Free Essay

Akuntansi Biaya

In: Business and Management

Submitted By dwimuthia
Words 2493
Pages 10
Latar Belakang
Dewasa ini perekonomian dunia sedang menuju era globalisasi di mana barang dan jasa dari suatu negara semakin leluasa masuk ke negara lain. Hal ini mengakibatkan semakin ketatnya persaingan dalam dunia usaha, terutama pada sektor industri. Sektor industri mempunyai peranan yang penting dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa, meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, serta memperluas lapangan kerja karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Tingkat persaingan dunia usaha yang semakin tinggi membuat pengusaha harus semakin pandai dalam menerapkan strategi yang tepat untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketatnya tingkat persaingan membuat para pengusaha berupaya untuk lebih baik lagi menetapkan rencana yang tepat sebagai langkah awal untuk lebih memantapkan posisi perusahaan pada tingkat industri yang sejenis di tengah keadaan yang tidak menentu.

Supaya dapat bersaing, bertahan hidup atau bahkan mengembangkan usahanya perusahaan harus mempunyai keunggulan, terutama dari sisi harga jual, karena pada umumnya harga jual merupakan pertimbangan penting bagi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli atau tidak.

Oleh karena itu, perusahaan sangat membutuhkan informasi tentang harga pokok produksi yang akurat, untuk dapat menentukan harga jual yang bersaing.

Dengan berkembangnya aktivitas perusahaan menyebabkan pengawasan langsung oleh seorang manager terhadap seluruh kegiatan perusahaan tidak mungkin terpenuhi, seperti telah diketahui salah satu fungsi manajeman adalah perencanaan. Di dalam perencanaan manajemen dihadapkan kepada pengambilan keputusan yang menyangkut pemilihan berbagai macam alternatif. Oleh karena itu manajemen memerlukan informasi yang dapat dipakai sebagai dasar untuk menentukan pilihan salah satu dari informasi penting yang diperlukan sebagai dasar perencanaan dan pengambilan keputusan adalah biaya. Walaupun informasi biaya bukanlah satu-satu informasi yang dibutuhkan oleh manager, akan tetapi paling tidak dengan informasi biaya memungkinkan manager mengawasi dan mengambil keputusan yang tepat dalam mengalokasikan unsur-unsur biaya sebagai penentuan harga pokok dari barang yang diproduksi. Untuk mengumpulkan informasi ini diperlukan suatu wadah yang bertujuan menyediakan informasi biaya bagi manajemen yang di sebut akuntansi biaya.

Perumusan Masalah

Akutansi biaya dalam perusahaan manufaktur bertujuan antara lain untuk menentukan harga pokok produk yang dihasilkan. Dalam menetapkan harga pokok produk tersebut diperlukan adanya data biaya yang relevan, yang kemudian dihitung secara cermat dengan menggunakan metode yang tepat. Namun demikian dalam kenyataan hal tersebut terkadang relative sulit dilaksanakan. Hal ini disebabkan adanya beberapa faktor baik dari dalam perusahaan maupun dari luar perusahaan yang mempengaruhi penggunaan metode yang tepat dan akurat.

Berdasarkan alasan diatas, maka penelitian ini Penulis dalam membahas dan menganalisa pokok bahasan biaya produksi dan harga jual produk ini menetapkan perumusan masalah tentang “Peranan Pentingnya Job Order Costing System”.

Tinjauan-tinjauan

Dalam menghadapi persaingan yang ketat, suatu perusahaan harus mampu bersaing untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Faktor yang banyak berpengaruh dalam persaingan adalah yang menyangkut biaya produksi.

Penerapan harga jual biasanya dilakukan perusahaan berdasarkan harga pokoknya. Untuk memperoleh informasi harga pokok yang benar, maka dibutuhkan suatu system atau prosedur yang tepat untuk dapat mengakumulasikan biaya-biaya produksi yang terjadi.

Ada dua jenis sistem biaya yang lazim digunakan untuk menghitung biaya produksi / harga pokok produk, yaitu process costing system dan job order costing system. Process costing system biasanya diterapkan pada perusahaan yang menghasilkan produk yang homogen (identik satu dengan yang lain), dan diproduksi sekaligus dalam jumlah yang besar dalam suatu proses produksi yang terus-menerus.

Sistem perhitungan biaya berdasarkan pesanan (job order costing) merupakan system atau metode pengakumulasian/ pengumpulan biaya produksi untuk menentukan harga pokok produk pada perusahaan yang menghasilkan produk atas dasar pesanan.

Apabila suatu pesanan diterima segera dikeluarkan perintah untuk membuat produk sesuai dengan spesifikasi masing-masing pesanan. Untuk mempermudah perhitungan biaya produksi tiap-tiap pesanan maka masing-masing produk yang dikerjakan diberi nomor identitas.

Kharakteristik Job Order Cost System
a) Tujuan produksi perusahaan adalah untuk melayani pesanan pembeli yang bentuknya tergantung pada spesifikasi pesanan, sehingga sifat produksinya terputus-putus dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secara jelas.
b) Biaya produksi dikumpulkan untuk setiap pesanan dengan tujuan dapat dihitung harga pokok pesanan dengan relatif teliti dan adil. Dihubungkan dengan sistem akuntansi biaya yang digunakan untuk membebankan harga pokok kepada produk. metode harga pokok pesanan hanya dapat menggunakan:
1. Sistem harga pokok historis untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, untuk ketelitian dan keadilan pembebanan biaya overhead pabrik harus digunakan tarif biaya yang ditentukan dimuka.
2. Dalam metode harga pokok pesanan dapat pula digunakan sistem harga pokok yang ditentukan dimuka untuk seluruh elemen biaya produksi.
c) Biaya produksi dibagi menajadi dua jenis yaitu:
1. Biaya langsung meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung Biaya langsung diperhitungkan terhadap masing-masing pesanan berdasarkan biaya yang sebenarnya
2. Biaya tidak langsung meliputi biaya produksi diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung. Biaya tidak langsung dibebankan ketiap-tiap pesananan berdasarkan tarif yang ditentukan dimuka (Predetermined Rate)
d) Harga pokok pesanan untuk tiap pesanan dihitung pada waktu pesanan yang bersangkutan selesai diproduksi.
e) Harga pokok satuan ditetapkan dengan cara membagi total biaya suatu pesanan dengan jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan.
f) Untuk megumpulkan biaya produksi masing-masing pesanan, dipakai kartu harga pokok pesanan dimana tercatat hal-hal berikut ini : * Jenis produk : | * Nomor pesanan : | * Tgl.pesanan : | * Sifat pesanan : | * Nama pemesan : | * Jumlah : | * Tgl.selesai : | * Harga jual : | * Biaya produksi : |

Pencatatan Akuntansi
a) Akuntansi biaya bahan baku
Pencatatan pemakaian bahan baku didasarkan pada bukti permintaan bahan (material reguisition). Disamping dicatat di kartu persediaan bahan baku, pemakaian tersebut juga harus dicatat di kartu harga pokok pesanan yang bersangkutan. Pada saat pembelian: | Persediaan bahan baku xxx | Utang/kas xxx |

Pada saat terjadi retur pembelian | Utang xxx | Persediaan bahan baku xxx | Pada saat pembebanan | BDP - Biaya bahan baku xxx | Persediaan bahan baku xxx |

b) Akuntansi Biaya Tenaga Kerja
Pembebanan upah langsung ke barang dalam proses, harus dicatat di kartu harga pokok pesanan sesuai dengan pemakaian tenaga kerja yang bersangkutan. Pada saat pembayaran kepada karyawan | Utang gaji dan upah xxx | Kas xxx |

Pada saat pembebanan | BDP - Biaya tenaga kerja xxx | Gaji dan upah xxx |

c) Akuntansi Biaya Overhead Pabrik
Dalam harga pokok pesanan biaya overhead pabrik dibebankan berdasarkan tarif yang ditentukan sebelum proses produksi berjalan (predetermined rate).
Adapun proses penentuan tarif adalah sebagai berikut:
1. Menentukan taksiran besarnya BOP selama periode tertentu
2. Menentukan dasar pembebanan (jam kerja langsung, jam kerja mesin, dll)
3. Menentukan tarif BOP berdasarkan:

Taksiran BOP | Tarip BOP = ________________ = Rp ....../Dasar pembebanan | Dasar pembebanan |

Pada saat pembebanan | BDP - Biaya overhead pabrik xxx | BOP yang dibebankan xxx |

Mencatat BOP Sesungguhnya | BOP yang sesungguhnya xxx | Berbagai rekening dikredit xxx |

d) Pencatatan Barang Jadi
Pencatatan barang jadi didasarkan kepada pesanan-pesanan yang telah selesai dengan demikian harga pokok barang jadi didasarkan kepada harga pokok tiap pesanan yang telah selesai dikerjakan, sehingga besarnya harga pokok tersebut dapat dilihat di kartu harga pokok. Persediaan barang jadi xxx | BDP - Biaya bahan baku xxx | BDP - Biaya tenaga kerja xxx | BDP - Biaya overhead pabrik xxx | |

e) Pencatatan Persediaan Barang Dalam Proses Persediaan barang dalam proses xxx BDP - Biaya Bahan Baku xxx BDP - Biaya Tenaga Kerja xxx BDP - Biaya Overhead Pabrik xxx

Piutang xxx Penjualan xxx
f) Pencatatan Penyerahan Barang Kepada Pemesan

g) Pencatatan Harga Pokok PenjualanHarga Pokok Penjualan xxx Persediaan Barang Jadi xxx

Masalah yang timbul dalam biaya produksi pada metode harga pokok pesanan adalah:
1. Biaya Bahan Baku.
a) Unsur harga pokok bahan baku
Sesuai dengan prinsip harga perolehan (cost), maka harga pokok terdiri dari:
- Harga beli menurut faktur
- Ongkos angkut
- Biaya-biaya lain sampai dengan bahan baku itu siap untuk dipakai, akan tetapi atas pertimbangan biaya administrasi maka dalam praktek harga pokok bahan pada umumnya dicatat berdasarkan faktur.
b) Penentuan harga pokok bahan baku
Untuk menentukan harga pokok bahan baku yang dipakai kedalam proses produksi dapat dipakai metode:
- Metode tanda pengenal khusus
- Metode FIFO (First In First Out)
- Metode LIFO (Last In First Out)
- Metode Rata-Rata

c) Sisa Bahan
Merupakan bahan yang tidak terpakai (tidak menjadi bagian dari produk) dalam proses produksi dan tidak dapat dipakai dalam proses produksi berikutnya (telah rusak) tetapi masih mempunyai harga jual.
Pencatatan terhadap harga jual sisa bahan dilakukan sebagai berikut:
- Apabila harga jual tersebut rendah, maka pencatatan harga dilakukan pada saat penjualan
- Apabila harga jual besar jumlahnya, maka pencatatan dilakukan pada saat sisa bahan tersebut diserahkan ke gudang.
d) Produk Rusak (Spoiled Goods)
Merupakan produk yang tidak memenuhi kualitas yang seharusnya dan tidak dapat diperbaiki.Perlakuan terhadap produk rusak adalah sebagai berikut:
- Apabila produk rusak disebabkan spesifikasi sesuatu pesanan, maka harga pokok produk rusak dibebankan ke pesanan tempat terjadinya produk rusak tersebut. - Apabila terjadinya produk rusak dianggap merupakan hal yang normal, maka kerugian akibat produk rusak dibebankan kepada semua produk dengan memperhitungkan ke dalam tarip BOP dimana terdapat kerugian akibat produk rusak tersebut.
e) Produk cacat (defective goods)
Produk cacat ialah Produk yang tidak memenuhi kualitas yang seharusnya, tetapi masih dapat diperbaiki dengan pengerjaan kembali (rework).
Biaya yang timbul akibat pengejaan kembali (rework cost) pencatatannya sama halnya seperti dalam produk rusak yaitu:
- Apabila timbulnya produk cacat akibat spesifikasi pesanan, maka biaya pengerjaan kembali dibebankan ke pesanan yang bersangkutan.
- Apabila produk cacat merupakan hal biasa terjadi, maka biaya pengerjaan kembali, dibebankan ke tarip BOP dengan demikian dipikul oleh semua produk (pesanan)
2. Biaya Tenaga Kerja
Dalam hubungan dengan perhitungan harga pokok produksi, maka pada umumnya tenaga kerja dibedakan sebagai berikut :.
Tenaga kerja langsung : yaitu tenaga kerja yang mengerjakan produk langsung dibebankan ke perkiraan barang dalam proses
Tenaga kerja tidak langsung : yaitu tenaga kerja yang tidak secara langsung turut dalam pengerjaan produk dan biaya yang terjadi dibebankan ke perkiraan biaya overhead pabrik.
Beberapa masalah yang timbul dalam pencatatan biaya tenaga kerja antara lain:
a) Cara perhitungan besarnya gaji dan upah Dalam hal ini banyak perusahaan yang memakai cara dengan mengalikan jumlah jam kerja dengan tarip upah per jam
b) Cara pemberian insentif Pemberian insentif pada umumnya bertujuan agar karyawan bekerja lebih baik. pemberian insentif dapat didasarkan atas waktu kerja maupun kuantitas produksi maupun kombinasi dari keduanya.
c) Perhitungan jumlah pajak atas pendapatan karyawan Pada prinsipnya besarnya pendapatan karyawan adalah sebagai berikut:
- Ditetapkan besarnya pendapatan sisa kena pajak per tahun, yaitu pendapatan sisa kena pajak per bulan 12 (dua belas).
- Atas sisa kena pajak satu tahun dikenakan tarip pajak untuk mengetahui jumlah pajak satu tahun.
d) Untuk menentukan besarnya potongan pajak pendapatan, maka jumlah pajak satu tahun di bagi 12 (dua belas). Kemudian tentang proses pencatatan biaya tenaga kerja adalah seperti yang telah dijelaskan di muka dalam prosedur akuntansi biaya pokok pesanan.
Untuk perusahaan dimana dihasilkan berbagai variasi produk, yang setiap jenis produknya diproduksi berdasarkan pesanan dari pembeli, seperti pabrik plastik yang menghasilkan plastik dan keresek dalam berbagai ukuran, maka lebih tepat apabila perusahaan tersebut menggunakan job order costing sebagai sistem biayanya. Setiap pesanan mempunyai spesifikasi tertentu sesuai dengan keinginan pemesan, sehingga biaya produksi yang terjadi untuk suatu pesanan berbeda dengan pesanan lainnya. Berdasarkan hal tersebut maka perusahaan harus menggunakan sistem biaya yang dapat mencerminkan besarnya biaya produksi untuk tiap-tiap pesanan. Di dalam hal ini job order costing berperan dalam mengakumulasikan biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead pabrik untuk tiap-tiap pesanan. Dalam penerapannya, job order costing menggunakan berbagai dokumen yang menunjang proses perhitungan harga pokok untuk tiaptiap pesanan. Dokumen-dokumen ini selain menunjang perhitungan harga pokok yang akurat, juga berguna untuk membantu pihak manajemen melakukan pengendalian. Dengan adanya pembebanan biaya produksi yang tepat pada pesanan, maka dapat diperoleh perhitungan harga pokok yang tepat pula. Perhitungan harga pokok produk yang tepat dapat menentukan harga jual yang bersaing, untuk memperoleh pesanan. Selain itu juga banyak manfaat lain yang diperoleh dengan adanya perhitungan harga pokok yang tepat.
Job order costing system merupakan suatu sistem akuntansi biaya yang dapat digunakan untuk penentuan harga pokok suatu produk pesanan. Pada prakteknya di dalam perusahaan, job order costing system ini sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor internal maupun eksternal perusahaan, yang secara langsung mempengaruhi ketepatan harga pokok suatu produk pesanan.

Sistem biaya pekerjaan pesanan (job order costs system) paling tepat diterapkan bila jenis bahan dan cara pelaksanannya berbeda. Dengan demikian setiap produk biasanya dibuat menurut spesifikasi pesanan.

Penentuan harga pokok pesanan merupakan cara menghitung harga pokok produk yang dihasilkan perusahaan per unit dalam setiap pesanan, sedangkan dalam penentuan harga pokok pesanan dilakukan dengan cara mengumpulkan biaya-biaya produksi untuk produk atau jasa yang dapat dipisahkan identitasnya.

Adapun tujuan dari penetapan harga pokok pesanan itu sendiri adalah untuk mengetahui seberapa besar jumlah harga pokok produk yang dihasilkan perusahaan per unit dalam setiap pesanan yang ada.

Pelaksanaan job order costing system mempunyai hubungan dengan penentuan harga pokok pesanan, artinya, apa bila job order costing system dilakukan secara memadai maka varians antara harga pokok pesanan yang ditaksir dengan harga pokok pesanan yang sebenarnya akan semakin kecil.
Manfaat Job Order Costing System
Job order costing system yang dirancang dengan baik memberi manfaat sebagai berikut :
1. Menyajikan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk suatu barang yang diproduksi, sehingga membantu penentuan harga pokok produk dalam penelitian persediaan yang tepat.
2. Terdapat persediaan dalam sistem tersebut.
3. Penggunaan kertas perkiraan sebagai dasar untuk membandingkan hasil sebenarnya dan berdasarkan perkiraan, memudahkan pelaksanaan penyimpangan yang terjadi dan penentuan sebab-sebabnya.
4. Pembandingan biaya aktual dan taksiran tersebut juga bermanfaat dalam prosedur penaksiran harga pokok pesanan di masa datang.

Analisa/Pembahasan
Peranan Pentingnya Job Order Costing System
Akuntansi biaya yang terkelola dengan baik, dapat memberikan informasi penting bagi manajemen sehubungan dengan pengaruh dari penentuan harga jual suatu produk, kinerja per departemen dan perusahaan secara keseluruhan, kapasitas pegawai dan produksi, bahkan berkontribusi besar terhadap penentuan strategi bisnis perusahaan.
Metode job order costing dengan menelusuri cost per unit di setiap produk dapat menghasilkan informasi yang lebih akurat, jika dibandingkan dengan metode lain. Job order costing disebut-sebut sebagai metode penentuan cost yang paling efektif dan valid untuk mengakumulasikan biaya kesepakatan dalam pemesanan, Job Order Costing Method berperan penting dalam perhitungan harga pokok produksi diantaranya menyediakan data yang memadai, menggolongkan, mengikhtisarkan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi produk di setiap pesanan.
Job order costing tentu sangat penting dalam menentukan harga pokok produksi, metode job order costing memberikan kontribusinya dalam menentukan harga pada pemesan, mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan, memantau realisasi biaya produksi, memperhitungkan laba atau rugi serta menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang akan di sajikan dalam neraca perusahaan.
Dalam hal menentukan harga jual kepada pemesan, biaya produksi pesanan yang satu akan berbeda dengan biaya produksi pesanan lain. Oleh karena itu harga jual yang dibebankan kepada pemesan sangat ditentukan oleh besarnya biaya produk yang akan dikeluarkan untuk memproduksi pesanan tertentu. Dalam hal mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan manajemen memerlukan informasi total harga pokok pesanan yang akan diterimanya, informasi total harga pokok pesanan memberikan dasar perlindungan bagi manajemen agar dalam menerima pesanan perusahaan tidak mengalami kerugian, tanpa memiliki informasi tersebut manajemen tidak memiliki jaminan apakah harga yang diminta pemesan bisa mendatangkan keuntungan bagi perusahaan.
Informasi diperlukan untuk mengetahui kontribusi tiap pesanan dalam menutup biaya non produksi dan menghasilkan laba atau rugi, dalam menentukan harga pokok proses persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang di sajikan dalam neraca, maka manajemen dituntut untuk membuat pertanggung jawaban keuangan priodik dan harus menyajikan laporan keuangan berupa neraca dan laporan rugi laba, untuk tujuan itu , manajemen perlu menyelenggarakan catatan biaya produksi tiap pesanan.
Bermanfaatnya metode job order costing ini dalam kegiatanya untuk menentukan harga pokok produksi akan sangat membantu Manajemen dalam mencapai harga pokok produksi yang akurat.
Kesimpulan dan Saran

Referensi…...

Similar Documents

Free Essay

Prinsip-Prinsip Akuntansi

...I. LINGKUNGAN AKUNTANSI PENGERTIAN AKUNTANSI Pengertian Akuntansi dikemukakan Accounting Principles Board (APB) Statement No.4 sebagai berikut : Akuntansi adalah suatu kegiatan jasa. Fungsinya adalah menyajikan informasi kuantitatif, terutama bersifat keuangan, mengenai satuan usaha, yang dapat digunakan pihak yang berkepentingan dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi-sebagai dasar pemilihan diantara beberapa alternatif Jenis Satuan Usaha  Dari sisi tujuan  Profit oriented  Non -profit oriented  Dari sisi Bentuk hukum  Proprietorship (perseorangan)  Partnership (Persekutuan)  Corporation (perseroan)/PT  Cooperation(koperasi)  0utput diserahkan  Jasa (service)  Dagang (Trade)  Industri ( Manufactuaring) Pemakai Informasi Akuntansi  Internal Manajer Tingkat Atas (Top Level)) Tingkat Madya (Middle Level) Tingkat Bawah (Low Level)  Eksternal Pemilik/Investor Kreditor Instansi Pemerintah Pelanggan/Customer Pemasok/Supplier Serikat......

Words: 4504 - Pages: 19

Free Essay

Konsep Akuntansi Sektor Publik

...1. Latar Belakang Masalah Akuntansi keuangan sektor publik sangat erat kaitannya dengan fungsi akuntansi sebagai penyedia informasi keuangan untuk pihak eksternal terutama lembaga-lembaga tinggi negara. Di sektor publik, kebutuhan akan informasi akuntansi semakin tinggi seiring dengan semakin meningkatnya akuntabilitas publik oleh transparansi oleh lembaga-lembaga publik. Laporan keuangan sektor publik menjadi alat atau instrumen yang utama untuk menciptakan akuntabilitas publik. Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan, maka diperlukan standar akuntansi keuangan sektor publik dan sistem akuntansi sektor publik. Pengembangan standar akuntansi sektor publik merupakan sesuatu yang sangat krusial, karena kualitas standar akuntansi secara langsung akan mempengaruhi kualitas laporan keuangan. Dengan demikian, pada mata kuliah ini perlu dikembangkan sistem akuntansi yang mampu menghasilkan sebuah laporan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan. Pemahamaman sektor publik sering diartikan sebagai aturan pelengkap pemerintah yang mengakumulasi utang sektor publik dan permintaaan pinjaman sektor publik untuk suatu tahun tertentu. Artikulasi ini dampak dari sudut pandang ekonomi dan politik yang selama ini mendominasi perdebatan sektor publik. Sebelum namanya diubah, akuntansi sektor publik dikenal dengan nama akuntansi pemerintahan. Dan di berbagai kesempatan juga disebut sebagai akuntansi keuangan publik. Berbagai......

Words: 4531 - Pages: 19

Free Essay

Siklus Akuntansi

...Siklus Akuntansi Manahan Nasution Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Siklus akuntansi adalah suatu proses penyediaan laporan keuangan perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu. Siklus ini dimulai dari terjadinya transaksi, sampai penyiapan laporan keuangan pada akhir suatu periode. Apabila digambarkan, siklus akuntansi dapat dinyatakan sebagai berikut: Transaksi Usaha Pembuatan Bukti Asli Pencatatan dalam Buku Harian (Jurnal) Pencatatan ke Buku Besar dan Buku Tambahan 1 Neraca Lajur Penyesuaian Laporan Keuangan Jurnal Penutup Neraca Saldo setelah penutupan 2 Gambar 1 1. TRANSAKSI Transaksi usaha adalah kejadian yang dapat mempengaruhi posisi keuangan dari suatu badan usaha dan juga sebagai hal yang handal/wajar untuk dicatat.3 Transaksi ini biasanya dibuktikan dengan adanya dokumen. Sebagai contoh transaksi yang dapat terjadi dalam suatu perusahaan adalah: pembayaran rekening telepon bulanan, pembelian barang dagangan secara kredit, pembelian tanah dan gedung, dan lain sebagainya. Suatu transaksi tertentu dapat menimbulkan peristiwa atau keadaan yang mengakibatkan transaksi lainnya. Misalnya, pembelian barang dagangan secara kredit akan disusul dengan transaksi lainnya, yaitu pembayaran kepada kreditor. 1 2 3 Niswonger, C. Rollin, Phillip E. Fess, and Carl S. Warren. Prinsip- prinsip akuntansi, terjemahan Marianus Sinaga, Edisi 14, Jilid 1, Erlangga, Jakarta, 1992, Hal 41. Smith, Jay M. and K. fred Skousen. Akuntansi Intermediate...

Words: 2808 - Pages: 12

Free Essay

Akuntansi Lingkungan

...Akuntansi Lingkungan * Akuntansi lingkungan adalah sebuah istilah umum yang mencakup akuntansi di tingkat nasional dan perusahaan. Lebih penjelasan rinci tentang berbagai aspek akuntansi lingkungan disediakan di tempat lain (U.S. EPA, 1995; Business Roundtable, 1993). * Selama beberapa dekade, ekonom lingkungan telah mengakui bahwa tindakan pengukuran kinerja ekonomi tradisional mengandung bias terhadap konsumsi sumber daya alam. Memang, seperti yang tercantum dalam laporan WRI sebelumnya, "sebuah negara dapat pembuangan sumber daya mineral, menebang hutan, mengikis tanah yang, mencemari akuifer, dan berburu satwa liar dan perikanan untuk kepunahan" tanpa rekaman ini terhadap pendapatan (Repetto et al, 1989). Banyak negara bekerja untuk memasukkan penyusutan sumber daya alam ke rekening nasional (UNCTC, 1992). Salah satu tujuannhya adalah untuk merevisi perkiraan, produk domestik bruto-pada dasarnya "penghijauan PDB." * Pada tingkat perusahaan, penting untuk membedakan antara biaya lingkungan yang ditanggung oleh perusahaan dibandingkan dengan yang dikenakan pada masyarakat sebagai "biaya sosial." Kesehatan efek dari menghirup polusi udara, dampak pencemaran air di perikanan, atau pencemaran tanah adalah contoh klasik dari biaya sosial, atau eksternalitas. * Di sisi lain, peraturan, kebijakan perusahaan, preferensi konsumen, dan tekanan masyarakat pergeseran beberapa biaya sosial kembali ke perusahaan. Batas pengeluaran, pajak emisi, mengambil kembali produk......

Words: 968 - Pages: 4

Free Essay

Pengantar Akuntansi

...berikut : ·         Meminta keterangan dari personil klien ·         Menguji dokumen, arsip, dan laporan ·         Mengamati aktivitas yang terkait dengan pengendalian ·         Melaksanakan kembali prosedur klien 3. Substantive Test of Trans actions (Uji Substantif atas Transaksi) Pengujian substantif (Substantive Test) adalah perosedur yang digunakan untuk menguji kekeliruan atau ketidakberesan dalam bentuk uang yang langsung mempengaruhi kebenaran saldo laporan keuangan. Kekeliruan tersebut sering disebut dengan salah saji moneter (dalam satuan mata uang) yang merupakan indikasi yang jelas terjadinya salah saji dalam saldo laporan keuangan. Tujuan pengujian substantive atas transaksi adalah untuk menentukan apakah transaksi akuntansi klien telah diotorisasi dengan pantas, dicatat dan diiktisarkan dalam jurnal dengan benar dan diposting ke buku besar dan buku tambahan dengan benar. Pengujian atas transaksi : Pengujian tersebut meliputi bagian deskriptif yang mendokumentasikan pemahaman memperoleh sekitar pengendalian internal dan menyertakan uraian tentang prosedur dan risiko pengendalian yang dinilai. 4. Analitycal Procedure (Prosedur Analitis) Prosedur analitis meliputi perbandingan dari jumlah yang tercatat dengan dengan angka tertentu yang dikembangkan oleh auditor. Prosedur ini biasanya menggunakan kalkulasi rasio yang dibandingkan dengan rasio tahun sebelumnya atau rasio perusahaan sejenis atau rasio average industry. Tujuan utama dari prosedur......

Words: 1676 - Pages: 7

Free Essay

Akuntansi Manajemen Lanjutan

...Tugas Akuntansi Manajemen Lanjutan JOHN DEREE COMPONENT WORKS Oleh : Claudia Astika Putri Mayangsari Fincy Annisa Irhash Ardhianta Program Profesi Akuntansi 24 STIE YKPN Yogyakarta 2014 JOHN DEREE COMPONENT WORKS A. Latar belakang Perusahaan John Deere telah beroperasi di industri peralatan pertanian selama 162 tahun. Seiring meningkatnya permintaan disektor produksi, pada tahun 1970-an perusahaan John Deree membuka divisi baru yang diberi nama John Deere Component Works. Divisi tersebut dibentuk sebagai produsen utama suku cadang untuk peralatan Deere terutama traktor. Oleh karena itu John Deere Component Works harus menghasilkan berbagai macam suku cadang yang volumenya relatif rendah. Selama pertengahan 1980-an JDCW melakukan produksi dengan kapasitas yang rendah karena proses ini diperlukan mesin lebih otomatis dan biaya yang besar harus dikeluarkan untuk proses produksi, tetapi dengan begitu JDCW tetap menawarkan kualitas hasil produksi yang menjanjikan terutama dibagian-bagian suku cadang mesin yang kompleks. Hal itu dilakukan Sebagai bagian dari strategi untuk memasarkan suku cadang hasil produksi mereka di pasar global. Mereka harus segera menemukan solusi bahwa harga yang mereka tawarkan harus bersaing dengan para kompetitior yang lain karena kunci persaingan sukses di pasar global adalah harga, jadi JDCW harus memikirkan kembali strategi penetapan harganya. B. Pernyataan Masalah: Permintaan akan produk John Deere Komponen Work...

Words: 922 - Pages: 4

Free Essay

Resume Teori Akuntansi

...ekuitas luar) akan memilih serangkaian kegiatan untuk perusahaan sehingga nilai total perusahaan adalah kurang dari yang seharusnya jika ia sebagai pemilik dan mengapa hasil ini tidak tergantung pada apakah perusahaan beroperasi di monopolistik atau produk yang kompetitif atau faktor pasar; 2. mengapa kegagalan untuk memaksimalkan nilai perusahaan benar-benar berbanding lurus dengan efisiensi; 3. mengapa penjualan saham biasa merupakan sumber modal yang layak meskipun manajer tidak sungguh-sungguh memaksimalkan nilai perusahaan; 4. mengapa utang diandalkan sebagai sumber modal sebelum pembiayaan utang yang ditawarkan keuntungan pajak relatif terhadap ekuitas; 5. mengapa saham preferen akan diterbitkan; 6. mengapa laporan akuntansi akan diberikan secara sukarela kepada para kreditur dan pemegang saham, dan mengapa auditor independen akan dilibatkan oleh manajemen untuk menunjukkan keakuratan dan kebenaran laporan tersebut; 7. mengapa pemberi pinjaman sering melakukan pembatasan pada kegiatan perusahaan kepada siapa mereka meminjamkan, dan mengapa perusahaan sendiri akan menyarankan pengenaan pembatasan tersebut; 8. mengapa beberapa industri ditandai dengan perusahaan yang dioperasikan pemilik yang satu-satunya di luar sumber modal pinjaman; 9. mengapa industri yang memiliki aturan ketat seperti perusahaan umum atau bank akan memiliki debt equity ratio yang lebih tinggi untuk tingkat risiko yang sepadan daripada kebanyakan perusahaan yang tidak......

Words: 17070 - Pages: 69

Free Essay

Sistem Informasi Akuntansi

...INFORMASI AKUNTANSI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI Sistem pengumpulan dan pemrosesan data transaksi serta penyebaran keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan dikenal dengan sistem informasi akuntansi (accounting information system). Terminologi Dasar • Kejadian (event). • Transaksi (transaction) • Akun (account) • Akun riil dan nominal • Buku besar (ledger) • Jurnal • Pemindahbukuan (posting) • Neraca saldo (Trial balance) • Ayat Jurnal penyesuaian (adjusting entries) • Laporan keuangan Empat laporan yang umum adalah: 1. Neraca, 2. Laporan laba-rugi, 3. Laporan arus kas, 4. Laporan laba ditahan. Laporan Keuangan dan Struktur Kepemilikan Saham biasa dan laba ditahan dilaporkan dalam bagian ekuitas pemegang saham dari neraca. Pendapatan dan beban dicatat dalam laporan laba-rugi. Dividen dilaporkan dalam laporan laba ditahan. Karena dividen, pendapatan, dan beban akan ditransfer ke laba ditahan pada akhir periode, maka perubahan dalam salah satu pos ini akan mempengaruhi ekuitas pemegang saham. Jenis struktur kepemilikan yang dipakai perusahaan bisnis akan menetukan jenis-jenis akun yang merupakan bagian dari ekuitas. Dalam sebuah korporasi, akun-akun yang umumnya muncul adalah saham biasa, tambahan modal disetor, dividen tambahan, dan laba ditahan. Sementara perusahaan perorangan atau persekutuan menggunakan akun modal dan akun penarikan. SIKLUS AKUNTANSI Siklus akuntansi......

Words: 1776 - Pages: 8

Free Essay

Akuntansi Lanjutan 1 Beams

...beraneka ragam dan tidak terkait satu sama lain. Istilah merger dan konsolidasi sering digunakan sebagai sinonim untuk akuisisi. Namun secara legal dan di dalam akuntansi itu terdapat perbedaan. Merger adalah penyerapan dari suatu perusahaan oleh perusahaan yang lain. Perusahaan pembeli juga akan mengambil baik aset maupun kewajiban perusahaan yang dibeli. Setelah merger, perusahaan yang dibeli akan berhenti beroperasi. Konsolidasi terjadi apabila perusahaan baru dibentuk untuk pengambilalihan aset dan operasi dari dua atau lebih entitas bisnis yg terpisah dan membubarkan entitas sebelumnya. Tujuan dari kombinasi bisnis * Cost Advantage * Lower Risk * Fewer operating delays * Avoidance of takeovers * Acquisition of Intangible Assets Accounting for Combinations as Acquisitions Kita mencatat kombinasi bisnis menggunakan fair value principle. Dengan kata lain, kita mengukur biaya (cost) purchasing entity (entitas pembeli) ketika mengakuisisi perusahaan lainnya di dalam kombinasi bisnis dengan jumlah kas yang keluar atau dengan niai wajar (fair value) dari aset yang didistribusikan atau sekuritas yang dikeluarkan. Expense : direct costs (Accounting, legal, consulting, dan finder’s fees) Pengurangan di dalam tambahan modal disetor (reduction of additional paid-in capital) : biaya-biaya yang berhubungan dengan registrasi dan penerbitan sekuritas (registration or issuance of equity securities) Ilustrasi : Pop Corporation menerbitkan......

Words: 1203 - Pages: 5

Free Essay

Akuntansi Lanjutan

...yang belum direalisasi yang akan didistribbusikan ke hak minoritas dan dibebankan ke beban hak minoritas. 2. Penjualan antar perusahaan terjadi seluruhnya dalam entitas konsolidasi, maka laporan keuangan konsolidasi harus muncul seakan akan transfer antar perusahaan tersebut tidak pernah terjadi. 3. Investasi dalam PT.X pada Aset yang tidak dapat disusutkan (contohnya tanah). 4. Tujuan menghilangkan efek dari penjualan antar aset tanah untuk mencerminkan aset tanah dan jumlah depresiasi terkait dalam laporan keuangan konsolidasi dengan biaya untuk entitas konsolidasi . 5. Dividen yang diterima dan dibayar di mana perusahaan induk menggunakan metode ekuitas. Penjelasannya : Piutang dan hutang timbal balik rekening dan pembelian dan rekening penjualan harus selalu dihilangkan . Tapi pendapatan dividen ( induk ) dan dividen yang dibayarkan (anak perusahaan ) account adalah kebalikan hanya ketika metode biaya yang digunakan 6. Dieliminasi dari laba bersih konsolidasi dengan jurnal kertas kerja yang mencakup kredit ke akun tanah sebesar $1.000...

Words: 280 - Pages: 2

Free Essay

Alokasi Biaya Departemen Pendukung

...A. GAMBARAN UMUM ALOKASI BIAYA Alokasi biaya merupakan salah satu isu penting dalam akuntansi manajemen. Bagaimana biaya-biaya yang terjadi di dialokasikan ke objek biaya, seperti produk, kelompok pelanggan, aktivitas, dan divisi. Perusahaan biasanya membedakan antara departemen operasi atau produksi (operating departement) dan departemen jasa (supporting departemen). Departemen operasi merupakan departemen yang secara langsung memberikan nilai tambah kepada produk atau jasa. Sementara departemen jasa merupakan departemen yang memberikan jasa yang membantu departemen internal lainnya, baik departemen operasi maupun departemen jasa yang lain. Dalam alokasi biaya akan mengalokasikan biaya-biaya yang terjadi di departemen jasa (supporting department) ke departemen produksi dan akhirnya dialokasikan ke produk atau jasa yang dihasilkan. Proses alokasi biaya ini memerlukan pemilihan dasar alokasi biaya (cost driver) yang tepat. Dalam jangka panjang, penetapan harga jual suatu produk harus mampu menutup seluruh biaya yang terjadi di perusahaan, baik yang terjadi di departemen jasa maupun di departemen produksi. Oleh karena itu, akuntan sering kali menghitung biaya produk atau jasa didasarkan pada biaya penuh (full cost). Biaya langsung (direct cost) merupakan biaya yang secara langsung dapat ditelusuri ke objek biaya dalam hal ini produk atau jasa. Tetapi biaya tidak langsung (indirect cost) memiliki sifat tidak dapat ditelusuri secara langsung ke objek biaya dalam hal ini produk......

Words: 2052 - Pages: 9

Free Essay

Teori Akuntansi

...SEJARAH PERKEMBANGAN AKUNTANSI DI INDONESIA Tahun | Perkembangan | 1642 | Praktik akuntansi di Indonesia dapat ditelusur pada era penjajahan Belanda | 1747 | Jejak yang jelas berkaitan dengan praktik akuntansi di Indonesia dapat ditemui pada praktik pembukuan yang dilaksanakan Amphioen Sociteyt yang berkedudukan di Jakarta | Abad ke 17 | Pada era ini Belanda mengenalkan sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping) sebagaimana yang dikembangkan oleh Luca Pacioli di Indonesia | Abad ke 18- 19 | Kegiatan ekonomi pada masa penjajahan meningkat cepat . Hal ini ditandai dengan dihapuskannya tanam paksa sehingga pengusaha Belanda banyak yang menanamkan modalnya di Indonesia. Peningkatan kegiatan ekonomi mendorong munculnya permintaan akan tenaga akuntan dan juru buku yang terlatih. | 1907 | Fungsi auditing mulai dikenalkan di IndonesiaOrang pertama yang melaksanakan pekerjaan audit (menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan) adalah Van Schagen yang dikirim ke Indonesia | 1915 | Pengiriman Van Schagen merupakan titik tolak berdirinya Jawatan Akuntan Negara- Government Accountant Dienst | 1918 | Akuntan publik yang pertama adalah Frese & Hogeweg yang mendirikan kantor di Indonesia | 1920 | Kantor akuntan yang lain yaitu kantor akuntan H.Y.Voerens berdiri di Indonesia | 1929 | Orang Indonesia pertama yang bekerja di bidang akuntansi adalah JD Massie, yang diangkat sebagai pemegang buku pada Jawatan Akuntan Pajak pada tanggal 21 September 1929 | ...

Words: 1093 - Pages: 5

Free Essay

Akuntansi Penjualan Cicilan

...persaingan sangat ketat. Dengan adanya penjualan cicilan ini akan membantu masyarakat dengan daya beli terbatas untuk memiliki barang yang di inginkan. Keuntungan bagi perusahaan adalah pendapatan dari penjualan dan pendapatan bunga. Tujuan utama setiap perusahaan adalah memperoleh laba yang sebesar-besarnya dengan biaya yang sekecil-kecilnya, perusahaan akan selalu berusaha meningkatkan penjualan diantaranya dengan melakukan strategi penjualan cicilan. Dalam keadaan perekonomian sekarang ini laju permintaan terhadap barang tidak secepat penawarannya karena daya beli terbatas. Demi mendapatkan laba yang diinginkan maka Toko Irama Agung elektronik berani menanggung segala resiko yang ada. Untuk mengurangi resiko-resiko yang dihadapi dalam sebuah penjualan melaui cicilan maka sangat diperlukan suatu strategi dan perencanaan yang sangat baik dalam perusahaan. Mulai dari isi perjanjian atau persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh seorang calon pembeli hingga tidakan apa yang akan dilakukan perusahaan nanti jika terjadi masalah dalam hal pembayaran cicilan yang telah disepakati sebelumnya. Didalam penjualah cicilan ini peranan akuntansi sangatlah besar. Akuntansi sebagai suatu sisitem informasi mencakup kegiatan mengidentifikasikan, mengukur dan melaporkan informasi ekonomi keberbagai pihak yang berkepentingan. Informasi yang relevan, efektif dan efisien berguna dalam pengambilan keputusan dan kebijaksanaan perusahaan lainnya. Misalnya untuk mengetahui seberapa besar......

Words: 8427 - Pages: 34

Free Essay

Akuntansi Biaya Overhead Pabrik

...standard) 1,980,000 Gross margin $1,020,000 Less: Selling expenses $420,000... Pengertian Biaya overhead pabrik  Biaya operhead pabrik (BOP) adalah seluruh biaya produksi yang tidak dapat diklasifikasikan sebagai biaya bahan baku langsung dan tenaga kerja langsung.  Perbedaan langsung dengan tidak langsung kemungkinan akan sulit ditentukan, untuk itu ditetapkan metode yang cocok untuk menentukan perbedaan tersebut. BOP Sesungguhnya (FOH Control) vs BOP dibebankan (FOH Applied) Biaya operhead pabrik sesungguhnya. Biaya overhead (ssg) xxx Persediaan bahan baku Persediaan supplies Biaya penyusutan Macam-macam biaya pencatatan pada buku pembantu. xxx xxx xxx xxx BOP Sesungguhnya (FOH Control) vs BOP dibebankan (FOH Applied) Biaya operhead pabrik dibebankan. Dr. Barang Dlm Proses xxx Cr. Biaya overhead (dibebankan) xxx Penutupan: Dr. BOP dibebankan BOP kurang dibebankan Cr. BOP sesungguhnya BOP lebih dibebankan XXX XXX XXX XXX PENENTUAN JUMLAH BOP YANG DIBEBANKAN  BOP dibebankan diperoleh dari perkalian suatu “tarif” dgn suatu ukuran aktivitas akan terjadi atau sudah terjadi.  Tarif BOP dapat didasarkan pada estimasi biaya yang  Tarif yang didasarkan pada estimasi = ‘Tarif ditentukan dimuka’, didasarkan pada BOP sesungguhnya = ‘Tarif sesungguhnya’.  Pencatatan dapat dilakukan dengan satu rekening saja yaitu biaya operhead pabrik, atau BOP dibebankan dan BOP sesungguhnya. 5 faktor yg mempengaruhi pemilihan......

Words: 3782 - Pages: 16

Free Essay

Teori Akuntansi

...system akuntansi di setiap Negara? Jelaskan! 2. Sebutkan katakteristik system hukum dan dampaknya? 3. Apa yang menjadi ciri khas dan perbedaan antara system akuntansi di prancis dan jerman? 4. Definisi pelaporan segmen dan pelaporan keuangan apa saja yang di laporkan dalam pelaporan keuangan segmen? -Kerangka cooperative gevernance menurut dallas? 5. Karekteristik apa saja yang harus dimiliki suatu Negara agar mata uangnya dapat digunakan sebagai internasional currently? 6. Sebuttkan apa penyebab inflasi di Negara-negara asia? Jawab: 1. Factor penyebab perbadaan system akuntansi di Negara-negara * Pertumbuhan ekonomi , pertumbuhan ekonomi merupakan penyebab system akuntansi, karena tiap Negara mempunyai perekonomian berbeda, serta ada Negara maju dan Negara berkembang yang menyebabkan system akuntansinya berbeda * Inflasi, kenaikan yang terjadi terus menerus, semakin tingginya harga sangat memicu perbedaan system akuntansi di suatu negara * Sistem politik, perbedaan system politik di suatu Negara, pengaruh regulasi dari system politik suatu Negara berdampak sangat signifikan pada system akuntansi di suatu negara * Pendidikan, tingkat pendidikan di suatu Negara bias sangat berdampak pada system akuntansi, dimana system akuntansi memerlukan orang-orang yang berpendidikan dan khusus dalam akuntansi * Profesi Akuntan , profesi akuntan di suatu Negara yang berbeda-beda, cara pelaporan dan penghitungan menyebabkan system akuntansi......

Words: 547 - Pages: 3