, sehingga CNAME tidak secara ketergantungan fungsional penuh terhadap key (CNO, SECNO).
Form Normal Ketiga (3NF). Relasi dikatakan format normal ketiga jika sudah dalam format normal kedua dan tidak ada ketergantungan transitif diantara atribut. Misalnya tabel STUDNT mempunyai atribut SSNO sebagai key (2NF). Ketergantungan transitif terjadi diantara DNO dan COLREG. Saat
DNO determinan COLREG tanpa melibatkan key SSNO. Contohnya, DNO=’CS’ termasuk
COLREG=’Arts/Sc.’ tidak tergantung oleh atribut SSNO, sehingga STUDNT belum termasuk 3NF.
Yang menjadi catatan, ketergantungan transitif tidak akan terjadi jika ada ketergantungan fungsional diantara atribut-atribut nonkey yang melibatkan key. Misalnya atribut nonkey SNAME determinan atribut nonkey lainnya yaitu MAJOR, DEGREE, ADVSR dan DNO. Tetapi hal ini merupakan ketergantungan fungsional bukan ketergantungan transitif selagi semua melibatkan key SSNO.
Form Normal Boyce-Codd (BCNF). BCNF menentukan setiap determinan adalah kunci kandidat
(candidate key). Misalnya UNIV mempunyai dua determinan yaitu DNO dan DNAME yang merupakan kunci kandidat sehingga termasuk ke dalam BCNF. Di lain pihak CRSLST dalam 3NF tetapi tidak dalam BCNF. Atribut komposisinya (CNO, SECNO, SID, OFRNG) sebagai kunci-kunci kandidat dan tidak ada ketergantungan transitif, sehingga CRSLST termasuk ke dalam 3NF. Namun atribut CNO adalah determinan saat SECNO tergantung penuh secara fungsional terhadap CNO, walaupun CNO bukan kunci kandidat, sehingga CRSLST belum termasuk BCNF.
Form Normal Keempat (4NF). Bentuk ini adalah bentuk normal ketiga atau BCNF dengan nilai atribut tidak tergantung pada nilai banyak (multivalue dependency).
Form Normal Kelima (5NF). Konsep pada bentuk ini adalah ketergantungan pada gabungan beberapa atribut (join dependency).
Bentuk lain proses normalisasi dapat anda lihat dalam tabel-tabel di bawah ini:
Tabel 1-22 Tabel Mahasiswa dalam 1NF

NIM
122233
233323
244455
334343
322323

NamaAwal
Asep
Angling
Bergola
Jaka
Jaka

NamaAkhir
Darma
Darma
Ijo
Sembung
Tarub

Fakultas
Ilmu Komputer
Ilmu Komputer
Hukum
Kebidanan
Hukum

Pada tabel di atas berada pada 1NF kerana tidak ada baris yang duplikat, setiap kolom hanya mempunyai nilai tunggal (tidak ada group berulang atau array) dan semua masukan dalam kolom mempunyai jenis yang sama.
Key NIM secara fungsional menentukan atribut lain seperti NamaAwal, NamaAkhir, dan Fakultas
(dengan asumsi, setiap mahasiswa hanya boleh menempatkan satu fakultas). NIM→NamaAwal,
NIM→NamaAkhir, NIM→Fakultas.
Atribut key menentukan secara unik nilai dari atribut lain dalam tabel, semua atribut non-key dalam tabel secara fungsional tergantung terhadap key. Tetapi ada kemungkinan atribut non-key dalam tabel dapat menentukan atribut lain pada tabel tersebut. Perhatikan tabel berikut:

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

15

Tabel 1-23 Atribut Non-Key Determinan

NamaAwal
Asep
Angling
Bergola
Jaka
Jaka

NamaAkhir
Darma
Darma
Ijo
Sembung
Tarub

Fakultas
Ilmu Komputer
Ilmu Komputer
Hukum
Kebidanan
Hukum

Jenjang
S1
S1
S1
D3
S1

Atribut jenjang dapat dikatakan tergantung secara fungsional pada atribut Fakultas dengan konsekuensi bahwa Fakultas Ilmu Komputer dan Hukum hanya untuk mahasiswa S1 dan Fakultas
Kebidanan hanya untuk mahasiswa D3.
Pada tabel 1.23 juga memiliki composite key (kunci komposisi) yang terdiri dari atribut NamaAwal dan
NamaAkhir dan atribut Jenjang tergantung secara fungsional pada composite key tersebut.
Sebenarnya bisa saja atribut Jenjang tergantung pada atribut NamaAkhir (jika nilai atribut NamaAkhir tidak ada yang sama, namun NamaAkhir terdapat nilai yang sama yaitu “Darma”), atau tergantung dengan atribut NamaAwal, tetapi atribut NamaAwal mempunyai nilai duplikat yaitu “Jaka”. Maka atribut Jenjang tidak tergantung fungsional terhadap kedua atribut key tersebut. Sehingga tabel tersebut belum termasuk ke dalam 2NF (semua atribut non-key tergantung pada semua key).
Tabel 1.23 dapat dinormalisasikan ke dalam bentuk 2NF jika di tambahkan atribut NIM, sehingga tabel hanya mempunyai atribut tunggal (non-composite key) seperti di bawah ini.
Tabel 1-24 Tabel Normalisasi 2NF

NIM
122233
233323
244455
334343
322323

NamaAwal
Asep
Angling
Bergola
Jaka
Jaka

NamaAkhir
Darma
Darma
Ijo
Sembung
Tarub

Fakultas
Ilmu Komputer
Ilmu Komputer
Hukum
Kebidanan
Hukum

Jenjang
S1
S1
S1
D3
S1

Anomali (Pelanggaran) dan Normalisasi
Untuk mengilustrasikan adanya anomali, anggap terjadi pada atribut Jenjang dari Fakultas, misalnya
Kebidanan. Jika Jaka Sembung kembali berkelana (tidak jadi kuliah) maka baris yang berhubungan dengan Jaka Sembung akan dihapus dan terjadi kehilangan informasi bahwa Kebidanan mempunyai jenjang D3. Kita dapat saja mengetahui bahwa Jenjang Kebidanan adalah D3, tetapi dalam database tersebut tidak ada informasi yang menyatakan Jenjang Kebidanan.
Contoh lain misalnya penambahan mahasiswa baru yang bernama Suparman yang ingin kuliah di
Fakultas Teknik. Fakta dari informasi tabel kita tidak dapat mengetahui apa jenjang dari Fakultas
Teknik dan juga apakah Fakultas Teknik terdapat pada Universitas yang bersangkutan. Dari hal ini kita tidak akan mengetahui apakah dapat nilai Teknik tersebut dapat dimasukkan ke dalam atribut
Fakultas atau tidak. Apabila dapat dimasukkan ke atribut Fakultas, bagaimana dengan atribut
Jenjang-nya?
DBMS hanya dapat bekerja dengan informasi yang terdapat pada tabel-tabel dan aturan-aturan yang bekerja pada tabel-tabel tersebut dengan tepat dan mungkin.
Bagaiman hubungan antara anomali dan normalisasi? Jawaban yang singkat adalah dengan menyusun tabel-tabel dalam database cukup dinormalkan (dalam praktek umumnya sampai normal keempat), dan menjamin bahwa anomali tidak terjadi pada database.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

16

Porses normalisasi kelihatan sangat menyulitkan, ketika melihat dari definisi tiap-tiap tingkatan normalisasi. Namun dalam prakteknya kita dapat mencapainya dengan menjamin bahwa tabel-tabel terdiri dari tabel “single-theme”.
Walaupun dalam 2NF dapat terjadi penambahan maupun penghapusan data yang mengakibatkan anomali, kita dapat membentuk tabel tersebut menjadi beberapa tabel “single-theme”. Gagasan ini dapat diilustrasikan pada tabel di bawah ini.
Tabel 1-25 Tabel-tabel "Single-Theme"
NIM
NamaAwal
122233 Asep

NamaAkhir
Darma

Fakultas
Ilmu Komputer

Jenjang
S1

NIM
Fakultas
122233 Ilmu Komputer

233323 Angling
244455 Bergola
334343 Jaka

Darma
Ijo
Sembung

Hukum
Kebidanan

S1
D3

233323 Ilmu Komputer
244455 Hukum
334343 Kebidanan

322323 Jaka

Tarub

322323 Hukum

Transitive Dependencies (Ketergantungan transitif) (3NF)
Seperti yang telah kita ketahui, ketergantungan transitif terjadi bilamana suatu A→B dan B→C, maka
A→C. Ilustrasi untuk kejadian ini dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 1-26 Tabel Daftar Buku

Author
Last
Name
Berdahl

Author
First
Book Title
Name
Robert The Politics of the
Prussian Nobility

Yudof

Mark

Subject

Collection or Library

Building

History

PCL General Stacks

Perry-Casta
Library

Child Abuse and
Neglect

Legal
Procedures

Law Library

Townes Hall

Harmon Glynn

Human Memory and
Knowledge

Cognitive
Psychology

PCL General Stacks

Perry-Casta
Library

Graves

Robert

The Golden Fleece

Greek Literature

Classics Library

Miksa

Francis Charles Ammi Cutter

Library
Biography

Hunter

David

Music Publishing and
Collecting

Music Literature

Library and
Information Science
Collection
Fine Arts Library

Waggener
Hall
Perry-Casta
Library

Graves

Robert

English and Scottish
Ballads

Folksong

PCL General Stacks

Fine Arts
Building
Perry-Casta
Library

Dari tabel di atas kita dapat berpendapat bahwa buku yang ber-subyek History, cognitive psychology, dan folksong diberikan ke PCL General Stacks collection; sedangkan Legal procedure diberikan ke
Law Library; Greek Literature diberikan ke Classic Library; sedangkan Library Biography diberikan ke
Library and Information Science Collection; dan Music Literature diberikan ke Fine Arts Library.
Kemudian kita dapat menduga bahwa PCL General Stacks Collection dan LISC keduanya ditempatkan di gedung Perry-Casta Library (PCL); Classic Library ditempatkan di gedung Waggener
Hall; Law Library and Fine Arts Library di tempatkan di gedung Townes Hall dan Fine Arts Building.
Sehingga kita dapat melihat ketergantungan transitif pada tabel di atas, dimana buku-buku History,
Cognitive Psychology atau Library Biography secara fisik ditempatkan di gedung PCL; buku Lega
Procedures di tempatkan di Townes Hall dan begitu seterusnya.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

17

Apa yang salah ketika terjadinya ketergantungan transitif pada tabel tersebut? Hal pertama terjadinya duplikasi informasi, dimana tiga baris berbeda mengacu pada PCL General Stacks yang berada di gedung PCL. Kesalahan yang kedua adalah kemungkinan adanya penghapusan anomali, yaitu jika kita hapus baris dengan nama pengarangYudof maka kita akan kehilangan informasi Law Library di dalam Townes Hall. Ketiga dapat pula terjadi penambahan anomali jika kita akan menambah buku
Chemistry, tetapi kenyataannya tidak ada data yang menyatakan Chemistry Library berada di gedung
Robert A. Welch Hall. Dan masalah keempat terjadinya kesalahan meng-update jika pegawai memasukan buku ke LISC tetapi memasukkan Townes Hall ke atribut Building.
Solusi untuk masalah di atas adalah membentuk tabel tersebut menjadi tabel-tabel “single-theme”.
Tabel 1-27 Tabel-tabel "single-theme " untuk tabel transitive dependencies
Author
Last
Name
Berdahl

Author

Book Title

First Name

Book Title

Subject

Robert

The Politics of the

The Politics of the

Yudof

Mark

Prussian Nobility
Child Abuse and Neglect

Prussian Nobility
Child Abuse and Neglect

History

Harmon

Glynn

Graves

Robert

Human Memory and
Knowledge
The Golden Fleece

Human Memory and
Knowledge
The Golden Fleece

Cognitive
Psychology
Greek

Legal
Procedures

Miksa

Francis

Charles Ammi Cutter

Charles Ammi Cutter

Literature
Library
Biography

Hunter

David

Music Publishing and
Collecting

Music Publishing and
Collecting

Music
Literature

Graves

Robert

English and Scottish
Ballads

English and Scottish
Ballads

Folksong

Subject
History

Collection or Library
PCL General Stacks

Collection or Library

Building

PCL General Stacks

Perry-Casta
Library
Townes Hall

Legal
Procedures

Law Library

Law Library

Cognitive
Psychology
Greek Literature

PCL General Stacks

PCL General Stacks

Classics Library

Classics Library

Perry-Casta
Library
Waggener Hall

Library
Biography

Library and Information
Science Collection

Library and Information
Science Collection

Perry-Casta
Library

Music Literature

Fine Arts Library

Fine Arts Library

Fine Arts
Building

Folksong

PCL General Stacks

PCL General Stacks

Perry-Casta
Library

Kita dapat lihat bahwa semua tabel tidak mempunyai ketergantungan transitif (3NF, Domain Key
Normal Form (DKNF)).

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

18

Untuk tabel pengarang terdapat nama depan yang sama yaitu Robert, dalam hal ini kita menyarankan untuk membuat atribut identifikasi dalam menyatakan nama pengarang, seperti di bawah ini.
Tabel 1-28 Tabel pengarang setelah penambahan atribut ID

Author
Last Name
Berdahl

Author
First
Name
Robert

ID

ID

Author

Author

001

001

The Politics of the Prussian
Nobility
Child Abuse and Neglect

Book Title

Yudof

Mark

002

002

Harmon

Glynn

003

003

Graves

Robert

004

004

Human Memory and
Knowledge
The Golden Fleece

Miksa

Francis

005

005

Charles Ammi Cutter

Hunter

David

006

006

Music Publishing and
Collecting

Graves

Robert

007

007

English and Scottish Ballads

Pembentukan tabel-tabel di atas akan lebih menghemat kapasitas media penyimpan dan meminimalkan kesalahan dalam pemasukkan data yang berupa key.
BCNF mengijinkan terjadinya anomali ketika tabel gagal memiliki properti yaitu setiap determinan adalah kunci kandidat (candidate key). Contoh pada tabel di bawah ini gagal memiliki properti ini.
Dalam tabel ini SSN ditafsirkan sebagai pelajar dengan Major serta Adviser (pembimbing). Dengan catatan tiap pelajar pelajar 123-45-6789 dan 987-65-4321 mempunyai dua jurusan dengan pembimbing yang berbeda tiap jurusannya.
Tabel 1-29 Tabel Mahasiswa dengan BCNF

SSN
123-45-6789
123-45-6789
222-33-4444
555-12-1212
987-65-4321
987-65-4321
123-54-3210

Major
Library and Information Science
Public Affairs
Library and Information Science
Library and Information Science
Pre-Medicine
Biochemistry
Pre-Law

Adviser
Dewey
Roosevelt
Putnam
Dewey
Semmelweis
Pasteur
Hammurabi

Dalam tabel di atas salah satu determinan adalah atribut berpasangan yaitu SSN dan Major. Tiap pasangan nilai atribut SSN dan Major menentukan nilai unik untuk atribut Adviser. Determinan lain adalah pasangan SSN dan Adviser yang menentukan nilai unik atribut Major. Determinan lain lagi adalah Adviser dimana setiap nilai adviser yang berbeda menentukan secara unik nilai atribut Major.
(catatan: setiap pelajar mempunyai pembimbing (adviser) tunggal untuk setiap jurusannya (major) dan tiap pembimbing (adviser) membimbing hanya satu jurusan)
Sekarang kita akan menguji ketiga determinan tersebut apakah sebagai kunci kandidat. Pasangan
SSN dan Major adalah kunci kandidat untuk setiap pasangan unik mengidentifikasikan sebuah baris dalam tabel. Pasangan SSN dan Adviser juga kunci kandidat. Tetapi determinan Adviser bukan sebagai kunci kandidat karena nilai Dewey terdapat dalam dua baris pada kolom Adviser. Jadi tabel di atas tidak dapat dikatakan dalam kondisi setiap determinan adalah kunci kandidat.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

19

Sangatlah mudah untuk memeriksa anomali dalam tabel ini. Misalnya jika pelajar 987-65-4321 meninggalkan universitas tersebut, tabel akan kehilangan informasi bahwa Semmelweis adalah seorang pembimbing untuk jurusan Pre-Medicine. Contoh lain adalah tidak adanya informasi tentang pembimbing-pembimbing untuk pelajar dengan jurusan History (Sejarah).
Solusi untuk masalah di atas adalah membuat tabel tersebut dipecah menjadi beberapa tabel-tabel single-theme seperti di bawah ini:
SSN
123-45-6789

Adviser
Dewey

Major
Library and Information Science

Adviser
Dewey

123-45-6789
222-33-4444

Roosevelt
Putnam

555-12-1212
987-65-4321
987-65-4321

Dewey
Semmelweis
Pasteur

Public Affairs
Library and Information Science
Pre-Medicine
Biochemistry
Pre-Law

Roosevelt
Putnam
Semmelweis
Pasteur
Hammurabi

123-54-3210

Hammurabi

History

Herodotus

Maka kedua tabel di atas dalam kondisi BCNF yaitu setiap determinan merupakan kunci kandidat.
Bentuk formal keempat memperhatikan terjadinya anomali ketika tabel gagal memiliki properti bahwa tidak ada ketergantungan nilai banyak (multivalued). Contoh tabel di bawah merupakan bentuk anomali untuk ketergantungan dengan nilai banyak.
Tabel 1-30 Mahasiswa dengan daftar hobi

LastName
Jones
Jones
Jones
Jones
Lee
Lee
Ruiz
Ruiz
Ruiz
Ruiz
Smith

Major
Library and Information Science
Library and Information Science
Public Affairs
Public Affairs
Library and Information Science
Library and Information Science
Pre-Medicine
Pre-Medicine
Biochemistry
Biochemistry
Pre-Law

Hobby
Surfing the Internet
Chess
Surfing the Internet
Chess
Photography
Stamp collecting
Surfing the Internet
Photography
Surfing the Internet
Photography
Playing poker

Anggap pelajar Jack Jones hobinya menjelajah internet dan bermain catur; Lynn Lee hobinya photographer dan koleksi perangko; Mary Ruiz, hobinya menjelajah internet dan photographer; dan
Lynn Smith, hobinya bermain poker.
Situasi ini dapat mengakibatkan redudansi data dan memberikan efek ketergantungan nilai banyak terjadi ketika (a) tabel sekurangnya mempunyai tiga atribut (b) dua atribut mempunyai nilai banyak dan (c) nilai dari atribut multivalued tergantung hanya satu dari sisa atribut. Atribut LastName menentukan nilai banyak dari atribut Major dan Hobby, tetapi keduanya tidak saling tergantung terhadap yang lainnya (independent).
Notasi untuk ketergantungan multivalue adalah panah ganda. Untuk contoh ini kita dapat menulisnya dengan bentuk LastName ⇒ Major dan LastName ⇒ Hobby (LastName multideterminan Major dan
LastName Multideterminan Hobby).

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

20

Bentuk tabel-tabel yang dijadikan single-theme adalah sebagai berikut:
LastName
Jones

Major
Library and Information Science

LastName
Jones

Hobby
Surfing the Internet

Jones
Lee

Public Affairs
Library and Information Science

Jones
Lee

Chess
Photography

Ruiz
Ruiz
Smith

Pre-Medicine
Biochemistry
Pre-Law

Lee
Ruiz
Ruiz

Stamp collecting
Surfing the Internet
Photography

Smith

Playing poker

Normal Form Kelima sulit untuk diilustrasikan dengan contoh sederhana. Karenanya di sini tidak meng-ilustrasikan properti dari 5NF mempunyai tiap join dependency dalam tabel menjadi penyebab membentuk kunci kandidat tabel. Alasan lain yang pertama, dalam prakteknya 4NF sudah mencukupi dan yang kedua adalah Domain-Key Normal Form (DKNF) sudah termasuk 5NF.
DKNF digunakan sebagai solusi untuk menghindari anomali: kumpulan tabel-tabel (relasi) dalam
DKNF sebagai konsekuensi dari teori Ronald Fagin (1981) untuk bebas dari anomali. Definsi dari
DKNF adalah relasi dalam DKNF jika setiap constrain relasi logikal mendefinisikan kunci dan domain.
Menurut Fagin istilah kunci adalah primary key dan candidate key, domain merupakan kumpulan definisi dari isi atribut (kolom) dan beberapa batasan jenis data yang akan disiman dalam kolom, sebagai contoh batasan hanya data numerik atau hanya data logikal. Constraint berarti aturan-aturan terhadap atribut dengan jelas sehingga dapat diputuskan aturan yang mana dijalankan atau dilanggar untuk kumpulan data yang mana diterima. Sebagai ilustrasi ini simak tabel di bawah ini:
Konversi tabel dengan partial dependency ke tabel DKNF
Tabel 1-31 Tabel dengan partial dependency

FirstName
Jack
Lynn
Mary
Lynn
Jane

LastName
Jones
Lee
Ruiz
Smith
Jones

Major
LIS
LIS
Pre-Medicine
Pre-Law
LIS

Level
Graduate
Graduate
Undergraduate
Undergraduate
Graduate

Dalam tabel di atas terdapat komposisi kunci yang terdiri dari pasangan atribut LastName-FirstName, dan semua atribut tergantung dengan kunci ini. Tetapi ada hal lain yang penting: atribut Level tergantung pada atribut LastName, Level hanya tergantung pada sebagian kunci. Sehingga tabel ini belum dikatakan DKNF.
Kita akan membutuhkan tabel yang menyediakan link antara pasangan atribut FirstName dan
LastName dan atribut Major. Dalam tabel tersbeut Major menjadi konsekuensi logikal dari key dan domain. Sehingga dibutuhkan dua tabel, satu berisi Major dan Level dan yang lain FirstName,
LastName dan Major.

LIS

Level
Graduate

FirstName
Jack

LastName
Jones

LIS

Pre-Medicine
Pre-Law

Undergraduate
Undergraduate

Lynn
Mary

Lee
Ruiz

LIS
Pre-Medicine

Lynn
Jane

Smith
Jones

Pre-Law
LIS

Major

Major

Contoh tabel-tabel di bagian sebelumnya sudah termasuk DKNF. Jadi dengan membentuk tabel menjadi single-theme hampir sama halnya dengan membentuk tabel DKNF.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

21

2. PEMODELAN BASIS DATA
Model Hubungan Antar Entitas (Entity Relationship-Model)
Model entity-relationship pertama kali diperkenalkan oleh Peter Chen pada tahun 1976. Dalam pemodelan ini dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:
a. Memilih entitas-entitas yang akan disusun dalam basis data dan menentukan hubungan antar entitas yang telah dipilih.
b. Melengkapi atribut-atribut yang sesuai pada entitas dan hubungan sehingga diperoleh bentuk tabel normal penuh (ternormalisasi).
Elemen-elemen dalam model ER dapat digambarkan pada gambar diagram di bawah ini:

Entitas

Relasi

Atribut

Gambar 2.1 Elemen-elemen ER-Model
Entitas merupakan sesuatu yang dapat diidentifikasikan dalam lingkungan kerja pengguna. Entitas yang diberikan tipe dikelompokkan ke kelas entitas. Perbedaan antara kelas entitas dan instansi entitas adalah sebagai berikut:
• Kelas entitas adalah kumpulan entitas dan dijelaskan oleh struktur atau format entitas di dalam kelas. • Instansi kelas merupakan bentuk penyajian dari fakta entitas.
Umumnya terdapat banyak instansi entitas di dalam setiap entitas kelas. Setiap entitas kelas memiliki atribut yang menjelaskan karakteristik dari entitas tersebut, sedangkan setiap instansi entitas mempunyai identifikasi yang dapat bernilai unik (mempunyai nilai yang berbeda untuk setiap identifikasinya) atau non-unik (dapat bernilai sama untuk setiap identifikasinya).
Antara entitas diasosiakan dalam suatu hubungan (relationship). Suatu relasi dapat memiliki beberapa atribut. Jumlah kelas entitas dalam suatu relasi disebut derajat relasi. Gambar di bawah ini merupakan contoh dari relasi berderajat dua dan relasi berderajat tiga.
PENJUAL

PESANAN

IBU

BAPAK

Memesan
Mempunyai
(a)

ANAK
(b)

Gambar 2.2 (a) Relasi berderajat dua (b) Relasi berderajat tiga

Tipe Binary Relationship
Relasi memiliki tiga tipe biner yaitu:
a. One-to-one (1:1). Hubungan terjadi bila setiap instansi entitas hanya memiliki satu hubungan dengan instansi entitas lain.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

a1

b1

a2

b2

a3

b3

a4

b4

a5

b5

a6

b6

a7

22

b7

Gambar 2.3 Hubungan 1:1 (one-to-one)
b. One-to-many (1:M). Relasi ini terjadi bila setiap instansi entitas dapat memiliki lebih dari satu hubungan terhadap instansi entitas lain tetapi tidak kebalikannya. a1 b1

a2

b2

a3

b3

a4

b4

a5

b5

a6

b6

a7

b7

Gambar 2.4 Hubungan 1:M (one-to-many)
c.

Many-to-many (M:N). Hubungan saling memiliki lebih dari satu dari setiap instansi entitas terhadap instansi entitas lainnya. a1 b1

a2

b2

a3

b3

a4

b4

a5

b5

a6

b6

a7

b7

Gambar 2.5 Hubungan M:N (many-to-many)
Selain relasi antara dua entitas, terdapat juga hubungan terhadap entitasnya sendiri yang disebut dengan recursive relationship (self relation). Hubungan ini dapat mempunyai tipe biner, seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007
1:1

1:M

23

M:N

a1

a1

a1

a2

a2

a2

a3

a3

a3

a4

a4

a4

a5

a5

a5

a6

a6

a6

a7

a7

a7

(a)

(b)

(c)

Gambar 2.6 (a) Relasi rekursif 1:1 (b) Relasi rekursif 1:M (c) Relasi rekursif M:N

Partisipasi Hubungan
Partisipasi atau keterlibatan setiap instansi entitas dalam membentuk hubungan dapat bersifat wajib
(obligatory/digambarkan dengan garis penuh) atau tidak wajib (non-obligatory/digambarkan dengan garis putus-putus) dalam aturan data. Misalnya hubungan antara DOSEN dan Mata Kuliah dengan aturan data sebagai berikut:
Setiap dosen harus mengajar satu mata kuliah dan setiap mata kuliah harus diajarkan oleh seorang dosen. Setiap anggota entitas dalam hubungan adalah wajib untuk instansi entitas DOSEN maupun Mata
Kuliah.
DOSEN

MATA KULIAH
Mengajar

Gambar 2.7 Diagram E-R dengan partisipasi wajib
Dalam bentuk aturan lain yaitu:
Setiap dosen harus mengajar satu mata kuliah dan setiap mata kuliah mungkin diajarkan oleh seorang dosen atau mungkin tidak sama sekali.
DOSEN

MATA KULIAH
Mengajar

Gambar 2.8 Diagram E-R dengan partisipasi wajib pada sisi Dosen dan tidak wajib pada sisi
Mata Kuliah
Atau aturan lain:
Setiap dosen hanya boleh mengajar satu mata kuliah atau boleh saja dosen tidak mengajar dan setiap mata kuliah harus diajarkan oleh seorang dosen.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

DOSEN

24

MATA KULIAH
Mengajar

Gambar 2.9 Diagram E-R dengan partisipasi tidak wajib pada sisi Dosen dan wajib pada sisi
Mata Kuliah
Aturan lain yang tidak mewajibkan kedua belah pihak:
Setiap dosen hanya boleh mengajar satu mata kuliah atau boleh saja dosen tidak mengajar dan setiap mata kuliah hanya boleh diajarkan oleh seorang dosen atau tidak sama sekali.
DOSEN

MATA KULIAH
Mengajar

Gambar 2.10 Diagram E-R dengan partisipasi tidak wajib pada kedua sisi

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

25

3. PERANCANGAN BASIS DATA
Permasalahan dalam perancangan basis data adalah bagaimana merancang struktur logikal dan fisikal dari satu atau lebih basis data untuk memenuhi kebutuhan informasi yang diperlukan oleh pengguna sesuai dengan aplikasi-aplikasi yang ditentukan. [Waliyanto2000]
Dengan permasalahan tersebut dapat ditentukan beberapa tujuan utama perancangan basis data, yaitu: a. Memenuhi kebutuhan informasi sesuai dengan yang diperlukan oleh pengguna untuk aplikasi tertentu. b. Mempermudah pemahaman terhadap struktur informasi yang tersedia dalam basis data,
c. Memberikan keterangan tentang persyaratan pemrosesan dan kemampuan sistem, seperti lama tidaknya mengakses data, kapasitas memori yang tersedia dan sebagainya.
Tahapan-tahapan proses perancangan untuk memenuhi tujuan tersebut adalah:
1. Mengumpulkan dan menganalisis persyaratan
2. Merancang konsepsual basis data
3. Memilih Sistem Manajemen Basis Data
4. Merancang logikal basis data
5. Merancang fisikal basis data (pemetaan model data)
6. Implementasi sistem basis data
Dalam pelaksanaan perancangan tersebut terdapat dua kegiatan yang dapat dilakukan secara paralel, yaitu perancangan struktur dan isi data (analisis data) dan perancangan pemrosesan data serta program aplikasi (analisis fungsional).
Tahapan rancangan basis data seperti pada bagan di bawah ini tidak secara ketat harus diikuti secara berurutan. Karena antara tahap yang satu dengan yang lainnya dapat saling mempengaruhi dan memberi umpan balik.
Tahap I:
Koleksi & analisi persyaratan Tahap II:
Rancangan
konsepsual

Persyaratan Data

Rancangan skema eksternal & konsepsual (terlepas dari DBMS)

Persyaratan Proses

E-R model
Definisi entitas

Rancangan transaksi data

Tahap III:
Pemilihan DBMS

Tahap IV:
Rancangan logikal

Tahap V:
Rancangan fisikal

Tahap VI:
Implementasi

Rancangan skema eksternal & konsepsual (sesuai dengan DBMS terpilih)

Rancangan skema internal
(sesuai dengan DBMS terpilih)

Pembangunan Basis Data

Rancangan program aplikasi

Definisi: tabel. index. view, jalur, akses, format penyimpanan Penyusunan program aplikasi

Operasional program aplikasi

Gambar 3.1 Tahapan perancangan basis data (kompilasi dari Elmasri R, 1994)

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

26

Rancangan konsepsual basis data (tahap 2) menghasilkan skema konsepsual dari basis data yang bebas dari DBMS tertentu. Dalam hal ini juga digunakan pemodelan bahasa tingkat tinggi seperti model E-R (Entity Relationship) atau EER (Enhanced Entity Relationship). Tahap ini juga menentukan transaksi data yang dapat dilakukan terhadap sistem basis data.
Rancangan logikal (tahap 4) disebut juga pemetaan model data, yaitu mentransformasikan model data yang telah dibuat pada tahap dua ke dalam model data yang sesuai dengan DBMS terpilih.
Tahap ini juga melakukan perancangan skema eksternal untuk aplikasi yang ditentukan.
Rancangan fisikal basis data (tahap 5) melakukan pendefinisian basis data yang akan disimpan sesuai dengan SMBD yang digunakan, meliputi struktur penyimpanan data, format data dan jalur akses. Tahap ini disebut skema internal.

Koleksi dan Analisis Persyaratan
Koleksi dan analisis persyaratan merupakan proses pengumpulan dan analisis tujuan dan harapan pengguna untuk memperoleh informasi dari sistem basis data. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam tahapan ini adalah sebagai berikut:
a. Melakukan identifikasi bidang aplikasi dan kelompok pemakai
b. Mempelajari dan menganalisis dokumen yang ada pada aplikasi tertentu
c. Mempelajari sistem yang sedang berjalan
d. Membuat semacam pertanyaan/angket pada calon pengguna yang dipandang potensial untuk memperoleh spesifikasi informasi dan proses yang diperlukan.

Perancangan Konsepsual Basis Data
Tahapan ini meliputi dua kegiatan yaitu rancangan skema konsepsual tentang organisasi data yang harus disimpan dalam basis data, dan rancangan transaksi yang dilakukan untuk memperoleh informasi dari sistem basis data hasil analisis persyaratan pada tahap 1.
Rancangan skema konsepsual
Hasil rancangan konsepsual merupakan pemodelan data dari pemahaman dunia nyata yang dituliskan dalam bahasa tingkat tinggi dan tidak terikat dengan DBMS yang akan digunakan.
Umumnya pembuatan skema konsepsual ini menggunakan diagram E-R.
Untuk menyusun rancanngan konsepsual dimulai dengan identifikasi komponen utama dari skema
(entitas, hubungan, atribut) dengan mengacu pada karakateristik sebagai berikut:
a. Model data harus cukup memberikan tampilan yang menggambarkan perbedaan jenis data, hubungan dan constraint (ekspresif).
b. Model harus dibuat sederhana dan mudah dipahami serta digunakan oleh pengguna.
c. Penyajian model data dibuat dalam diagram yang mudah diinterprestasi
d. Penyajian model data dalam skema harus teliti dan tidak menimbulkan interprestasi (akurat).

Rancangan transaksi
Teknik pembuatan spesifikasi transaski dilakukan dengan melakukan identifikasi data masukan dan data keluaran serta sifat fungsional transaksi, sehingga perancang dapat membuat model konsepsual transaksi yang tidak terikat dengan sistem.
Fungsi-sungsi model transaksi adalah sebagai berikut:
a. Transaksi pemanggilan (retrieval transaction), yaitu pemanggilan data untuk ditampilkan di layar monitor atau dicetak sebagai laporan.
b. Transaksi pembaharuan (update transaction), digunakan untuk pemasukan data baru atau perubahan data lama.
c. Transaksi campuran (mixed transaction), digunakan untuk kombinasi pemanggilan data dan pembaharuan data.

Pemilihan DBMS
Faktor-faktor yang menentukan pemilihan DBMS antara lain adalah faktor teknik, faktor ekonomi dan politik dalam organisasi.

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

27

Faktor teknik meliputi kelangsungan dari DBMS untuk diterapkan dalam pengelolaan data seprti jenis model DBMS, struktur penyimpanan data dan alur akses data, interface pengguna dan pemrogram, jenis bahasa tingkat tinggi dan sebagainya.
Faktor ekonomi diantaranya pembelian software DBMS, pembelian hardware, biaya pemeliharaan sistem, biaya penyusunan basis data dan lain sebagainya.

Pemodelan Logikal Basis Data
Tujuan dari tahap ini adalah menyusun rancangan konsepsual dan skema eksternal yang sesuai dengan DBMS yang dipilih. Langkah-langkah yang dilakukannya adalah:
a. Pemetaan (transformasi data) yang tidak terikat sistem.
b. Penyusunan skema sesuai dengan DBMS.

Perancangan Fisikal Basis Data
Tujuan dari perancangan ini adalah untuk membuat spesifikasi struktur penyimpanan dan jalur akses data sehingga diperoleh kemampuan sistem yang baik untuk berbagi aplikasi. Beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam perancangan fisikal adalah:
1. Waktu tanggap. Yaitu waktu yang digunakan oleh sistem sejak transaski basis data dimasukkan untuk dieksekusi sampai mendapat tanggapan dari sistem. Faktor yang mempengaruhinya dalah waktu akses basis data yang dikendalikan oleh DBMS serta dipengaruhi oleh sistem pemuatan data (loading) pada komputer, sistem operasi yang digunakan, atau penundaan sistem komunikasi. 2. Penggunaan memori komputer. Merupakan kapasitas memori komputer yang digunakan untuk menyimpan berkas-berkas basis data dan struktur jalur akses.
3. Transaksi data. Kemampuan melakukan transaksi data tiap satuan waktu merupakan hal yang kritis. Implementasi Sistem Basis Data
Tahap ini merupakan implementasi dari hasil pemodelan logikal dan fisikal. Bahasa yang digunakan untuk definisi data atau penyimpanan data yang sesuai dengan DBMS terpilih. Implementasi penyusunan basis data dimulai dari pembuatan berkas-berkas data kosong yang akan digunakan untuk menyimpan data dalam basis data. Kemudian dilanjutkan dengan pemasukan data untuk tiap instansi tabel.
Dalam impelementasi rancangan transaksi, program aplikasi ditulis dengan bahasa manipulasi data yang sesuai. Program-program aplikasi yang dibuat harus dilakukan uji coba dulu untuk menguji kebenaran program. Setelah diuji kemudian diimplementasikan dalam operasional sistem basis data.

BERLANJUT …

Haidar Dzacko. 2007. Basis Data (Database). Copyright© 2007 Mangosoft All rights reserved.
+Created 11/09/2007
Version 1.2.5 #Release 24/10/2007

28

Referensi:
[Abdul1999]
Abdul Kadir. 1999. Konsep & Tuntunan Praktis Basis Data. Penerbit Andi.
Yogyakarta.
[David2002]
David M. Kroenke. 2002. Database Processing Fundamentals, Design, and
Implementation. Eight Edition. Pretince Hall.
[Ramez2000]

Ramez Elmasri & Shamkant B Navathe. 2000. Database System.

[R.E. 2003]

R.E. Wyllys. 2003. Database-Management Principles And Applications.

[Sitansu1991] Sitansu S. Mittra. 1991. Principles of Relational Database Systems. International
Editions. Prentice-Hall. New Jersey.
[Waliyanto2000] Waliyanto. 2000. Sistem Basis Data Analisis dan Pemodelan Data. J&J Learning.
Yogyakarta.…...

Similar Documents

Premium Essay

Database

...Client/Server is a system. It is not just hardware or software. It is not necessarily a program that comes in a box to be installed onto your computer’s hard drive. Client/Server is a conglomeration of computer equipment, infrastructure, and software programs working together to accomplish computing tasks which enable their users to be more efficient and productive. Client/Server applications can be distinguished by the nature of the service or type of solutions they provide. Client/Server Computing is new technology that yields solutions to many data management problems faced by modern organizations. Client/Server Computing: An Introduction, features objective evaluations and details of Client/Server development tools, used operating system, database management system and its mechanism in respect of Client/Server computing and network components used in order to build effective Client/Server applications. vi Preface Last but not the least, this work is primarily a joint work with a number of fellow teacher who have worked with us. My parents, wife Meera, and our children, Akanksha and Harsh. I am particularly grateful to Dr. A. P. Singh, Principal, Udai Pratap Inter College, Varanasi; Dr. D. S. Yadav, Sr. Lecturer, Department of Computer Science and Engineering, IET, Lucknow; Dr. A. K. Naiyak, Director IIBM, Patna, former President of IT and Computer Science Section of Indian Science Congress Association; Prof. A. K. Agrawal, Professor and Ex-Head of Department,......

Words: 79055 - Pages: 317

Free Essay

Akuntansi Manajemen

...Metode Analisis system berjalan Pada metode ini, dilakukan identifikasi, dan persyaratan system, hasil analisis system, yang kemudian akan didokumentasikan dalam bentuk: 1. Mengidentifikasi proses bisnis, dan rich picture Hasil dari analisis digunakan sebagai masukan dalam perancangan sistem yang akan diusulkan - Metode Perancangan system E-Procurement Pada metode ini mengacu kepada penggunaan bahasa UML (Unified Modeling Language), yang akan didokumentasukan dalam bentuk : 1. Analysis Document 2. Problem Domain Analysis 3. Application Domain Analysis 1. E-Procurement E-procurement merupakan integrasi dan manajemen elektronik terhadap semua aktivitas pengadaan termasuk permintaan pembelian, pemberian hak pemesanan, pengiriman dan pembayaran antara pembeli dan pemasok. (Chaffey,2005, p.309) Menurut Turban et al (2010, p.290), e-procurement adalah proses pengadaan barang dan jasa untuk organisasi secara elektronik. E-procurement merupakan penggunaan teknologi berbasis web untuk mendukung proses procurement, termasuk permintaan, pencarian, kontrak, pemesanan, pembelian, pengiriman dan pembayaran. E-procurement adalah bentuk e-commerce untuk perantaraan produk dan jasa atau digunakan untuk tendering produk dan jasa antara perusahaan dengan pemasok. E-procurement kebanyakan diakses dari web oleh perusahaan-perusahaan besar......

Words: 3209 - Pages: 13

Free Essay

Manajemen Karir

...negatif). Karena itu karir ada yang baik, ada pula karir yang buruk. Ada perjalanan karir yang lambat, ada pula yang cepat. Tetapi, tentu saja semua orang mendambakan memiliki karir yang baik dan bila mungkin bergulir dengan cepat. Karir dapat diletakkan dalam konteks organisasi secara formal, tetapi karir dapat pula diletakkan dalam konteks yang lebih longgar dan tidak formal. Dalam kaitan arti yang terakhir ini, kita biasa mengatakan, misalnya, “karir si A sebagai pelukis cukup baik” dan si B mengakhiri karirnya di bidang politik secara baik”, dan sebagainya. Manajemen karir adalah proses pengelolaan karir pegawai yang meliputi tahapan kegiatan perencanaan karir, pengembangan dan konseling karir, serta pengambilan keputusan karir. Manajemen karir melibatkan semua pihak termasuk pegawai yang bersangkutan dengan unit tempat si pegawai bekerja, dan organisasi secara keseluruhan. Oleh karena itu manajemen karir mencakup area kegiatan yang sangat luas. Dalam penulisan ini tahapan yang akan dibahas adalah tentang perencanaan dan pengembangan karir. Perencanaan karir adalah perencanaan yang dilakukan baik oleh individu pegawai maupun oleh organisasi berkenaan dengan karir pegawai, terutama mengenai persiapan yang harus dipenuhi seorang pegawai untuk mencapai tujuan karir tertentu. Yang perlu digarisbawahi, perencanaan karir pegawai harus dilakukan oleh kedua belah pihak yaitu pegawai yang bersangkutan dan organisasi. Jika tidak, maka perencanaan karir pegawai......

Words: 5347 - Pages: 22

Free Essay

Manajemen Pemasaran

...Makalah Manajemen Pemasaran 20:11  ardy  5 Komentar BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh......

Words: 5246 - Pages: 21

Premium Essay

Manajemen

...the creation of performance dashboards, or comprehensive metrics, for each position is now not uncommon). The blizzard of data will have to be converted into information that is pertinent for each knowledge worker and executive. This will enhance the ability of managers to expand output per hour for both service and knowledge workers. Most important, management, to be effective, must obtain information external to the enterprise. Many, if not most, changes that have transformed enterprises have originated outside the specific industry of the enterprise. This information is not contained in the computers of organizations in a specific industry. Creating data networks and knowledge management systems will also be important in order to link databases and create direct access to relevant information across global supply chains. Information has to be organized to challenge a company’s strategy. It has to test the company’s assumptions, its theory of the business. This includes testing the company’s assumptions about the environment: society and its structure, the market, the customer, and technology. And information on the environment, where the major threats and opportunities are likely to arise, has become increasingly urgent. MANAGEMENT TASKS (CHAPTERS 9–11, 24–26, PART 9, CHAPTER 45) The five tasks of the manager are aimed at implementing the Theory of the Business. The effectiveness with which these tasks are carried out depends on the acquisition of managerial and personal......

Words: 243737 - Pages: 975

Free Essay

Manajemen Pemasaran

...TUGAS MANAJEMEN PEMASARAN CASE: PT. MULTISTRADA ARAH SARANA 1. Apakah Ekspansi menjadi pilihan tepat bagi PT. Multistrada Arah Sarana ? Berikan analisa 4C untuk membantu keputusan anda. Menurut kami, tindakan PT. Multistrada untuk melakukan ekspansi tidak tepat. Dengan melihat potensi pasar yang besar dan tantangan dari para competitor, seharusnya perusahaan mampu memanfaatkan potensi dan mengatasi tantangan dan hambatan yang ada, dalam rangka memperkuat pondasi perusahaan agar dapat bertahan dalam jangka waktu yang lama. Pada kenyataannya, PT. Multistrada tidak memanfaatkan peluang tersebut, sehingga kami menyimpulkan bahwa PT. Multistrada belum siap untuk melakukan ekspansi. Pengalaman menunjukkan perusahaan yang tidak mempersiapkan dengan serius dan matang, berakibat kepada overexpansion dan akhirnya tutup. Yang paling utama, yang perlu dilakukan perusahaan sebelum ekspansi adalah membangun brand terlebih dahulu terutama di pasar lokal, walaupun harus mengeluarkan biaya yang besar, namun sepadan dengan hasil jangka panjang yang diperoleh, mengingat ketatnya persaingan kualitas dan harga. Konsekuensi dari ekspansi adalah kapasitas produksi harus memiliki utilitas maksimal, yang berarti tiap tahun tidak boleh terjadi penurunan penjualan. Biaya ekspansi yang besar menuntut tingkat pengembalian yang besar pula. Sebelum mengatasi tantangan yang lebih besar setelah ekspansi, perusahaan harus bisa mengatasi tantangan dan hambatan yang ada saat ini (tidak......

Words: 1139 - Pages: 5

Free Essay

Manajemen

...penyeleksian karena tak ada satupun bentuk atau standar yang baku dari pelamar. Namun ada teknik yang lebih objektif, yaitu meningkatkan keabsahan proses penyeleksian. Bentuknya antara alin jika proses penyeleksian dikelola dengan baik dan dengan dukungan administrasi dari komputerisasi yang canggih, maka karyawan baru akan sanggup mencapai tujuan karir personil. Sementara perusahaan akan memperoleh manfaat dari karyawan yang produktif dan memuaskan. Jadi salah satu indikasi keabsahan adalah terwujudnya derajat rasa puas yang sama antara pelamar dan perusahaan. Hubungan antara Penyeleksian karyawan dan Fungsi-Fungsi MSDM D. Petujuk Manajemen Keputusan tentang proses rekrutmen dan penyeleksian sumber daya manusia/ karyawan baru merupakan hal krusial dari perusahaan. Berikut ini beberapa petunjuk manajemen bagaimana keputusan yang efektif diharapkan dapat dihasilkan perusahaan. 1. Manajer selain mempertimbangkan faktor-faktor eksternal dan internal dalam merekrut dan menyeleksi karyawan baru, juga perlu lebih khusus mempertimbangkan dimensi gender. 2. Manajer dapat meningkatkan kepuasan dan komitmen para kaaryawan dan memperkecil biaya perputaran karyawan dengan cara memberikan promosi dari kalangan karyawan perusahaan itu sendiri sejauh tindakan tersebut layak. 3. Peninjauan pekerjaan realistic dapat menyediakan para karyawan dengan harapan-harapan akurat, dan sebagai hasilnya perusahaan akan memperoleh manfaat dari meningkatnya kepuasan dan......

Words: 2131 - Pages: 9

Free Essay

Manajemen

...nKELOMPOK 10 KOMUNIKASI MANAJERIAL DAN TEKNOLOGI INFORMASI Disusun Oleh : 1. Arbima Anugrah 2. Aryanti Kurniasri 3. Utari Taebenu Mata Kuliah : Manajemen Dosen : Paul Eduard Sudjiman UNIVERSITAS ADVENT INDONESIA I Kata Pengantar Segala puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah dan masih memberikan berkat, kesehatan, dan kesempatan kepada kita semua, khususnya bagi kami sebagai penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya, yang disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen. Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terimakasih kepada pengarang buku atau artikel-artikel yang berhubungan dengan Komunikasi Manajerial dan Teknologi Informasi, yang telah membantu kami dengan tulisan-tulisan buku ataupun blognya. Serta kepada dosen mata kuliah Manajemen yang telah memberikan kesempatan untuk membuat makalah ini. Kami menyadari bahwa makalah ini masih sangat banyak kekurangan, baik dari segi inti masalah atau desain yang disusun. Oleh karena itu, kami dengan kerendahan hati memohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam makalah ini. Harapan kami, makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita semua mengenai Komunikasi Manajemen dan Teknologi Informasi agar dapat menjadi pedoman dalam kehidupan kita mendatang. Semoga bermanfaat. Tuhan memberkati. Bandung, April 2013 Penulis II Daftar Isi Kata Pengantar ...........................................................................

Words: 2405 - Pages: 10

Free Essay

Sistem Informasi Manajemen

...SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Basic Information Systems Concept Kelompok : 4 Feny Lestari ( 1320522044 ) Mirza A. Malik (1320522052) BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Perkembangan sistem informasi manajemen telah menyebabkan terjadinya perubahan yang cukup signifikan dalam pola pengambilan keputusan yang dilakukan oleh manajemen baik pada tingkat operasioanal maupun (pelaksana teknis) maupun pimpinan pada semua jenjang.perkembangan ini juga telah menyebabkan perubahan -perubahan peran dari para manajer dalam pengambilan keputusan, mereka dituntut untuk selalu memperoleh informasi yang paling akurat yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan. Perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan, khususnya dalam bidang pendidikan merupakan kegiatan manajerial yang pada hakikatnya merupakan proses pengambilan keputusan dan semua kegiatan tersebut membutuhkan informasi. Informasi yang dibutuhkan oleh para manajer, termasuk pengelola pendidikan, disediakan oleh suatu sistem informasi manajemen (SIM) yaitu suatu sistem yang menyediakan informasi untuk manajer secara teratur. Informasi ini dimanfaatkan sebagai dasar untuk melakukan pemantauan dan penilaian kegiatan serta hasil yang ingin dicapai. Sistem Informasi Manajemen sekarang tidak lagi berkembang dalam bidang usaha saja, tapi sudah digunakan dalam berbagai bidang, dari mulai pendidikan, kedokteran, indistri, dan masih banyak lagi. Ini menandakan bahwa Informasi yang akurat dan......

Words: 2439 - Pages: 10

Free Essay

Database

...transformation processes. In actual sense, relational database offers a solution to this menace. Data organization, keeping, storage, and retrieval among other essentials can easily be realized by adopting relational data management model. In this kind of model, tables are made use of in such a way that data items are formally described and organized according to their level of relations. The data item contained in a given table represents a relation. I am convinced beyond reasonable doubt that through the use of relational database model, an organization can be able to effectively manage their wide range of information encountered on a daily basis. Relational database model offers a more efficient means of managing data. Some of the huge benefits are discussed as follows. A relational database is a collection of relations or tables. The rows of a table in a relational database are known as tuples and each column of a table is called an attribute. By definition, a relation becomes a set of tuples having the same attributes. Operations, which can be performed on the relations are select, project and join. The join operation combines relations, the select queries are used for data retrieval and the project operation identifies attributes. The information oif the organization can be captured, manipulated, managed, and shared, and the value the database brings to the organization is immense. The advantages of a relational database are that they contribute to sound logical......

Words: 554 - Pages: 3

Free Essay

Manajemen Strategik

...majalah. Dengan memiliki percetakan sendiri majalah Hidayatullah tidak perlu bergantung kepada pihak lain dan dapat menghemat biaya cetak. Oleh karena itu kami berikan bobot 0.11 dengan rating 4 karena para pesaing tidak ada yang memiliki percetakan sendiri. 4. Konsumen yang loyal Dalam semua industri faktor konsumen yang loyal sangat penting oleh karena itu kami beri bobot cukup besar yaitu 0,16. Majalah Hidayatullah unggul dalam hal ini dibanding pesaing dikarenakan konsumen pada suara hidyatullah kebanyakan tergabung dalam ormas hidyatullah sendiri, sehingga kami beri rating 4. 5. Pengalaman Manajemen Hidayatullah telah ada sejak tahun 1988 dan masih terus berkembang sampai saat ini. Dalam masa 1988 sampai sekarang banyak majalah islam lain yang berdiri namun kemudian tutup karena tidak bisa bersaing. Oleh karena itu kami menganggap penting faktor pengalaman manajemen sehingga kami beri bobot 0,13. Hidayatullah merupakan majalah yang tertua dibandingkan Sabili dan Alkisah. * Kelemahan Majalah Suara Hidayatullah 1. Harga Persaingan harga dalam industri majalah islam bukanlah hal yang sangat penting karena masing-masing majalah islam mempunyai pelanggan yang loyal dan perbedaan harga juga tidak terlalu signifikan antara majalah yang satu dengan yang lain. Karena itu kami berikan bobot 0.08. Jika dibandingkan dengan pesaing, harga majalah Hidayatullah ada di atas Sabili dan di bawah Alkisah, karena itu kami beri rating 3. 2. Hadiah Pemberian......

Words: 2531 - Pages: 11

Free Essay

Database

...1.1 Define the following terms: data, database, DBMS, database system, database catalog, program-data independence, user view, DBA, end user, canned transaction, deductive database system, persistent object, meta-data, and transaction-processing application. • Data merupakan satu satuan informasi yang akan diolah dimana sebelum diolah dikumpulkan di dalam suatu file database. Pengumpulan data dilakukan secara sistematis menurut struktur file database. • Database merupakan kumpulan data yang terkait satu sama lain. Atau sekumpulan data yang terintegrasi yang diorganisasi untuk memenuhi kebutuhan pemakai untuk keperluan organisasi. • Dalam database pastinya mengenal istilah DBMS (Databse Management System) yang mana merupakan suatu koleksi dari program yang mana pengguna bisa mengcreate dan memaintain suatu database. Dalam DBMS terdiri atas proses-proses yang harus dilakuka nyaitu defining, constructing, manipulating dan sharing. Komponen-komponen DBMS yaitu terdiri atas hardware, software, data, prosedur, people. Fungsi dari defining yaitu DBMS harus dapat mengolah pendefinisian data. Fungsi dari manipulating DBMS harus dapat menangani permintaan-permintaan dari pemakai untuk mengakses data. Fungsi dari constructing yaitu DBMS harus mengontrol proses pengiriman data ke penyimpanan medium. Fungsi dari sharing yaitu database memperbolehkan banyak orang dan program untuk mengakses database. • Meta data: informasi terstruktur yang bertujuan untuk mendeskripsikan,......

Words: 1618 - Pages: 7

Free Essay

Sistem Informasi Manajemen

...Aplikasi Bisnis Fungsional Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Dosen: Disusun oleh: Magister Akuntansi 2015 1. Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen (SIM) Konsep ini menuntut suatu kajian dari beberapa konsep atau gabungan konsep yang menjembatani konsep secara keseluruhan. Konsep tersebut meliputi: a) Konsep sistem Sistem berasal dari bahasa Latin systēma atau bahasa Yunani sustēma yang berarti suatu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi, atau energi. Sistem juga merupakan kesatuan bagian-bagian yang saling berhubungan yang berada dalam suatu wilayah serta memiliki item-item penggerak. Menurut John Mc Manama (2012), sistem adalah sebuah struktur konseptual yang tersusun dari fungsi-fungsi yang saling berhubungan yang bekerja sebagai suatu kesatuan organik untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan secara efektif dan efisien. Karekteristik Sistem Jogianto (2012) dalam bukunya mengemukakan sistem mempunyai karekteristik atau sifat-sifat tertentu, yakni : 1). Komponen Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. 2). Batasan sistem. Batasan sistem......

Words: 9697 - Pages: 39

Free Essay

Pendekatan Manajemen

...MANAJEMEN PEMASARAN (PMS230) Kelas G Oleh : 1. Monica Putri Kristanti / 2. Windu Ardhanari Manurung / 140321330 3. Fransiska Natalia Stefanny / 140321337 Semester Ganjil 2015/2016 FE UAJY 1.   Pendekatan Mekanis * Mekanisasi (otomatisasi) : mengganti tenaga kerja manusia dengan mesin * Pertimbangannya : ekonomis, kemanusiaan, efektif dan kemampuan lebih besar dan lebih baik * Keuntungannya : pekerja semakin terampil dan efektifitas semakin besar * Kelemahannya : pekerjaan membosankan para pekerja, mematikan kreatifitas dan kebanggaan mereka akan pekerjaannya Masalah yang timbul karena pendekatan mekanis : a. Pengangguran teknologis Mekanisasi berarti bahwa pekerjaan yang dilaksanakan dengan metode padat karya menjadi metode utama modal. Penggantian metode kerja ini akan mengakibatkan banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya, sebab tenaga satu mesin dapat mengganti pekerjaan dari banyak orang. Misalnya, menghitung bunga kredit rekening Koran secara manual dilakukan oleh 10 orang pekerja, pekerjaan ini akan dapat dilakukan hanya dengan satu computer dengan hasil lebih baik dan lebih cepat, sedangkan computer tadi hanya butuh dioperatori oleh satu orang saja. Jadi,akan menimbulkan 9 orang yang akan menganggur dan penganggur inilah yang disebut penganggur teknologis. Namun, moderenisasi ini tidak perlu ditakuti karena secara makro ekonomis pendapatan nasional semakin besar yang berarti semakin banyak proyek yang akan dibuka dan......

Words: 524 - Pages: 3

Free Essay

Manajemen Keuangan Lanjutan

...Saham, perusahaan yang membeli dapat berurusan langsung dengan pemegang saham perusahaan yang dibeli dengan melakukan tender offer sehingga tidak diperlukan persetujuan manajemen perusahaan. c. Karena tidak memerlukan persetujuan manajemen dan komisaris perusahaan, akuisisi saham dapat digunakan untuk pengambilalihan perusahaan yang tidak bersahabat (hostile takeover). d. Akuisisi Aset memerlukan suara pemegang saham tetapi tidak memerlukan mayoritas suara pemegang saham seperti pada akuisisi saham sehingga tidak ada halangan bagi pemegang saham minoritas jika mereka tidak menyetujui akuisisi (Harianto dan Sudomo, 2001, p.643-644). * Kekurangan Akuisisi Kerugian-kerugian akuisisi saham dan akuisisi aset sebagai berikut : a. Jika cukup banyak pemegang saham minoritas yang tidak menyetujui pengambilalihan tersebut, maka akuisisi akan batal. Pada umumnya anggaran dasar perusahaan menentukan paling sedikit dua per tiga (sekitar 67%) suara setuju pada akuisisi agar akuisisi terjadi. b. Apabila perusahaan mengambil alih seluruh saham yang dibeli maka terjadi merger. c. Pada dasarnya pembelian setiap aset dalam akuisisi aset harus secara hukum dibalik nama sehingga menimbulkan biaya legal yang tinggi. 2. syarat melakukan merger : 1. melihat Kondisi keuangan masing-masing 2. Kecukupan modal. 3. Manajemen (Pengelolaan), baik sebelum atau sesudah merger. 4. memperhitungkan Manfaat bagi konsumen. 3. Alasan-alasan Melakukan Merger dan Akuisisi Ada beberapa alasan......

Words: 529 - Pages: 3