Free Essay

General Business Environment: Social

In: Business and Management

Submitted By skdhamayanti
Words 2948
Pages 12
TOPIKAL PAPER

Social Environment
ANALISIS PENGARUH SOCIAL ENVIRONMENT TERHADAP
PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS HASNUR GROUP

Pengajar:

Avin Fadilla, M.Si., Dr.

Sylvia Kartika Dhamayanti
14/374749/PEK/19866

EKSEKUTIF B ANGKATAN 28 C

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
JAKARTA
2015

I. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Dalam dunia bisnis, para pelaku bisnis yang terjun di dalamnya tidak dapat menghindari permasalahan ketidakpastian yang bisa ditimbulkan dari berbagai hal.
Bisnis sebagai suatu entitas, terbentuk di tengah-tengah lingkungan bisnis, yang secara otomatis akan berusaha beradaptasi dengan lingkungannya melalui cara-caranya dalam bertindak agar dapat diterima. Kemampuan beradaptasi organisasi akan menentukan kesuksesan atau kegagalan suatu bisnis. Salah satu aspek dari lingkungan bisnis adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial mempunyai arti yang sangat penting dalam dunia bisnis. Apabila kondisi lingkungan sosial kondusif (mendukung), maka kondisi tersebut akan mendorong pelaku bisnis untuk melakukan investasi pada lingkungan yang dirasakannya sesuai. Namun jika yang terjadi kondisi sebaliknya, maka organisasi harus lebih berhati-hati dalam mempertimbangkan keputusannya untuk berinvestasi.
Lingkungan sosial sangat mempengaruhi seorang pebisnis dalam menciptakan peluang usaha.

Pebisnis yang jeli akan melihat peluang bisnis berdasarkan faktor sosial

yang ditemukan dalam masyarakat untuk dapat menciptakan usaha.

Apabila peluang

bisnis ini dapat ditangkap oleh pebisnis dengan tepat, keuntungan usaha akan berada tepat di depan mata, dunia usahapun akan berkembang pesat.
Dari uraian diatas, peluang bisnis dapat diciptakan dengan memasukkan lingkungan sosial sebagai salah satu faktor keberhasilan.

Kejadian seperti bencana alam,

meningkatnya kemiskinan masyarakat, merupakan problematika sosial yang memiliki implikasi pada dunia binis.

Lingkungan sosial merupakan salah satu lingkungan yang

berpengaruh kuat terhadap aktivitas bisnis, yang akan menentukan apakah bisnis tersebut akan berhasil atau tidak.

1.

Profil Perusahaan
HASNUR GROUP merupakan suatu grup kegiatan usaha yang didirikan oleh

seorang pengusaha asli Kalimantan sejak tahun 1966. Kegiatan usaha Hasnur Group yang dimulai dari angkutan sungai, galangan kapal, pembuatan pal dan kontraktor kehutanan terus tumbuh dan berkembang ke berbagai sector usaha, antara lain di bidang Forestry,

Pertambangan batubara, dan bijih besi, pelabuhan khusus, agrobisnis, media dan percetakan, dan transportasi.
Hasnur Group memiliki visi: Membangun perusahaan-perusahaan di bawah naungan Hasnur Group yang berkelanjutan secara mandiri dengan reputasi internasional, yang membawa kebanggaan bagi seluruh pemangku kepentingannya (stakeholders) dan memberikan kontribusi kepada perbaikan untuk masyarakat, bangsa dan dunia.

Dan

misi:


Menyediakan kesempatan yang sama untuk setiap orang mengembangkan potensinya dalam semangat kebersamaan



Mengoptimalkan nilai dari potensi ekonomis dengan tetap memelihara kelestarian lingkungan 

Menciptakan kesempatan kerja



Menerapkan good corporate governance dengan konsisten



Memberikan komitmen terhadap tanggung jawab social

II. PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut, makalah ini disusun untuk mengetahui apakah pengaruh lingkungan social terhadap pengambilan keputusan bisnis Hasnur Group ?

III. Kajian Literatur
Beberapa dasar teori yang berhubungan dengan judul dan permasalahan akan dikemukakan disini.
Lingkungan sosial merupakan aspek-aspek dari interaksi manusia melalui kelompok, apakah itu dekat ataupun jauh, yang dapat berpengaruh pada kelangsungan dan pertumbuhan perusahaan (Ancok, 2009).
Interaksi sosial tidak akan terjadi bila tidak memenuhi dua syarat, yaitu:
1. adanya kontak sosial (social contact) dan
2. adanya komunikasi (communication).
Menurut para ahli sosial, bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerjasama
(cooperation), persaingan (competition), akomodasi (accomodation), dan dapat juga berbentuk pertentangan (conflict).

Empat cara untuk menyikapi dampak perubahan lingkungan sosial terhadap aktivitas bisnis (Ancok, 2009).
1. perubahan lingkungan sosial secara alamiah menimbulkan peluang maupun ancaman terhadap aktivitas bisnis.
2. perubahan lingkungan sosial merupakan faktor penentu untuk membuat keputusan berinvestasi. 3. perubahan lingkungan sosial mempengaruhi keputusan organisasi untuk menjalankan bisnis di lokasi tertentu.
4. perubahan menuntut organisasi untuk menerapkan cara berpikir baru dalam menjalankan bisnis.

Eskalasi Konflik dalam lingkungan social terjadi karena:
1. Adanya perasaan “deprivasi” (kehadiran perusahaan lain mengambil sumberdaya ekonomi, lahan, isi perut bumi) tanpa adanya kompensasi yang layak (menurut persepsi mereka).
2. Adanya provokator (preman, tokoh politik, dan pihak lain yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi / kelompok tertentu.
3. Adanya insiden pribadi (benturan pribadi) yang digeneralisasikan menjadi bentturan kelompok.
4. Kondisi konflik lebih mudah meledak kalau sudah pernah terjadi konflik sebelumnya: 1) Intensitas korban (jumlah yang meninggal, luka-luka)
2) Kerugian harta benda
3) Frekuensi terjadinya konflik sebelumnya beserta intensitas korban jiwa dan kerugian harta.
Upaya preventif mengatasi konflik:
1. Adanya kebijakan (policy) perusahaan yang menugaskan semua karyawan di lokasi operasi sebagai ‘duta’ perusahaan yang berkewajiban membangun persahabatan. 2. Adanya kebijakan bahwa kemajuan perusahaan diukur dari kemajuan kehidupan masyarakat.
3. CSR bukan kompensasi terhadap ekploitasi SDA tetapi adalah Pemberdayaan
Masyarakat (Com Dev) yang berkelanjutan. Di saat perusahaan sudah berhenti beroperasi di wilayah, masyarakat sudah bisa hidup mandiri dan kemakmurannya meningkat.
4. Menghargai budaya lokal yang baik dan melestarikannya seperti kesenian.
Tidak mengganggu tempat yang dianggap keramat.

Memperbaiki dan

memperindah lokasi pekuburan atau tempat yang dimuliakan masyarakat.
5. Kalau masyarakatnya religius , akan besar manfaatnya kalau mengundang tokoh agama yang terkenal untuk beri ceramah.
6. Membangun hubungan baik dengan tokoh yang bisa menjadi mediator yang berpengaruh dalam masayarakat yang bisa menjadi penengah bila ada konflik.
7. Membangun persahabatan dengan mendekatkan diri dengan kelompok masyarakat jauh-jauh hari sebelum ada konflik (upaya preventif).
8. Ikut dalam kegiatan masyarakat, dan memposisikan diri sebagai karyawan yang mencari nafkah lewat perusahaan (bukan sebagai pejabat yang ditugasi).
9. Memahami peta kekuatan masyarakat, termasuk pemahan kelompok yang terlibat dalam konflik, atau ketidak sefahaman.
10. Memahami siapa tokoh yang berpengaruh pada masyarakat dan membangun persahabatan. 11. Selalu antisipatif terhadap apa yang terjadi dalam masyarakat (berperilaku seperti intel).
Munculnya multigenerasi dalam angkatan kerja mempengaruhi secara signifikan kinerja perusahaan. Istilah generasi Y dan generasi-generasi sebelumnya (gen-X dan Baby

Boomers) adalah istilah ilmu demografi yang dikaitkan dengan ciri psiko-sosial-budaya.
Urutan generasi sebagai berikut:
1.

Generasi baby boomers menginginkan dunia yang tertib dan stabil, tidak menyukai perubahan bila tidak perlu, rujukan utama adalah nasionalisme dan menyukai perang.

2.

Generasi X anti kemapanan dengan mindset perubahan adalah keharusan bukan pengecualian, mencari budaya alternative, rujukan utama adalah kelompok, perusahaan, trans-nasionalisme, anti perang

3.

Generasi Y muncul bersamaan dengan era teknologi informasi yang makin canggih, murah dan terjangkau semua orang, rujukan utama: diri sendiri (individualistic) dan jaringan maya, generasi autis.

Ciri Generasi Baby boomers:
1. Setia kepada perusahaan
2. Focus pada hubungan, hasil kerja, hak dan keterampilan
3. Mencari pekerjaan yang stabil dan peluang karir
4. Tidak keberatan dengan gaya manajemen yang memberi perintah dan mengendalikan, menghargai umpan balik.
5. Tipe kepribadian: banyak akal, individualistic, mengandalkan diri sendiri, tidak percaya kekuasaan
Ciri Generasi X:
1. Sering pindah kerja, cepat minta berhenti kalua tidak puas pada karir atau budaya perusahaan 2. Lokasi dan jadwal kerja flexible, suka bepergian dalam kerja, untuk mendapatkan kehidupan kerja yang seimbang.
3. Perusahaan yang melibatkan kegiatan social, komunitas, gaul
4. Butuh mentor dan supervisor untuk mendorong karir
5. Tipe kepribadian: Optimis, percaya diri, social, tanggung jawab social, saat liburan hindari kerja.
Ciri Generasi Y:
1. Sering ganti kerja, terus cari kerja yang bisa memberi apa yang mereka mau
2. Lingkungan kerja yang mendorong dan santai. Tempat dan waktu kerja yang sangat fleksibel
3. Menghindari perusahaan yang birokratik, terlalu ketat budaya dan etikanya

4. Membutuhkan dorongan (hak, reward, promosi). Tidak suka pengarahan.
5. Tipe kepribadian: individualistic, berpikir mandiri.

IV. Pembahasan
Faktor eksternal lingkungan sosial sudah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari suatu bisnis.

Hal ini dialami oleh Hasnur Group pada saat akan membangun

Pelabuhan Khusus Angkutan Batubara di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
Penolakan masyarakat yang cukup keras karena akan adanya bisnis yang akan mengambil lahan mereka. Penduduk khawatir dengan adanya pelabuhan tersebut mereka akan sulit untuk melakukan aktivitas mereka sehari-hari untuk mencari nafkah.

Sementara

perusahaan melihat lokasi tersebut merupakan daerah yang potensial untuk dibangun pelabuhan karena berada di tengah-tengah area pertambangan batubara, disamping aksesnya yang dekat dengan Sungai Barito yang sangat luas.
Pendekatan dilakukan kepada masyarakat secara intens dan personal. Ketika ada beberapa penduduk yang menyetujui untuk menjual lahannya kepada perusahaan, ada sekelompok penduduk yang tidak puas dan berusaha mempengaruhi penduduk lainnya untuk menolak pembangunan, mereka melakukan berbagai macam cara untuk menghambat pembangunan yang sedang dilakukan.

Mereka tidak puas, karena lokasi

tanahnya tidak masuk dalam daerah yang akan dibeli perusahaan. Perusahaan kemudian mengerahkan top level manajemennya untuk melakukan komunikasi dengan sekelompok masyarakat yang menolak tersebut untuk memberikan pandangan bahwa dengan adanya pelabuhan tersebut akan membuka lapangan kerja bagi penduduk sekitar, taraf hidup mereka akan terangkat dengan adanya usaha tersbut. Penduduk dapat mengembangkan usaha kecil untuk mendukung bisnis perusahaan dengan cara membuka warung misalnya.
Lambat laun penduduk akhirnya memahami dan membuka diri untuk menerima pembangunan tersebut. Keunggulan dari Hasnur Group adalah pemiliknya merupakan putera daerah Kalimantan Selatan yang sangat memahami karakteristik penduduk
Kalimantan Selatan.

Saat ini Hasnur Group sedang menjajaki untuk membuka unit

usaha baru yaitu menyediakan pasokan energi untuk wilayah Kalimantan dengan membangun power plant. Berdasarkan pengalaman pada saat pembangunan Pelabuhan

menangani permasalahan sosial, Hasnur Group membentuk suatu direktorat khusus yang bernama GRCDS (Government Relation, Community Development and Securities).
Direktorat ini yang akan melakukan hubungan dengan masyarakat dan pemerintah terkait komunikasi pengurusan pembebasan lahan dan perijinan pembangunan.

Masyarakat

Kalimantan Selatan mengeluhkan keterbatasan pasokan listrik di wilayahnya, sehingga harus mengalami pemadaman listrik secara bergilir.

Hasnur Group menaruh perhatian

besar atas keterbatasan pasokan listrik di Kalimantan pada umumnya dan Kalimantan
Selatan pada khususnya, diharapkan dengan adanya unit bisnis power plant ini dapat mencukupi kebutuhan pasokan listrik bagi masyarakat di Kalimantan.
Dunia usaha menghadapi adanya fenomena munculnya angkatan kerja generasi Y atau generasil millennial, demikian juga Hasnur Group. Karyawan Hasnur Group terdiri dari 3 angkatan kerja yaitu baby boomers, generasi X dan generasi Y. Generasi Y adalah mereka yang lahir di tahun 1981 sampai dengan tahun 1999.

Perilaku mereka sangat

berbeda dengan perilaku generasi sebelumnya yaitu Baby boomers (lahir di tahun 1946 sampai 1964) dan generasi X (lahir di tahun 1965 sampai 1980). Baik disadari ataupun tidak, munculnya generasi ini dalam angkatan kerja perlu dicermati oleh manajemen
Sumber Daya Manusia agar dapat memahami dan mengelola generasi Y ini dengan tepat.
Setiap generasi mempunyai kepercayaan, nilai, budaya, perspektif, minat, dan keahlian/kompetensi terhadap kehidupan dan pekerjaan yang berbeda.

Perbedaan ini

dapat menjadi asset perusahaan jika dapat dikelola secara tepat, tetapi sebaliknya dapat menjadi bumerang yang akan berdampak pada penurunan kinerja karyawan karena tidak terjalinnya hubungan kerjasama yang baik antara generasi.
Memahami perbedaan antara generasi adalah fundamental dalam membangun sukses di tempat kerja yang terdiri dari multigenerasi. Untuk setiap generasi ada pengalaman tertentu yang menjadi ciri khas preferensi, harapan, keyakinan dan gaya kerja. Executive Office, Talent Management Team United Nations Joint Staff Pension

Fund New York Secretariat Headquarters memandang pentingnya untuk memahami perbedaan mutigenerasi dan bagaiman mengatasi kesenjangan generasi di tempat kerja.
Hal ini diwujudkan dengan cara membuat penelitian yang mendeskripsikan secara singkat dari setiap generasi dan pengalaman sosial ekonomi mereka, bagaimana mereka mempengaruhi dunia kerja dan bagaimana gaya kepemimpinan mereka dapat dilihat pada lampiran 1, 2, 3 dan 4.

Sementara generasi X dan Y di Indonesia banyak dipengaruhi

oleh berbagai peristiwa sebagai berikut:

Sumber: Andiyasari dan Pitaloka (2010)

Berbagai peristiwa yang terjadi di Indonesia mempengaruhi karakteristik dari generasi X & Y di tempat kerja seperti pada table berikut:

Sumber: Ethics Resource Center (2009)

Tidak dapat dielakan lagi bahwa perkembangan perusahaan akan berada di tangan generasi Y di masa mendatang.

Manajemen yang saat ini didominasi oleh Generasi X

harus merubah gaya kepemimpinan yang tradisional yang bertindak hanya sebagai pengalokasi sumber daya dan pengawas kerja saja. Generasi Y memiliki sejumlah sifat, seperti sangat percaya diri, suka tampil, ambisius, yang sering kali menimbulkan efek samping: sulit diatur. Mereka bukan tipe yang manut-manut saja, tetapi selalu membutuhkan nalar dari setiap tindakan, untuk dicocokkan dengan nalar mereka sendiri.
Mereka bukan tipe yang mengikuti seseorang hanya karena senioritas ataupun jabatan.
Mereka perlu merasa melakukan sesuatu atas dorongan inisiatif sendiri, bukan karena disuruh. Dalam darah mereka mengalir kebutuhan untuk membuktikan diri bahwa

mereka bisa. Karena keinginan berprestasi sudah ada dari sananya (alami), bagi mereka, tugas manajemen (perusahaan) adalah menciptakan sebuah lingkungan agar dapat berprestasi maksimal.
Pemimpin yang dibutuhkan oleh generasi Y adalah sosok yang dapat menjadi coach/mentor bagi perkembangan kemampuan dan karirnya. Pengertian menjadi coach disini adalah bertindak sebagai motivator, problem solver, inspiratory, sekaligus pengarah aktivitas kerjanya.

Hubungan kerja generasi X dan Y tidak lagi merupakan

hubungan vertical antara atasan dan bawahan tetapi merupakan hubungan horizontal, dalam arti menjadi teman berdiskusi masalah pekerjaan dan pribadi.

Generasi X

diharapkan untuk lebih fleksibel, tidak menjadi pengawas kerja yang kaku.

Dengan

memberikan kepercayaan dalam bekerja, generasi Y akan lebih termotivasi dan lebih produktif. Generasi X diharapkan dapat menciptakan situasi kerja yang dapat

mengakomodasi kekurangan dan kelebihan dari karakter generasi Y.

Manajemen juga

sebaiknya jeli menangkap keinginan generasi Y yang sangat menyukai tantangan dan pengalaman baru.
Terkait lingkungan sosial dalam dunia usaha, perlu juga memperhatikan kelompok sosial dan gaya hidup dalam masyarakat. Kelompok-kelompok dan gaya hidup yang berkembang dalam masyarakat ini, tentu menentukan keberlangsungan bisnis, sebagai suatu proses yang tidak pernah lepas dari lingkungannya.

Dampak dan

pengaruh dari lingkungan sosial terhadap dunia bisnis ini harus menjadi perhatian para pebisnis dalam menjalankan usahanya.

Sebaliknya, dunia usaha pun juga memiliki

dampak dan pengaruh terhadap lingkungan sosial. Dampak dari dunia usaha banyak

mempengaruhi kehidupan masyarakat secara umum baik langsung maupun tidak langsung. Baik masyarakat dimana industri tersebut berdiri, maupun masyarakat luas pada umumnya sebagai aliran distribusi dan target pemasaran produk.

Dengan makin

berkembangnya jaringan informasi dan teknologi maka makin terbukalah gerbang globalisasi dan makin kaburlah batas-batas antara negara dan antar masyarakat.
Globalisasi membawa pengaruh yang besar dalam kehidupan sosial masyarakat di
Indonesia.

Informasi dan teknologi yang masuk tanpa batas merupakan faktor-faktor

yang mendukung dalam dunia bisnis. Sehingga dengan berkembangnya kedua hal tersebut maka berkembang juga dunia bisnis yang ada di Indonesia.
Berdasarkan analisa diatas maka perubahan sosial masyarakat memunculkan peluang bisnis bagi Hasnur Group: o Kesadaran masyarakat yang menganggap keterbatasan pasokan listrik di Kalimantan sudah mengganggu aktivitasnya merupakan momentum yang sangat tepat bagi perusahaan untuk mengambil peluang membuka unit usaha baru power plant yang menyediakan pasokan listrik di Kalimantan. o Faktor eksternal (teknologi, isu-isu social budaya, politik dll) mendorong terjadinya segmentasi antara satu generasi dengan generasi berikutnya. o Adanya multigenerasi yang dipicu kehadiran generasi Y, merupakan waktu yang tepat untuk mencari tenaga kerja bertalenta tinggi dengan cara mengadopsi sistem pengelolaan manajemen manusia terpadu yang mengintegrasikan budaya perusahaan, perencanaan karier dan program mentoring & succession planning guna kesinambungan bisnis perusahaan.
Sedangkan ancaman yang akan dihadapi oleh perusahaan akibat adanya perubahan sosial yaitu : o Apabila pada kesempatan pertama perusahaan gagal menjalin komunikasi dengan masyarakat yang berada di sekitar lokasi tempat usaha yang akan dirintis, akan diperlukan waktu yang panjang dan memakan banyak biaya untuk melakukan pada kesempatan lainnya. o Apabila kesenjangan multigenerasi ini tidak segera ditangani dengan cepat dan tepat akan berpotensi mengganggu kinerja perusahaan.

o Apabila manajemen tidak mengubah gaya kepemimpinannya ketika berhadapan dengan generasi Y, maka generasi Y tidak akan bertahan lama di dalam perusahaan.
Hal ini akan mempersulit regenerasi di perusahaan karena angkatan kerja saat ini adalah generasi Y, yang memiliki karakteristik yang sama.

Strategi mengatasi kesenjangan antar generasi
a. Menjalin komunikasi yang kuat sebagai alat untuk membuka diri/memperluas pergaulan, meningkatkan kesadaran diri, etika bersosialisasi, mendorong perdamaian dan meredam konflik, mengatasi sikap acuh antar generasi. Berhatihati berkomunikasi karena setiap generasi memiliki gaya bicara dan pola tanggap yang berbeda yang bisa mengakibatkan kesalahpahaman, misinterpretasi bahkan konflik di lingkungan kerja.
b. Organisasi harus mengedepankan pentingnya learning, sehingga tercipta Learning antar anggota organisasi, melalui forum-forum yang memungkinkan learning dalam organisasi.

Dengan learning, generasi yang lebih tua akan mampu berbagi

knowledge yang penting terkait pekerjaan kepada generasi yang lebih muda.
Proses learning dapat dilakukan dengan cara memadukan generasi tua dan muda dalam satu tim kerja.

sehingga mereka akan menjalin kerjasama untuk

melaksanakan pekerjaan, yang dapat memperlancar komunikasi dan mendorong learning antara keduanya.
c. Toleransi yang tinggi, saling menghormati dan menghargai antara satu dengan yang lain. diwujudkan dengan toleransi yang tinggi berkaitan dengan kelemahan yang dimiliki masing-masing generasi sehingga tercipta knowledge sharing.

V. PENUTUP
1. Perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat berdampak terhadap keberlangsungan bisnis.

Dari perubahan sosial yang terjadi memunculkan

peluang dan ancaman tersendiri bagi Hasnur Group dalam usahanya melakukan investasi baru.
2. Para manajer perlu melakukan perubahan pendekatan dalam mengelola tenaga kerja generasi X untuk menghasilkan kinerja yang optimal bagi perusahaan.

3. Para pemimpin (Generasi X) harus dapat berperan sebagai coach/mentor bagi perkembangan kemampuan dan karirnya untuk menjawab tantangan perubahan generasi, yang bertindak sebagai motivator, problem solver, inspiratory, sekaligus pengarah aktivitas kerjanya.

Hubungan kerja generasi X dan Y merupakan

hubungan horizontal, dalam arti menjadi teman berdiskusi masalah pekerjaan dan pribadi. 4. Generasi X diharapkan lebih fleksibel dengan memberikan kepercayaan dalam bekerja dan menciptakan situasi kerja yang dapat mengakomodasi segala kekhawatiran dan keinginan, sehingga generasi Y akan lebih termotivasi dan lebih produktif. 5. Perlu

dibuat

suatu

pengelolaan

manajemen

manusia

terpadu

yang

mengintegrasikan budaya perusahaan, perencanaan karier dan program mentoring
& succession planning untuk mengelola tenaga kerja bertalenta tinggi yang menyukai tantangan guna kesinambungan bisnis perusahaan.

DAFTAR PUSTAKA

Ancok. (2015). Sosial Environtment. Materi Kuliah GBE. MM UGM
Ancok. (2015). Sosial Change and Business: How To Manage Generation Y. Materi
Kuliah GBE. MM UGM
Ancok. (2015). Lingkungan Sosial Dan Pengaruhnya Pada Bisnis. Materi Kuliah GBE.
MM UGM
Avin Fadilla Helmi (2015). Intoduction to Human Behavior in the Macro Social
Environment. Materi Kuliah GBE. MM UGM
Sarlito W. Sarwono. (2012). Psychology At work: Y Generation At Work. Peran Ilmu
Psikologi Dalam Praktek Pengelolaan Sumber Daya Manusia Generasi Y. 5th
Psychology For Non Psychologist Conference, Bandung, Februari, 2012;
Talent Management Team United Nations Joint Staff Pension Fund. (2006).
Traditionalists, Baby Boomers, Generation X, Generation Y (and Generation Z)
Working Together: Overcoming Generational Gap In The Workplace. Executive
Office New York Secretariat Headquarters, 2006. http://www.markplusinstitute.com/who_we_are/detail_article/14 diakses pada tanggal 6
Oktober 2015

LAMPIRAN
Lampiran 1

Sumber: Talent Management Team United Nations Joint Staff Pension Fund

Lampiran 2

Sumber: Talent Management Team United Nations Joint Staff Pension Fund

Lampiran 3

Sumber: Talent Management Team United Nations Joint Staff Pension Fund
Lampiran 4

Sumber: Talent Management Team United Nations Joint Staff Pension Fund

Lampiran 5

Sumber: Talent Management Team United Nations Joint Staff Pension Fund…...

Similar Documents

Premium Essay

Social Environment

...was the relationship between tourism and social/environmental issues in Bali? Answer The relationship between the tourism and social environmental issues in Bali is that Tourism in Bali began when the Dutch marketed the island as a cruise destination during the 1920s. Initial visitors were expatriate artists, ethnologists, writers, and musician all of whom were influential in spreading information regarding Bali's unique culture and beautiful landscape and social environmental is that tourism was the island’s financial boon but it also was causing serious social and environmental problems. In general, environmental regulations in Bali were lacking since existing standards were not enforced and growth often was promoted to the detriment of the environment. 2. What government policies have affected Bali’s environmental status? Answer In Bali government regulations were insufficient since existing standards were not enforced and growth often was promoted to the detriment of the environment. Dredging projects rarely involved environmental impact studies or guaranteed protection of natural areas as required by law. Also there were common accusations of corruption in government agencies tasked with protecting the Island’s environmental resources. Due to major government deficiency in regulations for the environment, the lack of budgeting resources caused many citizens to loose faith in its ability or intent to protect Bali’s environment. 3. Do firms need to wait for......

Words: 264 - Pages: 2

Premium Essay

Cathay Pacific General Environment

...Analysis of Cathay Pacific Airlines General Environment Cathay Pacific was established in 1946 and is now the largest airline company in Hong Kong. It operates both passenger services and cargo services and operates in more than 30 countries throughout Asia, the Pacific, the Middle East, Africa, Europe and North America to more than 80 destinations. From Hong Kong, where its headquarter is based, Cathay operates 36 of their destinations in the Asia-Pacific region. Therefore the general environment in especially Hong Kong and the rest of the Asia-pacific region has an effect on Cathay Pacifics business procedure. The general environment is composed of factors that can have dramatic effects on a firm’s strategy and events and changes in the general environment can he hard to predict and even harder to control (Dess et al. 2012, p.87). The demographic segment of the general environment is the genetic and observable characteristics of a population (Dess et al. 2012, p. 87). Hong Kong’s population was in 2009 7.03 million. About 95% of the population are of Chinese descent. The majority are Taishanese, Chiu Chow, other Cantonese people, and Hakka. The remaining 5% of the population is non-ethnic Chinese people and consists of a South Asian population of Indians, Pakistanis, Neplaese, Vietnamese refugees, Europeans, Americans, Japanese and Koreans. This means that the population of Hong Kong consists of many different nationalities and in addition Hong Kong is one of the......

Words: 1059 - Pages: 5

Premium Essay

Business Environment

...What Is Business Environment? Meaning: - The term Business Environment is composed of two words ‘Business’ and ‘Environment’. In simple terms, the state in which a person remains busy is known as Business. The word Business in its economic sense means human activities like production, extraction or purchase or sales of goods that are performed for earning profits. On the other hand, the word ‘Environment’ refers to the aspects of surroundings. Therefore, Business Environment may be defined as a set of conditions – Social, Legal, Economical, Political or Institutional that are uncontrollable in nature and affects the functioning of organization. Business Environment has two components: 1. Internal Environment 2. External Environment Internal Environment: It includes 5 Ms i.e. man, material, money, machinery and management, usually within the control of business. Business can make changes in these factors according to the change in the functioning of enterprise. External Environment: Those factors which are beyond the control of business enterprise are included in external environment. These factors are: Government and Legal factors, Geo-Physical Factors, Political Factors, Socio-Cultural Factors, Demo-Graphical factors etc. It is of two Types: 1. Micro/Operating Environment 2. Macro/General Environment Micro/Operating Environment: The environment which is close to business and affects its capacity to work is known as Micro or Operating Environment. It consists of......

Words: 2497 - Pages: 10

Free Essay

The Legal, Social, and Econimc Environment of a Business

...Bachelors until I receive a my degree for Nursing specializing in Neonatal Nursing. I believe that this course in business will help me to venture out and know that I have the skills and knowledge to possibly start my own business at some point in time. I plan to take this course and learn as much as I can from it to better my business prospect of it. By attending AIU I found the library and the labs to be of much help. I also like the fact that the instructors have the kindness in their hearts to provide guides and labs and other resources to help us out with the assignments given. All in all I really like the help I am receiving and have received thus far from AIU on-line. Response to (legal, social, economic): Bolander states "A business operates within a legal framework that, for the most part, works. This legal framework has a long history and many reams of laws and regulations that will make your head spin. At some point, most companies will have to deal with some sort of legal issue related to their business. Don’t be afraid of this. I won’t lie. It’s scary when someone wants to sue your company but the legal system, for all it faults and issues, does provide a reasonable framework for resolving business disputes." References Bolander, Jarie. The Daily MBA. 2013. Retrieved from: disputes.://www.thedailymba.com/2010/03/31/topic-22-legal-aspects-of-business...

Words: 589 - Pages: 3

Free Essay

Legal, Social, and Economic Environments of Business

...Legal, Social, and Economic Environments of Business Tracy A. Cook American Intercontinental University Introducing a New Product The business environment consists of three ownership types. Sole proprietorship, partnerships (General and Limited), and corporations. Each will be discussed and defined. Each has its advantages and disadvantages. Both will be discussed. Introducing new products requires research, financing and learning the laws of business. I will also describe my new product and my decision will be discussed and why. INTRODUCING A NEW PRODUCT When starting a small business or introducing a new product there are three types ownership to consider. They are Sole Proprietorship, Partnership, and Corporation (Editorial Board, 2011). The first is sole proprietor. Which means the business is owned and operated by one person (or married couple that files taxes jointly). There are many advantages when considering this type, to include easy starting up and dissolving, complete control over decisions, and sole ownership of all profits. There are companies and corporations that started out as sole proprietorship. Wal-Mart (Editorial Board, 2011) started out this way and grew to be one of the biggest retail stores. Ebay was started by Pierre Omidyar (Director, Apr2006). In 1995 he set up a small internet site as an experiment. It quickly became one of the most popular sites on the...

Words: 657 - Pages: 3

Premium Essay

The General & Competitive Environment

...Strategic Management The General & Competitive Environment (Slides based on Chapters 2 and 3) Key concepts we will cover: • Analysing the General Environment – PEST analysis – Risk & Scenario Planning • Analysing the Competitive Environment – Porter’s 5 Forces model – Porter’s Strategic Group Analysis – Hypercompetition The General Environment • The external environment facing the organization consists of: • General environment • Competitive environment • The changes that occur in the general environment transcend organizations and industries • The competitive environment consists of the industry and markets in which an organization competes Some Interactions Between Businesses & Their Environment Customers Shareholders & Creditors National & Local Governments Media Suppliers Competitors Business Support Groups Wholesalers Public Opinion The Organisation Foreign Governments Social Activist Groups Local Communities Employees Adapted from K Davis & W C Frederick “Business and Society: Management, Public Policy, Ethics”, 5th Edition, McGraw-Hill, 1984 The General Environment • The figure shows the relationship between the organization and its external environment • Other things being equal, it is the competitive environment that has the greatest impact on the organization Figure 2.1 The General Environment • PEST analysis is useful for scanning the general environment • PEST is political, economic, social, and technological......

Words: 1562 - Pages: 7

Premium Essay

Business Environment

... 1. Introduction page 2 2. The external environment page 3 3. Three models of relations between the company and the external environment page 7 4. Analysis of internal environment page 8 5. Conclusion page 9 6. References page 9 1. INTRODUCTION From the characteristics of the company as a technological and open economic system, it follows that the relations with the surroundings are basis of its operation and development. Just like the company that is subject to changes, so is the environment, which leads to changes of mutual and dependent direct and indirect relationships. The environment is a factor in the survival and effectiveness of the function and effectiveness of enterprise development. Creating a proper business and social environment in which firms operate normally, grow and develop is the permanent task of any government if it wants to ensure economic growth and prosperity of the country. It is beyond any doubt that the developed market environment is the starting point for the construction of the market system. You need to know that the institutional arrangements and economic and systemic mechanisms in successful economies of most developed countries (Japan, USA, Germany ...) essentially differ with each other. Thus, we conclude that there is no universal model of the economy that can be applied to any other country. Immediate environment consists of internal and external stakeholders.......

Words: 1921 - Pages: 8

Free Essay

General Business Environment

...mengenai populasi dan situasi sosial untuk mendapatkan insight awal yang penting dan fundamental dalam menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa secara efektif dan efisien. Tidak hanya itu, variable demografi memiliki potensial untuk menyediakan data dan informasi yang mendasar untuk membantu memperkuat bisnis dan prospek masa depan pasar. Variabel demografi seperti struktur umur, pendidikan dan pekerjaan dapat menentukan sifat dasar dari situasi bisnis dan pasar. Secara teoritis, hubungan antara demografi dan aktivitas bisnis dapat dianalisis melalui 2 perspektif : 1. Variabel demografi ditempatkan sebagai variable independen Demographic variables Business activities 2.Variabel demografi ditempatkan sebagai variable independen 1. Business activities Demographic variables Variabel Demografi dapat dilihat dari : Number of population, Population growth and density, Population structures II. Pembahasan PT. Hino Motors Sales Indonesia merupakan ATPM (Agen Tunggal Pemegang Merek) atau main distribution (distributor utama) untuk penjualan kendaraan dan suku cadang produk Hino di Indonesia beserta layanan purna jualnya. PT. HMSI pertama kali terbentuk pada April 2003. Struktur kepemilikan saham saat ini yaitu terdiri dari 40% Hino Motors, Ltd; 40% Indomobil Sukses International, Tbk dan 20% Sumitomo Corporation. Jabatan Presiden Direktur dipegang oleh Toshiro Mizutani. PT.......

Words: 2040 - Pages: 9

Premium Essay

General Environment Analysis

...The general environment is the dimensions in the broader society that influence an industry and the firms within it. It is a business measurement tool for understanding market growth and decline. The Munchy’s general environment is grouped into four segments which is political, economic, social and technology. Political Munchy’s have always recognized the important of manufacturing for Halal product since the government of Malaysia was focusing on turning the nation into an international Halal Hub. That is a reason why Munchy’s have a dedicated committee that deals with all Halal things. The committee is made up of representatives from each key section that contributes to the making of the products. Munchy’s is setting its sights on a greater share of the regional pie while the tariff and trade barriers are trimmed with the formation of the ASEAN Free Trade Area (AFTA). In fact of this, Munchy have been opened a new branch offices in ASEAN neighbors. Economic Munchy’s sales in ASEAN have seen is a clear uptrend because of the proactive approach of Munchy’s done in sales and distribution. For instance, the Munchy’s reveals that sales in Singapore have grown by more than 50% since 2003, making the island Munchy’s third largest export market. Besides that, the company has experienced double-digit growth not only within Malaysia but also in Japan, Singapore and other Asian countries. It still, Muchy’s export growth has been broad-based and their exports have been......

Words: 564 - Pages: 3

Free Essay

General Environment

...Common Test 1 a) Discuss one (1) relevant general environment segment that has a negative impact on the sales of printed magazines. One relevant general environmental segment that has a negative impact on the sales of printed magazines is technological. In technological segment includes product innovations, new communication techniques and application of knowledge. As in the above case, the technological will give negative impact to the sales of printed magazines because nowadays, as the technological expands, they are many technological changes. With the technological factor, people now can get the news, information just one click. Therefore, the people choose to use the technological to read the gossips or others rather than buy magazines. b) Discuss why the future of Malaysia's popular longest-running teen's magazine, Remajakini, is in danger. Use the four criteria for sustainable competitive advantage to support your answer 1) Valuable The Remajakini no longer more valuable because this teen’s magazine may not able to create value to the customers since nowadays the people are more innovation product which can satisfy the need of customers.And in the long run, printed magazine may not be able to create value. It is because changes in customer preference and rapid technological changes. 2) Rare Remajakini magazine is no longer rare since there are many people possess this kind of business. Many company using printed magazine as their primary...

Words: 638 - Pages: 3

Free Essay

Explain How the General Environment Affects a Business Strategic Decision.

...The general environment includes Demographic Trends, Socio-cultural Forces, Economic Forces, Technological Forces, Political and Legal Forces, Global Forces. All of them effect the business strategic decision. But different forces have different effect influences. For Demographic Trends, the most visible, easily quantifiable and predictable forces. But, surprisingly, not the most thoroughly examined. For examples: The population pyramid (aging trends); increased diversity/immigration; geographic distribution/migration to sun-belt states, etc. In socio-cultural, awareness of and compliance with the values, beliefs, and lifestyles of society can help organizations prepare for the future, and changes in society can create opportunities for and threats to an organization’s growth. Just like Quality of Education; Crime Levels; Foreign Investment levels; Environmental awareness, etc. Economic forces can influence demand for products and services, and the costs of producing / providing them. Such as interest, Inflation, Exchange rates, Tariffs and so on. The technological also cover invention, innovation, basic innovation and technological Forecasting. Invention is an idea with commercial potential. Innovation is An invention that can or will be commercialized. The basic innovation always impact more than one industry and technological forecasting is Monitoring industry trends. For business strategic decision, in political and legal forces, the government can macro-control......

Words: 317 - Pages: 2

Premium Essay

Task and General Environment

...TASK ENVIRONMENT: It is a kind of external environment.It is closer to the organization and includes the sectors that conduct day-to-day transactions with the organization and directly influence its basic organization and performance. GENERAL AND TASK ENVIRONMENT: You can distinguish between the differences of the general environment and the task environment as although they have similar features in business they are not the same. This is because the general environment can affect anyone in an industry, whereas the task environment also includes sectors that the organization interacts directly to make a direct impact on the organization's capability to reach its goals through its operations and performance. This task environment normally includes the industry, competitors and the customers, while it sometimes includes techniques of production, suppliers, raw materials and market sectors. Some organizations will also have human resources and the international sector as part of this environment. It is where a company operates within the second sub environment that actually lies outside of the business. It is affected by the variables in the market environment and these affect the business, making it important for the management to react on opportunities and pressure in the market environment; whereas the general environment is the layer of the external environment that will only affect the organization indirectly. It is the one that is furthest away from......

Words: 256 - Pages: 2

Premium Essay

The Legal, Social, and Economic Environment of Business

...The Legal, Social, and Economic Environment of Business Michelle Casey Introduction to Business Unit 1 Legal, Social, and Economic Environments of Business When a person decides to start up a business of any kind, they have to decide what type of business it is going to be. There are three major types of businesses; sold proprietorship, partnership and corporation (Griffin 2005). Before deciding which the best one for the business is, the owner needs to know what each one is and how it operates. A sole proprietorship is a business that is owned and operated by only one person. Anyone can open up a business as a sole proprietor as long as they have the means and know how to do so. A lot of the “mom and pop” stores throughout the United States are classified as a sole proprietorship. They tend to be family owned and are very personable with their clients or customers which appeals to consumers. A partnership is when two or more people get together and decide to start a business. They decided how it will operate and how the profits will be shared. Most partnership businesses have people who are skilled in different areas which help the business become more successful. A corporation is when a group of stockholders have ownership of the business. A corporation can be expanded very easily throughout the United Stated. They have more funding available to them then any other kind of business form. The banks are more willing to lend money to corporations......

Words: 545 - Pages: 3

Premium Essay

The Effects of Social Network Within Business Environment

...The Effects of Social Network within Business Environment Absolutely, using the social networks as a great facility might have some advantages and also some disadvantages, just like other thing. The impacts and benefits of using social networks within business environment as follow. Business Risks of Social Networking: 1) Productivity losses: a) Addictive and time-consuming. b) Over-use during work time is a genuine issue. c) Can actually increase the productivity and effectiveness for some roles. 2) Legal risks a) Generally employers can monitor their employees’ web use and email, but notice is needed. Can result in legal liability. b) Potential for legal liability due to customer actions. 3) Reputation risk a) A risk to the business’s reputation. b) Many examples of gaffes & negative comments. c) Difficult to remove the comments. 4) Viruses and spyware a) Frequently a platform for malicious attacks using viruses and spyware. 5) Privacy breaches and identity theft a) Can promote identity theft, even where private. b) Third party applications usually get access to data. 6) Social engineering a) Use online information to commit targeted acts of fraud. b) Could profess to be the assistant to a high-level staff member, and know enough internal’ information to convince a staff member to provide cheques or goods. c) Convincing identity cards/business cards used to gain access to the business or its customers. d) Grandparent......

Words: 925 - Pages: 4

Premium Essay

Legal, Social, and Economic Environments of Business

...Legal, Social, and Economic Environments of Business Johnathon L. Olive American InterContinental University Online Abstract Johnathon Olive, the writer—was given a scenario to write about using the different types of businesses. He made a management decision regarding which business type he believed would be the most likely to succeed and why based on the scenario. He also listed advantages and disadvantages of each business type regarding the scenario. Finally, he acknowledged the issues and prior knowledge of manufacturing a new product. Legal, Social, and Economic Environments of Business Have you ever had a lot to say to a special person, but never knew exactly how to put it together in a nice, sweet conversation? I have, it’s quite frustrating—I must add. It’s the same feeling, when you come up with a great idea or invention, but you have no idea of how you should go about getting your invention up off the grown and running. This will be based off a scenario of an inventor who enjoys working around the home, cleaning, cooking, and doing minor home repairs and remodeling. You have to consider how much knowledge you have on manufacturing a product, advantages and disadvantages of each business type, and making a management decision regarding which business type you believe would be most likely to succeed and why. How much knowledge do you have on......

Words: 856 - Pages: 4