Free Essay

Audit Atas Siklus Jasa Personalia

In: Other Topics

Submitted By rutang
Words 1352
Pages 6
* MERENCANAKAN AUDIT ATAS SIKLUS JASA PERSONALIA
Siklus jasa personalia suatu entitas menyangkut peristiwa dan aktivitas yang berhubungan dengan kompensasi eksekutif serta karyawan. jenis-jenis kompensasi ini meliputi gaji, upah per jam dan insentif, komisi, bonus, opsi saham, dan tunjangan karyawan. kelompok transaksi yang utama dalam siklus ini adalah transaksi penggajian. Siklus jasa personalia saling berkaitan dengan 2 siklus lainnya. Pembayaran gaji dan upah serta pembayaran pajak gaji dan upah berhubungan dengan transaksi pengeluaran kas dalam siklus pengeluaran. * TUJUAN AUDIT
Tujuan audit spesifik untuk silus jasa personalia diperlihatkan dalam gambar 16-10 Kategori Awal | Tujuan Audit Kelompok Transaksi | Tujuan Audit Saldo Akun | Keberadaan atau keterjadian | Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah yang tercatat berhubungan dengan kompensasi untuk jasa yang diberikan selama periode berjalan (EO1). | Saldo kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah menunjukkan jumlah yang terhutang pada tanggal neraca (EO2). | Kelengkapan | Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah yang tercatat mencakup semua beban semacam itu yang terjadi untuk jasa personalia selama tahun berjalan (C1). | Kewajiabn gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah mencakup semua jumlah yang terhutan kepada personel dan lembaga pemerintah pada tanggal neraca (C2). | Hak dan Kewajiban | | Kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah adalah kewajiban entitas yang melaporkan (RO1). | Penilaian atau Alokasi | Beban gaji dna upah serta beban pajak gaji dan upah telah dihitung serta dicatat secara akurat (VA1). | Kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah telah dihitung serta dicatat secara akurat (VA2).Distribusi tenaga kerja pabrik telah dihitung dan dicata dengan benar (VA3). | Penyajian dan pengungkapan | Beban gaji dan upah serta beban pajak gaji dan upah telah diidentifikasi serta diklasifikasikan dengan tepat dalam laporan laba rugi (PD1). | Akun kewajiban gaji dan upah akrual serta pajak gaji dan upah telah diidentifikasi serta diklasifikasikan dengan tepat dalam neraca (PD2).Laporan keuangan memuat pengungkapan yang layak atas pension dan program tunjangan lainnya (PD3). |

MENGGUNAKAN PEMAHAMAN TENTANG BISNIS DAN INDUSTRI UNTUK MENGEMBANGKAN STRATEGI AUDIT
Waktu dan upaya audit yang dicurahkan untuk siklus jasa personalia akan bervariasi dari satu industri ke industri lainnya. Audit jasa personalia merupakan hal yang sangat penting bagi keberhasilan audit atas sebuah sekolah, karena 80% hingga 90% dari anggaran tahunannya mungkin dihabiskan untuk jasa dan tunjangan personalia. Industri hotel merupakan salah satu industri jasa yang juga tergantung pada pemanfaatan personalia secara efektif. Sebelum melanjutkan audit atas jasa personalia, penting bagi auditor untuk memahami: * Pentingnya jasa personalia bagi keseluruhan entitas. * Sifat kompensasi, karena kompensasi per jam memerlukan sistem pengendalian yang berbeda dengan kompensasi gaji. * Pentingya berbagai paket kompensasi seperti bonus, opsi saham dan hak apresiasi saham, serta perjanjian pensiun.

MATERIALITAS, RISIKO INHEREN, DAN PROSEDUR ANALITIS
Materialitas. Untuk perusahaan perangkat lunak dan perusahaan jasa seperti bank, perusahaan asuransi, dan kantor professional, jasa personalia merupakan beban utama. Untuk sekolah, jasa personalia mungkin menajadi pengeluaran yang utama. Walaupun saldo moneter untuk gaji dan upah akrual mungkin tidak sesignifikan saldo piutang, namun pengungkapan yang berkaitan dengan opsi saham pada pensiun merupakan pengungkapan yang material.
Risiko Inheren. Auditor jarang memperhatikan asersi kelengkapan dalam siklus gaji dan upah akrena sebagian besar karyawan akan segera menuntut majikan mereka jika tidak dibayar. Akan tetapi, penipuan gaji dan upah (keberadaan dan keterjadian) telah menjadi perhatian utama auditor. Penipuan ini dapat terjadi pada 2 tingkatan. Karyawan yang terlibat dalam penyiapan dan pembayaran gaji dan upah mungkin memroses data untuk karyawan-karyawan fiktif, kemudian menyimpangkan cek gaji itu untuk digunakan sendiri. Atau, manajemen mungkin secara sengaja salah mengklasifikasikan atau “mengalihkan biaya tenaga kerja dalam kontrak pemerintah untuk menipu badan pemerintah itu.
Prosedur Analitis. Auditor biasanya akan melakukan prosedur analitis ketika memulai audit atas siklus jasa personalia karena prosedur ini efektif dari segi biaya. Prosedur analitis berguna dalam mengidentifikasi potensi kecurangan seperti apabila gaji dan upah kotor per karyawan melebihi ekspektasi auditor. Jenis prosedur ini dianggap paling efektif jika auditor bisa menggunakan perangkat lunak audit yang umum, memilah karyawan menurut kategori, dan kemudian mengevaluasi rata-rata pembayaran menurut kategori karyawan itu.
PERTIMBANGAN KOMPONEN PENGENDALIAN INTERNAL
Seperti untuk kelompok transaksi utama lainnya, kelima komponen pengendalian internal dianggap relevan dengan siklus jasa personalia. Beberapa faktor lingkungan pengendalian mempunyai relevansi yang bersifat langsung. Manajemen juga harus menilai risiko dan konsekuensi yang berkaitan dengan kesalahan atau kecurangan dalam pemrosesan gaji dan upah. Pemahaman atas komponen informasi dan komunikasi mengharuskan auditor untuk mengenal dengan baik metode-metode pengorganisasian data dan pemrosesan data yang berhubungan dengan transaksi penggajian. Aktivitas pemantauan yang dapat diterapkan atas penggajian mencakup umpan balik dari karyawan mengenai masalah pembayaran, umpan balik dari badan pemerintah megnenai msalah pelaporan serta pembayaran pajak gaji dan upah, penilaian efektivitas pengendalian gaji dan upah oleh auditor internal dan pengawasan kompensasi eksekutif oleh komiter audit. * AKTIVITAS PENGENDALIAN – TRANSAKSI PENGGAJIAN
DOKUMEN DAN CATATAN YANG UMUM
Dokumen dan catatan berikut ini penting dalam melaksanakan serta mencatat transaksi penggajian: otorisasi personalia, kartu absen, tiket waktu, register penggajian, rekening bank untuk penggajian imprest, cek gaji, ikhtisar distribusi biaya tenaga kerja, SPT pajak gaji dan upah, file personalia karyawan, file induk data personalia, file induk penghasilan karyawan.
FUNGSI – FUNGSI DAN PENGENDALIAN TERKAIT
Pemrosesan transaksi penggajian melibatkan fungsi-fungsi penggajian berikut: 1. Memulai transaksi penggajian yang mencakup: a. Mengangkat karyawan. b. Mengotorisasi perubahan gaji dan upah. 2. Penerimaan jasa, mencakup: c. Menyiapkan data kehadiran dan pencatatan waktu. 3. Pencatatan transaksi penggajian, yang mencakup: d. Menyiapkan daftar serta mencatat gaji dan upah. 4. Pembayaran gaji dan upah, yang mencakup: e. Membayar gaji dan upah serta menjaga upah yang belum diambil. f. Menyerahkan SPT pajak gaji dan upah.
MEMPEROLEH PEMAHAMAN DAN MENILAI RISIKO PENGENDALIAN
Prosedur yang digunakan untuk memperoleh dan mendokumentasikan pemahaman tentang komponen struktur pengendalian internal untuk transaksi penggajian sama seperti untuk kelompok transaksi utama lainnya. Dalam menilai risiko pengendalian, auditor menyadari bahwa salah saji yang terjadi dalam daftar gaji dan upah mungkin timbul akibat kesalahan yang tidak disengaja atau kecurangan. Di sini yang menjadi perhatian khusus adalah risiko lebih saji dan upah melalui hal-hal berikut ini: * Pembayaran kepada karyawan fiktif. * Pembayaran kepada karyawan aktual untuk jam-jam kerja yang tidak dilakukan. * Pembayaran kepada karyawan aktual dengan tarif yang lebih tinggi daripada yang diotorisasi.
Dua pengujian pengendalian yang berhubungan dengan risiko pengendalian untuk asersi keberadaan atau keterjadian adalah (1) pengujian atas karyawan yang sudah berhenti dan (2) menyaksikan pembagian gaji dan upah. Dalam menyaksikan pembagian cek gaji itu, auditor mengamati bahwa * Ada pemisahan tugas antara penyusunan daftar serta pembayaran gaji dan upah. * Setiap karyawan hanya menerima satu cek. * Setiap karyawan diidentifikasi dengan badge atau kartu identitas karyawan. * Terdapat pengendalian dan disposisi yang tepat atas cek-cek yang belum diambil.

* PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS SALDO GAJI DAN UPAH
MENENTUKAN RISIKO DETEKSI
Faktor-faktor yang menyebabkan tingginya risiko inheren untuk asersi eksistensi atau kejadian serta penilaian atau alokasi yang berkaitan dengan transaksi penggajian telah disebutkan sebeblumnya dalam bab ini. Akan tetapi, bukti tentang keefektifan pengendalian atas risiko-risiko ini dalam banyak kasus akan memungkinkan penilaian risiko pengendalian yang rendah, sehingga menghasilkan tingkat risiko deteksi yang sedang atau tinggi untuk sebagian besar atau seluruh asersi gaji dan upah. Akibatnya, pengujian substantif atas saldo-saldo gaji dan upah seringkali dibatasi pada penerapan prosedur analitis atas akun-akun beban dan pos-pos akrual yang terkait, serta pengujian rincian yang terbatas. Jika prosedur analitis tersebut mengungkapkan fluktuasi yang tidak diduga, maka akan diperlukan pengujian rincian yang lebih ekstensif.
MERANCANG PENGUJIAN SUBSTANTIF Penjelasan tentang pengujian substantive yang spesifik atas saldo-saldo gaji dan upah dibatasi pada prosedur-prosedur berikut ini: * Menghitung kembali jumlah-jumlah akrual * Mengaudit tunjangan karyawan dan program pension * Mengaudit opsi saham dan hak apresiasi saham * Memverifikasi kompensasi pejabat * JASA BERNILAI TAMBAH DALAM SIKLUS JASA PERSONALIA
Manajemen personalia merupakan proses inti bagi banyak perusahaan. Di sini masalah utamanya adalah bagaimana auditor menggunakan pengetahuan yang diperoleh selama melakukan audit untuk memberikan jasa bernilai tambah bagi para kliennya. Bagi organisasi jasa, merupakan hal yang penting untuk memiliki cara mengevaluasi produktivitas karyawan. para akuntan publik biasanya memiliki keterampilan dalam mengembangkan cara agar pusat-pusat pertanggungjawaban bertanggung jawab atas penggunaan sumber daya mereka − dalam hal ini sumber daya gaji dan upah. Akuntan publik dapat membantu klien dengan (1) menyarankan ukuran produktivitas karyawan yang tepat atau dengan (2) mengidentifikasi langkah-langkah yang diambil klien untuk meningkatkan produktivitas karyawan.…...

Similar Documents

Free Essay

Pengaruh Tingkat Kepatuhan Atas Norma Dan Prosedur Terhadap Independensi Opini Audit

...BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Menurut (Herliansyah, Yudhi 2008) Auditor adalah profesi yang bertugas untuk melayani kepentingan masyarakat yaitu dengan melaksanakan audit atas laporan keuangan sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan. Dalam tugasnya memeriksa laporan keuangan perusahaan, auditor dituntut untuk bersikap profesional yang akan memberikan pendapatnya sesuai dengan kenyataan yang ditemuinya selama audit berlangsung. Berkembangnya profesi auditor telah banyak diakui oleh banyak kalangan. Kebutuhan dunia usaha atau pemerintah dan masyarakat luas akan jasa auditor adalah pemicu perkembangan tersebut. Dalam penelitiannya (Winarna, Jaka 2005) nyatakan : Berkembangnya profesi auditor juga diikuti dengan meningkatnya kekhawatiran tentang menurunnya independensi auditor, yang didasarkan adanya suatu sikap skeptis tentang bagaimana hubungan yang erat antara auditor dan manajemen dari klien audit tanpa menciptakan, baik dalam fakta ataupun dalam persepsi, suatu hubungan kepentingan yang dapat merusak independensi auditor. Auditor tidak dapat memihak, baik untuk kepentingan klien ataupun pihak ketiga. Auditor bertugas untuk membuktikan kewajaran suatu laporan keuangan klien dan tidak memihak karena auditor tidak hanya mendapat kepercayaan dari klien tapi juga pihak ketiga. Namun sering kali kepentingan klien dan pihak ketiga bertentangan, Dalam penelitiannya (Manggala S. Sulaiman dan Hutapea V. Jenny 20017) nyatakan : Pada saat ini......

Words: 1592 - Pages: 7

Free Essay

Tanggung Jawab Dan Tujuan Audit, Bukti Audit

...BAB 6 : TANGGUNG JAWAB DAN TUJUAN AUDIT TUJUAN PELAKSANAAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN Tujuan dari audit biasa atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil operasi, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Auditor mengumpulkan bukti untuk membuat kesimpulan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan untuk menentukan keefektifan pengendalian internal, setelah itu baru menerbitkan laporan audit yang tepat. Langkah-langkah untuk mengembangkan tujuan audit : 1. Memahami tujuan dan tanggung jawab audit 2. Membagi laporan keuangan menjadi berbagai siklus 3. Mengetahui asersi manajemen tentang laporan keuangan 4. Mengetahui tujuan audit umum untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan 5. Mengetahui tujuan audit khusus untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN Tanggung jawab untuk mengadopsi kebijakan akuntansi yang baik, menyelenggarakan pengendalian yang memadai, dan menyajikan laporan keuangan yang wajar berada di pundak manajemen, bukan di pundak auditor. Karena menjalankan bisnis sehari-hari, manajemen perusahaan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang transaksi perusahaan serta aktiva, kewajiban, dan ekuitas terkait ketimbang auditor. Sebaliknya, pengetahuan auditor akan masalah ini serta pengendalian internal hanya terbatas pada......

Words: 3546 - Pages: 15

Free Essay

Audit

...SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI (Disusun Untuk Memenuhi Tugas Wajib Mata Kuliah Pengauditan) NAMA : Prisca Ramadhani F1312087 Rama Juni Tambunan F1312090 Tutut Novia Yanuarti F1312114 PROGRAM STUDI S1 TRANSFER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013 METODE PEMILIHAN SAMPEL NONPROBABILISTIK Metode pemilihan sampel nonprobabilistik adalah metode yang tidak memenuhi persyaratan teknis bagi pemilihan sampel probabilistic. Dalam pemilihan sampel terarah auditor dnegan sengaja memilih setiap item dalam sampel berdasarkan criteria pertimbangannya sendiri ketimbang mengunakan pemilihan acak. Pendekatan yang umumnya digunakan termasuk : * Pos yang paling mungkin mengandung salah saji * Pos yang mengandung karakteristik populasi terpilih * Cakupan nilai uang yang besar Dalam pemilihan sampel blok, auditor memilih pos pertama dalam suatu blok, dan sisanya dipilih secara berurutan. Biasanya penggunaan sampel blok hanya dapat diterima jika jumlah blok yang digunakan masuk akal. Pemilihan sampel sembarangan adalah pemilihan item atau pos tanpa bias yang disengaja oleh auditor. Dalam kasus semacam itu, auditor memilih item populasi tanpa memandang ukurannya, sumber, atau karakteristik lainnya yang membedakan. METODE PEMILIHAN SAMPLE PROBALISTIK Sampling statistic mengharuskan sampel probabilistic mengukur resiko sampling. Untuk sampel probabilistic, auditor tidak menggunakan...

Words: 1887 - Pages: 8

Free Essay

Audit Investigasi

...BAB II 2. 1. 1. Pengertian Audit Investigatif Audit investigatif adalah salah satu aktivitas dalam rangka implementasi upaya strategi memerangi korupsi dengan pendekatan investigatif. Ditinjau dari profesi auditor atau bidang auditing, audit investigatif merupakan perkembangan atau spesialisasi dari auditing dengan tujuan tertentu (special audit). Dengan maraknya masalah kecurangan (fraud), yang di Indonesia kita kenal dengan istilah ” korupsi ” berkembanglah audit yang berkaitan dengan kecurangan tersebut menjadi suatu spesialisasi dengan istilah investigatif audit, forensik audit, fraud audit, namun demikian hingga saat ini belum ada batasan yang jelas tentang ruang lingkup istilah-istilah tersebut. Untuk keperluan praktis, audit investigatif didefinisikan menurut G. Jack Bologna dan Robert J. Lindquist dalam bukunya ”Fraud Auditing and Forensic Accounting” yang terjemahannya berbunyi audit investigatif mencakup reviu dokumentasi keuangan untuk tujuan tertentu yang mungkin saja berhubungan dengan masalah ligitasi dan pidana. Praktik investigatif atau fraud accountant diutamakan pada dua bidang kegiatan yaitu mencari bukti perbuatan kriminal dan penyebab atau pendukung kerugian (damages). Sebelum dibahas lebih lanjut, ada beberapa aksioma yang menarik terkait dengan fraud examiners/audit investigatif, yaitu: · Kecurangan itu tersembunyi (Fraud is Hidden) Kecurangan memiliki metode untuk menyembunyikan seluruh aspek yang mungkin dapat......

Words: 4160 - Pages: 17

Free Essay

Audit

...diperkirakan oleh auditor. 5. Membandingkan data klien dengan hasil perkirakaan yang menggunakan data non keuangan. Table 1. Prosedur analitik siklus persediaan dan pergudangan Analytical procedure | Kemungkinan Misstatement | Membandingkan persentase gross margin dengan tahun lalu | Overstatement pada persediaan atau harga pokok penjualan | Membandingkan inventory turnover dengan tahun lalu | Keusangan persediaan ; overstatement atau understatement pada persediaan | Membandingkan unit cost dari persediaandengan tahun sebelumnya | Overstatement atau understatement pada unit cost persediaan | Membandingkan biaya pabrikasi tahun ini dengan tahun sebelumnya | Misstatement pada unit cost persediaan; khususnya biaya tenaga kerja langsung dan overhead | Pengamatan fisik persediaan Paragraf 3 SA Seksi 331 (PSA No. 07) m enyatakan: Jika kuantitassediaan hanya ditentukan melalui penghitungan fisik, dan semua penghitungan dilakukan pada tanggal neraca atau pada suatu tanggal dalam periode yang tepat, baik sebelum maupun sesudah tanggal neraca, maka perlu bagi auditor untuk hadir pada saat penghitungan fisik persediaan dan melalui pengamatan, pengujian dan permintaan keterangan memadai, untuk meyakinkan dirinya tentang efektivitas metode penghitungan fisik persediaan dan mengukur keandalan yang dapat diletakkan atas representasi klien kuantitas dan kondisi fisik persediaan. Artinya: - Ada perbedaan antara pengamatan (observasi) dengan penghitungan fisik -......

Words: 929 - Pages: 4

Free Essay

Audit Siklus Pendapatan

...BAB 9 AUDIT SIKLUS PENDAPATAN GAMBARAN UMUM TEKNOLOGI SIKLUS PENDAPATAN Teknologi informasi alternatif yang digunakan dalam siklus pendapatn. Teknologi pertama adalah sistem pesanan penjualan yang menggunakan pemrosesan secara batch dan yang menggunakan file berurutan untuk menyimpan catatan akuntansi. Teknologi ini adalah contoh dari sistem jenis lama. Pendekatan ini mencirikan era kepemilikan data, dimana file didesain secara ekslusif untuk pemakaian seoarang pengguna. Proses berbagai data sulit dilakukan bahkan tidak mungkin dilakukan dalam pengaturan seperti ini sehingga timbul banyak sekali redundansi data serta data yang using. Meskipun kuno, sistem ini masih digunakan karena sistem ini terus menambah nilai bagi perusahaan. Selama bertahun-tahun, perkiraan antisipasinya adalah sistem lama akn diganti sebelum akhir abad ke-20. Akan tetapi banyak perusahaan yang memilih untuk mendedikasikan sumber dayanya dalam jumlah besar untuk memperbaiki dan memodifikasi site mini untuk berfungsi di millennium berikutnya. Kedua, berbagai fitur oeprasi dari sistem penerimaan kas yang menggunakan pemrosesan batch dan file berakses langsung akan dikaji. Konfigurasi ini ditemukan dalam sistem yang modern dan sitem lama dari era terakhir. Pendekatan file akses lamgsung menawarkan berbagai macam kelebihan operasional dibandingkan pemrosesan file berurutan, serta memungkinkan adanya proses berbagi data secara tidak terbatas. Contoh terakhir akan menggambarkan sistem real time modern......

Words: 850 - Pages: 4

Free Essay

Bank Umum Dan Jenis Jasa-Jasa Bank

...KATA PENGANTAR Puji syukur Kami haturkan kehadirat Allah swt yang telah memberikan kami kesempatan dan kesehatan sehingga kami bisa menyelesaikan makalah kami tentang Bank Umum dan Jenis Jasa Bank Umum. Tidak lupa pula shalawat serta salam selalu kami hadiahkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad saw yang telah membawa kita semua ke alam yang gelap menuju alam yang terang benderang yakni agama islam. Bank merupakan salah satu lembaga yang mempunyai kewenangan untuk menyimpan dan memberikan dana kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan oleh bank sentral dalam hal ini Bank Indonesia. Selain menghimpun dana masyarakat, bank juga mempunyai banyak produk jasa lain yang memberikan kemudahan bagi para nasabah untuk memanfaatkan jasa perbankan. Maka dari itu kami menyusun makalah ini yang mengambil topik tentang Bank Umum dan Jenis Jasa Bank Umum agar kita semua bisa mengetahui apa saja yang dilakukan bank selain menghimpun dan memberikan dana dari dan untuk masyarakat. Demikian pengantar yang bisa kami sampaikan, kami mohon maaf apabila ada banyak kesalahan yang ada dalam penyusunan makalah ini. Kami menerima segala bentuk kritik dan saran yang membangun demi kebaikan dan kemudahan kita bersama dalam menuntut ilmu lebih banyak lagi. Mataram, Februari 2011 Penulis DAFTAR ISI KATA PENGANTAR 1 DAFTAR ISI 2 BAB I PENDAHULUAN 3 BAB II PEMBAHASAN 5 BAB III......

Words: 2977 - Pages: 12

Free Essay

Siklus Akuntansi

...Siklus Akuntansi Manahan Nasution Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut: Transaksi Usaha Pembuatan Bukti Asli Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1 Neraca Lajur Penyesuaian Laporan Keuangan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah penutupan 2 Gambar 1 1. TRANSAKSI Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat.3 Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya. Suatu transaksi tertentu dapat menimbulkan peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan transaksi lainnya. Misalnya, pembelian barang dagangan secara kredit akan disusul dengan transaksi lainnya, yaitu pembayaran kepada kreditor. 1 2 3 Niswonger, C. Rollin, Phillip E. Fess, and Carl S. Warren. Prinsip- prinsip akuntansi, terjemahan Marianus Sinaga, Edisi 14, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1992, Hal 41. Smith, Jay M. and K. fred Skousen. Akuntansi Intermediate...

Words: 2808 - Pages: 12

Free Essay

Seminar Audit

...auditor yg profesional maka pada saat saudara mendapat tugas audit, saudara  harus tahu apa yg dilakukan terkait dengan standar audit, jelaskan apa yg diimplementasikan? 1. Standar auditing merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing. Standar Audit berisi ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh Akuntan Publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap SA yang diterbitkan oleh IAPI ini bersifat wajib bagi seluruh anggota IAPI. Termasuk di dalam SA adalah Interpretasi Pernyataan Standar Auditng (IPSA), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh IAPI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh IAPI dalam PSA. Dengan demikian, IPSA memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perlausan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi seluruh anggota IAPI, sehingga pelaksanaannya bersifat wajib. 2. Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah sebagai berikut : Standar Umum * Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. * Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. * Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib......

Words: 684 - Pages: 3

Free Essay

Audit

...PROSES PEMBUATAN STANDAR AUDIT I. KANTOR AKUNTAN PUBLIK Di Amerika Serikat audit atas semua laporan keuangan, kecuali atas organisasi pemerintah tertentu, dilakukan oleh kantor akuntan publik (KAP). Hak untuk melakukan audit diberikan kepada KAP oleh masing-masing negara bagian. Selain audit atas laporan keuangan, KAP juga memberikan jasa lainnya seperti jasa perpajakan, konsultasi, perencanaan keuangan, penilaian usaha, dan teknologi informasi. Berdasarkan ukurannya, KAP di Amerika Serikat dapat dibagi menjadi 4 kategori: 1. KAP internasional Empat Besar ← KAP jenis ini mempunyai cabang baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia. Kegiatan mereka mencakup audit atas hampir semua perusahaan besar di dunia. Contoh: Delloitte & Touche, Ernst & Young, PricewaterhouseCoopers, dan KPMG. 2. KAP nasional ← KAP ini memiliki cabang hampir di setiap kota besar di Amerika Serikat. Mereka biasanya berafiliasi dengan KAP di negara lain untuk melakukan audit secara internasional. Contoh: RSM McGladey/MsGladey & Pullen, Grant Thornton, dan BDO Seidman. 3. KAP regional dan KAP lokal besar ← KAP jenis ini sebagian besar memiliki beberapa cabang di sebuah negara bagian dan melayani klien dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Namun demikian, beberapa dari KAP jenis ini juga memiliki afiliasi internasional. Contoh: Crowe Group, BKD, Moss Adams, dan Plante & Moran. 4. KAP lokal kecil ← 95% dari KAP yang ada di Amerika Serikat merupakan KAP......

Words: 1998 - Pages: 8

Premium Essay

Alma Ata

...Declaration of Alma-Ata International Conference on Primary Health Care, Alma-Ata, USSR, 6-12 September 1978 The International Conference on Primary Health Care, meeting in Alma-Ata this twelfth day of September in the year Nineteen hundred and seventy-eight, expressing the need for urgent action by all governments, all health and development workers, and the world community to protect and promote the health of all the people of the world, hereby makes the following Declaration: I The Conference strongly reaffirms that health, which is a state of complete physical, mental and social wellbeing, and not merely the absence of disease or infirmity, is a fundamental human right and that the attainment of the highest possible level of health is a most important world-wide social goal whose realization requires the action of many other social and economic sectors in addition to the health sector. II The existing gross inequality in the health status of the people particularly between developed and developing countries as well as within countries is politically, socially and economically unacceptable and is, therefore, of common concern to all countries. III Economic and social development, based on a New International Economic Order, is of basic importance to the fullest attainment of health for all and to the reduction of the gap between the health status of the developing and developed countries. The promotion and protection of the health of the people is essential to sustained......

Words: 1142 - Pages: 5

Free Essay

Audit

...Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Persediaan 3. Prosedur Pemeriksaan Persediaan 1. 1 Sifat dan contoh Persediaan Menurut SAK: persediaan adalah aktiva: a. yang tersedia untuk dijual b. dalam proses produksi dan atau dlm perjalanan c. dalam bentuk perlengkapan [supplies] untuk digunakan dlm proses produksi atau pemberian jasa Sifat Persediaan: - biasanya mrpkan aktiva lancar [perputaran < 1 thn] - mrpkn jml yg besar - mempunyai pengaruh yg besar thd Neraca dan Lap. Laba rugi. 2 Sifat dan contoh Persediaan Contoh Persediaan: - Bahan baku - Bahan dalam proses - Barang jadi - Suku cadang [spare parts] - Bahan pembantu - Barang dalam perjalanan [sudah dikirim supplier ttp belum sampai ke gudang] - Barang konsinyasi [consignment out]: barang perush yg dititip jual kpd perush lain. Sedang consignment in [barang perush lain yg dititip di perush] tidak boleh dicatat sbg persediaan perusahaan. 3 Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective) Persediaan 1. Utk memeriksa apakah terdpt internal control yg baik atas persediaan 2. Utk memeriksa apakah persediaan yg tercantum di neraca betul-betul ada dan dimiliki perush. 3. Utk memeriksa apakah metode penilaian persediaan sesuai dg SAK. 4. Utk memeriksa apakah apakah sistem pencatatan persediaan sesuai dg PABU. 5. Utk memeriksa apakah terhadap barang-barang yg rusak [defective], bergerak lambat [slow moving], dan ketinggalan mode [absolescence] sudah dibuatkan allowance yg cukup 4 Tujuan Pemeriksaan (Audit Objective)......

Words: 1200 - Pages: 5

Free Essay

Case Audit Ethics

...Akuntan Publik (SPAP). Pelanggaran itu berkaitan dengan pelaksanaan audit atas Laporan Keuangan PT Muzatek Jaya tahun buku berakhir 31 Desember 2004 yang dilakukan oleh Petrus. Selain itu, Petrus juga telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit umum dengan melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Muzatek Jaya, PT Luhur Artha Kencana dan Apartemen Nuansa Hijau sejak tahun buku 2001 sampai dengan 2004. Selama izinnya dibekukan, Petrus dilarang memberikan jasa atestasi termasuk audit umum, review, audit kinerja dan audit khusus. Yang bersangkutan juga dilarang menjadi pemimpin rekan atau pemimpin cabang KAP, namun dia tetap bertanggungjawab atas jasa- jasa yang telah diberikan, serta wajib memenuhi ketentuan mengikuti Pendidikan Profesional Berkelanjutan (PPL). Pembekuan izin oleh Menkeu tersebut sesuai dengan Keputusan Menkeu Nomor 423/KMK.06/2002 tentang Jasa Akuntan Publik sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menkeu Nomor 359/KMK.06/2003. Pembekuan izin yang dilakukan oleh Menkeu ini merupakan yang kesekian kalinya. Pada 4 Januari 2007, Menkeu membekukan izin Akuntan Publik (AP) Djoko Sutardjo dari Kantor Akuntan Publik Hertanto, Djoko, Ikah & Sutrisno selama 18 bulan. Djoko dinilai Menkeu telah melakukan pelanggaran atas pembatasan penugasan audit dengan hanya melakukan audit umum atas laporan keuangan PT Myoh Technology Tbk (MYOH). Penugasan......

Words: 1093 - Pages: 5

Free Essay

Risiko Audit

...Pemahaman dan Penilaian Risiko Pemeriksaan Risiko Pemeriksaan atau Audit Risk (AR) adalah risiko yang timbul karena pemeriksa, tanpa disadari, tidak memodifikasi opininya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. AR berkaitan dengan seberapa besar kemungkinan (probabilitas) pemeriksa menyimpulkan bahwa semua asersi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun oleh manajemen (entitas) secara material adalah benar, padahal terdapat asersi yang keliru secara material. Rumus risiko pemeriksaan adalah AR=IR X CR X DR dimana IR merupakan Inherent Risk, CR merupakan Control Risk, dan DR merupakan Detection Risk. Risiko Bawaan atau Inherent Risk (IR) adalah kerentanan suatu saldo akun atau kelas transaksi terhadap salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian terkait. Setiap saldo akun atau kelas transaksi memiliki risiko bawaan yang berbeda-beda. Risiko Pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah, dideteksi dan dikoreksi secara tepat waktu oleh pengendalian internal entitas. Risiko ini merupakan fungsi atas efektivitas desain, implementasi dan pemeliharaan pengendalian internal oleh pimpinan entitas untuk mengidentifikasi risiko yang menghambat pencapaian tujuan entitas yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan. Risiko pengendalian hanya dapat dikurangi, tidak dapat dihilangkan karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap......

Words: 869 - Pages: 4

Free Essay

Tinjauan Atas Analisis Prosedur

...TINJAUAN ATAS ANALISIS PROSEDUR PEMBERIAN SERTA PENCATATAN AKUNTANSI KREDIT PENSIUN PADA PT. BANK JABAR BANTEN KCP. IPDN JATINANGOR KAB. SUMEDANG LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat dalam menempuh Ujian Diploma III Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama Disusun Oleh : Nama : L. Vina Maya Martiana NPM : 0308059 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS WIDYATAMA Terakreditasi (Accredited) SK. Ketua Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor : 017/BAN-PT/Ak-VII/Dpl-III/X/2008 BANDUNG 2013 LEMBAR PENGESAHAN TINJAUAN ATAS ANALISIS PROSEDUR PEMBERIAN SERTA PENCATATAN AKUNTANSI KREDIT PENSIUN PADA PT. BANK JABAR BANTEN KCP. IPDN JATINANGOR KAB. SUMEDANG LAPORAN TUGAS AKHIR Diajukan untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat dalam menempuh Ujian Diploma III Jurusan Akuntansi pada Fakultas Ekonomi Universitas Widyatama Disusun Oleh : Nama : L. Vina Maya Martiana NPM : 0308059 Menyetujui, Pembimbing (Intan Oviantari, S.E., M.S. Ak., Ak) NIP 1110201063 Mengetahui Dekan Fakultas Ekonomi (Dr. H. Islahuzzaman,S.E.,M.Si.,Ak) NIP 11105840 Ketua Program Studi Akuntansi D-3 (Rima Rachmawati, S.E., M.Si., Ak.) NIP 1110201069 “Tuhan tidak menurunkan takdir begitu saja. Tuhan memberikan takdir sesuai dengan apa yang kita lakukan. Jika kita maju dan berusaha, Tuhan akan memberikan takdir kesuksesan. Jika kita lengah dan malas, Maka Tuhan akan memberikan takdir kegagalan.” “Orang yang gagal selalu mencari jalan......

Words: 14147 - Pages: 57