Free Essay

Capital Budgeting

In: Business and Management

Submitted By greta
Words 5245
Pages 21
The Capital Budgeting Practices of Listed Irish Companies Insights from CFOs on Their Investment Appraisal Techniques
George Kester and Geraldine Robbins

Pendahuluan Adanya keterbatasan kredit dan sumber pendanaan lainnya yang saat ini tidak menentu dan memberikan tantangan bagi lingkungan ekonomi. Prinsip kehati-hatian dalam mengevaluasi profitabilitas dari investasi modal yang diusulkan dan alokasi kelangkaan modal menjadi jauh lebih penting dari sebelumnya. Survey dilakukan pada bulan November 2009 yang ditujukan kepada CFO perusahaan masuk bursa Irlandia, yaitu bagaimana pandangan CFO tentang beberapa isu secara teori, kebijakan financial dan prakteknya di tiga area utama : kebijakan struktur financial dan keputusan financial, dividen, dan capital budgeting. Dalam survey ini juga ingin mengetahui pengaruh krisis global financial terhadap area tersebut.

Sebelumnya telah dilakukan survey pendahuluan penerapan capital budgeting pada tahun 1989 dan 1993. Hasilnya tercermin dalam peningkatan kecanggihan tehnik evaluasi profitabilitas modal investment yang digunakan. Terdapat peningkatan perusahaan yang menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF), seperti Net Present Value (NPV) dan Internal Rate of Return (IRR). Diterapkan masing-masing maupun kombinasi dengan Metode non DCF lainnya seperti Payback.

Masalah Peneliti ingin mengetahui seberapa jauh praktek penerapan capital budgeting dalam perusahaan, sehingga dapat meningkatkan wawasan dalam penilaian investasi. Selain itu juga untuk mengetahui teknik investasi evaluasi kuantitatif yang digunakan oleh perusahaan tersebut.

Data Data yang digunakan adalah data primer dengan mengambil koresponden CFO perusahaan masuk bursa Irish Stock Exchange dan Irish Enterprise Exchange pada bulan November 2009.

Metode Penelitian Metode penelitian yang diambil peneliti dengan melakukan survey dengan menggunakan postal kuisioner dengan jenis pertanyaan closed-end dan open-ended. Informasi yang diharapkan ddiperoleh adalah praktek penerapan capital budgeting dalam perusahaan – perusahaan yang masuk Bursa Irlandia.

Kesimpulan Penerapan praktek penggunaan Capital Budgeting perusahaan di Irlandia mengalami peningkatan, hal ini tercermin dalam perusahaan – perusahaan yang termasuk dalam daftar perusahaan yang diteliti. Makin

banyak perusahaan yang menggunakan teknik Discounted Cash Flow. Untuk melakukan penilaian resiko digunakan analisis skenario dan analisis sensitivitas sebagai dua teknik yang paling penting dibandingkan teknik probabilitas.

Hasil survey juga memperlihatkan bahwa banyak perusahaan yang melakukan evaluasi project cash flow berdasarkan before-tax basis dan dalam melakukan perkiraan Cost of Equity Capital metode yang paling popular menggunakan CAPM, diikuti oleh risk premium method.

Pengaruh krisis financial global pada metode terhadap kebijakan capital budgeting policy bagi empat respopnsen adalah tidak terpengaruh. Sebanyak sembilan responden mengurangi capital expenditure karena keterbatasan modal yang ada. Dari sisi pengaruh krisis financial global terhadap analisis prosedur capital investment, sembilan responden tidak terpengaruh, namun responden yang lain melakukan prosedur yang lebih ketat dan detail dan penekanan forecasting pada kondisi ekonomi pesimis.

Manfaat yang Dapat Diambil Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah praktek capital budgeting di perusahaan Irlandia yang masuk Bursa mengalami peningkatan dibandingkan dekade sebelumnya dalam penggunaan teknik DCF yang canggih. Untuk menilai risiko digunakan scenario analysis dan sensitivity analysis sebagai dua teknik yang paling penting. Dengan metode yang digunakan tersbeut, maka apabila terjadi krisis financial berlanjut maka perusahaan yang menggunakan Capital Budgeting tidak merasakan dampak tersebut. Hal ini disebabkan perusahaan harus mengurangi jumlah pengeluaran modal karena terbatasnya dana yang tersedia.

Capital Budgeting in Upstream Oil and Gas: A Review of the Techniques, Processes and Context (A. Michael Johnson) Perihal Jurnal Perusahaan dapat menciptakan nilai melalui investasi. Keputusan investasi bersifat jangka panjang, melibatkan dana saat ini dan arus pengembalian di masa datang. Sehingga harus sesuai dengan kriteria dan konsisten dengan strategi perusahaan, tidak hanya melalui kelayakan sejumlah proyek. Ada tiga proses yang umumnya ditemukan dalam keputusan investasi (1) evaluasi proposal proyek menggunakan beberapa mekanisme keputusan, (2) pengelolaan proposal proyek melalui persetujuan anggaran, (3) implementasi, pengawasan, dan kontrol atas anggaran modal (capital budget). Ketiga proses ini sangat signifikan dalam upstream petroleum industry dalam kaitan dengan beban kerja dan implikasi kelangsungan bisnis jangka panjang. Upstream oil and gas merujuk pada sektor eksplorasi dan produksi, yang mencari, melakukan recovery, dan produksi minyak mentah dan gas alam. Upstream petroleum industry merupakan industri yang padat modal dibandingkan sektor industri lainnya. Keberadaan sektor ini ditentukan oleh pencarian, membangun, memproduksi, memproses dengan long investment payback period. Maka proses pengambilan keputusan dan pengelolaannya sangat beresiko tinggi dan tidak menentu. Untuk memastikan efektifitas pengambilan keputusan diperlukan sejumlah alat dan proses.

Ulasan Literatur Pike dan Neal (2003) menyatakan bahwa umumnya literatur didorong atas asumsi bahwa aplikasi metode teoritis yang tepat akan memberikan seleksi investasi yang optimal dan meningkatkan kekayaan pemegang saham. Peningkatan teknologi mendorong munculnya teori Real Option oleh Dixit dan Pindyck (1994), didukung oleh pengambilan keputusan (Leslie dan Michaels, 1997). Prinsip utamanya bahwa hasil setiap kejadian merupakan opsi untuk tahap berikutnya, to hold atau to sell. Boone dan Coe (2001) melalui konsep asset impairment menyatakan bahwa teknik simple DCF sangat mungkin mengecilkan nilai aset yang sebenarnya dari reserved oil. Optimalisasi kekayaan pemegang saham menjadi tujuan dari capital budgeting dan investasi harus konsisten dengan tujuan jangka panjang perusahaan (Brealey dan Myers, 2003; Pike dan Neal, 2003) Brealey dan Myers juga menekankan final capital budget harus merefleksikan strategi perencanaan perusahaan.

Data yang Digunakan Untuk memperoleh informasi mengenai proses dan teknik dalam operasional dan capital budgeting dilakukan wawancara dan pengisian kuesioner terhadap eksekutif dan manajer dari perusahaan X dan Y. Perusahaan X dan Y termasuk dalam Fortune Global 500 dengan cakupan wilayah geografis meliputi Inggris, Norwegia, Belanda, dan Denmark.

Hasil Penelitian Jurnal Kriteria Investasi Capital Budgeting yang terutama bagi perusahaan X dan Y adalah: 1. Mencapai target ramah lingkungan dan keselamatan kerja 2. Return dari modal yang diinvestasikan 3. Meningkatkan/mengganti sumur-sumur minyak untuk menjaga kelangsungan perusahaan minyak Dalam proses pembuatan keputusan capital budgeting, perusahaan X menggunakan metode Stage-Gate dan memastikan: 1. Semua parameter yang mungkin dan realistis harus ikut dipertimbangkan dalam proses pembuatan keputusan 2. Data harus memenuhi standar keakuratan sebelum memasuki gateways 3. Pembuatan keputusan yang jernih difasilitasi dan sehingga setiap tahap dievaluasi secara tepat sebelum melangkah lebih jauh ke tahap selanjutnya yaitu konsep Stage-Gate Gate adalah titik pengecekan kualitas untuk menyediakan ukuran (metric) yang spesifik dan konsisten sehingga semua proyek dinilai secara obyektif dan tepat. Perusahaan X menggunakan proses Stage-Gate dalam proses Capital Budgeting sedangkan perusahaan Y menggunakannya dalam proses manajemen proyek (dikenal dengan Project Delivery Model). Teknik penilaian kelayakan proyek yang digunakan di kedua perusahaan adalah NPV, IRR, Profitability Index (PI), dan Simple Payback. PI digunakan untuk penetapan ranking, dan Simple Payback untuk informasi tambahan. NPV lebih sering digunakan karena mungkin NPV bisa menjadi dasar untuk teknik lain seperti Expected Value (EV) dan simulasi Monte Carlo. Pada masa program perawatan alat-alat yang dapat menimbulkan arus kas negatif dalam tahap menengah dari usia sumur, perusahaan X menggunakan Modified Internal Rate of Return (MIRR). Real Options digunakan hanya pada situasi saat memperoleh izin baru di negara berkembang. Dalam manajemen risiko, perusahaan X menggunakan diagram Tornado untuk mengilustrasikan signifikansi dari perubahan parameter pada perhitungan NPV proyek. Dalam fase pengembangan (development) ladang migas, ada beberapa tahap yang memiliki profil biaya dan risikonya sendiri. Dalam proses persetujuan proyek ada tiga tahap pendekatan: 1. Menentukan program kerja 2. Menentukan capital budget utama tahunan 3. Authorization for Expenditure (AFE)

Pembelajaran yang diperoleh Studi ini memaparkan proses dan teknik capital budgeting dalam industri migas. Perusahaan X dan Y menggunakan teknik penilaian kelayakan proyek seperti NPV, IRR, Profitability Index (PI), dan Simple Payback. Dalam setiap tahap proyek, perusahaan X dan Y menggunakan pendekatan-pendekatan capital budgeting yang dianggap sesuai.

Evaluating the Impact Of Foreign Exchange Rate Risk On The Capital Budgeting For Multinational Firms
Carl B. McGowan, Jr., Norfolk State Universit y, USA PENDAHULUAN Jurnal ini mengkaji mengenai penggunaan simulasi sebagai salah satu tehnik capital budgeting bagi perusahaan multinasional. Didalam paper ini digunakan contoh penggunaan simulasi untuk mengevaluasi dampak volatilitas foreign exchange rate pada multinasional capital budgeting. TEORI DAN KONSEP Menurut Farragher, Kleiman dan Sahu (2001) terdapat 8 tahapan dalam capital budgeting proses. 3 tahapan pertama adalah pemilihan proyek (strategic analysis, penetapan tujuan perusahaan, dan melihat peluang investasi), 3 tahapan berikutnya adalah analisa proyek (forecasting future cashflow, evaluasi proyeksi cashflow dan membuat keputusan mengambil atau menolak proyek tsb), serta 2 tahapan berikutnya adalah implementasi dan evaluasi performance. Paper ini fokus pada 3 tahapan yang kedua. Berdasarkan penelitian Farragher, Kleiman dan Sahu hanya 55% responden yang melakukan analisa resiko kuantitatif dalam capital budgeting. Dari 55% tersebut 95% menggunakan analisa sensitivitas, dan 79% menggunakan analisa skenario, namun hanya 10% yang menggunakan analisa simulasi. Analisa simulasi belum banyak digunakan dalam kurun waktu 30 tahun terakhir ini. DATA DAN METODE PENELITIAN Langkah pertama dalam pembuatan capital budgeting adalah forecasting future cash flow, lalu mengevaluasi proyeksi cashflow dan membuat keputusan mengambil atau menolak proyek. Proyek dengan NPV positif di terima sedangkan negatif ditolak. Selain NPV juga dapat melihat Internal rate of return (IRR), dimana IRR yang lebih besar dari cost of capital menandakan proyek dapat diterima. Dalam mengestimasi future cashflow setiap variabel yang mempengaruhinya di estimasi dengan distribusi probabilitas. Setiap distribusi probabilitas mencerminkan prediksi dari pemutus terhadap variabel yang ada. Begitu distribusi probabilitas diestimasi maka simulasi dapat berjalan. Simulasi diimplementasikan dengan mengkombinasikan variable-variable yang ada menggunakan komputer utuk menghitung NPV/IRR proyek. Simulasi ini membuat pengambil keputusan dapat melakukan analisa sensitivitas dan kemudian melihat variabel mana yang memberikat efek paling besar, dan mengetahui variabel yang paling mempengaruhi pengambilan keputusan.

HASIL PENELITIAN

Dari hasil penelitian yang menggunakan contoh dari penulis dimana ada sebuah perusahaan yang berorientasi ekspor pada negara low income country, untuk memanfaatkan insentif dari pemerintah host country dan menghindari resiko politik dimasa depan, perusahaan ini akan mulai membuat manufakturnya di

host country, proyek ini akan berdiri sendiri sebagai perusahan baru. Skenario awal yang digunakan: Biaya pembangunan pabrik $1.000.000 (didepresiasi sepanjang usia proyek yaitu 5 tahun, straightline), Required Return 12.5%, sales volume awal 100,000 (meningkat 10%/tahun), harga awal produk 12 (foregin currency) dan meningkat 15%/tahun, variable cost 6 FC (meningkat 7.5%/tahun). Kemudian dibuat perhitungan dengan skenario ini:

Berdasarkan asumsi awal tersebut didapatkan IRR 18.9% dan NPV $182,704. Kemudian dibuat skenario ke 2 dengan asumsi sales awal 120.000 unit, dan yang lain seperti skenario1. Berdasarkan skenario ini didapat IRR 25.14% dan NPV $375,881. Skenario analisis ini memberi informasi pada pengambil keputusan variabel mana yang mempunyai impact yang paling besar pada IRR. Analisa skenario yang dapat sangat membantu adalah analisa masing-masing variable untuk mencapai IRR 12.5% (sesuai required return), dimana NPV = 0. Untuk unit sales diperlukan 81,804 unit. Untuk harga adalah 10.72 /unit. Untuk biaya variable 7.47/unit. Foreign exchange rate 2.54. Dan break even cost dari proyek adalah $1,182,704. Setiap variable kemudian dibuat asumsi probability distribusi untuk variabel yang ada, untuk volume diasumsikan antara 95,000-105,000, sales price 11-13, growth rate foreign exchange rate 7.5%/tahun dengan standard deviasi 1%, unit cost 1-7. Probability distribusi

diasumsikan 20% masing-masing untuk 1/3 top dan bottom dan 60% untuk middle. Berdasarkan probability distribusi tsb didapatkan probability distribusi IRR dan NPV. Berikut hasil statistik dari simulasi:

Berdasarkan hasil simulasi diatas pembuat keputusan dapat mengetahui kritikal variable yang paling mempengaruhi IRR dan NPV, dimana variabel tsb yang sangat mempengaruhi diterima atau ditolaknya proyek.

PEMBELAJARAN Yang bisa kami pelajari dari hasil penelitian ini adalah dengan pembuatan simulasi berdasarkan skenarioskenario yang dikembangkan sesuai prediksi dapat menghemat waktu pengambilan keputusan, karena dengan analisa simulasi dapat diketahui kritikal variable yang sangat mempengaruhi IRR dan NPV yang merupakan dasar pengambilan keputusan diterima atau ditolaknya proyek.

RINGKASAN JURNAL

I.

Latar Belakang Perusahaan / organisasi pada umunya menggunakan teknik capital budgeting untuk mengevaluasi

proposal investasi dalam proyek jangka panjang. Individu pun dapat menggunakan teknik ini untuk membuat keputusan dalam pembiayaan kredit perumahannya. Jurnal ini memberikan contoh nyata dari aplikasi teknik capital budgeting yang meliputi payback period, discounted payback period, indeks profitability, net present value dan internal rate of return dalam analisa untuk melakukan refinancing kredit perumahan. Penelitian ini mempertimbangkan beberapa variabel yang kadang terabaikan, seperti time value of money dan implikasi pajak. Contoh pada jurnal dilengkapi tambahan beberapa skenario dan analisa komparatif.

II.

Masalah Tingkat suku bunga kredit perumahan di Amerika Serikat berada di tingkat yang terendah dalam

kurun waktu 40 tahun terakhir. Hal ini memberikan kesempatan bagi pemilik rumah untuk memanfaatkan rendahnya suku bunga dengan melakukan refinancing terhadap utangnya. Beberapa alternatif refinancing yang dilakukan adalah menurunkan pembayaran bulanan, memperpendek jangka waktu peminjaman,

maupun memindahkan suku bunga dari adjustable rate mortgage ke fixed rate mortgage. Dalam membuat alternatif dalam hal refinancing, akurasi dan kualitas dari alternatif terbut ditentukan oleh variabel-variable yang tercakup di dalamnya, terdapat variabel-variabel lain yang perlu diperhatikan. Jurnal ini fokus kepada faktor - faktor penting yang sering terabaikan pada saat melakukan perhitungan untuk melakukan refinancing beserta simulasi perhitungan itu sendiri.

III.

Metodologi Dalam jurnal ini, digunakan contoh kasus dalam dunia nyata dan teknik capital budgeting yang

diterapkan untuk melalukan analisis dan membuat keputusan refinancing. Teori yang digunakan dalam analisis ini antara lain :  Payback period, menunjukkan periode yang dibutuhkan untuk mengembalikan investasi awal serta menunjukkan risiko dan likuiditas.  Discounted payback period, digunakan untuk menentukan jumlah waktu yang dibutuhkan dalam mengembalikan investasi awal.  Net present value, membandingkan investasi awal (cash outflow) dengan cash inflow yang didiskonto pada required rate of return atau cost of capital  Profitability index, menunjukkan hubungan antara investasi awal dan future cashflow yang didiskonto pada required rate of return. Indeks dihitung dengan membagi present value dari cash onflow dengan nilai investasi awal.



Internal rate of return, menunjukkan tingkat return dari investasi, atau tingkat diskonto yang menjadikan NPV sama dengan nol, cash inflow sama dengan cash outflow.



Modified internal rate of return, berasumsi bahwa cash inflow diinvestasikan pada cost of capital dan menghitung future value dari cash inflow.

IV.

Hasil Penelitian dan Kesimpulan Teknik capital budgeting berguna tak hanya bagi perusahaan dalam melakukan evaluasi terhadap

usulan investasi dalam proyek baru tapi juga bagi perseorangan yang ingin mengambil keputusan refinancing kredit perumahan. Walaupun analisa penelitian ini terfokus pada refinancing kredit dengan tingkat suku bunga tetap, hasil penelitian ini juga dapat dikembangkan untuk pembiayaan dengan tingkat suku bunga adjustable. Lebih lanjut, hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menelusuri keuntungan tambahan yang bisa didapat dari rebat dan diskon yang ditawarkan peminjam. Kebijakan konvensional menyebutkan bahwa perbedaan sekitar 2% antara tingkat suku bunga yang lama dengan yang baru merupakan angka yang menjadi acuan minimal dalam menentukan keputusan refinancing, namun pada jurnal disimulasikan bahwa peminjam bahkan dapat mendapatkan keuntungan meskipun perbedaannya hanya 1%. Tentunya hal ini diikuti oleh payback period yang lebih lama, NPV dan IRR yang lebih kecil. Dan tentunya dalam melakukan analisa ini, harus mempertimbangkan persyaratan dan kondisi yang berlaku atau akan diberlakukan dalam proses perkreditan. Hal hal seperti pinalti, biaya pada saat pelunasan bisa jadi akan membuat keputusan yang diambil akan berbeda.

V.

Point Penting yang dapat ditarik dari jurnal Setiap orang dapat menerapkan hasil analisa ini, meskipun hanya dengan sedikit pemahaman tentang

spreadsheet dan teknik capital budgeting. Dalam melakukan analisa untuk melakukan refinancing khususnya dalam hal hipotek perumahan, hendaknya tidak terpaku pada perbedaan tingkat suku bunga saja, namun juga sebaiknya mempertimbangkan time value of money, pajak dan pengaruhnya pada net savings. Dalam melakukan analisa ini, ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan.  Semakin singkat payback period, maka waktu yang dibutuhkan untuk pengembalian investasi awal akan lebih cepat. Hal ini menunjukkan tingkat risiko yang kecil dan likuiditas yang semakin besar.  Pada perhitungan Payback Period untuk melakukan refinancing, seringkali peminjam dihadapkan pada alternatif yang tidak akurat. Dengan menggunakan Discounted payback period, dimana variabel discounted cashflow dan tax adjustment terdapat didalamnya, akan memberikan hsail yang semakin akurat.  Proyek dengan NPV positif sebaiknya diterima karena cash inflow yang didiskonto lebih besar daripada investasi awal, dan sebaliknya.



Internal Rate of Return maupun modified Internal Rate of Return dapat digunakan sebagai acuan perbandingan untuk menilai kelayakan refinancing. Dalam melakukan analisis refinancing ini, ada batasan tertentu dimana perbedaan tingkat suku bunga

menjadi tidak efektif untuk di aplikasikan. Pada jurnal ini diberikan beberapa variabel suku bunga acuan yang berubah rubah, semakin kecil perbedaan suku bunga, maka akan semakin kecil tingkat keuntungan bagi peminjam baik dari segi payback period, discounted payback period, indeks profitability, net present value dan internal rate of return nya.

The Use Of Capital Budgeting And Cost Of Capital Estimation Methods In Swedish-Listed Companies
Fredrik Hartwig, Uppsala University, Sweden

I.

LATAR BELAKANG Jurnal ini membahas mengenai penelitian yang dilakukan terhadap perusahaan terdaftar swedia yang menggunakan Capital Budgeting dan metode Cost of Capital pada tahun 2005 dan 2008. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat korelasi antara karakteristik perusahaan dengan metode anggaran yang menjadi pilihan serta perbandingannya masing-masing baik untuk wilayah didalam negara bagian maupun untuk wilayah lintas negara. Di tahun 2005 cost of equity banyak ditetapkan berdasarkan tingkat pengembalian return yang diinginkan investor. Namun pada tahun 2008 penggunaan project risk mulai mendapatkan popularitas, dan metode CAPM pun mulai dipergunakan oleh sebagian perusahaan dan sebaliknya, penggunan company risk semakin menurun. Hasil penelitian menujukkan bahwa antara tahun 1960 dan 2008, penggunaan NPV (Net Present Value) meningkat sementara Payback dan Internal Rate of Return menurun. Selain itu antara tahun 2005 dan 2008 penggunaan tingkat diskonto perusahaan untuk investasi asing menurun. Perusahaan yang terdaftar di Swedia yang menerapkan metode CAPM dalam pengelolaan anggaran modalnya lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah yang terdapat di USA dan perusahaan negara-negara benua eropa lainnya.

II.

MASALAH Metode anggaran modal yang banyak di rekomendasikan dalam ilmu keuangan seperti CAPM dan NPV seringkali tidak dapat diaplikasikan secara maksimal oleh manajemen perusahaan dikarenakan adanya ketidaksesuaian tujuan bersama dengan informasi asimetri antara manajemen dan pemegang saham (principal-agent conflict). Dalam jurnal ini peneliti mencoba mengupas perbedaan antara teori dan praktek yang terjadi di perusahaan terdaftar di Swedia atas penerapan capital budgetng dan cost of capital jika diterapkan dengan benar dapat meningkatkan efisiensi perusahaan dan menjadi alat penting dalam memperjuangkan maksimalisasi kekayaan pemegang saham.

III. DATA YANG DIGUNAKAN Dalam penelitian ini data dikumpulkan pada tahun 2005 dan 2008 melalui survei dengan CFO dari semua perusahaan yang terdaftar dengan kutipan utama di Bursa Saham Stockholm. Secara total 193 tanggapan dari 152 perusahaan yang digunakan dalam analisis statistik, untuk tingkat respon sebesar 39,1% tanggapan di analisis dalam kaitannya dengan sebelas karakteristik perusahaan dengan perubahan dari waktu ke waktu. Perbandingan data survei dilakukan untuk data tahun 2005 terhadap

2008, dan hasilnya dibandingkan dengan studi sebelumnya, mulai dari tahun 1960 ke tahun milenium baru.

IV. TEORI & KONSEP YANG DIGUNAKAN Dalam jurnal ini, rekomendasi penganggaran modal adalah mempergunakan diskon arus kas seperti metode Net Present Value (NPV).

dimana: Rt = arus kas bersih = arus kas masuk - arus kas keluar i = discount rate or opportunity cost of capital t = periode arus kas

NPV sering direkomendasikan atas dasar teoritis karena menggabungkan semua arus kas yang dihasilkan oleh investasi saat mengambil nilai waktu dari uang ke rekening. Indeks Profitabilitas menunjukkan NPV tertinggi per unit moneter pengeluaran awal dan sering direkomendasikan. Namun, ketika proyek-proyek investasi yang terpisahkan, penting untuk mengawasi NPV absolut sehingga investasi dengan NPV per unit moneter yang tinggi, namun NPV absolut lebih rendah tidak dipilih melainkan dipilih dengan melihat tingkat NPV absolut. Adjusted Present Value (APV) menambah nilai dari efek samping keuangan investasi untuk NPV dan harus, pada prinsipnya, tidak memiliki kekurangan teoritis, oleh karena itu dianjurkan menggunakan metode APV.

V.

HASIL PENELITIAN V.I Hubungan antara Karakteristik Perusahaan dan Penggunaan metode Penganggaran Modal (Capital Budgeting) Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik industri memiliki efek pada pilihan metode penganggaran modal pada tahun 2005 tetapi umumnya tidak pada tahun 2008 (kecuali untuk indeks profitabilitas yang digunakan secara signifikan lebih banyak oleh perusahaan non manufaktur di kedua tahun baik 2005 maupun 2008). Hal ini bisa menunjukkan bahwa baik perusahaan manufaktur maupun perusahaan non-manufaktur keduanya sama-sama menggunakan model metode penganggaran yang sama (berkaitan dengan frekuensi) lebih banyak pada tahun 2008 dibandingkan tahun 2005. Perusahaan yang melakukan pembayaran dividen perusahaan yang melakukan lebih banyak penjualan secara ekspor cenderung lebih banyak menggunakan metode penganggaran modal.

V.II Perubahan Penggunaan metode Penganggaran Modal dari waktu ke waktu pada perusahaan terdaftar di Swedia Perubahan penggunaan metode penganggaran modal antara tahun 2005 dan 2008 adalah kecil (Tabel

7), dengan satu-satunya perbedaan yang signifikan secara statistik yakni terjadinya menjadi penurunan diskonto pembayaran dan peningkatan VAR. Penggunaan metode yang paling direkomendasikan lainnya menurun. Pola, yaitu, penggunaan yang lebih canggih dari waktu ke waktu, juga jelas dalam jangka panjang pada Tabel 6, konsisten dengan tren di negara lainnya.

VI. HASIL YANG BISA DIPEROLEH Metode penganggaran modal, seperti NPV, lebih populer di kalangan perusahaan besar, tetapi perbedaan jatuh dari 2005 sampai 2008 untuk perusahaan manufaktur dan perusahaan non manufaktur. Jika mangers atas menempatkan sedikit usaha dalam mengelola laba oportunistik, mereka berpotensi juga menempatkan kurang penekanan pada memperkirakan berapa investasi mempengaruhi angka akuntansi.Tidak mengherankan, payback lebih populer di kalangan perusahaan dengan leverage keuangan yang tinggi, yang kemungkinan karena kontrak (fixed) bunga periodik dan pembayaran pokok menempatkan manajemen di bawah tekanan untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang cepat memberikan arus kas yang positif. Perusahaan Swedia telah meningkatkan penggunaan NPV sejak tahun 1960-an dimana pemanfaatan akuntansi berbasis metode penganggaran modal meningkat pada perusahaan Swedia, mungkin karena takut manajemen gagal untuk memenuhi target pendapatan. Graham et al. (2005) mencatat bahwa manajemen puncak di perusahaan-perusahaan AS bersedia mengorbankan nilai ekonomi (yaitu, NPV positif-proyek) dalam rangka memenuhi target laba jangka pendek. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa manajemen puncak di perusahaan Swedia telah menjadi pemegang saham kedua yang lebih berorientasi pada nilai (menggunakan NPV dan menggunakan rasio akuntansi). Selain peningkatan penggunaan NPV dan rasio akuntansi, kerja yang tidak begitu menarik secara teoritis IRR dan payback tampaknya menurun. Secara keseluruhan, hasil menunjukkan bahwa total penggunaan metode penganggaran modal umumnya lebih tinggi di AS dan benua Eropa daripada di Swedia meskipun fakta bahwa penelitian ini hanya memasukkan perusahaan tercatat yang mungkin menggunakan metode penganggaran modal lebih banyak daripada perusahaan yang non-terdaftar.Temuan yang paling menarik mengenai pemanfaatan biaya metode estimasi ekuitas, adalah bahwa jumlah perusahaan yang memperkirakan biaya ekuitas meningkat dari 51% pada tahun 2005 menjadi 61% pada tahun 2008. Selain itu, pada tahun 2008 CAPM adalah metode yang paling banyak digunakan untuk menetapkan biaya ekuitas.

Capital Budgeting and Economic Development in the Third World: The Case of Nigeria
(Elumilade D. O., Asaolu T. O., Ologunde A. O.)

1. Abstract Penganggaran modal yang tidak realistis dan buruk telah berlangsung lama di Afrika dan tentu saja, Nigeria. Masalah modal, investasi, dan bagaimana proses penganggaran modal tersebut dilakukan menjadi bahasan paper ini. Walaupun Africa sebagain negara yang kaya engan sumber daya luas dan berperekonomian yang luas, Afrika memiliki keterbelakangan teknologi, miskin dan terlibat dengan hutang. Untuk mengatasi masalah tersebut, tulisan ini melihat bagaiman bentuk dan pendekatan pemerintah Nigeria untuk mengatur penganggaran modal. Paper Ini mencoba untuk mengungkap penyebab proyek ditinggalkan, hilangnya modal dan hambatan yang ada pada penganggaran modal sebagai negara yang terkait dengan negara barat. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar metode yang umum digunakan dalam penganggaran modal adalah payback period. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa dividen dan perpajakan pembayaran serta dana pemegang saham dan modal saham sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan kinerja perusahaan publik. Selain itu, arus kas bersih atas investasi dibuktikan menjadi penentu kuat kinerja karena pendapatan yang lebih tinggi menghasilkan hasil investasi yang lebih baik. Makalah ini menyimpulkan bahwa pengambilan keputusan penganggaran merupakan pengambilan keputusan yang harus dilakukan dengan sangat serius. Oleh karena itu pemerintah Nigeria harus mendorong implementasi penganggaran modal (capital budgeting) agar pertumbuhan ekonomi terjadi.

2. Problem Hampir semua negara dunia ketiga sangat tergantung pada impor. Mereka tidak mengembangkan teknologi dasar yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi mereka. Hal ini dikarenakan pemerintah mereka berpatisipasi pada proyek gajah putih yang menghabiskan banyak dana dan tidak mendayagunakan utilitas untuk rakyat. Proyek-proyek sering ditinggalkan setengah jalan dan dalam beberapa kasus, hanya dijalankan sebatas kertas. Bahkan dana untuk proyek-proyek tidak datang berguna melalui pendapatan internal tetapi melalui pinjaman luar negeri seperti pinjaman dari Dana Moneter Internasional (IMF) atau Bank Dunia. Konsekuensi dari keputusan tersebut telah menyebabkan Nigeria seperti negara Afrika lainnya menjadi lebih baru negara imperial. Upaya pemerintah Nigeria terhadap privatisasi saat ini adalah konsesi tidak langsung bahwa pola pengambilan keputusan investasi pemerintah nasional tidak cukup bijaksana. Mengingat masalah ini dari perspektif perusahaan, karena itu keputusan penganggaran modal merupakan salah satu pengambilan keputusan seorang manajer keuangan yang melibatkan komitmen dana besar di proyek jangka panjang. Akibatnya, hal itu mempengaruhi keputusan manajemen tentang masa depan yang

tidak pasti. Keputusan investasi modal biasanya keputusan tidak bisa diulang kembali. Ketika sebuah organisasi berkomitmen untuk sebuah proyek maka dia harus melihat sampai akhir proyek. Evaluasi penganggaran modal terletak pada apakah dapat membantu manajemen dalam membuat keputusan investasi yang dapat memberikan arus kas yang cukup atau imbal hasil untuk mengkompensasi atas investasi dan juga untuk mencapai tujuan keuangan perusahaan yakni memaksimalkan kekayaan pemegang saham. Oleh karena itu penelitian ini ditujukan untuk mengkaji pentingnya keputusan investasi modal, langkah-langkah dasar dalam membuat keputusan investasi modal dan teknik yang digunakan dalam mengevaluasi proyek penanaman modal sehingga perekonomian negara secara keseluruhan dapat tumbuh dari korporasi.

3. Data and Methods Keputusan investasi dari perusahaan di Nigeria serius dipengaruhi oleh iklim ekonomi yang tidak menentu. Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat bagaimana pengambilan keputusan penganggaran modal pada perusahaan publik di Nigeria. Penelitian ini menggunakan dua sumber primer dan sekunder untuk mengumpulkan data. Untuk sumber kuesioner utama dilakukan dengan wawancara lisan. Sedangkan data sekunder yang digunakan bersumber dari Buku Fakta Bursa Efek Nigeria (1980, 1984, 1988/89, 1992 dan 1995) dan literatur terkait. Penelitian ini dilakukan di 94 perusahaan yang menanggapi kuesioner kami dari 184 perusahaan yang sebelumnya diidentifikasi melalui survei awal. Pemilihan itu didasarkan pada kantor pusat mereka terletak di Lagos untuk memudahkan koordinasi. Perusahaan ini termasuk dalam sebelas sub-sektor ekonomi yaitu: Pertanian, Perbankan, Bir, Bangunan, Bahan Material, Konglomerat, Konstruksi, Makanan / Minuman dan Tembakau, Kesehatan, Asuransi, Petroleum (Pemasaran) dan Tekstil.

4. Theories Masalah perkembangan ekonomi di Nigeria terkumpul dalam bukti-bukti yang mengarah pada kegagalan sistemik masyarakat neo-kolonial di Nigeria (Nnoli 1993:1-26). Perkembangan ekonomi di Afrika tidaklah stabil. Faktanya, ketika dibandingkan dengan situasi di Barat, kesimpulannya bahwa negara-negara dunia ketiga adalah negara-negara yang tidak berkembang atau negara-negara yang belum berkekmbang. Para cendekiawan Afrika bertindak menyalahkan orang-orang Eropa, mengatakan bahwa kolonialisme atau neo-kolonialisme adalah racun dari buruknya ekonomi Afrika. Gagasan ini dikaitkan oleh Onigbinde (2003:21-25) sebagai “Original Sin Fallacy”. Buruknya kondisi ekonomi saat ini pada negara-negara belum berkembang (UDCs) sesuai dengan keterpurukan yang ada bahwa kondisi UCD adalah yang sebenarnya dalam hubungan yang disebut “tanpa hasil” akan tetapi kondisi dunia yang belum berkembang adalah produk sejarah dari ekspansi kapitalis. Krisis belum berkembangnya negara-negara di Afrika juga ditangkap oleh Rasheed Sadig yang menyatakan bahwa di Afrika kemiskinan yang terjadi di daerah perkotaan dan pedesaan, pendapatan yang sangat rendah, tingkat pengangguran yang tinggi, kelaparan dan penyebaran penyakit endemic,

ketergantungan bantuan makanan, dan kejahatan yang merajalela. Di Nigeria, mayoritas 100 juta penduduknya ada dalam situasi yang salah kaprah, tidak stabil, miskin, tidak ada harapan, korupsi, penurunan moral, kekerasan, dan kondisi makro ekonomi yang tidak pasti. Menurut laporan United States for International Development (USAID), tahun 1998-1992, sekitar 180 juta dari 500 juta penduduk Afrika bias diklasifikasi sebagai miskin, yang mana 66.7%, atau 120 juta diantaranya sangat miskin.dengan pendapatan perkapita sebesar $330, dan tingkat harapan hidup 51 tahun, Afrika adalah kawasan termiskin di dunia. Solusi dari semua masalah yang ada terletak pada fakta bahwa perusahaan-perushaaan yang akan memulai proyek yang mampu memberi peningkatan nilai bagi perusahaan dimana perusahaan memperbanyak pengembangan ekonomi yang diharapkan bagi Nigeria. Dalam langkah meraih pengembangan ekonomi, aktifitas-aktifitas perusahaan menjadi semakin kompleks dan manajemen mengasumsikan perlunya posisi keuangan yang sehat dalam menangani masalah dan keputusan sekaligus. Pendekatan modern pada teknik finansial bisa terlacak pada model valuasi yang dikemukakan oleh John Bur Williams tahun 1938. Validitas model ini tidak jelas dalam keuangan hingga tahun 1950an ketika serangkaian teori harus dibuat dalam menyelesaikan masalah proyek investasi yang tidak terpecahkan. Pada periode operasi keuangan yang tidak stabil, perusahaan mempertahankan kebijakan melalui pemeliharaan struktur keuangan yang sehat, merefleksikan penyebaran regulasi keuangan pemerintah, yang disokong oleh tujuan investasi yang terkendali dan dinamis demi mempertahankan kestabilan ekonomi nasional. Studi empiris yang muncul dari seperangkat teori-teori yang ada membawa kontribusi positif yang dibutuhkan untuk membandingkan kondisi keuangan dan kinerja beragam perusahaan. Informasi kondisi keuangan dan kinerja perusahaan juga penting untuk disadari karena faktanya ide dari usaha keras

perusahaan untuk menstabilkan perusahaan melalui pendanaan hutang menimbulkan kelalaian pada pengambilan keputusan keuangan dalam bisnis perusahaan.

5. Empirical Findings Perihal penggunaan teknik capital budgeting, diketahui bahwa secara virtual seluruh perusahaan yang disurvei menggunakan satu bentuk criteria atau lainnya untuk memilih investasi optimum. Diketahui juga lebih jauh bahwa metode yang paling umum adalah payback period. Bagaimanapun juga dengan kesempatan saat ini untuk terbuka pada manajemen puncak, memungkinkan bagi perusahaan untuk menggabungkan metode payback lainnya seperti NPV, IRR, dan linear programming untuk memilih alternative proyek yang optimum yang dihasilkan dari keputusan perusahaan. Penelitian lebih lanjut menyoroti peraturan inti pasar modal sebagai contoh, yang memungkinkan investor masuk dan keluar dengan mudah. Sama halnya dengan fungsi Nigeria Stock Exchange dan Security and Exchange Comission adalah untuk menempatkan dana yang cukup likuid untuk operasional pasar yang efisien oleh investor. Penelitian juga menemukan bahwa pembayaran dividen dan pajak sama halnya dengan dana pemegang saham dan modal sangat dipengaruhi oleh kinerja pertumbuhan perusahaan-perusahaan publik saat dikaitkan dengan laba ditahan dan investasi kredit. Selanjutnya, seluruh pengaruh positif yang

kuat dari arus kas masuk bersih pada imbalan investasi juga konsisten dengan temuan lainnya dimana arus kas bersih yang masuk harus dianggap sebagai penentu kinerja yang diinginkan, karena pendapatan yang lebih tinggi menentukan imbalan investasi yang lebih baik dan sebaliknya. Hasilnya kemudian menunjukkan bahwa imbalan investasi yang rendah merupakan sinyal dari tingkat pertumbuhan kinerja yang buruk.

6. Lesson learned Claude Ake berpandangan bahwa masyarakat pada akhir perkembangan dan perilaku baik mereka adalah hukum utama perkembangan. Ia lebih jauh beropini bahwa strategi pengembangan selalu terkontekstual dalam keadaan tertentu, struktur sosial, budaya, dan pengertian. Hal ini mengimplikasikan sebuah struktur politik, namun hal ini juga mempengaruhi interaksi politik, praktik-praktik, dan hasilnya. (Ake, 2001:126-127). Pengembangan, menjadi tujuan utama dari setiap masyarakat yang harus dicapai dari sektor publik dan swasta. Bagaimanapun juga, sejak trend saat ini menunjukkan bahwa keadaan sedang menjauh dari partisipasi aktif dalam sektor ekonomi sebagai bagian sektor swasta, yang telah mengarahkan pada sebuah fenomena privatisasi BUMN dan BHMN, sektor swasta sekarang ini berada di ujung tanduk. Dalam kata lain, sektor swasta perlu melakukan semua hal yang secara manuasiawi mungkin untuk impas dan meraih seluruh tujuan yang kini dibebankan seluruhnya pada kinerja sektor swasta. Keputusan capital budgeting, adalah proses pengambilan keputusan investasi yang tidak bisa dinegosiasi dan harus dilakukan dengan serius. Pad akhirnya, penelitian ini telah mendemonstrasikan anlisis tentang kinerja perusahaanperusahaan swasta, bagaimana capital budgeting dapat digunakan untuk memfasilitasi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi perusahaan dan dapat dirasakan masyarakat sekitar. Penelitian juga menunjukkan efektifitas Bursa Saham Nigeria dan Security and Exchange Comission dalam mengendalikan aktifitas perusahaan publik. Kebanyakan dari kebijakan ekonomi pada umumnya yang terkait dengan kegiatan investasi dari advisory note yang diperhitungkan secara konsisten oleh lembagalembaga tersebut. Sangat jelas terlihat bahwa pertumbuhan kinerja perusahaan publik dipengaruhi oleh laba ditahan dan imbalan investasi terkait dengan pengetahuan praktikal dan pengalaman manajemen dan beberapa faktor lain seperti dividen dan pajak para pemegang saham, total aset dan arus kas masuk yang juga ditentukan oleh tingkat kinerja. Berdasarkan bukti penelitian, arus kas masuk yang dihasilkan melalui manajeman aktifitas bisnis yang efektif dan kecenderungan investor untuk membeli saham suatu perusahaan yang menunjukkan tingkat modal dasar yang dipergunakan untuk memuaskan pemegang saham melalui pembagian dividen. Berangkat dari hal-hal kecil yang disebutkan di atas, ada kemungkinan untuk memberi rekomendasi bahwa ekonomi retoris harus di sesuaikan dengan aksi ekonomi. Dukungan Undang-Undang dan iklim sosial yang kondusif harus diciptakan pada aktifitas perekonomian di Nigeria. Disamping itu, kompetensi teknologi dan “know-how” harus digalakkan, dikembangkan dan ditingkatkan. Lagipula, iklim politik harus bersih dari korupsi, ketamakan, dan keserakahan. Dengan memenuhi rekomendasi-rekomendasi ini, percepatan perkembangan ekonomi segera terealisasi di negara-negara Afrika dan negara-negara dunia ketiga lainnya.…...

Similar Documents

Premium Essay

Capital Budgeting

...Government and Capital Budgeting: Public Spending for Consumption versus Public Spending for Investment “Without a capital budget, we are unable to differentiate good spending from profligate spending, virtuous debt from vicious debt” (Schwenninger, 2007, p.63). Based upon Schwenninger’s (2007) statement it is needed now more than ever for governments to find new and improved economic strategies to take us out of this world economic recession. One of these economic strategies is capital budgeting and more specifically the differentiation between public spending for consumption and public spending for investment. Subsequently, this literature review will serve to provide clarity and a deeper understanding of the definition and importance of capital budgeting as well the stages involved and financing of a capital budget. The literature available in the area will be analyzed and compared with particular focus on public spending for consumption and public spending for investment. According to Schwenninger (2007), “a strong and productive economy is the key to meeting our future fiscal challenges, from providing unmet entitlements to reversing our current account deficit. We need, therefore, to establish budgetary priorities that will make our economy more productive in the future” (p.61). By making capital budgeting – which involves putting large amounts of funds to use for very long projects which will allow governments to receive larger earnings over time – governments’......

Words: 409 - Pages: 2

Premium Essay

Capital Budgeting

...xcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnmqwertyuiopasdfghjklzxcvbnm Capital Budgeting What is it? 3/11/2012 Daniel Williams | To be a successful sport organization, you must be good at capital budgeting. To understand capital budgeting, I feel it is best to take it apart and examine it. Capital is the long-term funding that is necessary for the acquisition of fixed assets. Budgeting is keeping track of your finances and keeping to them to make the company work. When put together, you have long term funding that needs to be budgeted and kept track of. The main goal of capital budgeting is to find and select investment opportunities that are worth more than they cost. If they end up costing more than they are worth, chances are your losing money and run the risk of having to sell or close. Capital budgeting is similar to personal budgeting because they are both dealing with finances. Capital budgeting usually deals with much more money and many more ways to earn money. Because of this, you have to be extra cautious to keep track of it because it could cause a headache if you don’t. Personal budgeting usually consists of less money and doesn’t have so many ways of bringing in money. For most people, they have to budget what they earn from working to keep their finances straight. Besides the amount of money, they are......

Words: 380 - Pages: 2

Premium Essay

Capital Budgeting

...Running head: Portfolio Project- Capital Budgeting Page 1 Capital Budgeting April Sutton July 12, 2013 FINANCIAL MANAGEMENT 3004 Instructor Nickey Turner Walden University   Running head: Portfolio Project-Capital Budgeting Page 2 INTRODUCTION Capital Budgeting is defined as the process of planning and managing a firm’s long-term investments (Ross, Westerfield & Jordan. 2013). The question of what long term investment should be made is the first step of answering this question. The issues that arise with the asking of this question will be detailed in this paper. Capital Budgeting techniques include the Payback Rule, IRR, NPV, and the Profitability Index. PAYBACK RULE The payback method indicates that an investment is acceptable if its calculated payback is less than some prescribed number of years. The payback method does not consider the present value of cash flows. Under this method, an investment project is accepted or rejected on the basis of payback period. Payback period means the period of time that a project requires to recover the money invested in it (www.accountingformanagement.org).The payback period of a project is expressed in years and is computed using the following formula: Formula of payback period: According to this method, the project that promises a quick recovery of initial investment is considered desirable. If the payback period of a project computed by the above formula is shorter than or equal to the......

Words: 1553 - Pages: 7

Premium Essay

Capital Budgeting

...Paper Elizabeth Scott BBA/3301 January 13, 2013 Nchacha Etta Capital Budgeting When evaluating capital budgeting projects, the internal rate of return (IRR) and the net present value (NPV) methods are two major approaches used. IRR and NPV are the most widely used in capital budgeting. One other approach is the profitability index (PI) is essentially a variation on the NPV method. A question might be if these always give the same solutions to the problems. The answer here is no. This paper will explore these different capital budgeting techniques. This paper will also compare and contrast each of the techniques with an emphasis on comparative strengths and weaknesses. The net present value (NPV) applies to the analysis of projects. Calculate the present value of each of a project’s cash flows and add them together, using the net present value technique. This gives the result of the net present value of the project, usually referred to as the NPV (Lasher, 2011). A project’s net present value is the new effect that the undertaking is expected to have on the value of the firm. A capital spending program which maximizes the NPV of projects undertaken will contribute to maximizing shareholder wealth. According to Lasher (2011), it is the direct link to shareholder wealth maximization that makes MPV the most theoretically correct capital budgeting technique. The internal rate of return, instead of comparing present value dollar......

Words: 920 - Pages: 4

Premium Essay

Capital Budgeting

...Capital Budgeting * Capital Budget * The amount of money set aside for the purchase of fixed assets (e.g., equipment, buildings, etc.) * Capital Budgeting * The process in which a business determines whether projects such as building a new plant or investing in a long-term venture are worth pursuing. Oftentimes, a prospective project's lifetime cash inflows and outflows are assessed in order to determine whether the returns generated meet a sufficient target benchmark. * Motivation * Replacement * Expansion * Modernization * Strategic * The Major Capital Budgeting Techniques * Payback Period * It doesn't use the time value of money principle, making it the weakest of the methods that we will discuss here. However, it is still used by a large number of companies * By definition, it is the length of time that it takes to recover your investment * Example: If a project costs $100,000 and is expected to return $20,000 annually, what’s the payback period? * Payback Period = Cost of Project / Annual Cash Inflows * $100,000/$20,000, or five years. * Net Present Value * The net present value of an investment is the present value of the cash inflows minus the present value of the cash outflows. * When Cash Flow is Even * Calculate the net present value of a project which requires an initial investment of $243,000 and it is......

Words: 1082 - Pages: 5

Premium Essay

Capital Budgeting

...Capital Budgeting Introduction Capital budgeting is the process of evaluating and selecting long-term investments that are consistent with the firm's goal of maximizing owner wealth. A firm using capital budgeting, their goal is to see if there fixed income will cover itself for profit. Fixed incomes are things such as land, plant and equipment. When a firm using a machine to produce its good or service. They most of the time what the machine to produce the amount that they paid for the machine and more. The capital expenditure is the outlay of fund that a firm expects to produce and benefit with in a one year. The Capital Budgeting Process When approaching the problem of trying to the measure capital budgeting. The first step in capital budgeting is the Proposal generation. The proposals are made at all levels within a business organization and are reviewed by finance personal. The Second step in the process in the review and analysis. The formal review and analysis is performed to assess the appropriateness of proposals and evaluate their economic viability. Once the analysis is complete, a summary report is summated to decision makers. The third step in the process will be the Decision making. Firms typically delegate capital expenditure decision making on the basis of dollar limits. The board of directors must authorize expenditures beyond a certain amount. Often plant manager are given authority to make decisions necessary to keep the production line is moving....

Words: 2607 - Pages: 11

Premium Essay

Capital Budgeting

...Excellence in Financial Management Course 3: Capital Budgeting Analysis Prepared by: Matt H. Evans, CPA, CMA, CFM This course provides a concise overview of capital budgeting analysis. This course is recommended for 2 hours of Continuing Professional Education. In order to receive credit, you will need to pass a multiple choice exam which is administered over the internet at www.exinfm.com/training A companion toll free course can be accessed by dialing 1-877-689-4097, option 3, ID 752. Chapter 1 The Overall Process Capital Expenditures Whenever we make an expenditure that generates a cash flow benefit for more than one year, this is a capital expenditure. Examples include the purchase of new equipment, expansion of production facilities, buying another company, acquiring new technologies, launching a research & development program, etc., etc., etc. Capital expenditures often involve large cash outlays with major implications on the future values of the company. Additionally, once we commit to making a capital expenditure it is sometimes difficult to backout. Therefore, we need to carefully analyze and evaluate proposed capital expenditures. The Three Stages of Capital Budgeting Analysis Capital Budgeting Analysis is a process of evaluating how we invest in capital assets; i.e. assets that provide cash flow benefits for more than one year. We are trying to answer the following question: Will the future benefits of this project be large enough to justify...

Words: 5166 - Pages: 21

Premium Essay

Capital Budgeting

...Capital Budgeting By Joan Shoueka Capital Budgeting is defined in accounting and finance as “the planning of long-term corporate financial projects relating to investments funded through and affecting the firm's capital structure (Wikipedia, 2014).” It allocates resources for major capital or investment expenditures. Creating and implementing a budget is crucial to any business or organization for many reasons. One reason is because “it creates a structured step by step process that enables a company to develop and formulate long-term strategic goals, seek out new investment projects, estimate and forecast future cash flows, facilitate the transfer of information & lastly, monitor and control expenditures (Investopedia, 2014).” “Preparing a capital budget is also necessary in order to increase profits and minimize costs. Most businesses and organizations typically plan a budget for a 12-month period, which allows management to take a look at a bigger picture. A capital budget differs from a short-term budget in that it takes a look at long-term investments, examining the purchase or upgrade of fixed assets such as buildings, machinery and equipment (Ehow.com, 2014).” There are also many reasons to make hefty investments. One important intention is that it helps to expand the level of operations for a business or company. A growing company often needs to acquire new fixed assets in order to produce work in a timely fashion. Then as the company expands......

Words: 1122 - Pages: 5

Premium Essay

Capital Budgeting

...Introduction Capital budgeting decisions are the most important investment decisions made by management. The objective of these decisions is to select investments in real assets that will increase the value of the firm. (Kidwell and Parrino, 2009) Capital budgeting techniques help management systematically analyze potential business opportunities in order to decide which are worth undertaking. (Kidwell and Parrino, 2009) There are many techniques used in the process of capital budgeting. The most common methods are payback, discounted payback period, net present value (NPV), internal rate of return (IRR), accounting rate of return (ARR), and modified internal rate of return (MIRR). This paper will examine each of these techniques, weighing the pros and cons of each, and determining which technique in correct in theory. Payback Period The payback period is not a sophisticated capital budgeting technique. With using the payback period for evaluating projects, a project is accepted if the payback period is below a special threshold. (Kidwell and Parrino, 2009) The payback period is defined as the number of years that it will take a project to recover the initial investment of a company. This period can be easily calculated by adding the years before cost recovery to the remaining cost to recover divided by the cash flow during the year. It is because of the simplicity of this method is the most widely preferred tool for evaluating capital projects. Outside of......

Words: 2430 - Pages: 10

Premium Essay

Capital Budgeting

...Handouts for Corporate Finance 1 Capital Budgeting Introduction A logical prerequisite to the analysis of investment opportunities is the creation of investment opportunities. Unlike the field of investments, where the analyst more or less takes the investment opportunity set as a given, the field of capital budgeting relies on the work of people in the areas of industrial engineering, research and development, and management information systems (among others) for the creation of investment opportunities. As such, it is important to suggest that students keep in mind the importance of creativity in this area, as well as the importance of analytical techniques. Because a project is financially sound, it must be ethically sound, right? Well . . . the question of ethical appropriateness is less frequently discussed in the context of capital budgeting than that of financial appropriateness. Consider the following simple example: The American Association of Colleges and Universities estimates that 10 percent of all college students cheat at some time during their postsecondary education careers. You might pose the ethical question of whether it would be proper for a publishing company to offer a new book How to Cheat: A User's Guide. The company has a cost of capital of 8% and estimates it could sell 10,000 volumes by the end of year one and 5,000 volumes in each of the following two years. The immediate printing costs for the 20,000 volumes would be $20,000. The...

Words: 3456 - Pages: 14

Premium Essay

Capital Budgeting

...CHAPTER ONE Introduction Understanding and being able to use capital budgeting techniques and investment appraisal tools is usually a standard requirement for most business degrees. In addition learning such methods will also give one an advantage in a real business situation, in which there is the consideration of significant capital expenditure project. Capital budgeting assists management decisions making on the process of ensuring growth of the organization. The techniques are divided into two types: one, Traditional (non-discounting) that includes pay back method, accounting rate of return (ARR). Two, discounting cash flow that includes net present value (NPV), internal rate of return (IRR) Profitability Index (PI). Before an investment appraisal is conducted, there are a number of points to keep in mind. Whilst the tool presented will give an evaluation of the worth of a project, one should consider that the answer is only a guide. In short, the results of an investment appraisal should be considered in conjunction with both common sense and other qualitative factors such as a business’s overall strategy. Secondly, before an investment appraisal is conducted, one should consider whether or not the project is mutually exclusive. Where a project is mutually exclusive, then only the best project should be selected. Where on the other hand, projects are independent; one may select all projects which give the appropriate return. 1.1 Background of the study Corporate......

Words: 7901 - Pages: 32

Premium Essay

Capital Budgeting

...Capital Budgeting March 28, 2016 Capital Budgeting An investment project is part of a business growth initiatives, which may be s deemed acceptable or unacceptable based on the rate of the projects return. Unlike most decisions that an organization makes, a capital budgeting decision requires that two decisions a financial and an investment decision. For a business to decide which project to invest their resources, they must use one or several of the tools design for capital budgeting. Definitions, Analysis, and Interpretation Capital budgeting is used to make calculated informed decisions about acquiring property, businesses, and equipment. It is a process that allows investors to analyze, compare and select the acquisition, which will maximize their wealth. Our team had to analyze a Capital Budgeting Case Study presented in week 6 of Quantitative Reasoning for Business course. In this case, we are to choose only one corporation within the budget of $250,000. As stated in the guidelines, there is a comparison between Company A and company B. This is done by four calculations for both companies. Which are the 5-year projected income statement, a 5-year projected cash flow, net present value (NPV), and the internal rate of return (IRR). Included is the excel spreadsheet with our calculations and graph to decipher easily which company will make the best purchase. The NPV and IRR are two critical numbers that are helpful in determining the purchase. “The NPV tells......

Words: 1046 - Pages: 5

Premium Essay

Capital Budgeting

...Capital Budgeting' Capital budgeting is the process in which a business determines and evaluates potential expenses or investments that are large in nature. These expenditures and investments include projects such as building a new plant or investing in a long-term venture. Often times, a prospective project's lifetime cash inflows and outflows are assessed in order to determine whether the potential returns generated meet a sufficient target benchmark, also known as "investment appraisal." BREAKING DOWN 'Capital Budgeting' Ideally, businesses should pursue all projects and opportunities that enhance shareholder value. However, because the amount of capital available at any given time for new projects is limited, management needs to use capital budgeting techniques to determine which projects will yield the most return over an applicable period of time. Various methods of capital budgeting can include throughput analysis, net present value (NPV), internal rate of return (IRR), discounted cash flow (DCF) and payback period. There are three popular methods for deciding which projects should receive investment funds over other projects. These methods are throughput analysis, DCF analysis and payback period analysis. Throughput Analysis Throughput is measured as the amount of material passing through a system. Throughput analysis is the most complicated form of capital budgeting analysis, but is also the most accurate in helping managers decide which projects to pursue....

Words: 853 - Pages: 4

Premium Essay

Capital Budgeting

...Capital Budgeting Techniques Mona School of Business Financial Management Lecturer: Kathya Beckford By the end of this session you will understand: 1. What capital budgeting is How to calculate and interpret a project’s:      2. Payback Period Discounted Payback Period Net Present Value (NPV) Internal Rate of Return (IRR) Profitability Index (PI) 3. How to choose projects when capital is rationed What is capital budgeting? Capital budgeting is the process of planning expenditure on assets or projects that can have a long-term impact on an institution. Examples of capital projects      Adopting a new enterprise-wide software system Launching a new advertising campaign Replacing factory equipment Expanding sales into a new market Building a road Why is capital budgeting important?  Helps firm make smart decisions  Capital projects large and expensive- not easy to change course Allows management team to give input and be on same page  Capital budgeting techniques include:      Payback Period Discounted Payback Period Net Present Value (NPV) Internal Rate of Return (IRR) Profitability Index (PI) Payback Period- The Concept What is it? The payback period for a project is the expected time it will take to recover the original investment. The decision rule: Accept project if its payback period is less than the maximum allowed. Payback Period- An Example A project requires a $100,000,000......

Words: 2050 - Pages: 9

Premium Essay

Capital Budgeting

... Capital Budgeting When people hear the term capital budgeting, they usually focus on the budgeting part of the term rather than the capital portion. Actually, capital is the more important aspect in that it lets us know that we are evaluating a larger expenditure that will be capitalized -- in other words, depreciated over time. Remember, a capital expenditure can be many things -- a large copying machine, an automated assembly line, a building, or the ultimate in capital budgeting -- the acquisition of another entity. What is totally cool about capital budgeting is it allows you to analyze one or more projects so that you can intelligently and strategically make a decision as to which project you wish to acquire or piece of equipment you should procure. There are at least 6 capital budgeting tools that can be used in analyzing a capital expenditure (please note that the text mainly focuses on NPV and IRR) -- Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), Payback Period (PB), Discounted Payback Period (DPB), and Modified Internal Rate of Return (MIRR). Perhaps in a prior finance course, you might have learned how to calculate four of the above six tools -- NPV, IRR, PI, and PB. If not, then it will be new material for you! Now, crunching the numbers might seem by some to be the more crucial part -- and it is indeed very important. However, interpreting and analyzing the answers are just as important. Let's see if we can do this with...

Words: 2404 - Pages: 10