Free Essay

Analisa Efektivitas Atas Pemanfaatan Software Proses Bisnis “Aris 9.8” Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Di Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Peningkatan Kinerja Perusahaan

In: Business and Management

Submitted By bayupunya
Words 7402
Pages 30
ANALISA EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES
BISNIS “ARIS 9.8” DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI
BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA
PERUSAHAAN
Oleh :
Yulia Nevi Artati
Program : Eksekutif B – Kelas 28 C
Magister Manajemen
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Gajah Mada
2015
DAFTAR ISI
Daftar Isi ……………………………………………………………………... i
Daftar Gambar ……………………………………………………………….. iii
Daftar Tabel ………………………………………………………………….. iv
Daftar Lampiran ……………………………………………………………… v
BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………… 1
1.1 Latar Belakang ………………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………... 6
1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………… 6
1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………….. 7
BAB II KAJIAN LITERATUR …………………………………………… 8
2.1 Kerangka Teoritis ……………………………………………… 8
2.1.1 Sistem Informasi ………………………………………………. 8
2.1.2 Software ……………………………………………………….. 9
2.1.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi …………………………….. 9
2.1.4 Proses Bisnis …………………………………………………... 9
2.1.5 Enterprise Resource Planning (ERP) System …………………. 10
2.1.6 Lean Six Sigma ………………………………………………... 10
2.1.7 Kinerja Perusahaan ……………………………………………. 11 i 2.1.8 Skala Likert 11
2.1.9 Metode Penelitian : Analisa Kuantitatif 12
2.2 Kerangka Pemikiran …………………………………………… 14
2.3 Kerangka Konsep ……………………………………………… 16
2.4 Hipotesis ……………………………………………………… 17
BAB III METODOLOGI PENELITIAN …………………………………. 19
3.1 Rancangan Penelitian ………………………………………….. 19
3.2 Definisi Operasional …………………………………………... 20
3.3 Populasi dan Sampel …………………………………………... 28
3.4 Instrumen Penelitian …………………………………………... 28
3.5 Metode Analisi Data …………………………………………... 33
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………… 42 ii DAFTAR GAMBAR
1.1.1 Aplikasi “ARIS 9.8” : Proses Bisnis ……………………………… 3
1.1.2 Hubungan antar Instrumen ………………………………………... 5
2.2.1 Kerangka Pemikiran ………………………………………………. 15
2.3.1 Kerangka Konsep …………………………………………………. 16
3.3.1 Rancangan Penelitian ……………………………………………... 19
3.2.1 Matriks Hubungan Variabel-Indikator dan Instrumen Penelitian … 21 iii DAFTAR TABEL
3.4.1 Skor Kuesioner ……………………………………………………. 28
3.4.2 Daftar Kuesioner ……………………………………….................. 29 iv DAFTAR LAMPIRAN
Draft Kuesioner …………………………………………………… 37 v BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam sebuah perusahaan terdiri dari beberapa bagian atau bidang yang memiliki fungsi dan tugas tertentu dalam mencapai tujuan yang sama yaitu keuntungan dan keberlangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.
Bagian-bagian tersebut saling berkoordinasi dan terhubung dalam suatu sistem manajemen tertentu sesuai dengan rencana kerja perusahaan. Menurut Jogiyanto
(1989:2), sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Elemen-elemen tersebut dapat pula dikatakan sebagai kumpulan komponen atau subsistem. Lebih lanjut dikatakan pula bahwa komponen-komponen atau subsistem-subsistem dalam suatu sistem tidak dapat berdiri lepas sendiri-sendiri, namun saling berinteraksi dan berhubungan membentuk satu kesatuan sehingga tujuan atau sasaran sistem tersebut dapat tercapai. Untuk mencapai tujuan tersebut tentu saja diperlukan sebuah aturan dan tata cara pelaksanaan pekerjaan yang dituangkan dalam bentuk proses bisnis berupa prosedur. Suatu prosedur adalah suatu urut-urutan operasi klerikal (tulis menulis), biasanya melibatkan beberapa orang di dalam satu atau lebih departemen, yang diterapkan untuk menjamin penanganan yang seragam dari transaksi-transaksi bisnis yang terjadi (Neuschel, 1960). Perusahaan tentu saja harus memiliki proses bisnis yang menggambarkan alur jalannya pekerjaan
1
seluruh bagian atau bidang (komponen/subsistem mulai dari input, proses sampai dengan output yang dihasilkan. Proses bisnis memegang peranan penting yaitu sebagai sebuah panduan atau pedoman bagi setiap individu yang bekerja di dalam sebuah perusahaan. Pada era masa kini teknologi informasi memegang peranan sangat penting dalam kemajuan sebuah perusahaan. Teknologi informasi dimanfaatkan sedemikian rupa untuk mencapai tujuan perusahaan dan bahkan digunakan untuk menunjang proses bisnisnya dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan. Pemanfaatan teknologi informasi ini didefinisikan sebagai manfaat yang diharapkan oleh pengguna sistem informasi dalam melaksanakan tugasnya dimana pengukurannya berdasarkan pada intensitas pemanfaatan, frekuensi pemanfaatan dan jumlah aplikasi atau perangkat lunak yang digunakan
(Thompson et al, 1991; 1994).
Dalam rangka peningkatan kinerja perusahaan yang selaras dengan proses bisnisnya, pada akhir tahun 2014 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Ketenagakerjaan mulai menerapkan sebuah software proses bisnis yang dinamakan “ARIS 9.8” dengan berbasis pada pendekatan Lean Six Sigma.
Software ini merupakan sebuah software yang dikembangkan dengan menggunakan jaringan internet untuk dapat melakukan akses pemanfaatannya.
Setiap bagian/bidang, di BPJS Ketenagakerjaan dapat dikatakan sebagai sebuah unit kerja terdiri dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor Cabang, dan Kantor
Cabang Perintis memiliki username dan password masing-masing untuk melakukan akses software “ARIS 9.8” tersebut. Dalam aplikasi “ARIS 9.8” terdiri dari 3 (tiga) bagian besar yaitu group library, group structures dan process
2
support. Ketiga bagian tersebut masing-masing saling berkaitan mulai dari stuktur organisasi sampai dengan pedoman pelaksanaan pekerjaan. Di dalam stuktur organisasi dipaparkan secara jelas mengenai garis fungsi dan koordinasi setiap bagian dan jabatan yang ada dalam suatu unit kerja, sedangkan kedua group lainnya menjelaskan secara detil dan terperinci baik mengenai tata cara pelaksanaan pekerjaan maupun dokumen pendukung pelaksanaan pekerjaan tersebut. Manajemen BPJS Ketenagakerjaan berkeinginan untuk menerapkan software “ARIS 9.8” tersebut dengan tujuan utama yaitu pencapaian target untuk peningkatan kinerja perusahaan dan mengurangi pembiayaan dalam hal pencetakan dan penyimpanan dokumentasi proses bisnis. Hal ini tentu saja diwujudkan melalui pemanfaatan software “ARIS 9.8” oleh seluruh unit kerja yang dapat diakses setiap saat dan tidak perlu dilakukan pencetakan dokumen namun cukup disimpan dalam bentuk softcopy file.
Gambar 1.1.1 Aplikasi “ARIS 9.8” : Proses Bisnis
3
Proses bisnis BPJS Ketenagakerjaan yang dituangkan dalam bentuk software “ARIS 9.8” berdasarkan pendekatan Lean Six Sigma. Pendekatan ini merupakan sebuah pendekatan yang menitikberatkan pada perbaikan dan peningkatan kualitas produk atau jasa dengan harapan tercapainya tingkat kecacatan produk atau jasa tersebut mendekati zero defect. Hal ini sangatlah penting terutama mengingat bahwa kemajuan dan perkembangan jaman telah mengubah cara pandang konsumen dalam memilih, menentukan dan membeli sebuah produk atau jasa yang diinginkannya. Kualitas merupakan salah satu faktor penting lainnya yang mempengaruhi keputusan konsumen untuk melakukan pembelian sebuah produk atau jasa disamping harganya.
Meminimalisasi tingkat kecacatan produk atau jasa merupakan sebuah upaya yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan salah satunya adalah penerapan Six
Sigma yaitu penentuan karakteristik kualitas produk atau jasa yang diinginkan oleh konsumen dan melihat sejauh mana produk atau jasa yang dibuat tidak memenuhi harapan konsumen. Terpenuhinya harapan dan keiinginan konsumen tesebut merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan kinerja sebuah perusahaan.
Loyalitas konsumen tentu akan berdampak secara langsung terhadap kinerja dan keberlangsungan hidup perusahaan. Pendekatan Lean Six Sigma yang digunakan sebagai dasar pengembangan software proses bisnis BPJS Ketenagakerjaan
“ARIS 9.8” diharapkan dapat mencapai tujuan dan peningkatan kinerja perusahaan. 4
Gambar 1.1.2 Hubungan antar Instrumen
Ilustrasi tersebut di atas digambarkan untuk mengetahui analisa efektivitas hubungan antara software proses bisnis “ARIS 9.8”, pemanfaatan teknologi informasi dan kinerja perusahaan.
SISTEM
INFORMASI :
SOFTWARE
“ARIS 9.8”
INSTRUMEN ANALISA
EFEKTIVITAS
PEMANFAATAN
SOFTWARE DENGAN
IMPLEMENTASI LEAN
SIX SIGMA UNTUK
PENINGKATAN
KINERJA
PERUSAHAAN
PEMANFAATAN
TEKNOLOGI
INFORMASI
KINERJA
PERUSAHAAN
5
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang diatas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian berikut :
1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas dari pemanfaatan software proses bisnis “ARIS 9.8”?
2. Bagaimana model efektivitas pemanfaatan software proses bisnis “ARIS 9.8” dengan pendekatan Lean Six Sigma dapat meningkatkan kinerja perusahaan?
3. Bagaimana kebijakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan Program BPJS
Ketenagakerjaan yang seharusnya dilaksanakan?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan perumusan masalah tersebut diatas, maka tujuan dari penelitian ini sebagai berikut :
1. Menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dari pemanfaatan software proses bisnis “ARIS 9.8”.
2. Merekomendasikan model efektivitas pemanfaatan software proses bisnis
“ARIS 9.8” dengan pendekatan Lean Six Sigma dapat meningkatkan kinerja perusahaan. 3. Merekomendasikan penerapan kebijakan model efektivitas pemanfaatan software proses bisnis “ARIS 9.8” dengan pendekatan Lean Six Sigma dapat meningkatkan kinerja BPJS Ketenagakerjaan di masa yang akan datang.
6
1.4 Manfaat Penelitian
Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat-manfaat sebagai berikut :
1. Bagi karyawan/ti BPJS Ketenagakerjaan, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan dan memberikan pengetahuan baru mengenai fungsi dari pemanfaatan software proses bisnis “ARIS 9.8” dalam menunjang pelaksanaan pekerjaan guna pencapaian target dan kinerja perusahaan.
2. Bagi perusahaan dalam hal ini adalah BPJS Ketenagakerjaan, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai referensi dan masukan untuk pengembangan fiturfitur dan isi dari software proses bisnis “ARIS 9.8” di kemudian hari dalam kaitannya untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
3. Bagi Penulis, hasil penelititan ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai hubungan atau korelasi antara penerapan Sistem Teknologi
Informasi dengan peningkatan kinerja perusahaan.
4. Bagi pengembangan ilmu, hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan dan menambah pengetahuan mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
7
BAB II
KAJIAN LITERATUR
Pada bab II ini, akan dikemukakan beberapa dasar teori yang berkaitan dengan judul dan permasalahan dalam penelitian yang selanjutnya diharapkan dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melakukan penelitian dan mempermudah dalam memecahkan permasalahan yang telah dikemukakan pada bab I sebelumnya. Dalam bab II ini pula akan dijelaskan mengenai Kerangka Teoritis,
Kerangka Pemikiran, Kerangka Konsep dan Hipotesis Penelitian sebagai acuan dan landasan penelitian. Teori-teori yang akan dipakai berupa pengertian dari beberapa pakar dibidangnya dan aspek-aspek dalam Sistem Teknologi Informasi.
2.1 Kerangka Teoritis
2.1.1 Sistem Informasi
Definisi sistem informasi menurut James.A.O'Brien (2007:45) adalah gabungan yang terorganisasi dari manusia, perangkat lunak, perangkat keras, jaringan komunikasi, dan sumber data dalam mengumpulkan, mengubah dan menyebarkan informasi. Menurut Rainer dan Cegielski
(2011:30), Sistem Informasi adalah perencanaan, pengembangan, manajemen dan penggunaan alat-alat teknologi untuk membantu manusia dalam pencapaian kinerja pekerjaan yang berhubungan dengan proses informasi dan manajemen.
8
2.1.2 Software
Definisi Software menurut Jogiyanto (2005:358) adalah teknologi yang canggih dari perangkat keras akan berfungsi apabila instruksi-instruksi tertentu telah diberikan pada perangkat keras tersebut. Instruksi-instruksi tersebut dinamakan perangkat lunak (software).
2.1.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi
Menurut Jogiyanto (2007:19) penggunaan informasi (information use) merupakan penggunaan keluaran suatu sistem informasi oleh penerima, dimana konsep penggunaan dapat dilihat dari beberapa perspektif, yaitu penggunaan nyata (actual use), penggunaan persepsi (perceived use) atau penggunaan yang dilaporkan (reported use). Penggunaan teknologi informasi ini dimaksudkan agar perusahaan siap terjun dalam lingkungan organisasi yang kian global, dinamis, dan persaingan yang ketat.
Sedangkan Menurut Ariyanto (2007), penggunaan teknologi sistem informasi yang tepat didukung oleh keahlian personel yang mengoperasikannya dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan maupun kinerja individual yang bersangkutan.
2.1.4 Proses Bisnis
Menurut Rainer dan Cegielski (2011:29), “business process is a collection of related activities that produce a product or a service of value to the organization, its business partners, and/or its customers”, adalah sebuah
9
kumpulan kegiatan terkait dengan menghasilkan suatu produk atau jasa yang bernilai bagi organisasi, mitra bisnis, dan/atau pelanggan.
2.1.5 Enterprise Resource Planning (ERP) System
Menurut Turban (2012), “the software infrastructure that links an enterprise’s internal applications and supports its external business processes”, adalah infratruktur perangkat lunak (software) yang menghubungkan aplikasi internal perusahaan dan mendukung bisnis eksternal. 2.1.6 Lean Six Sigma
Lean Six Sigma terdiri dari 2 (dua) kata dengan pengertian terpisah yaitu
Lean dan Six Sigma. Definisi Lean menurut Gaspersz (2007:2), suatu pendekatan sistemik dan sistematik untuk mengidentifikasi dan menghilangkan pemborosan (waste) atau kegiatan-kegiatan tidak bernilai tambah (non-value-adding-activities) melalui peningkatan terus-menerus secara radikal dengan cara mengalirkan produk (material, work-inprocess, output) dan informasi menggunakan sistem tarik (pull system) dari pelanggan internal dan eksternal untuk mengejar keunggulan dan kesempurnaan. Sedangkan pengertian Six Sigma menurut Gaspersz (2007) adalah :
 Upaya mengejar keunggulan dalam kepuasan pelanggan melalui peningkatan kualitas terus-menerus.
10
 Sasaran kualitas dramatik yang memiliki kapabilitas produk dan proses
3,4 DPMO 99,99966% bebas cacat.
 Ukuran yang mengindikasikan bagaimana suatu proses produksi industri.  Strategi terobosan yang memungkinkan perusahaan melakukan peningkatan luar biasa di tingkat bawah (bottom line) melalui proyekproyek Six Sigma.
 Suatu pendekatan menuju tingkat kegagalan nol (zero defect oriented).
 Pengendalian proses berfokus pada kapabilitas industri.
2.1.7 Kinerja Perusahaan
Definisi kinerja perusahaan menurut Aguinis (2009:2), “a continuous process of identifying, measuring, and developing the performance of individuals and teams and aligning performance with the strategic goals of the organization”, adalah sebuah proses yang berkesinambungan dengan mengidentifikasi, mengukur, dan mengembangkan kinerja individu dan tim serta menyelaraskan kinerja dengan tujuan strategis perusahaan.
2.1.8 Skala Likert
Menurut Sugiyono (2012:93) definisi skala Likert adalah :
Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.Jawaban setiap
11
item instrumen yang menggunakan Skala Likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang berupa kata-kata antara lain :
1. Sangat setuju
2. Setuju
3. Kurang setuju
4. Tidak setuju
5. Sangat tidak setuju
2.1.9 Metode Penelitian : Analisa Kuantitatif
Menurut Sugiyono (2012:11) menyatakan bahwa : Metode kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivism, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/ statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan”
Keterkaitan software dengan pemanfaatan informasi terdapat dalam jurnal Widya
Manajemen dan Akuntansi (dipublikasikan pada April 2006 oleh Sabihaini) :
“Perusahaan untuk meraih kinerja yang unggul dituntut untuk melakukan peningkatan kualitas secara berkesinambungan. Kualitas merupakan aspek perangkat lunak dan aspek perangkat keras yang semakin diperlukan dalam porsi yang berimbang. Investasi dalam program struktural (teknologi) seiring dengan
12
investasi dalam program-program infrastruktur (people) berhubungan secara lebih tinggi daripada rata-rata kinerja (Ward, dkk, 1994).
Suatu Organisasi pasti tidak dapat berdiri dan berkembang tanpa adanya suatu informasi. Informasi mempunyai peranan sangat penting bagi organisasi.
Ada beberapa macam informasi yang dapat diperoleh. oleh karena itu, informasi itu dapat memiliki nilai atau bermanfaat dan ada informasi yang tidak mempunyai nilai atau tidak bermanfaat. Oleh karena itu penting bagi suatu organisasi atau perusahaan mengetahui ciri – ciri informasi yang bernilai. Ciri – ciri informasi yang bernilai yaitu:
1. Timeline (waktu)
Informasi harus ada ketika dibutuhkan. Informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
2. Capacity (kapabilitas)
Informasi harus memiliki kapabilitas analitik yang digunakan untuk menganalisis berbagai masalah agar dapat menjadi rencana yang benarbenar strategis untuk proses ke depan.
3. Relevance (cocok atau sesuai)
Informasi itu harus sesuai dengan apa yang memang dibutuhkan oleh seseorang dan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengambilan keputusan. 13
4. Accessability (kemudahan untuk mengakses)
Suatu informasi harus dapat dengan mudah diakses oleh semua orang yang berkepentingan. 5. Flexibility (fleksibilitas)
Informasi itu dapat digunakan oleh beberapa orang dengan tujuan yang berbeda – beda.
6. Accurate (akurat)
Suatu informasi terbebas dari error atau tidak bias/menyesatkan. Informasi yang dihasilkan harus mencerminkan maksudnya. Keakuratan informasi seringkali bergantung pada keadaan.
7. Reliability (keandalan)
Suatu informasi dikatakan realible jika terdapat beberapa sumber yang disertakan dalam informasi tersebut. Hal ini dapat menyakinkan decision maker untuk membuat suatu keputusan dari informasi itu.
2.2 Kerangka Pemikiran
Pemanfaatan teknologi informasi dalam mengembangkan sistem informasi di
BPJS Ketenagakerjaan benar-benar dikelola dengan sedemikian rupa dan membutuhkan effort yang cukup tinggi, terlebih dengan akan beroperasionalnya
BPJS Ketenagakerjaan secara penuh pada tanggal 1 Juli 2015. Peralihan sistem informasi yang digunakan saat ini menjadi Sistem Informasi Jaminan Sosial
Tenaga Kerja (SIJSTK) sangat mempengaruhi software internal lainnya. Oleh sebab itu manajemen memutuskan untuk melakukan pengembangan software internal mengenai proses bisnis yang berlandaskan metode Lean Six Sigma
14
dengan nama “ARIS 9.8”. Dalam software ini, dipaparkan secara detil dan terperinci mengenai struktur organisasi dan proses bisnis dengan turunannya yaitu job desk dari setiap personil di bagian/bidang/unit kerja yang terlibat. Peneliti melihat bahwa pengembangan software proses bisnis ini sangat membantu setiap personil yang terlibat dalam lingkup bisnis BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerja sesuai dengan peraturan dan proses bisnis perusahaan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan yaitu pencapaian target, kinerja dan keberlangsungan hidup perusahaan di masa yang akan datang.
Gambar 2.2.1 Kerangka Pemikiran
Sistem Informasi perusahaan Software proses bisnis “ARIS 9.8”
Kebutuhan untuk memperoleh informasi mengenai informasi proses bisnis Tidak adanya alat ukur penilaian
Permasalahan :
1. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi efektivitas dari pemanfaatan aplikasi proses bisnis “ARIS 9.8”?
2. Bagaimana model efektivitas pemanfaatan aplikasi proses bisnis “ARIS
9.8” dengan pendekatan
Lean Six Sigma dapat meningkatkan kinerja perusahaan? 3. Bagaimana kebijakan untuk meningkatkan kinerja perusahaan Program BPJS
Ketenagakerjaan yang seharusnya dilaksanakan?
Menentukan faktorfaktor yang mempengaruhi efektivitas dari pemanfaatan software proses bisnis “ARIS
9.8”
Merekomendasikan model efektivitas pemanfaatan software proses bisnis “ARIS
9.8” dengan pendekatan Lean Six
Sigma dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Merekomendasikan penerapan kebijakan model efektivitas pemanfaatan software proses bisnis
“ARIS 9.8” dengan pendekatan Lean Six
Sigma dapat meningkatkan kinerja
BPJS Ketenagakerjaan di masa yang akan datang Merekomendasikan penerapan instrumen pengukuran sebagai acuan pengembangan sistem informasi proses bisnis yang sesuai dengan harapan user
15
2.3 Kerangka Konsep
Kerangka konsep dalam penelitian ini diuraikan dengan langkah-langkah sebagai berikut :
Gambar 2.3.1 Kerangka Konsep
Perangkat Lunak Proses Bisnis “ARIS 9.8”
(Var X)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas suatu perangkat alat lunak, yaitu :
1. Functionality 8. IT Performance
2. Reliability 9. Software Development
3. Useability 10. Real Time System
4. Efficiency 11. Maintability
5. Software Quality 12. Fault Proneness
6. Accuracy
7. Adatability
7.
Pemanfaatan Teknologi Informasi
(Var Y)
Faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam pemanfaatan teknologi :
1. Faktor Sosial
2. Affects
3. Kompleksitas
4. Kesesuaian Tugas
5. Konsekuensi jangka panjang
6. Kondisi yang memfasilitasi
Kinerja Perusahaan
(Var Y)
Faktor-faktor yang mempengaruhi individu dalam pemanfaatan teknologi :
1. Performance profit organizational
2. Kualitas Pelayanan
3. Customer Satisfcation
16
2.4 Hipotesis
Hipotesis adalah merupakan kesimpulan sementara peneliti tentang suatu kasus yang sedang diteliti.
Hipotesis menurut Sarwono (2005:72) adalah “Suatu pernyataan yang belum terbukti mengenai hubungan antara dua variabel atau lebih variabel yang dibuat didasarkan kerangka teori atau model analisis. Terkadang hipotesis merupakan jawaban pertanyaan penelitian”.
Dari kerangka pemikiran yang telah dikemukakan sebelumnya, maka peneliti mengajukan hipotesis sebagai berikut : “SOFTWARE PROSES BISNIS ARIS 9.8
BERDAMPAK TERHADAP PEMANFAATAN TEKNOLOGI DAN KINERJA
PERUSAHAAN”.
Proses bisnis suatu perusahaan yang berlandaskan pada pemanfaatan teknologi berupa software tertentu mempunyai keunggulan sebagai berikut :
1. Persepsi setiap orang tentu berbeda-beda dalam memandang tata laksana pekerjaan, oleh sebab itu perusahaan membuat proses bisnis yang dituangkan dalam bentuk struktur organisasi dan tata laksana pekerjaan (job desk) setiap individu yang terlibat didalamnya. Diperlukan sebuah alat bantu yang memungkinkan setiap individu/karyawan untuk dapat melihat dan mengaplikasikan proses bisnis yang sebenarnya menurut ketentuan perusahaan dan telah ditetapkan dalam keputusan manajemen. Alat bantu berupa software proses binis memuat struktur organisasi dan job desk masing-masing karyawan di setiap unit kerja.
17
2. Pemanfaatan software proses bisnis tersebut sangat mudah, di mana masingmasing individu/karyawan diberikan username dan password untuk melakukan akses informasi.
3. Dengan software proses bisnis, setiap karyawan dapat langsung mengetahui informasi mengenai keterkaitan pekerjaannya dengan unit kerja lain tanpa ketergantungan akan kebutuhan informasi tersebut dari Kantor Pusat.
4. Software proses bisnis dapat menciptakan keseragaman tata laksana pekerjaan setiap individu/karyawan masing-masing unit kerja baik di tingkat daerah maupun Kantor Pusat.
5. Dalam software proses bisnis didukung dengan dokumen-dokumen yang terkait dengan tata laksana pekerjaan dari masing-masing jabatan dan unit kerja, sehingga ketidakseragaman akan dokumen terkait pekerjaan yang sama dapat dihindari.
Pemanfaatan software proses bisnis ini tentu saja akan menyelesaikan permasalahan yang umumnya sering terjadi yaitu ketidakseragaman tata laksana pekerjaan yang sama di antara unit kerja, ketidaktahuan pemegang jabatan dengan siapa seharusnya pekerjaan dapat dikoordinasikan dan bahkan ketidakseragaman dokumen terkait pekerjaan yang sama. Pembangunan dan pengembangan
Software mengenai tata laksana pekerjaan tersebut tentunya harus sesuai dengan kebutuhan proses bisnis perusahaan, sehingga pemanfaatannya menjadi tepat guna dan bermanfaat khususnya untuk kinerja dan keberlangsungan perusahaan di masa yang akan datang.
18
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Pada bab III ini akan diuraikan mengenai tahapan penelitian yang akan dilakukan sebagai pendekatan permasalahan yang ada. Terkait dengan terbatasnya waktu yang tersedia, maka penulis menggunakan data terbatas (limitasi) hanya pada data akses/pemanfaatan software “ARIS 9.8” di lingkungan kerja BPJS
Ketenagakerjaan.
Untuk memudahkan dalam penelitian tersebut, penulis membuat kerangka penelitian yang akan dipakai dan dijelaskan dalam gambar berikut ini :
Gambar 3.1.1 Rancangan Penelitian
Pendekatan Permasalahan
Perumusan Masalah dan Tujuan
Penelitian
Kajian Literatur
Identifikasi Variabel Penelitian
Pengumpulan Data
Analisa
Kesimpulan dan Saran
19
3.2 Definisi Operasional
Salah satu indikator dalam penentuan peningkatan Kinerja Perusahaan adalah
Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Software Proses Bisnis “ARIS 9.8”, dimana semakin karyawan memanfaatkan teknologi berupa Software Proses
Bisnis “ARIS 9.8” dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Definisi dari variabel penelitian menurut Sugiyono (2009:60) adalah, “sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulan”.
Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel Independent (X) atau variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lainnya dan merupakan variabel yang menjadi sebab perubahan atau timbulnya Variabel Terikat (Dependent Variable).
Terkait dengan permasalahan yang akan diteliti, maka yang menjadi variabel bebas (X) adalah Perangkat Lunak Proses Bisnis “ARIS 9.8”.
2. Variabel Dependent (Y) atau variabel terikat yaitu variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Data yang menjadi variabel terikat (Variabel Y, Z) adalah Pemanfaatan
Teknologi Informasi dan Kinerja Perusahaan.
20
EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS "ARIS 9.8" DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI BPJS
KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN
VARIABEL INDIKATOR JURNAL PERNYATAAN
SKALA
PENGUKURAN
Perangkat Lunak
"ARIS 9.8" (X)
Accessability
Rispianda, Fatimah
Eryanti, dan Cahyadi
Nugraha (2014).
Penerapan Sistem
Open Source
Enterprise Resource
Planning pada
Perusahaan
Elektronika. Jurnal
Online Institut
Teknologi Nasional,
©Teknik Industri
Itenas |No.03|Vol.
01, Reka Integra –
ISSN: 2338-5081,
Januari 2014
Elektronika.
Akses software proses bisnis hanya dapat dilakukan oleh user yang memiliki account khusus Ordinal
Functionality
Lavtar, Roman
(2013). Ways and
Side Ways of Using the Information and
Communication
Technology (ICT) in
Knowledge Sharing in Organizations.
Journal Vol. 11, No.
4, pp. 871-882,
Oktober 2013
Penerapan
software proses bisnis sesuai dengan fungsinya akan pemenuhan kebutuhan informasi
Ordinal
Reliability
Durugbo, Christopher
(2013). Managing integrated information flow for delivery reliability. IMDS
114,4. Desember
2013
Informasi yang disajikan dalam software proses bisnis adalah informasi yang sebenarnya Ordinal
Usability
Shi Shuangyuan, Cai
Shuqin, and Li
Zhonghui (2013).
Study on
Requirements of
Usability of Web
Service-Based
Enterprise
Information Systems. iBusiness, 2013, 5, pp. 113-117.
September 2013
Penerapan
software proses bisnis berfungsi untuk peningkatan pemanfaatan teknologi informasi internal perusahaan Ordinal
21
EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS "ARIS 9.8" DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI BPJS
KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN
VARIABEL INDIKATOR JURNAL PERNYATAAN
SKALA
PENGUKURAN
Perangkat Lunak
"ARIS 9.8" (X)
Efficiency
G.P Cesar, M. Tom, and H.S. Brian
(2005). A
Metamodel for
Assessable Software
Development
Methodologies.
Software Quality
Journal, Vol. 13, No.
2, pp. 195-214, 2005
Dengan
penggunaan software proses bisnis dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja Ordinal
Software
Quality
Trinekens Jos J.M.,
Kusters Rob J., and
Brussel Dennis C
(2010). Quality specification and metrication, results from a case-study in a mission-critical software domain.
Software Qual J,
18:469-490, DOI
10.1007/s11219-010-9101-z. Juni
2010
Kualitas software dapat meminimalisasi tingkat kesalahan dengan penggunaan yang user friendly
Ordinal
Accuracy
Bardsiri Khatibi
Vahid, Jawawi
Dayang Norhayat
Abang, Hashim Siti
Zaiton Mohd, dan
Khatibi Elham
(2012). A PSObased model to increase the accuracy of software development effort estimation. Software
Qual J, 21:501-526,
DOI
10.1007/s11219-012-9183-x.
September 2012
Informasi yang disajikan dalam software proses bisnis tepat dan akurat Ordinal
Adaptability
M.E. Fayad, M.
Cline (1996). Aspect of Software
Adaptability.
Communications of
ACM, Vol. 39,
1996, 10:58-59
Adaptasi software proses bisnis dapat digunakan di seluruh Unit Kerja
Ordinal
22
EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS "ARIS 9.8" DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA
DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN
VARIABEL INDIKATOR JURNAL PERNYATAAN
SKALA
PENGUKURAN
Perangkat Lunak
"ARIS 9.8" (X)
IT Performance
Bianchi AJ (2001).
Management
Indicators Model of
Evaluate
Performance of IT
Organization.
Management of
Engineering and
Technology. 2001, 2
(29):217-229
Jaringan dalam penggunaan software proses bisnis dapat berjalan baik tanpa adanya pembatasan ruang
Ordinal
Software
Development
Banker, Rajiv
D;Davis, Gordon
B;Slaughter, Sandra
A (1998). Software
Development
Practices, Software
Complexity, and
Software
Maintenance
Performance: A
Field Study.
Management
Science; Apr 1998;
44, 4; ProQuest pg. 433
Software proses bisnis dapat terus dikembangkan melalui inovasiinovasi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang Ordinal
Real Time
System
Tsai Jeffrey J. P.,
Fang Kwang-Ya,
Chen Horng-Yuan, and Bi Yao-Dong
(1990). A
Noninterference
Monitoring and
Replay
Mechanism for RealTime Software
Testing and
Debugging. IEEE
Transactions On
Software
Engineering. Vol.
16. No. X. Agustus
1990
Penyajian data dan informasi lengkap secara keseluruhan pada saat melakukan akses software proses bisnis
Ordinal
23
EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS "ARIS 9.8" DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI
BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN
VARIABEL INDIKATOR JURNAL PERNYATAAN
SKALA
PENGUKURAN
Perangkat Lunak
"ARIS 9.8" (X)
Capacity
Mekongga
Ikhthison,Gernowo
Rahmat , dan
Sugiharto Aris
(2012). The
Prediction of
Bandwidth On Need
Computer Network
Through Artificial
Neural Network
Method of
Backpropagation.
Jurnal Sistem
Informasi Bisnis
02(2012)
Jaringan dalam penggunaan software proses bisnis tidak mudah down apabila pemakai bandwith over limit Ordinal
Maintainability
S.W.A. Rizvi and
R.A. Khan (2009). A
Critical Review on
Software
Manitanability
Models. Proc. Of
The National
Conference on
Cutting Edge
Computer and
Electronics
Technologies, 14-1
Feb 2009, pp. 144-148, Pantnagar,
India 2009
Kemudahan
dalam melakukan restore data/informasi proses bisnis apabila terjadi kerusakan jaringan
Ordinal
Fault
Proneness
R.A. Khan and K.
Mustafa (2008).
Fault Proneness
Model for Object
Oriented Software:
Design Phase
Perspecive. Journal of Information
Technology, Vol. 7,
No. 4, pp. 698-701,
2008.
Pencegahan terjadinya kecurangan dalam penyajian data/informasi proses bisnis yang terpusat Ordinal
Security
Yulius Kurnia
Susanto dan Ratih
Handayani (2008).
Intensitas Ancaman
Keamanan Sistem
Informasi Akuntansi
Komputerisasian.
Jurnal Bisnis dan
Akuntansi, Vol. 10,
No. 3, Desember
2008, Hlm. 113-126
Software proses bisnis memiliki tingkat keamanan tinggi sehingga tidak mudah untuk dibajak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab
Ordinal
24
EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS "ARIS 9.8" DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI
BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN
VARIABEL INDIKATOR JURNAL PERNYATAAN
SKALA
PENGUKURAN
Pemanfaatan
Teknologi (Y)
Faktor Sosial
Handayani Rini,
Jurnal Analisis
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Minat Pemanfaatan
Sistem Informasi dan Penggunaan
Sistem Informasi,
Vol. 9 No. 2,
November 2007:80
Struktur
organisasi perusahaan dan lingkungan kerja mendukung dalam hal penggunaan software proses bisnis Ordinal
Affects
Sudarno, Analisis
Faktor Dominan
Penolakan Atas
Penggunaan Sistem
Akuntasi Keuangan.
Jurnal Akuntansi &
Auditing,
Volume 5/No.
2/MEI 2009 : 197 -214
Kecocokan dalam penggunaan software proses bisnis dengan penyelesaian pekerjaan seharihari
Ordinal
Kompleksitas
Sudarno, Analisis
Faktor Dominan
Penolakan Atas
Penggunaan Sistem
Akuntasi Keuangan.
Jurnal Akuntansi &
Auditing,
Volume 5/No.
2/MEI 2009 : 197 -214
Kemudahan
dalam penggunaan software proses bisnis dengan penyelesaian pekerjaan seharihari
Ordinal
Kesesuaian
Tugas
Sudarno, Analisis
Faktor Dominan
Penolakan Atas
Penggunaan Sistem
Akuntasi Keuangan.
Jurnal Akuntansi &
Auditing,
Volume 5/No.
2/MEI 2009 : 197 -214
Penggunaan
software proses bisnis memberi kepastian mengenai kemudahan/cepat menyelesaikan pekerjaan dan efektifitas pekerjaan
Ordinal
Konsekuensi jangka panjang
Sudarno, Analisis
Faktor Dominan
Penolakan Atas
Penggunaan Sistem
Akuntasi Keuangan.
Jurnal Akuntansi &
Auditing,
Volume 5/No.
2/MEI 2009 : 197 -214
Penggunaan
software proses bisnis dapat merubah hasil pekerjaan di masa yang akan datang
Ordinal
25
EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS "ARIS 9.8" DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI
BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN
VARIABEL INDIKATOR JURNAL PERNYATAAN
SKALA
PENGUKURAN
Pemanfaatan
Teknologi (Y)
Kondisi yang memfasilitasi Sudarno, Analisis
Faktor Dominan
Penolakan Atas
Penggunaan Sistem
Akuntasi Keuangan.
Jurnal Akuntansi &
Auditing,
Volume 5/No.
2/MEI 2009 : 197 -214
Pimpinan
mendukung dan memberikan arahan dalam penggunaan software proses bisnis untuk peningkatan kinerja perusahaan Ordinal
Kinerja
Perusahaan (Z)
Performance
Profit
Organizational
Goulet, Laurel
R;Frank, and L.
Margaret (2002).
Organizational
Commitment Across
Three Sectors:
Public, Non-Profit, and for-Profit.
Public Personnel
Management;
Summer 2002; 31, 2;
ProQuest, pg. 201
Komitmen
penggunaan software proses bisnis sebagai panduan tata laksana pekerjaan mendorong pencapaian keuntungan perusahaan
Ordinal
Kredibilitas dan Citra
Perusahaan
Khai Hazmanan
(2014). Atribut
Kinerja Pelayanan dalam Mempengaruhi
Masyarakat Kota
Medan Memilih
Perusahaan
Asuransi. Jurnal
Manajemen &
Bisnis, Vol. 14 No.
01, ISSN 1693-7619, April 2014
Tidak hanya pencapaian keuntungan perusahaan yang dapat dicapai, namun kredibilitas dan nama baik perusahaan sangat terjaga dengan penggunaan software proses bisnis Ordinal
Efisiensi Biaya
Operasional
Faulinda Ely Nastiti, dan Husniati
Mafatihus Solehah
(2013). Penyelarasan
Sistem Informasi
Untuk
Memenuhi Sasaran
Proses Bisnis.
Duta.com ISSN :
2086-9436 Volume
4 Nomor 2 April
2013
Dengan adanya software proses bisnis, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dari tata laksana pekerjaan yang tidak seragam
Ordinal
26
EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS "ARIS 9.8" DENGAN PENDEKATAN
LEAN SIX SIGMA DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN
VARIABEL INDIKATOR JURNAL PERNYATAAN
SKALA
PENGUKURAN
Kinerja
Perusahaan (Z)
Kualitas
Pelayanan
Seth Nitin, and
Deshmukh S.G.
(2005). Service
Quality Models: A
Review. The
International Journal of Quality &
Reliability
Management; 2005;
22, 8/9;
ABI/INFORM
Complete pg. 913
Penggunaan
software proses bisnis menunjang sistem dan prosedur pelayanan kepada konsumen Ordinal
Zero Fraud
Respati Haryanto
(2008).
Pengendalian
Teknologi Informasi
Bank pada Era
Cyberbanking.
Jurnal Ekonomi
Modernisasi, Vol. 4,
No. 3, Oktober 2008
Penggunaan
software proses bisnis dapat meminimalisir fraud atau kesalahan dalam hal pelayanan klaim kepada peserta Ordinal
Customer
Satisfaction
Septianita Winda,
Winarno Wahyu
Agus, dan Arif Alfi
(2014). Pengaruh
Kualitas Sistem,
Kualitas Informasi,
Kualitas Pelayanan
Rail
Ticketing System
(RTS) Terhadap
Kepuasan
Pengguna. e-Journal
Ekonomi Bisnis dan
Akuntansi, 2014,
Volume 1 (1): 53-56
Penggunaan
software proses bisnis memberikan informasi tentang tata laksana pekerjaan yang benar khususnya mengenai pelayanan yang memuaskan kepada konsumen
Ordinal
Gambar 3.2.1 Matriks Hubungan Variabel-Indikator dan Istrumen Penelitian
Jenis skala pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini adalah ordinal, dimana oleh Zainal Mustafa (2009:55) dikemukakan bahwa : “Skala Ordinal
27
merupakan suatu instrument yang menghasilkan nilai atau skor yang bertingkat atau berjenjang (bergradasi)”.
3.3 Populasi dan Sampel
Populasi dalam Penelitian ini adalah Karyawan/ti BPJS Ketenagakerjaan.
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah random sampling yaitu setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dijadikan sebagai sampel. Pemilihan sampel dilakukan secara acak dari beberapa tingkatan unit kerja yaitu terdiri dari Kantor Pusat, Kantor Wilayah, Kantor
Cabang, dan Kantor Cabang Perintis.
3.4 Instrumen Penelitian
Instrumen Pengumpulan Data dalam Penelitian ini menggunakan 2 (dua) model yaitu :
1. Kuesioner, yaitu kumpulan pertanyaan-pertanyaan yang mencakup variabelvariabel dalam penelitian;
2. Wawancara, dilakukan dengan beberapa responden yang dipandang menguasai informasi tentang efektivitas Software Proses Bisnis “ARIS 9.8”.
Wawancara dilakukan dengan harapan agar dapat memberikan keterangan tambahan sebagai informasi penting.
28
Operasionalisasi variabel dalam penelitian ini, dimana semua variabel diukur oleh instrumen pengukur dalam bentuk kuesioner yang memenuhi pernyataanpernyataan Skala Likert.
Menurut Sugiyono (2009:134), definisi Skala Likert adalah, “Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial”.
Dengan Skala Likert ini maka untuk pilihan jawaban diberi skor dan responden harus menggambarkan, mendukung pernyataan (item positif) atau tidak mendukung pernyataan (item negatif). Skor atau pilihan jawaban kuesioner yang diajukan untuk jawaban dengan item positif adalah sebagai berikut :
No. Keterangan Skor
1. Sangat Setuju 5
2. Setuju 4
3. Kurang Setuju 3
4. Tidak Setuju 2
5. Sangat Tidak Setuju 1
Tabel 3.4.1 Skor Kuesioner
Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui penyebaran kuesioner untuk di isi dan di jawab oleh para responden yaitu seluruh karyawan/ti BPJS Ketenagakerjaan yang menggunakan software proses bisnis
“ARIS 9.8”.
29
Tujuan dari penyebaran kuesioner ini adalah untuk memperoleh data-data yang akurat dari objek penelitian.
Berikut ini adalah daftar Pernyataan Kuesioner :
No. Pernyataan
Keterangan
Sangat
Setuju
Setuju
Kurang
Setuju
Tidak
Setuju
Sangat
Tidak
Setuju
1
Akses software proses bisnis "ARIS 9.8" hanya dapat dilakukan oleh user yang memiliki account khusus
2
Penerapan software proses bisnis "ARIS
9.8" sesuai dengan fungsinya akan pemenuhan kebutuhan informasi 3
Informasi yang disajikan dalam software proses bisnis
"ARIS 9.8" adalah informasi yang sebenarnya 4
Penerapan software proses bisnis "ARIS
9.8" berfungsi untuk peningkatan pemanfaatan teknologi informasi internal perusahaan 5
Dengan penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8" dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja
6
Kualitas software proses bisnis "ARIS 9.8" dapat meminimalisasi tingkat kesalahan dengan penggunaan yang user friendly 7
Informasi yang disajikan dalam software proses bisnis
"ARIS 9.8" tepat dan akurat 8
Adaptasi software proses bisnis "ARIS
9.8" dapat digunakan di seluruh Unit Kerja
30
No. Pernyataan
Keterangan
Sangat
Setuju
Setuju
Kurang
Setuju
Tidak
Setuju
Sangat
Tidak
Setuju
16
Struktur organisasi perusahaan dan lingkungan kerja mendukung dalam hal penggunaan software proses bisnis
17
Kecocokan dalam penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8" dengan penyelesaian pekerjaan sehari-hari 18
Kemudahan dalam penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8" dengan penyelesaian pekerjaan sehari-hari 19
Penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8" memberi kepastian mengenai kemudahan/cepat menyelesaikan pekerjaan dan efektifitas pekerjaan 20
Penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8" dapat merubah hasil pekerjaan di masa yang akan datang
21
Pimpinan mendukung dan memberikan arahan dalam penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8" untuk peningkatan kinerja perusahaan 22
Komitmen penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8" sebagai panduan tata laksana pekerjaan mendorong pencapaian keuntungan perusahaan 31
No. Pernyataan
Keterangan
Sangat
Setuju
Setuju
Kurang
Setuju
Tidak
Setuju
Sangat
Tidak
Setuju
23
Tidak hanya pencapaian keuntungan perusahaan yang dapat dicapai, namun kredibilitas dan nama baik perusahaan sangat terjaga dengan penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8"
24
Dengan adanya software proses bisnis
"ARIS 9.8", perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dari tata laksana pekerjaan yang tidak seragam
25
Penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8" menunjang sistem dan prosedur pelayanan kepada konsumen
26
Penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8" dapat meminimalisir fraud atau kesalahan dalam hal pelayanan klaim kepada peserta
27
Penggunaan software proses bisnis "ARIS
9.8" memberikan informasi tentang tata laksana pekerjaan yang benar khususnya mengenai pelayanan yang memuaskan kepada konsumen
Tabel 3.4.2 Daftar Kuesioner
32
3.5 Metode Analisis Data
Analisa data dibedakan menjadi 2 (dua) yaitu analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Analisa kualitatif yaitu analisa digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang dipisah-pisah menurut kategori. Sedangkan analisa kuantitatif adalah analisa yang berwujud angka-angka hasil perhitungan atau pengukuran yang diproses untuk mendapatkan data unit. Dalam penelitian ini, peneliti akan menggunakan analisa secara analisa kuantitatif.
Pada umumnya analisa kuantitatif menitikberatkan pada keluasan informasi, maka metode analisa ini sangat cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel terbatas. Kesimpulan yang akan diperoleh dari hasil pengamatan variabel terbatas tersebut akan digeneralisasi melalui pemberian kesimpulan sampel yang diberlakukan terhadap populasi di mana sampel tersebut diambil. Lebih lanjut dijelaskan melalui definisi (Sugiyono, 2010:33) bahwa metode kuantitatif digunakan salah satunya apabila masalah yang merupakan titik tolak penelitian sudah jelas. Masalah adalah berupa penyimpangan dari apa yang seharusnya terjadi, atau perbedaan antara praktek dengan teori.
Dalam penelitian kuantitatif analisis data merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul (Sugiyono, 2010:206). Karena sifat penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, maka teknik analisis data menggunakan statistik.
Terdapat dua macam statistik, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial.
Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan non parametris.
33
Statistik inferensial adalah teknik statistik yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan pada populasi. Statistik ini akan cocok digunakan bila sampel diambil dari populasi yang jelas, dan teknik pengambilan sampel dari populasi itu dilakukan secara random (Sugiyono, 2010:207).
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan statistik parametris, yaitu statistik yang digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel
(Sugiyono, 2010:208). Seperti yang telah dikemukakan di atas, bahwa pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner atau angket. Kuesioner ini disusun dengan skala likert, dimana menurut Sugiyono
(2010:132) digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Selanjutnya dalam melakukan analisis data berdasarkan analisa kuantitatif tersebut, peneliti akan menggunakan metoda analisa faktor. Analisa faktor adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mencari faktor-faktor yang mampu menjelaskan hubungan atau korelasi antara berbagai indikator independen yang diobservasi. Analisis faktor merupakan perluasan dari analisis komponen utama.
Analisis faktor digunakan untuk mengidentifikasi sejumlah faktor yang relatif kecil yang dapat digunakan untuk menjelaskan sejumlah besar variabel yang saling berhubungan. Variabel-variabel dalam satu faktor mempunyai korelasi yang tinggi, sedangkan korelasi dengan variabel-variabel pada faktor lain relatif
34
rendah. Tiap-tiap kelompok dari variabel mewakili suatu konstruksi dasar yang disebut faktor. Untuk meningkatkan daya interpretasi faktor, harus dilakukan transformasi pada matriks loading.
Melalui metode analisis faktor ini dapat diketahui tujuan analisis yaitu : o Untuk mereduksi sejumlah variabel asal yang jumlahnya banyak menjadi sejumlah variabel baru yang jumlahnya lebih sedikit dari variabel asal, dan variabel baru tersebut dinamakan faktor atau variabel laten atau konstruk atau variabel bentukan. o Untuk mengidentifikasi adanya hubungan antarvariabel penyusun faktor atau dimensi dengan faktor yang terbentuk, dengan menggunakan pengujian koefisien korelasi antarfaktor dengan komponen pembentuknya. Analisis faktor ini disebut analisis faktor kofirmatori. o Untuk menguji validitas dan reliabilitas instrumen dengan analisis faktor konfirmatori. o Validasi data untuk mengetahui apakah hasil analisis faktor tersebut dapat digeneralisasi ke dalam populasinya, sehingga setelah terbentuk faktor, maka peneliti sudah mempunyai suatu hipotesis baru berdasarkan hasil analisis faktor. Untuk melakukan pengujian validasi dalam penelitian mengenai EFEKTIVITAS
ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS “ARIS 9.8” DENGAN
PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK
34 35
PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN, maka peneliti akan melakukan langkah-langkah pengolahan data menggunakan analisis faktor konfirmatori yaitu suatu teknik analisis faktor di mana secara apriori berdasarkan teori dan konsep yang sudah diketahui dipahami atau ditentukan sebelumnya, maka dibuat sejumlah faktor yang akan dibentuk, serta variabel apa saja yang termasuk ke dalam masing-masing faktor yang dibentuk dan sudah pasti tujuannya.
Pembentukan faktor konfirmatori secara sengaja berdasarkan teori dan konsep, dalam upaya untuk mendapatkan variabel baru atau faktor yang mewakili beberapa item atau sub-variabel, yang merupakan variabel teramati
Tujuan dari penggunaan analisis faktor konfirmatori ini adalah untuk mengidentifikasi adanya hubungan antar variabel dengan melakukan uji korelasi dan menguji validitas dan reliabilitas instrumen
Terkait dengan judul penelitian berikut adalah langkah-langkah pengolahan data untuk dengan analisa faktor :
1. Merumuskan masalah
2. Menyusun matriks korelasi
3. Ekstraksi faktor
4. Merotasi faktor
5. Interpretasikan faktor.
6. Pembuatan faktor scores.
7. Memilih variabel surrogate atau tentukan summated scale
36
DAFTAR LAMPIRAN
DRAFT KUESIONER
TENTANG EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE
PROSES BISNIS “ARIS 9.8” DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA
DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA
PERUSAHAAN
I. IDENTITAS RESPONDEN
1. JENIS KELAMIN : L/P
2. USIA : …………. TAHUN
3. JABATAN : ……………………
4. UNIT KERJA : ……………………
Berilah tanda (√) pada kotak sesuai jawaban Saudara
1. Mengetahui dan mengenal software proses bisnis “ARIS 9.8”
 IYA  TIDAK
2. Lama menggunakan software proses bisnis “ARIS 9.8”sebagai Person In
Charge (PIC) :
 < 1 Bulan  2 – 3 Bulan  > 4 Bulan
 1 – 2 Bulan  3 – 4 Bulan
3. Tingkat pemahaman user terhadap penggunaan software proses bisnis
“ARIS 9.8” yang ada saat ini :
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
37
II. PETUNJUK PENGISIAN KUESIONER OLEH USER SOFTWARE
PROSES BISNIS “ARIS 9.8”
1 Bacalah secara cermat terlebih dahulu seluruh pernyataan berikut sebelum
Saudara menjawabnya
2 Jawablah setiap pernyataan dengan memberikan tanda checklist (√) pada kolom di salah satu alternatif jawaban yang tersedia dan Saudara anggap sesuai 3 Apabila terjadi kesalahan dalam pengisiannya, maka berikan tanda samadengan (=) pada jawaban tersebut, dan selanjutnya berikan tanda checklist (√) pada jawaban yang Saudara anggap benar dan sesuai
4 Pilihan angka yang tersedia pada kolom pilihan merupakan perwakilan dari opini Saudara atas pernyataan yaitu :
(1) Untuk opini Sangat Setuju
(2) Untuk opini Setuju
(3) Untuk opini Kurang Setuju
(4) Untuk opini Tidak Setuju
(5) Untuk opini Sangat Tidak Setuju
SELAMAT MENGERJAKAN!
No. Indikator & Pernyataan
Skor Pilihan Opini
A Perangkat Lunak "ARIS 9.8"
1
Akses software proses bisnis "ARIS
9.8" hanya dapat dilakukan oleh user yang memiliki account khusus
1 2 3 4 5
2
Penerapan software proses bisnis
"ARIS 9.8" sesuai dengan fungsinya akan pemenuhan kebutuhan informasi 1 2 3 4 5
3
Informasi yang disajikan dalam software proses bisnis "ARIS 9.8" adalah informasi yang sebenarnya
1 2 3 4 5
4
Penerapan software proses bisnis
"ARIS 9.8" berfungsi untuk peningkatan pemanfaatan teknologi informasi internal perusahaan
1 2 3 4 5
5
Dengan penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" dapat meningkatkan efisiensi waktu kerja
1 2 3 4 5
38
No. Indikator & Pernyataan
Skor Pilihan Opini
A Perangkat Lunak "ARIS 9.8"
7
Informasi yang disajikan dalam software proses bisnis "ARIS 9.8" tepat dan akurat
1 2 3 4 5
8
Adaptasi software proses bisnis
"ARIS 9.8" dapat digunakan di seluruh Unit Kerja
1 2 3 4 5
9
Jaringan dalam penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" dapat berjalan baik tanpa adanya pembatasan ruang
1 2 3 4 5
10
Software proses bisnis "ARIS 9.8" dapat terus dikembangkan melalui inovasi-inovasi dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan di masa yang akan datang
1 2 3 4 5
11
Penyajian data dan informasi lengkap secara keseluruhan pada saat melakukan akses software proses bisnis "ARIS 9.8"
1 2 3 4 5
12
Jaringan dalam penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" tidak mudah down apabila pemakai bandwith over limit
1 2 3 4 5
13
Kemudahan dalam melakukan restore data/informasi proses bisnis apabila terjadi kerusakan jaringan
1 2 3 4 5
14
Pencegahan terjadinya kecurangan dalam penyajian data/informasi proses bisnis yang terpusat
1 2 3 4 5
15
Software proses bisnis "ARIS 9.8" memiliki tingkat keamanan tinggi sehingga tidak mudah untuk dibajak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab 1 2 3 4 5
B Pemanfaatan Teknologi Informasi
16
Struktur organisasi perusahaan dan lingkungan kerja mendukung dalam hal penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8"
1 2 3 4 5
39
No. Indikator & Pernyataan
Skor Pilihan Opini
B Pemanfaatan Teknologi Informasi
17
Kecocokan dalam penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" dengan penyelesaian pekerjaan sehari-hari 1 2 3 4 5
18
Kemudahan dalam penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" dengan penyelesaian pekerjaan sehari-hari 1 2 3 4 5
19
Penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8" memberi kepastian mengenai kemudahan/cepat menyelesaikan pekerjaan dan efektifitas pekerjaan
1 2 3 4 5
20
Penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8" dapat merubah hasil pekerjaan di masa yang akan datang
1 2 3 4 5
21
Pimpinan mendukung dan memberikan arahan dalam penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8" untuk peningkatan kinerja perusahaan
1 2 3 4 5
C Pencapaian Kinerja Perusahaan
22
Komitmen penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" sebagai panduan tata laksana pekerjaan mendorong pencapaian keuntungan perusahaan 1 2 3 4 5
23
Tidak hanya pencapaian keuntungan perusahaan yang dapat dicapai, namun kredibilitas dan nama baik perusahaan sangat terjaga dengan penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8"
1 2 3 4 5
24
Dengan adanya software proses bisnis "ARIS 9.8", perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dari tata laksana pekerjaan yang tidak seragam 1 2 3 4 5
25
Penggunaan software proses bisnis
"ARIS 9.8" menunjang sistem dan prosedur pelayanan kepada konsumen 1 2 3 4 5
40
No. Indikator & Pernyataan
Skor Pilihan Opini
C
Pencapaian Kinerja
Perusahaan
26
Penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" dapat meminimalisir fraud atau kesalahan dalam hal pelayanan klaim kepada peserta
1 2 3 4 5
27
Penggunaan software proses bisnis "ARIS 9.8" memberikan informasi tentang tata laksana pekerjaan yang benar khususnya mengenai pelayanan yang memuaskan kepada konsumen
1 2 3 4 5
Terima kasih atas partisipasi Saudara dalam pengisian kuesioner untuk mendukung penelitian tentang Efektivitas atas Pemanfaatan Software
Proses Bisnis "ARIS 9.8" dengan Pendekatan Lean Six Sigma di BPJS
Ketenagakerjaan untuk Peningkatan Kinerja Perusahaan.
Selanjutnya untuk penyempurnaan software proses bisnis 'ARIS 9.8" ke depan, Saudara dapat memberikan masukan atau opini di bawah ini :
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………
41
DAFTAR PUSTAKA
Aguinis Herman. (2009). Performance Management. Pearson Education, Inc.,
Upper Saddle River, New Jersey, 07458. 2009;
Gaspersz, Vincent (1997). Membangun Loyalitas Pelanggan. PT. Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta. 1997;
Hartono, Jogiyanto (2005). Sistem Teknologi Informasi. Andi Offset. Yogyakarta
2005;
I Putu Hendra Wijaya (2013). Penggunaan Teknologi Sistem Informasi dan
Pengaruhnya Terhadap Kinerja Individual Di Circle K. E-Jurnal
Akuntansi Universitas Udayana 3.1 (2013): 34-54, ISSN: 2302-8556
James A. O’Brien (2007:45), Management Information Systems - 10th edition.Palgrave, Basingstoke;
Jonathan Sarwono (2005). Riset Pemasaran dengan SPSS 15. Penerbit ANDI.
Yogyakarta;
Jurnal Widya Manajemen dan Akuntansi Volume VI, No. 1, April 2006 : 5,
Analisis Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Kinerja Individual (Studi pada
Rumah Sakit di Yogyakarta);
Mustafa Zainal. (200). Mengurai Variabel Hingga Instrumentasi. Graha Ilmu
Yogyakarta. 2009;
Rainer Kelly R. Cegielski Casey G. (2011). Introduction to Information Systems :
Enabling and Transforming Business. John Wiley and Sons (Asia) Pte.Ltd.
2011;
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Thompson Ronald, Christoper A and Howell Jane. (1991). Personal Computing :
Toward a Conceptual Model of Utilization. MIS Quarterly. March 1991;
-------- - (1994). Influence of Experience on Personal Computer Utilization : testing A Conceptual Model. Journal of Management Information Systems.
1994;
Turban Efraim. Volonino Linda. (2012). Information Technology for
Management. John Wiley and Sons (Asia) Pte.Ltd. 2012
42…...

Similar Documents

Free Essay

Csr Dan Hubungannya Dengan Kinerja Perusahaan

...menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya saja. Kesadaran atas pentingnya CSR dilandasi pemikiran bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban ekonomi dan legal kepada pemegang saham (shareholder), tapi juga kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholder). CSR menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu tanggung jawab perusahaan pada aspek sosial, lingkungan, dan keuangan. Menurut The World Business Council for Sustainable Development, CSR merupakan komitmen dan kerjasama antara karyawan, komunitas setempat, dan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dari aspek ekonomi, perusahaan mengungkapkan suatu apabila informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dari aspek investasi, investor cenderung menanamkan modal pada perusahaan yang memiliki kepedulian pada masalah sosial. Perusahaan akan menggunakan informasi tanggung jawab sosial sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Dalam aspek hukum, perusahaan harus taat pada peraturan pemerintah seperti Undang-Undang Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007 dan Undang- Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 yang mengharuskan perseroan melaksanakan aktivitas CSR (Zarkasyi, 2008). Dengan demikian, CSR merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap......

Words: 3307 - Pages: 14

Free Essay

Six Sigma

...Six sigma diperkenalkan oleh Dr. Mikel Harry, seorang insinyur di Motorola pada tahun 1986. Six sigma adalah suatu metodologi sistematis yang berfokus pada faktor kunci yang mengendalikan kinerja suatu proses, mengaturnya pada tingkat yang paling baik dan menjaganya agar tetap pada level tersebut. Six sigma dapat dijelaskan dalam 2 perspektif yaitu perspektif statistik dan perspektif metodologi. Dalam perspektif statistik, six sigma adalah proses yang hanya menghasilkan 3,4 DPMO (defect permillion opportunity). Sedangkan dalam perspektif metodologi, six sigma merupakan pendekatan menyeluruh untuk menyelesaikan masalah dan peningkatan proses melalui fase DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). DMAIC merupakan jantung analisis six sigma yang menjamin voice of costumer berjalan dalam keseluruhan proses sehingga produk yang dihasilkan memuaskan pelanggan. Penjelasan masing-masing fase dalam DMAIC, sbb: - Define adalah fase menemukan masalah termasuk mengenai ruang lingkup, tujuan, biaya dan target dari suatu proyek, menterjemahkan voice of costumer ke dalam critical to quality dari proyek. - Measure adalah fase pengukuran dan pengumpulan data dari proses saat ini, yang bertujuan untuk melakukan evaluasi berdasarkan goals yang telah ada. Tools yang digunakan adalah control charts, flow diagrams, diagram pareto, dan scatter diagram. - Analyse adalah fase identifikasi akar penyebab masalah berdasarkan pada analisa data yang diperoleh dari Measure. Hasil dari......

Words: 358 - Pages: 2

Free Essay

Pemanfaatan Jejaring Sosial Media Sebagai Media Promosi Original Finch

...BAB I PENDAHULUAN 1.1 Usulan Judul Thesis Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook Sebagai Media Bisnis Online Original Finch 1.2 Objek Penulisan Calon konsumen dan konsumen yang mempunyai akun Facebook dan menjadi teman dalam akun Facebook Original Finch 1.3 Latar Belakang Di era globalisasi ini, perkembangan dunia bisnis berlangsung dalam suatu iklim yang sangat kompetitif, cepat dan tidak terduga. Semua produsen barang maupun jasa dituntut untuk terus menerus melakukan perbaikan, penyempurnaan dan bahkan inovasi-inovasi baru. Oleh karena itu, perusahaan-perusahaan dituntut untuk mengubah strategi usaha dan pemasarannya untuk lebih dekat dengan konsumen, demi mempertahankan eksistensi usaha yang telah mereka bangun serta mengatasi persaingan dengan para kompetitornya. Afriani (2011) mengatakan demam Facebook yang merebak di Indonesia, sebagaimana dikemukakan oleh Agarwa (2011) bahwa pengguna Facebook pada bulan Mei 2011 mengalami peningkatan sebesar 4,15%. Facebook sebagai situs jejaring sosial yang mengandung banyak informasi di dalamnya membuka kesempatan untuk mengembangkan usaha, yaitu dengan mengiklankan atau menjual produk. Kesempatan untuk mengembangkan usaha melalui facebook sangat luas, yaitu bisa mengunjungi pasar yang ada di facebook untuk mengiklankan atau menjual produk. Gemilang (2011) menyatakan menurut temuan peneliti pasar Morpace, Amerika Serikat, pengguna Facebook rata-rata tiga menit sekali dihabiskan untuk online. Umur pengguna 18 sampai 34 tahun......

Words: 2532 - Pages: 11

Free Essay

Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Dan Economic Value Added Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Jasa Di Bursa Efek Indonesia (Bei)

...pada Perusahaan Jasa di Bursa Efek Indonesia (BEI) A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis dan pertumbuhan ekonomi saat ini pada negara-negara berkembang seperti Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Para pelaku bisnis, mereka menyadari adanya pergeseran pasar dan perilaku pembelian konsumen beberapa tahun terakhir, sehingga mereka dengan tanggap mengadakan perubahan-perubahan mendasar pada setiap aspek perusahaannya agar dapat terus melayani serta mengembangkan segmen pasar mereka. Pasar dan perilaku pembelian konsumen bergeser pada jumlah permintaan akan produk jasa yang terus meningkat dengan berbagai macam ragam jasa yang ditawarkan, serta permintaan terhadap produk barang yang cenderung menurun apabila tidak disertai oleh produk jasa. Adapun pertumbuhan dalam sektor jasa yang sangat berkembang ini juga tidak lepas dipengaruhi oleh beberapa faktor (Schoell dan Gultinan, 1992) yaitu antara lain: Perkembangan teknologi yang sangat pesat termasuk teknologi informasi, adanya peningkatan pengaruh sektor jasa, persentase wanita yang masuk dalam angkatan kerja semakin besar, tingkat harapan hidup semakin meningkat, produk-produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin kompleks, adanya peningkatan kompleksitas kehidupan dan meningkatnya perhatian terhadap ekologi dan kelangkaan sumber daya. Serta jasa-jasa seperti logistik, komunikasi dan finansial services menciptakan infrastruktur ekonomi dasar yang diperlukan untuk......

Words: 6016 - Pages: 25

Free Essay

Hubungan Antara Tipe Kreativitas Adaptif-Inovatif Model Kirton Dengan Inovasi Organisasi Di Kompas.Com Jakarta

...Latar Belakang Penelitian Perkembangan informasi di era globalisasi sekarang ini sangatlah pesat. Perbedaan yang terlihat antara perkembangan informasi saat ini di era globalisasi dengan sebelum era globalisasi adalah kecepatan, keakuratan dan kemudahan informasi yang diperoleh. Fenomena tersebut sering disebut dengan globalisasi informasi (Ikkenbery, 1999). Simon (2003) mengatakan bahwa salah satu ciri masyarakat pasca-industri adalah informasi dan pengetahuan. Proses peralihan ke era masyarakat informasi (information society) di Indonesia saat ini memang dirasakan luar biasa cepat. Salah satu faktor yang menyebabkan munculnya globalisasi informasi adalah teknologi yang memungkinkan setiap orang bisa memperoleh atau mengakses informasi secara cepat dan murah. Kemajuan teknologi memang dirasakan kian pesat dari hari ke hari dan potensi pemanfaatannya pun makin luas. Saat ini, dengan perkembangan teknologi yang ada, seseorang dimungkinkan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam hitungan detik. Hal ini tentu membuka peluang pengaksesan, pengelolaan, dan pendayagunaan informasi dalam jumlah yang tak terbatas. Dalam konteks ini teknologi informasi akhirnya menjadi faktor yang penting sekaligus menentukan. Informasi-informasi yang selalu berkembang dan bertambah setiap harinya tersebut sangatlah penting untuk diketahui oleh masyarakat. Namun yang perlu menjadi catatan adalah tidak semua informasi yang beredar di masyarakat itu selalu berguna maupun benar. Oleh......

Words: 13608 - Pages: 55

Free Essay

Analisis Laba Dan Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi

...ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 Nama: Willy Bundianto NIM: 201160047 A. JUDUL PENELITIAN ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 B. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan manajemen laba sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Juga bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Earnings management oleh perusahaan adalah proksi akrual diskresioner (DA). Kemudian untuk pengukuran kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio keuangan meliputi total asset turnover, net profit margin, dan return on asset. Analisis dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test dan uji sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada indikasi manajemen laba yang dilakukan dengan mengambil alih perusahaan sebelum merger dan akuisisi dengan memanfaatkan peningkatan pendapatan akrual. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio total asset turnover memiliki peningkatan setelah merger dan akuisisi, sedangkan net profit margin dan return on assets memiliki penurunan setelah merger dan akuisisi. C. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang begitu pesat semakin......

Words: 2513 - Pages: 11

Free Essay

Etika Dan Bisnis

...ETIKA DAN BISNIS PENDAHULUAN Etika adalahberasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu ethos yg berarti kebiasaan/adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Etika mempertanyakan bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita danapakah standar ini masuk akal atau tidak masuk akal-standar yaitu, apakah didukungdengan penalaran yang bagus atau yang jelek. Etika bukan hanya cara untuk mempelajari moralitas. Ilmu-ilmu sosial semacam antropologi, sosiologi dan psikologi juga memelajari moralitas, namun melakukannya dengan cara yang sangat berbeda dari pendekatan moralitas yang merupakan ciri etika. Meskipun etika merupakan studi normatif, namun ilmu-ilmu social terlibat dalam studi deskriptif etika. Sebuah studi normatif merupakan penelusuran yang mencoba mencapai kesimpulan-kesimpulan normatif yaitu, kesimpulan tentang hal-hal yang baik dan buruk atau tentang tindakan apa yang benar atau salah. Ringkasnya, studi normatif bertujuan menemukan apa yang seharusnya. Hal ini berbeda dengan studi deskriptif yang mana mencoba menelusuri/menginvestigasi sesuatu dan menjelaskanknya tanpa memberikan suatu kesimpulan Etika bisnis merupakan studi yang dikhususkan untuk mempelajari mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis. Institusi yang paling berpengaruh di......

Words: 3599 - Pages: 15

Free Essay

Pengukuran Kinerja Organisasi

...PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK [pic] (Ringkasan Materi Kuliah) Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Akuntansi Sektor Publik Oleh: |RANGGA RATRIASA | (F1314115) | |TAUFIK RISQIYANTO | (F1314083) | FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2014 PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK Layanan yang disediakan gratis dan dibiayai oleh pajak adalah ciri khas dari akuntansi sektor publik. Layanan yang dijual di pasar yang kompetitif, pendapatan penjualan akan memberikan informasi keuangan tentang bagaimana pengguna layanan menilai layanan yang diberikan: pengukuran pendapatan, bidang akuntansi, akan menjadi ukuran kinerja yang relevan. Penerimaan pajak tidak dapat memberikan tindakan tersebut. Permintaan tak henti-hentinya untuk pengukuran kinerja di sektor publik bertemu dengan tindakan-tindakan non-keuangan. Ini jenis tindakan memberikan tantangan tersendiri bagi akuntansi sektor publik. Tahap setelah operasional anggaran adalah pengukuran kinerja untuk menilai prestasi manajer dan unit organisasi yang dipimpinnya serta menilai akuntabilitas organisasi dan manager. Pengukuran kinerja yang handal (reliable) merupakan salah satu faktor kunci suksenya organisasi. A. PENGUKURAN KINERJA ORGANISASI SEKTOR PUBLIK. Sistem pengukuran kinerja sektor publik adalah suatu sistem......

Words: 3993 - Pages: 16

Free Essay

Implementasi Lean Six Sigma Di Bank Mandiri

...IMPLEMENTASI LEAN SIX SIGMA DI BANK MANDIRI Division May 31, 2011 Tentang Bank Mandiri 2 Presentation title in footer © PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Division May 31, 2011 Visi & Misi VISI To be most Indonesia’s admired & progressive financial institution MISI • • • • • Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar. Mengembangkan sumber daya manusia profesional. Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder. Melaksanakan Manajemen terbuka. Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan. Sumber: www.bankmandiri.co.id 3 Presentation title in footer © PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Division May 31, 2011 Posisi Bank Mandiri Sumber: Bank Mandiri, Buku Tahunan 2009 500 400 300 200 100 0 05 06 07 08 Assets (Rp tn) 09 10 8,000 6,000 1,500 1,000 500 0 05 06 07 08 09 ATM, LS Cabang, RS 10 4,000 2,000 0 300.0 200.0 100.0 0.0 05 06 07 Dana 4 15.0 10.0 5.0 0.0 08 Kredit 09 10 05 06 07 08 09 10 Rekening DPK (juta) Presentation title in footer © PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Division May 31, 2011 Perkembangan Bisnis Semakin pesat, memerlukan CAT dan efisien 30% 20% Pertumbuhan bisnis (Cabang, Rekening DPK) lebih cepat dibandingkan dengan infratrukturnya (pegawai). Infrastruktur harus dapat mengimbangi perkembangan bisnis. Infrastruktur harus Cepat, Akurat, Tepat, dan Efisien. LEAN SIX SIGMA merupakan inisiatif yang dapat menjawab tantangan ini. 05 Pegawai 06 07 08 ATM 09 10......

Words: 744 - Pages: 3

Free Essay

Six Sigma

...UNIVERSITAS INDONESIA SIX SIGMA MAKALAH diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Manajemen Kualitas Terpadu yang diampu oleh Bapak Dr. Ir. Rahmat Nurcahyo, M.Eng.Sc. NAMA : TRISNA YUNIARTI NPM : 1406507114 FAKULTAS TEKNIK DEPARTEMEN TEKNIK INDUSTRI UNIVERSITAS INDONESIA 2014 KATA PENGANTAR Alhamdulillah atas kehadirat Allah SWT karena berkat segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan baik. Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Manajemen Kualitas Terpadu yang membahas mengenai Six Sigma baik itu sejarahnya, konsep Six Sigma, tahapan, tools yang digunakan dalam six sigma, serta contoh studi kasus. Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya. Penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih ada kekurangan untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terima kasih. Penulis, Trisna Yuniarti ABSTRAK Metodologi Six sigma untuk peningkatan kualitas adalah sebuah sistem yang banyak konsep, tools, dan prinsip-prinsip yang dapat membantu perusahaan fokus pada pengembangan dan membuat produk dan layanan yang mendekati sangat sempurna. Hal itu berdasarkan pekerjaan statistik Joseph Juran, seorang Rumania yang lahir di US sebagai perintis manajemen mutu. Kata Sigma adalah huruf Yunani yang digunakan untuk area statistik yang......

Words: 7500 - Pages: 30

Free Essay

Analisa Laporan Keuangan

...( 123-131-096 ) RIKA ( 123-131-064 ) WILLIAM ( 123-131-080 ) STEVANUS ( 123-140-140 ) DR. VINOLA HERAWATY, AK, CA, MSC UNIVERSITAS TRISAKTI KATA PENGANTAR Dengan memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “ Gambaran Umum Analisis Laporan Keuangan & Pelaporan dan Analisis Keuangan ” dengan lancar. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Melalui kata pengantar ini penulis lebih dahulu meminta maaf dan memohon permakluman bila mana isi makalah ini ada kekurangan dan ada tulisan yang saya buat kurang tepat atau menyinggu perasaan pembaca. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih. DAFTAR ISI Kata Pengantar i Daftar Isi ii BAB 1 GAMBARAN UMUM ANALISA LAPORAN KEUANGAN PEMBAHASAN MATERI ANALISIS BISNIS Analisa Laporan Keuangan 1 Pengenalan Analisis Bisnis 1 Jenis- Jenis Analisis Bisnis 1 Kegunaan Lain dari Analisis Bisnis 4 Komponen Analisis Bisnis 5 LAPORAN KEUANGAN DASAR ANALISIS Aktivitas Bisnis 8 Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis 10 Informasi Tambahan 12 PENGANTAR ANALISIS LAPORAN KEUANGAN Analisis Laporan Keuangan Komparatif 14 Analisis Laporan Keuangan Common-Size 16 Analisis Rasio 18 Analisis......

Words: 10835 - Pages: 44

Free Essay

Manfaat Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Umum Pegadaian

...GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN Yulinar Triyana ( niar_triyana@yahoo.com ) Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat atau hasil dari penerapan prinsipprinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. penilaian GCG dinilai dari hasil penyebaran kuesioner yang didapat dan dengan menggunakan rasio ROE, ROA, Curren Ratio dan Solvabilitas untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Setelah dilakukan penelitian terhadap Perum Pegadaian dan didukung dengan teori-teori serta pembahasan pada bab-bab yang ada, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Penerapan prinsip-prinsip GCG pada Perum Pegadaian sangat bermanfaat terhadap kinerja keuangan perusahaan hal ini dapat dilihat dengan dijalankannya prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan keadilan sehingga membantu dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan keuangan maupun non keuangan yang akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan serta meningkatkan kepercayaan para nasabah dan pemilik modal (dalam hal ini pemerintah) yang secara otomatis juga akan berdampak pada nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kinerja keuangan yang dihitung......

Words: 5572 - Pages: 23

Free Essay

Pengaruh Job Satisfaction Terhadap Financial Performance Melalui Employee Engagement Dan Competitive Advantage Sebagai Intervening Variable Pada Perusahaan Retail Publik

... Latar Belakang Masalah Di era globalisasi sekarang ini, sudah terjadi transformasi dalam lingkungan bisnis yang menuntut perusahaan untuk berkompetisi secara kompetitif untuk menjadi yang terbaik dalam lingkungan bisnis tersebut. Dalam hal ini tentu saja organisasi membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi dan konsisten dari masing-masing karyawan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bertahan dalam lingkungan persaingan pasar yang tinggi (Newstrom and Davis, 2002). Berbagai strategi harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan kinerja lebih baik daripada pesaing agar bertahan dalam dalam lingkungan bisnis. Di Indonesia sendiri, persaingan bisnis semakin ketat dan kompetitif khususnya di sector retail. Dimana menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) dalam lima tahun terakhir dari tahun 2012 peningkatan omset ritel modern cukup pesat, hal ini juga didukung oleh pertumbuhan jumlah ritel yang pesat yaitu sebesar 7.787 retail selama 5 tahun terakhir ini, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10-15% per tahun. Penjualan ritel pada 2006 masih sebesar Rp 49 triliun, namun melesat hingga mencapai Rp 110 triliun pada 2012 meningkat sebesar 10%- 15%, menyusul kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang relatif bagus. Bisnis ritel di tahun 2013 masih mencatat tren yang positif, namun masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan tahun 2012 (Liputan6.com). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa persaingan bisnis terus mengalami kemajuan...

Words: 17786 - Pages: 72

Free Essay

Bisnis Internasional Aliansi Strategis Griffin

...menyatakan bahwa tesis yang saya ajukan ini adalah hasil karya saya sendiri yang belum pernah disampaikan untuk mendapatkan gelar pada program Magister Manajemen ini ataupun pada program lainnya. Karya ini adalah milik saya, karena itu pertanggungjawabannya sepenuhnya berada di pundak saya Johannes Handoko 09 Agustus 2008 ii PERSETUJUAN PENGESAHAN TESIS Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa tesis berjudul: STRATEGI ALIANSI: FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESUKSESANNYA SERTA IMPLIKASINYA PADA KEUNGGULAN BERSAING (Studi Pada PT. Kahar Duta Sarana Semarang) yang disusun oleh Johannes Handoko, NIM C4A006301 telah disetujui dan dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 09 Agustus 2008 Pembimbing Pertama Pembimbing Kedua Prof. Dr. H Suyudi Mangunwihardjo Drs. Sugiono, MSIE Semarang, 09 Agustus 2008 Universitas Diponegoro Program Pasca Sarjana Program Studi Magister Manajemen Ketua Program Prof. Dr. Augusty Tae Ferdinand, MBA iii ABSTRAKSI Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh atribut aliansi, resolusi konflik, perilaku komunikasi, kepercayaan, komitmen, dan lingkungan terhadap kesuksesan strategi aliansi dalam meningkatkan keunggulan bersaing. Sampel penelitian ini adalah toko-toko komputer PT. Kahar Duta Sarana, sejumlah 156 responden. Structural Equation Modeling (SEM) yang dijalankan dengan perangkat lunak AMOS, digunakan untuk menganalisis data, Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut aliansi, resolusi konflik, perilaku komunikasi...

Words: 16821 - Pages: 68

Free Essay

Analisa Swot

...kompilasi data / laporan tentang kinerja PT. IGLAS (Persero) banyak merepotkan rekan-rekan kerja, maka untuk itu penulis tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas segala bantuan dan informasi data-datanya. Ucapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada Bpk. ARASY ALIMUDIN, SE, MM selaku Dosen Pengajar Manajemen Strategis yang dengan sabar telah banyak memberikan bimbingan hingga tersusunnya tugas makalah ini. Harapan dan do’a penulis semoga ilmu yang kami terima dapat bermanfaat dan menjadikan catatan amal baik (ibadah) bagi Dosen yang mengajarkannya – Amin ! Dengan tersusunnya tugas makalah ini penulis telah berupaya untuk memenuhi salah satu syarat agar dapat mengikuti Ujian Akhir Semester ( UAS ) pada mata kuliah Manajemen Strategis di Fakultas Ekonomi Universitas Narotama – Surabaya. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan, maka dimungkinkan isi makalah ini masih jauh dari sempurna. Akhirnya perkenankan penulis berharap kepada semua pihak agar dapat memberikan saran dan kritik yang bersifat membangun atas segala kekurangan yang terdapat dalam penyusunan makalah ini Surabaya, 21 Maret 2005 Sumarsono NIM : 01202154 Penulis BAB - II LATAR BELAKANG & SEJARAH PERUSAHAAN • Latar Belakang : Dalam era persaingan bisnis di Pasar Global......

Words: 4253 - Pages: 18